Blog Jagoan Hosting | Tutorial Website & Web Hosting Indonesia

Membuat Visualisasi Data yang Tepat dan Menarik

Di dalam dunia data science, visualisasi data juga tidak kalah pentingnya dibandingkan prediktif model. Visualisasi Data membantu perusahaan untuk memahami data yang dimiliki secara lebih baik. Penyajian data yang baik akan mempengaruhi cara pandang seseorang dalam menjalankan bisnisnya.

Sebaliknya, penyajian data yang salah akan memberikan pemahaman yang salah terhadap pesan yang disampaikan oleh suatu data. Visualisasi data memberikan gambaran mengenai apa yang telah, sedang, dan mungkin yang akan terjadi di masa depan. 

Topik visualisasi data telah menjadi subjek ribuan buku, kursus dan blog. Terdapat beberapa macam penyajian data (terutama grafik) yang bisa digunakan untuk menggambarkan suatu data. Seorang analyst seharusnya mempunyai banyak pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan berbagai grafik.

Pemilihan metode visualisasi atau grafik yang tepat salah satunya bergantung dari tipe variabel (kontinue, diskrit, kategori atau ordinal) dan banyak variabel yang digunakan. Berikut merupakan panduan yang dapat digunakan untuk membuat visualisasi data yang tepat sekaligus menarik :

1. Menentukan tujuan

Sebelum membuat grafik, penentuan tujuan dari visualisasi data sangatlah penting. Hal ini karena tujuan visualiasi mempengaruhi jenis grafik yang akan ditampilkan. Misalnya apakah kamu ingin mengetahui bagaimana data pengguna website tiap tahun dan bagaimana persebarannya di setiap kota?

Perlu diingat bahwa jenis analisis disesuaikan dengan tujuan, begitu juga jenis grafik yang akan digunakan. Penentuan tujuan penyajian data ini turut mempengaruhi unsur apa saja yang sebaiknya ditampilkan dan tidak ditampilkan. Secara umum, terdapat empat macam fungsi dari visualisasi data yaitu 

  • Comparisons untuk membandingkan tiap-tiap kategori dan perubahan data sepanjang waktu
  • Distribution untuk mengetahui keberagaman data
  • Relationship untuk menggambarkan hubungan antar variabel
  • Compositions untuk menunjukkan bagaimana data dibagi ke dalam dua atau lebih kategori

2. Memilih grafik yang tepat

Setelah menetapkan tujuan visualisasi data, selanjutnya adalah menentukan grafik yang tepat untuk digunakan dalam menggambarkan suatu data. Pemilihan jenis grafik sangat penting dalam hal mendapatkan cerita dari data tersebut. Secara konsep, jenis variabel (kontinu atau diskrit) dan tujuan visualisasi paling memegang peranan penting. Secara garis besar, berikut merupakan pedoman yang dapat digunakan untuk memilih jenis grafik yang tepat dan sesuai (Abela, 2009).

                        Gambar 1. Ada banyak jenis grafik, masing-masing dibuat sesuai kebutuhan.

3. Text

ketika kamu hanya mempunyai satu atau dua bilangan, menyoroti bilangan tersebut bisa menjadi salah satu pilihan. Jika 70 % pengunjung website di suatu provider hosting Indonesia mengakses melalui komputer, maka simple text bisa digunakan untuk memberikan informasi tersebut. 

70% Prosentase banyaknya pengunjung website mengakses melalui komputer

  • Diagram garis

Mengetahui perubahan atau tren dari waktu ke waktu diantara satu atau lebih variabel

  • Diagram batang

Membandingkan kuantitas untuk setiap kategori

  • Diagram pencar

Menunjukkan variasi gabungan kedua data

  • Diagram lingkaran

Membandingkan salah satu bagian data terhadap keseluruhan data

  • Interaktif dahsboard

Melakukan percobaan-percobaan (skenario) berdasarkan variabel kunci.

Terdapat banyak metode lanjutan untuk visualisasi data, namun beberapa diantarnaya kurang populer karena sulit bagi yang bukan ahlinya untuk menafsirkannya.

4. Desain dan warna 

Salah satu cara yang sangat mempengaruhi orang menyukai suatu bentuk visualisasi yaitu desain grafik yang menarik atau  “eye catching”. Desain grafik yang menarik dan enak dilihat tentunya akan memperindah dan memperjelas pesan yang akan disampaikan.

Meskipun penggunaan metode visualisasi yang digunakan termasuk sangat biasa, namun penggunaan desain yang bagus dapat memberikan nilai yang lebih dan lepas dari kesan analisis yang sederhana.

Penggunaan warna selain berfungsi untuk membedakan beberapa kategori pada suatu grafik, juga berfungsi untuk mempercantik suatu tampilan agar pesan dari data dapat diterima dengan cepat. 

Berikut merupakan contoh penggunaan warna dalam suatu grafik.

Gambar 2.  Contoh penggunaan warna dalam suatu grafik.

Nelsi Islamiyati