Sertifikasi Project Management – Kuliah nggak perlu tinggi-tinggi, Sob! Bener apa nggak ya? Nyatanya, memang sekarang prestasi dan jenjang akademik tidak menentukan skill dan ilmu yang dimiliki seseorang. Apalagi dengan banyaknya layanan online course sampai sertifikasi!

Sertifikasi project management adalah salah satunya. Mungkin kamu sering denger kalau project manager tuh harus punya kemampuan negosiasi, time managing dan budgeting yang keren, tapi sampai sejauh mana kamu punya kemampuan itu?

Nah jawabannya ada di sertifikasi yang kamu punya. Inilah kenapa sertifikasi benar-benar bisa membantu rekruter atau pencari jasa project management untuk mempercayakan tugasnya kepada kamu. Nggak main-main, gaji kamu bisa lebih tinggi 25%!

Coba yuk kenalan langsung sama jenis-jenis sertifikasi project management! Mana nih yang kamu pengen coba, Sob?

1. Project Management Professional (PMP)

Ini adalah sertifikasi project management paling populer dan dihormati! Kalau sudah ada gelar ini di belakang namamu, wuih, dijamin rekruter bakal takut dan kagum!

Sertifikasi ini sifatnya mendunia dan ditujukan untuk kamu yang sudah punya pengalaman menjadi project manager selama minimal 3 tahun.

Kamu juga harus memiliki 60 professional development unit selama 3 tahun selanjutnya untuk mempertahankan gelar ini, ya! Professional development unit adalah jumlah satuan jam kerja untuk mengajar dan belajar di webinar serta terlibat dalam mentoring.

2. Certified Associate in Project Management (CAPM)

Buat kamu yang masih takut dengan sertifikasi Project Management Professional, kamu bisa mencoba CAPM.

Pasalnya, CAPM cenderung fokus pada project management dasar dan lebih mudah. Namun kamu harus memperbaruinya setiap 5 tahun sekali, ya Sob!

3. Program Management Professional (PgMP)

Berbeda dengan project management, program management cenderung diambil oleh staf senior karena wajib bisa mengelola beberapa project sekaligus.

Program management professional juga harus bisa mengarahkan dan mengelola organisasi secara utuh, lho!

Nggak heran kalau orang yang bisa mengambil sertifikasi ini haruslah yang berpengalaman tinggi serta mungkin merupakan orang penting di perusahaan tersebut.

Sama seperti PMP, PgMP juga harus mempertahankan dengan memiliki 60 professional development unit selama 3 tahun.

4. Portfolio Management Professional (PfMP)

sertifikasi project management
Photo by Alex Hudson on Unsplash

Mungkin kamu asing sama istilah ini, tetapi portfolio manager juga memegang peranan penting, Sob!

Portfolio manager bertugas untuk memastikan bahwa kinerja dan target yang dilaksanakan oleh perusahaan sudah sesuai dengan value maupun visi-misi yang akan dicapai.

Inilah kenapa umumnya PfMP diambil oleh eksekutif di perusahaan besar atau staf senior yang memahami betul perusahaan tersebut.

Serupa dengan PMP dan PgMP, kamu bisa mempertahankannya dengan memiliki 60 professional development unit selama 3 tahun.

Dimana sih emang bisa daftar?

Banyak banget Sob sertifikasi project management yang bisa kamu ambil! Tapi yang paling terkenal dan dihormati memang berasal dari PMI alias Project Management Institute.

Kenapa? Karena PMI menawarkan sertifikasi yang diakui di seluruh negara di dunia dan meliputi hampir semua industri, Sob! Nggak perlu ragu lagi untuk mencoba-coba berpindah industri karena gelar kamu masih valid.

Harganya emang wow sih. Tapi kamu bisa mencoba dan belajar disertifikasi lain seperti Udemy hingga Google Project Management yang bisa diakses di Coursera. Harganya tentu lebih murah jika melalui e-course, ya.

Gimana Sob, udah tertarik dapetin sertifikasinya belom? Kalau udah dapat, bisa banget dipasang di LinkedIn dan website pribadi kamu supaya calon klien bisa lihat portfolio kamu.

Jangan lupa hosting untuk websitenya pakai Cloud Hosting dari Jagoan Hosting, ya! Pilihan cloud hosting termurah dengan kualitas terbaik dijamin sepadan dengan profesionalitas yang sudah kamu dapetin dari sertifikasi kamu!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like