Google Search Console Update 2026: Bisa Pantau Sosial Media

Google Search Console Update
Google Search Console Update
Highlights
  • Google Search Console kini mendukung platform properties untuk Instagram, TikTok, X, dan YouTube.
  • Pengguna dapat memantau berbagai metrik, termasuk query pencarian konten sosial media.
  • Akun media sosial perlu ditambahkan dan diverifikasi sebagai property terpisah di Search Console.
  • Fitur ini membantu mengukur visibilitas sosial media di Google, bukan meningkatkan ranking postingan.
Mau Website Keren dengan Budget Terbatas?
Nggak perlu modal besar buat punya website profesional. Hosting Murah Jagoan Hosting kasih kamu semua yang dibutuhkan. Cocok untuk pelajar, freelancer, UMKM, bahkan pemula sekalipun. Plus support nonstop 24 jam
Pesan Hosting Murah

Apakah Sekarang Ada Media Sosial GSC?

Ya, sekarang ada fitur yang dapat disebut sebagai media sosial GSC. Google Search Console update menyediakan platform properties untuk menghubungkan Instagram, TikTok, X, dan YouTube agar performanya dapat dipantau melalui GSC.

Setelah akun diverifikasi, kamu dapat melihat query yang membawa pengguna ke konten sosial. 

Fitur tersebut awalnya diumumkan pada 7 Juli 2026 dan kemudian tersedia secara global pada 29 Juli 2026. 

Jadi, social media Search Console berfungsi sebagai alat monitoring performa pencarian, bukan platform untuk membuat atau mempublikasikan konten sosial. 

Google Search Console Update Juli 2026

Google Search Console update Juli 2026 memperluas fungsi GSC dari monitoring website menjadi monitoring berbagai kanal digital yang muncul di Google. 

Adapun perubahan atau pembaruan yang muncul pada Juli 2026 yaitu:

1. Platform Properties untuk Akun Sosial

Google Search Console update menghadirkan jenis property baru bernama platform properties. Property tersebut memungkinkan kamu melihat performa postingan akun Instagram, TikTok, X, atau YouTube. Fitur ini tentunya dapat dikelola secara terpisah di Search Console.

2. Performance Report

Performance Report sekarang dapat digunakan untuk melihat click, impressions, query, device, negara, dan URL pada akun sosial yang sudah terhubung. 

Data tersebut dapat difilter sehingga kamu bisa mengetahui postingan mana yang memperoleh trafik dari Google.

3. Insights Report

Fitur Google Search Console update ini memberikan ringkasan performa yang lebih mudah dibaca. Kamu dapat melihat tren trafik, konten teratas, query yang digunakan pengguna, hingga lokasi audiens.

Data tersebut dapat membantu tim menentukan topik berikutnya berdasarkan hal yang sudah terbukti mendapatkan clicks dari Google Search. 

4. Monitoring Konten dalam 24 Jam

Search Console menyediakan filter 24 jam untuk melihat posting atau video yang sedang mengalami peningkatan performa. 

Cek Konten Lainnya:
Apa itu UX Writer? Definisi, Tugas & Skill Wajibnya

Fitur ini dapat membantu menemukan topik yang mulai banyak dicari sebelum momentumnya lewat.

Misalnya, jika video TikTok mulai mendapatkan traffic dari satu query tertentu, topik yang sama dapat segera dikembangkan menjadi konten lain seperti artikel.

5. Perbandingan Format Konten

Kamu dapat membandingkan performa beberapa format dalam satu platform. Pada YouTube, misalnya, kamu dapat membandingkan URL /watch dengan /shorts/, sedangkan Instagram dapat membandingkan /p/ dengan /reels/.

6. Data Dapat Dibandingkan antar Platform

Setiap platform memang memiliki property tersendiri, tetapi datanya dapat diekspor lalu dibandingkan. 

Kamu pun dapat melihat apakah satu topik lebih efektif melalui YouTube, TikTok, Instagram, atau X.

