- Alasan menggunakan AI hiring softwareyaitu untuk mempercepat proses screening CV.
- Pilih AI yang dapat menangani puluhan hingga ribuan CV secara otomatis sekaligus.
- AI hiring software bekerja dengan mencocokkan kandidat sesuai kriteria yang kamu tentukan.
- Salah satu rekomendasinya yaitu AIcruit dari Jagoan Hosting karena dilengkapi fitur match score hingga candidate summary.
Mengapa Metode Rekrutmen Manual Tidak Efisien?
Cara manual dengan cek satu per satu sering kurang efisien karena HR harus menyaring ratusan CV dalam sehari. Ini bisa menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari.
Proses ini juga rentan terhadap risiko melewatkan kandidat berkualitas akibat terlalu banyak informasi yang harus diproses. Penilaian kandidat cenderung subjektif karena setiap HR memiliki preferensi yang berbeda.
Akibatnya, perusahaan berisiko melanjutkan proses dengan kandidat yang kurang sesuai. Namun kabar baiknya, masalah ini bisa diminimalisasi dengan menggunakan AI hiring software agar proses screening bisa berjalan otomatis.
Perbandingan Rekrutmen dengan dan Tanpa AI
Proses rekrutmen sebetulnya bisa dilakukan secara manual maupun dengan bantuan AI. Agar lebih memahami cara kerja keduanya, mari simak perbandingan antara rekrutmen manual dan rekrutmen menggunakan AI:
| Rekrutmen Tanpa AI | Rekrutmen Pakai AI Hiring Software |
| HR perlu cek CV satu per satu | Screening kandidat bisa otomatis oleh AI |
| Proses lebih lambat karena pelamar membludak | Proses lebih cepat |
| Preferensi bisa berbeda tergantung HR | Pakai kriteria yang sama untuk semua kandidat |
| Jumlah CV yang bisa ditangani terbatas | Dapat menangani ratusan hingga ribuan CV |
| Potensi bias lebih tinggi | Potensi bias lebih rendah |
| Seleksi cenderung lebih lama | Seleksi cenderung lebih singkat |
| Data kandidat perlu direkap ulang | Tersedia skor dan ringkasan kandidat secara otomatis |
Rekomendasi AI untuk Rekrutmen Karyawan
Saat ini, ada banyak AI hiring software yang dapat kamu pilih untuk kebutuhan rekrutmen. Setiap tools memiliki fitur dan keunggulan yang berbeda sehingga kamu perlu memilih yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Adapun beberapa rekomendasi yang bisa dicoba yaitu:
1. Alcruit
Bagi perusahaan yang mulai kewalahan menangani banyak lamaran kerja, bisa coba pakai AIcruit yaitu AI hiring software yang terjangkau dan ramah untuk pemula.
Platform ini sudah menggunakan AI untuk mempercepat proses screening CV. Teknologi AI di aplikasi ini dapat membaca dan menganalisis kandidat secara objektif.
Dengan begitu, perusahaan dapat menghemat waktu sekaligus meningkatkan peluang menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Selain itu, Alcruit juga bisa memberikan summary atas profil kandidat untuk analisis lebih lanjut.
Adapun fitur-fitur yang dimiliki Alcruit mencakup:
a. AI Candidate Screening
Sistem dapat menyaring kandidat secara otomatis berdasarkan kriteria yang telah ditentukan perusahaan.
b. Automated Candidate Scoring
Alcruit akan memberikan skor dari 1-100 pada setiap kandidat berdasarkan pengalaman, keterampilan, dan kecocokan dengan posisi yang dilamar.
c. Candidate Summary
Setiap CV akan dirangkum menjadi summary otomatis yang mencakup pengalaman kerja, keterampilan, dan latar belakang profesional kandidat.
d. Strengths dan Weaknesses Analysis
AIcruit juga akan menyajikan analisis mengenai kelebihan dan kekurangan setiap kandidat guna memudahkanmu menilai kompetensi secara mendalam.
