Jangan sampai lengah, Sob! Serangan DDoS semakin menjadi-jadi. Dilansir dari Perusahaan Riset dan Keamanan Siber Kaspersky, sejak pandemi COVID-19 menyerang serangan DDos semakin meningkat. Di sepertiga pertama 2020, DDos attack atau serangan DDos meningkat dengan pesat. Serangan DDoS pada kuartal pertama 2020 mengalami peningkatan sebanyak 25% dibandingkan serangan DDoS pada kuartal pertama tahun sebelumnya.

DDoS attack

serangan DDoS
gambar dari unsplash

Serangan DDoS atau DDoS attack adalah serangan yang dilakukan hacker pada perangkat atau server dalam jaringan internet. DDoS merupakan singkatan dari distributed denial of services. Dalam eksekusinya, DDoS dilakukan dengan mengerahkan host dalam jumlah besar untuk menyerang sebuah server. Host yang dikerahkan merupakan host “zombie” atau palsu.

Para hacker akan membanjiri traffic server kamu dengan host palsu. Ketika server berhasil dibanjiri oleh traffic hacker, server tersebut akan sulit diakses oleh host yang nyata atau pengguna pada umumnya. Istilah lainnya adalah server kamu akan down dan tidak bisa diakses.

Menyeramkannya, serangan jenis ini adalah salah satu jenis serangan yang paling banyak digunakan oleh para hacker. Nggak cuma menyasar perusahaan, lho! Serangan DDoS yang dilakukan juga bisa menyerang sektor pemerintahan atau bahkan perseorangan. Maka dari itu, Sob! Ancaman ini nggak boleh dianggap enteng.

Serangan di kala pandemi

Menurut keterangan salah satu lembaga riset, sejak pandemi serangan DDoS oleh para hacker semakin meningkat. Mereka memanfaatkan momen sulit yang dialami dunia untuk memperoleh banyak informasi rahasia. Sejak pandemi penggunaan jaringan internet semakin besar. Kamu pasti menyadari hal ini ‘kan?

Hampir semua sektor dikerjakan secara daring. Para pekerja menjalani WFH dan murid-murid melakukan SFH. Momen ini dimanfaatkan untuk mencuri data-data rahasia dan penting dari akun-akun pribadi, perusahaan bahkan pemerintahan.

Serangan terbesar di dunia

Pandemi bukan satu-satunya momen yang digunakan hacker untuk mengerahkan DDoS attack. Di waktu-waktu sebelumnya juga terjadi serangan besar-besaran. Pada tahun 2013 lalu terjadi serangan ke Spamhaus. Ini adalah serangan terbesar yang dilancarkan para hacker. Lalu di tahun 2014 lalu terjadi serangan pada pemerintahan Hongkong. Tidak berhenti di situ, di tahun 2015 terjadi dua serangan besar yang melumpuhkan BBC dan Github.

Bagaimana DDoS dilakukan?

Hacker melakukan DDoS dengan cara membanjiri server dengan request. Ketika hacker berhasil melakukan hal ini maka server tidak bisa menerima request dari pengguna lainnya. Cara lain yang biasanya digunakan adalah dengan melakukan traffic flooding. Jika pada teknik sebelumnya server dibanjiri dengan request maka pada teknik ini server dibanjiri dengan data. Nggak berhenti di situ, hacker juga bisa mengubah konfigurasi yang ada pada server.

Perantara serangan

Secara umum, DDoS dilakukan menggunakan 3 hal ini. DDoS attack dilakukan menggunakan bot, virus atau perangkat lunak. Bot digunakan untuk menjadi host zombie atau host palsu. Virus digunakan untuk melacak dan merusak script pada perangkat. Nggak cuma itu, ada pula hacker yang menggunakan perangkat lunak untuk melancarkan aksinya.

Atasi dengan ini, Sob!

Serangan ini wajib kamu waspadai. Informasi pribadi yang kamu punya bisa bocor dan digunakan untuk keperluan yang buruk. Coba atasi serangannya dengan cara ini, Sob!

  1. Lakukanlah analisis serangan secara berkala. Kamu wajib mengecek keamanan akun dan perangkat kamu secara berkala.
  2. Gunakan jaringan internet yang aman. Perhatikan jaringan internet umum yang mungkin menjadi celah serangan.
  3. Menggunakan layanan hosting terbaik dengan keamanan yang super.
  4. Konsultasikan dengan ahlinya. Khusus untuk Sobat Jagoan Hosting, kami memberikan fasilitas untuk bisa melakukan konsultasi dengan ahlinya.

Itu dia beberapa cara mengatasi serangan DDoS yang mungkin menyerang perangkat atau server kamu. Jangan lupa bagikan informasi penting ini ke Sobat Jagoan Hosting lainnya agar mereka bisa lebih berhati-hati dan selalu waspada.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like