Blog Jagoan Hosting | Tutorial Website & Web Hosting Indonesia

4 Tips Fotografi Produk untuk UMKM Go Digital

Tahukah kamu era digital menjadi ladang penghasilan yang sangat luar biasa hebat? Terlebih saat keunggulan dan kualitas produk UMKM lokal dikolaborasikan dengan keahlian anak muda untuk dikemas dengan apik. Mulai dari packaging produk, fotografi produk sampai dengan pemasarannya.

Banyak fotografer yang mulai melirik produk UMKM untuk dijadikan sebagai objek foto bagi mereka. Selain tantangan untuk membuat pemasaran produk lebih menarik, mereka pun merasa bahwa produk UMKM harus menunjukkan kualitas dari segi tampilan.

Hal ini seiring dengan permintaan pasar digital akan konten yang bagus, menarik dan pastinya memberikan cerita untuk calon pembeli.

Di sinilah peran fotografer untuk menciptakan foto produk UMKM yang menarik mulai diuji. Dan berikut adalah 5 tips yang penting diikuti jika ingin menciptakan foto produk yang menarik.

1. Ciptakan cerita dari foto produkmu

Jika kamu ingin membuat foto produk yang menarik dan pastinya menjual jangan pernah menghilangkan cerita di dalamnya. Yang akan kamu lakukan adalah mengkomunikasikan pesan dan manfaat dari produk tersebut kepada audiens. Mulai dari cahaya, warna, komposisi, fokus, dll)

Kamu mungkin harus tahu tentang teori warna di dalam sebuah bisnis. Ini dia tips warnanya.

Tahukah kamu, warna saja bisa menjadi tools yang sangat hebat untuk menciptakan cerita dari konten visual kepada audiens. Melalui warna akan muncul nilai estetika, kemewahan dan pesan dari produk.

Warna juga bisa menjadi identitas suatu merek. Warna pun bisa menjadi salah satu media untuk mengkomunikasikan emosi yang ada.

Kamu pasti akan memberikan nilai yang berbeda untuk gambar di bawah ini. Seolah gambar di sebelah kiri memberikan kesan bahagia, segar dan bersih. Sedangkan yang kanan, memberikan kesan misterius, elegan, dan sedikit berbahaya.

Saat ingin menentukan warna, cahaya juga harus diperhatikan. Akan sangat berbeda saat kita tidak memastikan bahwa cahaya untuk pengambilan gambar tidak baik.

“Lihatlah terangnya cahaya dengan kedua matamu, jangan dengan pikiranmu. Tapi tetap artistik”

Fotografi produk menjadi kurang artistik dibandingkan dengan aslinya, terutama untuk kebutuhan katalog produk, baik katalog online maupun katalog cetak. Tapi saat kita mengambil gambar dengan konsep yang jelas, maka gambar tersebutpun akan sangat artistik.

Jika kembali memperhitungkan cahaya, maka beberapa hal ini perlu menjadi pertimbangan:

  • Apakah pencahayaan yang digunakan mampu menampilkan branding(logo) dengan jelas?
  • Apakah cahaya memperlihatkan bentuk, desain bahan yang digunakan atau justru menutupinya?
  • Apakah cahaya mampu menyampaikan emosi yang Anda ingin sampaikan?

2. Perhatikan Pencahayaan alami Vs. Buatan

Sekali lagi, cahaya menjadi pertimbangan yang menentukan foto produk menjadi menarik atau biasa saja?

Ada beberapa pilihan untuk menggunakan cahaya saat pengambilan gambar. Cahaya alami atau cahaya buatan.

  • Cahaya Alami

Keunggulan:

  1. Tentu saja cahaya alami memberikan keuntungan dari segi biaya yang lebih rendah, dan juga tidak membutuhkan perlengkapan yang “ribet”. Terutama untuk mencipatakn foto produk UMKM dengan nuansa alami dan organik di alam terbuka. Cukup penataan yang indah, dan Shoot! Foto produk dengan cahaya alami ini cocok untuk pemasaran di media sosial, e-commerce dan media online lainnya.

Kekurangan:

  1. Kontrol terhadap pencahayaan tidaklah mudah. Cahaya alami terus menerus berubah, ini akan menyebabkan hasil foto yang berbeda-beda. Misalnya warna, mood, pengaturan kamera, dll.
  2. Cahaya alami akan membuat pengaturan iso lebih tinggi, ini akan menciptakan noise di dala gambar.
  3. Akan muncul beberapa efek yang tidak diinginkan, pantulan, bercampurnya warna, dll.
  4. Kalau kamu ingin mengambil semua foto produk dengan cahaya alami, kamu akan kesulitan dalam hal konsistensi dan pencocokan warna.

Contoh: 

Cahaya alami alami akan membuat fotografer lebih mudah dan membuat hasil foto menjadi lebih alami. Cahaya buatan akan membuat hasil foto lebih konsisten dalam hal warna.

  • Cahaya buatan

Keunggulan:

  1. Konsisten dalam hasil foto produk
    1. Saat memotret katalog produk, sangat penting untuk menciptakan hasil gambar yang seimbang. Seperti warna dan komposisi cahaya.
    2. Penting pula untuk menjaga konsistensi cahaya. Sebab selama pengambilan foto dan cahaya selalu berubah-ubah, maka pengaturan pun akan berubah dan hasilnya pun tidak akan sama.
  2. Kontrol cahaya lebih mudah. Sebab saat menggunakan lampu sorot, pengaturan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Fleksibilitas untuk lebih membuat foto menarik akan lebih mudah dilakukan.

