Halo, Sobat Jagoan Hosting! Kamu pernah dengar tentang design sprint nggak, Sob? Ini adalah istilah yang sudah tidak asing lagi untuk para pelaku startup. Ini adalah salah satu hal utama dalam startup. Nggak cuma untuk startup, biasanya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi juga menggunakan hal ini.

Nggak jarang design sprint juga disebut dengan “skripsi versi singkat”. Wah, kenapa ya?

Design sprint

Design sprint startup
gambar dari unsplash

Design sprint adalah ide desain yang dibuat oleh Jake Knapp dari Google. Ini adalah salah satu jenis desain bisnis yang baru dikembangkan. Namun, sampai saat ini sudah cukup banyak digunakan terutama oleh perusahaan teknologi. Desain ini digunakan untuk menjelaskan ide bisnis yang dikembangkan tim kepada klien.

Tim yang terlibat akan mendapatkan tenggat waktu tertentu untuk menyusun design sprint mereka. Desain tersebut dibuat dalam waktu singkat dengan goal yang jelas yaitu prototype produk. Sprint nggak cuma digunakan untuk menjelaskan model bisnis, tapi juga digunakan untuk menjelaskan alur pembuatan perangkat oleh para developer.

Ini adalah bagian dari framework agile. Kamu pasti udah paham dong apa itu agile. Kalau kamu lupa, bisa membaca artikel seputar agile yang sebelumnya sudah pernah dibagikan.

Untuk apa ini dibuat?

Design sprint dibuat untuk membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Khas seperti framework agile, desain ini memang digunakan agar perencanaan dan pengembangan produk bisa dilakukan dalam waktu dan alur yang praktis dan adaptif. Dengan menggunakan design sprint, tim akan bisa melacak dan menentukan solusi dengan lebih mudah karena ada alur yang jelas. Dari sini pulalah tim bisa memahami seberapa cepat gerak kerja mereka.

Tahapan design sprint

Ada lima tahap design sprint. Tahapan tersebut adalah:

  1. Understand. Langkah awal untuk menyusun design sprint adalah memahami. Apa yang perlu dipahami? Hal paling dasar yang perlu dipahami adalah kebutuhan dan permintaan klien. Dari sinilah tim akan memahami bagaimana alur kerja kedepannya.
  2. Diverge. Pemahaman awal yang telah didapatkan dari tahapan selanjutnya dikembangkan menjadi ide-ide. Ide-ide ini merupakan solusi yang diajukan masing-masing anggota tim. Solusi inilah yang selanjutnya menjadi dasar model bisnis atau produk perangkat yang akan dibuat.
  3. Decide.  Ide-ide yang telah dikembangkan pada tahap diverge dikumpulkan. Selanjutnya tim akan berdiskusi dan menentukan ide mana yang paling layak untuk dikembangkan.
  4. Prototype. Tim akan membuat prototype sesuai rancangan yang telah dibuat. Nantinya prototype inilah yang akan ditunjukkan pada klien.
  5. Validate. Prototype yang telah dibuat akan diuji langsung oleh klien. Tahap ini menjadi tahap validasi apakah prototype yang telah dibuat sudah sesuai atau belum.

Peran-peran di dalamnya

Ada dua peran yang memegang kendali dalam tim. Desain dieksekusi dengan arahan sprint master. Selain sprint master ada pula anggota tim yang tugasnya mengikuti arahan dan bimbingan dari sprint master. Selanjutnya seluruh anggota tim akan melakukan tugas bersama-sama.

Kenapa bisa disebut skripsi versi singkat?

Nah, kenapa sih desain ini bisa disebut sebagai skrips versi singkat? Design sprint disebut sebagai skripsi versi singkat karena alur detail yang ada di dalamnya. Design sprint dibuat dengan alur yang jelas dengan berbagai detail di dalamnya. Sama seperti skripsi yang bab ke babnya juga dibuat dengan alur yang jelas.

Berangkat dari latar belakang masalah dan berakhir dengan hasil atau solusi. Inilah alasan kenapa bisa dianggap sebagai skripsi versi singkat. “Skripsi versi singkat” ini juga sering dibuat oleh para tim developer Jagoan Hosting. Mulai dari sprint master hingga anggota tim saling berkolaborasi untuk memberikan penawaran produk yang sesuai permintaan klien. Salah satu produknya adalah layanan VPS Indonesia dan Hosting terbaik yang saat ini sedang kamu nikmati.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like