Blog Jagoan Hosting | Tutorial Website & Web Hosting Indonesia

Mengenal Proses Pengembangan Produk dengan Scrum

Sering kali pada proses pengembangan produk, pengembang(developer) mengalami masalah, baik teknis maupun nonteknis. Untuk kasus teknis, mungkin bisa dicari solusinya melalui forum seperti Stack Overflow. Tapi, bagaimana dengan kendala yang bersifat nonteknis dan berhubungan dengan sumber daya manusia?

Diperlukan sebuah metode untuk berinteraksi dengan sesama manusia. Terutama, untuk menghindari kendala dalam komunikasi hingga memaksimalkan performa anggota sebuah tim secara internal. Di sinilah metode Agile memegang peranan yang cukup penting.

Agile merupakan sebuah proses yang memungkinkan pengembangan produk dapat menjadi lebih lancar dan efektif. Salah satu metode untuk menerapkan Agile adalah dengan menggunakan Scrum. Scrum adalah sebuah kerangka kerja sederhana yang digunakan untuk mengembangkan produk.

Scrum banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Netflix, Spotify, Microsoft, dan lainnya. Tidak hanya oleh para raksasa teknologi, Scrum juga mulai marak digunakan di ranah startup.

Untuk mengaplikasikan Scrum, ada beberapa proses dalam Scrum yang perlu diketahui. Di antaranya adalah sprint planning meeting, daily scrum, sprint review meeting, dan sprint retrospective. Mari kita bahas istilah-istilah tersebut satu per satu!

Sprint planning meeting

Sprint planning merupakan proses paling penting yang dilakukan setiap kali akan memulai sprint baru. Dalam proses ini, seluruh tim berkumpul untuk merumuskan tugas apa saja yang ingin dikerjakan dan dirilis dalam beberapa waktu ke depan.

Daily scrum

Di fase ini, masing-masing anggota tim saling berbagi apa saja yang telah dikerjakan, dan apa yang akan dikerjakan di hari tersebut. Para anggota tim juga dapat melaporkan hambatan yang ditemui selama pengerjaan. Daily scrum dilakukan setiap hari selama sprint berlangsung.

Sprint review meeting

Sprint review adalah waktunya bagi anggota tim untuk mendemonstrasikan apa saja yang berhasil diselesaikan dalam satu sprint. Sprint review dilakukan setelah satu kali pengerjaan sprint selesai.

Sprint retrospective

Sprint retrospective dilakukan di akhir setiap sprint. Dalam meeting ini, masing-masing anggota tim (termasuk Scrum Master dan Product Owner) mengutarakan pendapat terkait kinerja tim selama menerapkan Scrum tanpa membahas sisi teknis dari proyek yang telah dikerjakan.

Mau tau lebih banyak tentang scrum, kamu bisa melihat dari presentasi dibawah ini

Link : https://www.slideshare.net/scrumway/scrum-101-29674509

Iframe :

 

SM Team