Apa Itu Flutter? Plus Minus dan Mengapa Layak Dipelajari

flutter adalah

Sejak 2019 lalu, flutter jadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan di kalangan mobile developer. Mengapa demikian? Sebab flutter adalah sejenis framework yang dapat digunakan untuk mempermudah developer dalam membuat aplikasi mobile multiplatform.

Jadi sekarang, membuat aplikasi dengan desain menarik rasanya semakin mudah, bukan? Namun sebelum itu, pahami dulu yuk apa itu flutter hingga kelebihan dan kekurangannya dalam artikel berikut!

Apa itu flutter?

Flutter adalah sebuah bahasa pemrograman buatan Google pada tahun 2011 yang populer pada akhir-akhir ini. Flutter adalah sebuah platform yang banyak dipakai oleh mobile developer untuk pembuatan aplikasi multiplatform menggunakan satu basis coding. Yang berarti flutter adalah sebuah teknologi open source berasal dari Google yang digunakan untuk pembuatan aplikasi pada sistem operasi Android dan iOS.

Flutter adalah sebuah Software Development Kit (SDK) yang membantu para mobile developer, sehingga sudah pasti dilengkapi dengan berbagai macam fitur berguna buat mengembangkan aplikasi pada lintas platform.

Contoh pada rendering engine, widget flutter adalah yang siap pakai, pengujian dan integrasi pada API, serta command-line tools. Meskipun ada desain serupa berupa teknologi seperti react native tetapi para mobile developer tetap memakai flutter karena kemudahan yang ditawarkan. Inilah salah satu faktor kenapa mobile developer suka flutter, yaitu kemudahan membuat aplikasi dengan menggunakan satu basis kode saja.

Hal tersebut sesuai dengan klaim dari pihak Google sebagai pembuat aplikasi. Jika kamu sebagai mobile developer dan ingin mengembangkan aplikasi berbasis flutter, maka kamu harus menguasai bahasa pemrograman dart terlebih dahulu.

Hubungan dart dan flutter adalah dart merupakan bahasa pemrograman pada flutter yang berfokus untuk mengembangkan front end sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan aplikasi mobile dan website.

Baca juga: 5 Aplikasi Belajar Coding yang Wajib Ada di Handphonemu

Perbandingan flutter dan react native

Meskipun react native masih banyak digunakan, dengan kehadiran flutter yang berkembang begitu cepat, bisa saja popularitasnya tergeser. Berikut merupakan perbandingan antara keduanya:

  • Dari segi kemudahan penggunaan, flutter mempunyai sebuah fitur yaitu hot reload yang memudahkan developer untuk melihat hasil coding secara real time. Sementara itu pada react native memiliki fitur package installer yang memudahkan dalam instalasi framework.
  • Dari kacamata bahasa pemrograman, flutter menggunakan bahasa pemrograman Dart yang belum dikenal secara luas dan harus dipelajari terlebih dahulu. Lain halnya dengan react native yang mempergunakan bahasa pemrograman java script yang sudah dikuasai oleh mayoritas oleh developer.
  • Dari sudut komponen pembuat user interface, flutter menyajikan widget yang ada kustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Sementara react native menyajikan modul user interface guna menyusun sebuah tampilan yang menarik.
  • Dari pihak support developer, kedua framework ini merupakan platform open source dimana setiap developer dapat mengembangkannya. Flutter belum mempunyai komunitas besar seperti yang dimiliki oleh react active.
Cek Konten Lainnya:
7 Contoh Digitalisasi Pendidikan untuk Kemudahan Sekolah Anda!

Siapa yang menggunakan flutter?

Pengguna flutter adalah seorang mobile developer yang menguasai bahasa pemrograman dart dan menginginkan kemudahan untuk melihat hasil codingnya secara real time menggunakan fitur hot reload. Bagi kamu yang yang menyukai widget flutter yang banyak sekali macamnya, tentu cocok dengan flutter framework ini.

Dalam flutter sendiri terdapat beberapa hal penting yaitu SDK dan framework. Mari kita kupas satu-satu.

  • SDK merupakan singkatan dari Software Development Kit yang terdiri dari sekumpulan tools untuk membuat aplikasi supaya dapat berjalan dalam berbagai platform.
  • Framework flutter adalah suatu komponen dari user interface yang terdiri dari teks, tombol, navigasi dan lainnya yang dapat kamu kustomisasi sesuai kebutuhanmu.

Cara kerja flutter

Sebenarnya cara kerja flutter adalah sangat sederhana, Sob! Di bawah ini merupakan cara kerja flutter pada sistem operasi Android dan iOS.

  • Mobile developer mengembangkan aplikasi melalui kode Dart dan widget yang telah tersedia pada framework flutter.
  • Pada sistem operasi Android, kode yang ditulis akan terkompilasi dengan mesin C++ yang menggunakan Android NDK (Native Development Kit). Namun pada sistem operasi iOS, kodenya akan terkompilasi dengan mesin LLVM (Low-Level Virtual Machine.
  • Kode native pada Android akan terkompilasi dengan Dart Kompiler.
  • Setelah itu, kode akan disesuaikan dengan masing-masing perangkat, aplikasi tersebut dapat dijalankan pada berbagai macam platform.

Kelebihan dan kekurangan flutter

Jika kamu sebagai mobile developer masih ragu menggunakan flutter, simak dulu kelebihannya berikut ini, Sob.