Jika masih bingung terkait cara kerjanya, langsung saja kirimkan chat WhatsApp ke tim Jagoan Nextcare yang aktif 24/7. Tim support siap memberikan rekomendasi solusi sesuai kebutuhan bisnis Sobat.
2. Factorial
Ini adalah platform HR all-in-one yang salah satu fiturnya mencakup rekrutmen. Fitur rekrutmen Factorial dapat melakukan screening CV dan memberikan penilaian kandidat secara otomatis.
Hanya saja, biaya langganan per bulannya cukup tinggi dan kurang pas bagi sebagian perusahaan.
3. Puck
Rekomendasi AI hiring software berikutnya adalah Puck yang bekerja dengan menggabungkan AI screening dan employer branding dalam satu platform.
Sistemnya mampu menilai kandidat berdasarkan keterampilan dan perilaku, lalu mengarahkan mereka ke proses rekrutmen yang lebih personal.
Platform ini lebih pas untuk perusahaan besar karena fitur-fiturnya bisa terasa berlebihan bagi bisnis kecil.
4. Fetcher
Fetcher bisa membantumu melakukan sourcing kandidat hingga screening resume. Platform ini juga terintegrasi dengan tools penjadwalan wawancara.
Namun, kekuatan aplikasi ini lebih terletak pada sourcing dan outreach sehingga fitur evaluasi kandidat tidak sedalam beberapa tools AI untuk rekrutmen lainnya.
5. HeyMilo
Platform ini mendukung berbagai metode penilaian, mulai dari analisis resume hingga wawancara berbasis video dan suara.
Akan tetapi, jika kamu hanya membutuhkan satu fungsi spesifik, seperti screening CV otomatis, mungkin akan merasa fitur yang tersedia di dalamnya terlalu kompleks.
Cara Melakukan Rekrutmen dengan AI Hiring Software
Screening kandidat kini tidak perlu dengan mengecek CV satu per satu kalau menggunakan AI. Prosesnya lebih sederhana dan cepat. Kalau masih bingung, kamu bisa mengikuti panduan penggunaan AI hiring software Alcruit di bawah ini:
1. Akses Template Spreadsheet
Akses template spreadsheet yang telah tersedia. Template ini berfungsi sebagai format standar untuk memasukkan data kandidat agar AI dapat memprosesnya dengan baik.
2. Upload CV dan Deskripsi Pekerjaan
Selanjutnya, unggah CV kandidat yang ingin kamu seleksi beserta deskripsi pekerjaan untuk posisi yang sedang dibuka.
Informasi dari kedua dokumen tersebut akan menjadi dasar bagi AI dalam menentukan tingkat kecocokan setiap kandidat.
3. Lihat Hasil Screening Kandidat
Setelah data berhasil diunggah, sistem AI akan mulai menganalisis CV secara otomatis. Hasil screening kemudian ditampilkan dalam bentuk penilaian dari 0-100.
Kamu juga akan mendapatkan rekomendasi kandidat berdasarkan tingkat kesesuaian dengan kebutuhan posisi yang dipilih, sehingga lebih mudah mengambil keputusan rekrut yang objektif.
Tanda Perusahaan Membutuhkan AI untuk Rekrutmen
Semakin banyak perusahaan yang menghadapi tantangan dalam proses perekrutan, contohnya meningkatnya lonjakan jumlah pelamar hingga keterbatasan waktu tim HR.
Jika kamu mengalami beberapa kondisi berikut, mungkin sudah saatnya menggunakan AI hiring assistant untuk mempercepat proses screening:
- Jumlah CV yang Masuk Terlalu Banyak: Jika jumlah CV yang masuk mencapai ratusan hingga ribuan akan memakan waktu lama jika dicek manual.
- Waktu Pengisian Posisi Terlalu Lama: Posisi vital di perusahaan kosong berbulan-bulan karena proses screening terlalu lama.
- Sering Kehilangan Kandidat Berkualitas: Kandidat terbaik menerima tawaran dari perusahaan lain terlebih dulu karena respons terlalu lama.
- Tim HR Terlalu Sibuk dengan Tugas Administratif: Waktu rekruter habis hanya untuk membaca CV satu per satu.
