IFTTT – Konektivitas sangatlah penting untuk memberi pengalaman dan layanan terbaik bagi customer kamu. Digitalisasi bisnis merupakan satu hal yang perlu dilakukan para pebisnis saat ini. Namun, karena banyaknya layanan dan platform yang tersedia, terkadang kita jadi sulit menentukan pilihan dan bahkan menghubungkan diantaranya. Untungnya, sudah ada IFTTT yang bisa membantu kamu melakukan integrasi antar platform. Agar kamu lebih paham bagaimana penggunaannya, baca ulasannya berikut ini ya, Sob.

Apa itu IFTTT?

IFTTT
gambar dari unsplash

IFTTT adalah singkatan dari “If this, then that” yang merupakan layanan otomatisasi untuk menghubungkan aplikasi, perangkat, dan layanan dari pengembang yang berbeda. Layanan ini berbasis web dimana memungkinkan kamu menghubungkan berbagai teknologi dengan cara yang kreatif. 

Kalau secara gambarannya seperti “Jika terjadi hal A, maka lakukan hal B”. Intinya, layanan ini bisa mengotomatiskan berbagai aksi cuman lewat satu klik saja. Nah, berikut adalah beberapa contoh penerapannya, Sob:

  1. Ketika ada panggilan masuk di Android, maka bisa dibuat otomatis nomor telepon tersebut terdata di Google Spreadsheet.
  2. Mendengarkan lagu favorit melalui aplikasi Spotify yang terhubung dengan smart speaker.
  3. Simpan lampiran email Gmail ke Google Drive.

Yang gak kalah kerennya, layanan ini sudah terintegrasi dengan lebih dari 500 layanan aplikasi atau device. Misalnya saja seperti Facebook, Twitter, DropBox, WordPress, dsb. Dalam menghubungkan device atau aplikasi yang berbeda membutuhkan yang namanya Applets.

Kenapa IFTTT membutuhkan Applets?

Ibaratnya ya Sob, ketika menghubungkan antar pulau perlu yang namanya jembatan. Nah, sama juga terminologinya dengan Applets ini. Tanpa adanya Applets, mustahil bisa menghubungkan aplikasi atau device yang berbeda. Serunya, kamu bisa mengaktifkan Applets setiap kali dibutuhkan dan menonaktifkannya ketika udah gak dibutuhkan lagi. Nah, cara kerja Applets didukung oleh 3 komponen, yaitu:

  1. Trigger yang merupakan sumber perintah yang akan dikerjakan IFTTT melalui Applets.
  2. Ingredients merupakan sekumpulan data yang disediakan Trigger agar Applets bisa bekerja.
  3. Actions adalah hasil eksekusi dari Applets.

Paket dan harga IFTTT

Sob, kamu bisa menggunakannya secara gratis untuk kebutuhan yang sederhana atau cuman sekedar bereksperimen saja. Nah, ada dua paket yang tersedia bagi pengguna individu:

  1. IFTTT Standar dimana kamu bisa membuat hingga 3 Applets dan mengaktifkan Applets pra-desain dalam jumlah tak terbatas secara gratis.
  2. IFTTT Pro dengan harga $ 3,99 sebulan, kamu bisa membuat dan menggunakan Applet dalam jumlah yang gak terbatas, membuat Applet yang kompleks dengan logika bersyarat dan fitur lainnya.
  3. IFTTT paket bisnis mulai dari IFTTT Developer ($ 199 setahun), IFTTT Team dan IFTTT Enterprise dimana keduanya memiliki harga variabel. Paket bisnis ini memungkinkan kamu untuk menambahkan produk ke library layanan, mendapatkan fitur tambahan agar bisa kamu atur sesuai kebutuhan. Nah, sama halnya dengan paket Mix & Match punya Jagoan Hosting, Sob. Resource-nya bisa kamu custom sendiri. Terus, bayarnya juga sesuai sama apa yang kamu gunakan saja.

Itu dia Sob, penjelasan yang bisa membuat hidup dan alur kerja kita jadi lebih mudah dan nyaman. Gimana? Kamu jadi tertarik menggunakannya kan? Ketika kamu memiliki website, IFTTT terintegrasi dengan layanan lain tanpa menambah biaya, waktu, atau mengubah jalur secara keseluruhan. Jadi lebih praktis kan, Sob. 

Terus, untuk menunjang bisnismu, kamu bisa pilih layanan cloud hosting dan VPS terbaik dari Jagoan Hosting, sob! Dijamin kamu juga akan mendapatkan harga yang terbaik, lho. Semoga bisnis makin lancar ya, Sob!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like