Kalau kamu sering berseliweran dan berkeliling portal job, suka lihat nggak sih istilah Product Manager? Nah iya, mereka adalah orang-orang yang berjasa di balik hadirnya sebuah produk. Biasanya posisi ini muncul dalam ranah start up. Ulas lebih lanjut soal Product Manager yuk, Sob!

product manager
gambar dari unsplash

PM yang Baik adalah PM yang Pengertian

Product Manager adalah orang yang berdiri di antara ketiga section utama dalam start up: UX, tech, dan business. Kebayang nggak sih overlap-nya ketika Product Manager bekerja sebagai jembatan yang menghubungkan ketiganya? Iya, jadi PM lumayan berat karena dituntut untuk paham banyak.

PM bertanggung jawab untuk bisa mengerti produk, customer dan bisnis. Ia harus bisa berkolaborasi dengan divisi lain dalam mengembangkan produk. Namun, tugasnya nggak berhenti cuma sampai situ. Setelah produk jadi, PM juga harus tetap memantau performa produk. Kalau tiba-tiba ada bug, PM ikutan tanggung jawab, Sob!

Kadang Suka Dikira Sama Kayak Product Owner

Sebetulnya, kalau dipikir-pikir pekerjaan sebagai seorang PM hampir mirip dengan seorang product owner. Bahkan keduanya memiliki nama yang hampir mirip. Keduanya harus memahami kebutuhan user, melihat peluang serta memecahkan masalah yang akan atau sedang dihadapi.

Namun, meskipun sama sama bergelar “product” keduanya memiliki perbedaan. Yang paling mendasar ada di perbedaan cara kerja. Seorang product owner lebih bersifat taktis saat bekerja. Para PO harus menerjemahkan strategi yang dibuat oleh PM supaya dapat diaplikasikan ke dalam produk atau feature.

Di lain hal, product manager bekerja lebih strategis. Seorang PM lebih tertuju pada visi produk, tujuan perusahaan dan pasar yang ditargetkan. Seperti yang sudah Mimin bilang juga sebelumnya, PO bekerja setelah PM memberikan hasil. Jadi tingkatannya product manager lebih tinggi daripada product owner, ya, Sob.

Product Manager bukan cuma seorang Manager

Kalau Mimin bisa bilang rahasia menjadi seorang product manager adalah menjadi orang yang tahan banting. Pekerjaan seorang PM selain meliputi banyak bidang, juga menuntut PM supaya tetap fokus terhadap setiap bidang. PM nggak bisa kerja jomplang di satu sisi. Salah-salah, malah aspek lainnya yang kena tiban, Sob.

Kemampuan berpikir strategis, penganalisisan dan pemahaman data serta komunikasi yang baik sudah menjadi hal wajib yang dimiliki seorang PM. Tapi, profesi ini bukan cuma ada satu jenis lho, Sob. Ternyata, ada jenis-jenis lain yang diampu dari seorang PM. Yuk, bahas soal ini lebih lanjut!

Operational PM

Operational PM bertanggung jawab dengan hal-hal yang bersifat operasional. Mereka lebih sering berkomunikasi dengan tim operasional dan pihak eksternal. PM ini juga memiliki tanggung jawab lebih untuk selalu siap siaga jika ada gangguan di operasional produk. 

Contoh hal yang dikerjakan oleh operational PM adalah pembuatan internal tool yang mendukung operasional sebuah produk.

Feature PM

Feature PM bertanggung jawab atas apa yang dilihat oleh user. Meskipun memiliki tanggungan yang sama seperti operational PM dalam hal operasional, feature PM lebih akan mengurusi pengembangan fitur. 

Misalnya, bagaimana alur pembelian suatu produk atau launching fitur yang dibutuhkan oleh user.

Business-to-business PM

Business-to-business PM adalah orang yang berfokus kepada korporat. Secara harfiah, PM ini sama persis dengan feature PM. Namun, seperti namanya, mereka lebih berhadapan dengan client yang berasal dari tingkat korporat. Jadi, hanya berbeda di targetnya saja.

Jagoan Hosting, penyedia layanan Hosting Terbaik di Indonesia juga sering banget bekerja sama dengan PM secara langsung. Biasanya nih, Sob! Pekerjaan kami dilakukan dengan framework agile.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like