Kekurangan:

  1. Biaya akan jauh lebih mahal. Beberapa perlengkapan bisa didapatkan dengan harga yang murah, selebihnya cukup mahal. Tapi ada beberapa tips pula untuk para pemula dalam membuat studio mini, lengkap dengan cahaya yang mencukupi.
  2. Ruangan yang digunakan pun tidak bisa disembarang tempat. Terlebih saat kamu membutuhkan 1 set perlengkapan pencahayaan yang membutuhkan ruang lebih luas.
  3. Mempelajari bagaimana cara kerja setiap alat pencahayaan. Ada baiknya mencaritahu lebih dulu bagaimana cara menggunakan dan tips untuk menggunakannya.
  4. Jangan mengedit secara berlebihan

Salah satu yang harus diperhatikan dari proses foto produk adalah pengeditan. Tidak ada foto produk yang indah dan menarik minat pembeli tanpa melalui proses pengeditan.

Ada banyak tools yang bisa digunakan untuk mengedit hasil foto produk kita. Di Android atau iPhone bahkan sudah banyak tersedia.

Sisanya, tinggal bagaimana kita mengatur dan memastikan bahwa editing tidak berlebihan dan sesuai dengan konsep produk kita.

Bagaimanapun kamu akan melakukan editing, jangan abaikan pesan yang ingin disampaikan. Misalnya saja label produk atau logo merek produk kamu.

Lebih lagi, konsistensi dalam menggunakan filter dan mengedit akan mempengaruhi hasil foto, terlebih yang ingin dipajang di katalog produk online.

3. Ceritakan lagi ceritanya

Banyak orang yang lupa untuk berbagi cerita kepada audiens terlebih calon pelanggan mereka. Hanya ingin menjual dan mendapatkan banyak keuntungan dari produk yang dipajang di toko online. Tapi apakah bisa? Bisa saja, tapi tidak akan bertahan lama.

Cerita yang muncul dari foto produk, akan membuat audiens mudah ingat dan melabeli produk tersebut baik atau buruk. Terlebih saat detail dari produk dapat tergambarkan dari foto produknya.

Menciptakan foto produk yang mampu membuat audiens membayangkan, merasakan dan seolah ingin segera menyentuhnya. Seperti karbonasi dari minuman soda, dan uap dari makanan yang hangat.

4. Shoot – Edit – cetak- edit – cetak

Ada banyak media yang bisa digunakan sebagai portofolio atau katalog. Seperti website portofolio, website katalog, sampai dengan bentuk cetak atau fisiknya. Beberapa media menciptakan pengalaman yang berbeda untuk audiens.

Jika kamu ingin mencetakknya, penting untuk melakukan pengecekan lagi dan lagi. Bahkan ada saatnya kamu akan melakukan pengeditan saat sudah mencoba mencetak hasil foto produkmu. Proses seperti ini akan sangat menunjang katalog yang menarik dan pastinya membuat pembaca ingin lebih cepat melakukan pembelian.

Last but not least, melihat bagaimana kebutuhan pasar digital akan sebuah konten visual yang menarik. Membuat banyak bisnis, menciptakan branding merek melalui foto produk yang artistik. Meski ada banyak yang mengatakan bahwa perlengkapan yang dibutuhkan berharga sangat mahal, namun untuk UMKM, handphone pun bisa menjadi media yang cukup menguntungkan.

Selebihnya, adalah dimana kamu akan memamerkan foto produk atau katalogmu. Mau katalog online OKE, mau katalog cetak juga OKE. Tergantung bagaimana kamu menciptakan target pasar yang sesuai dengan produk atau merekmu.

Katalog online pun tidak sulit untuk kamu ciptakan, mulai dari media sosial seperti Facebook, Instagram, Pinterest dan masih banyak lainnya. Ada pula portal yang bisa digunakan untuk memposting hasil fotomu, seperti…….

Bahkan jika kamu ingin memiliki portofolio online mu sendiri, dengan desain yang sesuai dengan konsep fotomu, kamu bisa membuat sebuah blog atau website portofolio atau website katalog online.

Website katalogmu akan lebih nyaman digunakan saat kamu memilih media penyimpanan yang mampu menampung banyaknya hasil foto produk dan fotomu lainnya. Media penyimpanan ini layaknya lemari yang akan menyimpan ratusan hasil fotomu, dan menampilkannya tanpa hambatan karena lemotnya akses websitemu.

Bahkan saat kamu memilih untuk memiliki website katalogmu sendiri, maka kamupun bisa menciptakan branding atas dirimu sendiri. Mulai dari nama domain, warna, logo sampai dengan konten di dalam websitenya. Domain murah pun bisa menjadi pilihanmu saat kamu ingin membangun branding dengan hasil foto produkmu.

Banyak media yang bisa kamu gunakan. Pemilihannya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab, untuk menjaga kualitas dan konsistensi dari hasil foto dan publishing hasil fotomu.

Jadi, sudah tahu kan, bagaimana harusnya foto produk terlebih untuk UMKM diciptakan? Ya, foto produk akan mempengaruhi penilaian siapapun yang melihatnya. Bahkan foto produk akan membantu meningkatkan penjualan produk baik online maupun offline.

Nelsi Islamiyati