  • Alasan pertama para mobile developer menggunakan flutter adalah adanya berbagai macam fitur yang dapat membantu sebuah proses untuk mengembangkan aplikasi menjadi lebih mudah dan cepat. 
  • Selain membantu developer untuk membuat aplikasi, flutter juga menawarkan sebuah tampilan user interface aplikasi yang menarik. Kamu dapat memakai koleksi untuk tampilan widget flutter adalah sebagai berikut: style tema, tampilan aplikasi, animasi, navigasi, font, dan tampilan scrolling. Dengan menggunakan widget tersebut kamu dapat mengkustomisasi sesuai kebutuhan, maka dari itu kamu bisa membuat tampilan aplikasi dengan unik secara mudah.
  • Meskipun aplikasi flutter adalah bersifat multi platform, tetapi aplikasi yang dihasilkan tak mau kalah dengan aplikasi dari native. Karena flutter menggunakan kombinasi kode aplikasi native serta mesin render canggih yang hasilnya sebuah aplikasi dapat ditampilkan pada berbagai macam platform.
  • Seperti yang para mobile developer tahu bahwa flutter adalah framework.
  • Pembuatan aplikasi multiplatform. Sehingga proses pengembangan bisa lebih efisien  dan tidak perlu membuat aplikasi untuk platform yang berbeda.
Cek Konten Lainnya:
Apa itu Brainware? Fungsi, Jenis & Contoh

Baca juga: 15 Contoh Bahasa Pemrograman Populer yang Wajib Dipelajari Pemula

Meskipun banyak kelebihan dari flutter, tak menampik juga adanya kekurangannya sebagai platform yang terbilang baru. Berikut ini alasannya sehingga kamu dapat mengantisipasinya:

  • Flutter adalah sebuah teknologi yang masih baru, sehingga komunitasnya pun baru berkembang. Artinya resource code atau library yang dipunyai masih sedikit.
  • Meskipun performa aplikasi yang dikembangkan sangatlah stabil, tetapi aplikasi yang dihasilkan cenderung berat serta memiliki ukuran file besar.
  • Dengan menggunakan flutter, kamu juga perlu mempelajari bahasa pemrograman yaitu Dart. Bahasa pemrograman Dart ini belum banyak dikenal meski sudah ada mobile developer yang menggunakannya.

Tools yang dibutuhkan untuk menggunakan flutter

Untuk bisa menggunakan flutter kamu harus memenuhi syaratnya yaitu menggunakan tools yang dibutuhkan untuk menggunakan flutter, seperti bash, curl, git versi ke 2 atas, mkdir, rm, unzip, which, xz-utils dan libglu1-mesa. Instalasi tools yang dibutuhkan menggunakan perintah berikut ini “sudo apt install curl git unzip xz-utils libglu1-mesa”.

Mengapa flutter layak dipelajari?

Meski memiliki kekurangan, namun mobile flutter adalah sesuatu yang sangat layak dipelajari, apalagi melihat pesatnya pertumbuhan pemakai flutter karena kemudahannya. Selain itu, hal hal di bawah ini juga mendukung alasan kamu memakai flutter.

1. Cross platform

Dengan adanya flutter, kamu cukup membuat satu aplikasi dengan satu basis code dan dapat dipakai di berbagai platform seperti mobile android, iOS, web, serta pada desktop.

2. Fast development

Flutter adalah framework multiplatform sehingga proses pengembangan jadi lebih cepat dan efisien. Serta adanya tambahan fitur Hot Reload, UI widget, data backend, platform integration, aksesibilitas dan internasionalisasi, packages dan plugin yang memudahkan pembuatan aplikasi oleh developer. Sehingga kamu bisa menghemat tenaga, waktu dan biaya.

Cek Konten Lainnya:
Moodle, Learning Management System Terbaik untuk Pembelajaran Masa Kini!

3. Beautiful UI

User interface merupakan salah satu keunggulan pada flutter karena menyediakan kustomisasi sesuai dengan kebutuhanmu. Sehingga dapat membuat tampilan aplikasi secara unik dan menarik.

Contoh aplikasi flutter

Sudah banyak developer besar yang memakai flutter dan sudah tersedia di Google Play Store serta App Store. Contohnya adalah Hamilton, Alibaba, Google Ads dan masih banyak lagi.

Nah, itu dia penjelasan seputar flutter yang berhasil Jagoan Hosting rangkum untukmu. Bagaimana, semakin tertarik untuk menjadikan flutter sebagai framework andalan untuk membuat aplikasi? 

Nah, buat kamu yang sedang mengembangkan aplikasi menggunakan framework flutter, jangan sampai aplikasimu tidak berkualitas atau sering down. Tidak perlu khawatir, kamu bisa menggunakan VPS Indonesia dari Jagoan Hosting.

Satu server ini bisa memenuhi semua kebutuhanmu! VPS ini diperkuat teknologi hardware yang telah dioptimasi dan melalui berbagai benchmark. Coba tuliskan pendapatmu di kolom komentar ya. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Cyber-crime-adalah
Read More
Apa itu Cyber Crime? Jenis dan Cara Menghindari
Cyber crime adalah kejahatan di dunia maya yang selalu mengintai pengguna internet kapanpun dan di manapun. Sasaran targetnya…
ssd adalah
Read More
Apa itu SSD? Ini Fungsi dan Perbedaannya dengan HDD
Jika sedang menengok spesifikasi media penyimpanan sebuah laptop, tentu kita sering kali menemukan istilah HDD dan SSD. Sebenarnya…