- Kualitas Rekrutmen Tidak Konsisten: Kandidat yang lolos screening terkadang kurang sesuai kebutuhan akibat penilaian subjektif.
Kriteria AI Hiring Software yang Bagus
Mengingat banyaknya pilihan AI untuk rekrutmen karyawan, kamu mungkin bimbang menentukan mana yang pas untuk kebutuhan.
Agar investasi yang kamu keluarkan memberikan hasil maksimal, pastikan software yang memiliki kriteria berikut:
- Mencocokkan Kandidat sesuai Skor: Software sebaiknya dapat memberikan nilai kecocokan kandidat terhadap deskripsi pekerjaan.
- Merangkum Profil Kandidat: Informasi seperti pengalaman kerja, keahlian, dan latar belakang kandidat harus dapat dirangkum secara otomatis.
- Mampu Menganalisis Kelebihan dan Kekurangan Kandidat: Membantu rekruter memahami potensi kandidat tanpa harus membaca seluruh CV.
- Mampu Screening dalam Jumlah Besar: Software yang baik harus mampu memproses puluhan hingga ribuan CV.
- Mudah Digunakan: Tim HR dapat langsung menggunakan sistem tanpa perlu pelatihan panjang.
- Memiliki Layanan Bantuan yang Responsif: Penyedia sebaiknya memiliki tim support yang mudah dihubungi selama 24/7.
FAQ
1. Apakah AI Bisa Menggantikan Peran Rekruter?
Tidak. AI hanya berfungsi sebagai alat untuk mempercepat proses screening kandidat di awal agar kamu tidak perlu mengecek satu per satu. Jadi, keputusan akhir perekrutan tetap membutuhkan penilaian manusia.
2. Seberapa Akurat AI dalam Menilai Kandidat?
Akurasi AI bergantung pada jenis kriteria yang kamu tentukan. Jika kriteria yang kamu masukkan detail, maka AI bisa memberikan evaluasi yang lebih mendalam daripada hanya screening manual.
3. Apakah AI Dapat Mengurangi Bias dalam Proses Rekrutmen?
Ya, AI dapat membantu mengurangi bias subjektif karena seluruh kandidat dinilai menggunakan parameter yang sama.
4. Kapan Sebaiknya Mulai Menggunakan AI untuk Rekrutmen?
Kamu sebaiknya mulai menggunakan AI ketika jumlah pelamar terus meningkat atau proses hiring terlalu lama yang menyebabkan HR kewalahan.
Temukan Kandidat Paling Ideal dengan Cepat Pakai AI Hiring Software
Semakin cepat menemukan kandidat, semakin cepat pula perusahaan dapat menjaga produktivitas bisnisnya. Untuk mencapai hal tersebut, sebaiknya Sobat coba gunakan aplikasi screening CV terbaik seperti Alcruit dari Jagoan Hosting.
Dengan melakukan seleksi CV kandidat dengan AI, prosesnya bisa lebih cepat dan kamu bisa menyaring puluhan hingga ribuan CV secara otomatis hanya dalam beberapa langkah.
AIcruit bisa mengevaluasi kandidat berdasarkan deskripsi pekerjaan yang telah kamu tentukan, lalu memberikan analisis yang lebih objektif. Kecocokan kandidat akan dinilai berdasarkan match score dari 0-100.
Proses penggunaannya juga sederhana. Kamu hanya perlu mengunggah CV kandidat dan deskripsi pekerjaan, kemudian sistem akan menganalisis data tersebut secara otomatis.
Jika menggunakan Alcruit, kamu juga akan mendapat dukungan Jagoan Nextcare via WhatsApp 24/7 sehingga bisa mendapatkan bantuan kapan saja ketika mengalami kendala.
Bagi yang membutuhkan pendampingan lebih intensif, kamu bisa memilih layanan VIP support yang didukung tim bersertifikasi internasional.
Coba seleksi CV kandidat dengan AI hiring software sekarang agar posisi kosong di perusahaanmu dapat segera terisi!