Cara Kerja Social Media Search Update

Setelah platform property aktif, social media search update bekerja dengan mengumpulkan data tentang bagaimana konten sosialmu muncul dan mendapatkan interaksi dari kanal Google. Mari pahami cara kerjanya agar kamu lebih familier:

  1. Konten Muncul di Google: Postingan dari akun sosial kamu muncul ketika user mencari dengan query tertentu.
  2. Google Mencatat Impressions: Search Console mencatat ketika konten tampil pada hasil Google.
  3. Click Mulai Tercatat: Jika pengguna membuka konten sosial melalui hasil Google, click tersebut masuk ke data property.
  4. Query Dikelompokkan: GSC memperlihatkan query yang digunakan sebelum pengguna menemukan postingan.
  5. Konten Terbaik Terlihat: Insights menunjukkan postingan yang paling banyak mendapatkan traffic dari Google.

Sebagai contoh, sebuah brand skincare mempunyai video TikTok berjudul “Urutan Skincare untuk Kulit Berminyak”. 

Setelah property TikTok dihubungkan ke GSC, tim menemukan query “skincare pagi kulit berminyak” menghasilkan banyak impressions dan click.

Data tersebut dapat dikembangkan menjadi konten lanjutan seperti “5 Kesalahan Skincare Pagi untuk Kulit Berminyak” untuk membahasnya secara lebih lengkap.

Cara Menghubungkan Akun Sosial Media ke GSC

Akun sosial perlu ditambahkan sebagai property terlebih dahulu agar datanya dapat muncul di Search Console. Setiap akun juga perlu diverifikasi secara terpisah. 

Mari simak cara menghubungkan akun sosial media ke GSC sebagai berikut:

1. Buka Google Search Console

Masuk ke Search Console menggunakan akun Google yang akan digunakan untuk mengelola property. 

2. Pilih Add Property

Buka menu pemilihan property pada Search Console. Setelah itu, klik Add property untuk menambahkan akun baru.

3. Pilih Platform Sosial

Berbeda dari website property, kali ini kamu akan memilih jenis platform sosial yang ingin diverifikasi.

Pilih salah satu dari empat pilihan yang tersedia, yaitu Instagram, TikTok, X, atau YouTube. Setiap akun dibuat menjadi platform property tersendiri.

Kalau bisnis mengelola beberapa channel, ulangi proses tersebut untuk setiap akun yang ingin dipantau.

4. Lakukan Verifikasi Akun

Ikuti proses otorisasi yang muncul di layar. Tahap tersebut memastikan kamu benar-benar mempunyai hak untuk mengakses akun yang ditambahkan. Setelah proses berhasil, property akan muncul di dalam daftar Search Console.

5. Buka Property yang Sudah Terhubung

Pilih akun sosial dari property selector setelah proses verifikasi selesai. GSC kemudian akan mulai menampilkan data performa yang tersedia untuk akun tersebut.

Kalau sebelumnya kamu sudah memiliki Search profile dengan akun yang terverifikasi, property terkait dapat otomatis tersedia di Search Console.

Cek Konten Lainnya:
Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark Paling Mudah!

6. Pantau Performance dan Insights

Buka Performance untuk melakukan analisis lebih detail terhadap performanya. Gunakan Insights kalau hanya membutuhkan ringkasan tentang konten dengan performa terbaik.

Kedua laporan dapat dipakai bersama agar kamu memperoleh gambaran cepat sekaligus data yang lebih mendalam.

Platform Sosial Media yang Didukung

Pada Google Search Console update ini, Google menyediakan empat jenis platform property, di antaranya:

  1. Instagram: Memantau bagaimana profile, posting, dan Reels ditemukan melalui Google.
  2. TikTok: Melihat query serta performa video TikTok yang memperoleh exposure dari pencarian Google.
  3. X: Memantau performa konten maupun profile X melalui hasil pencarian.
  4. YouTube: Mengukur bagaimana channel, video, Shorts, dan halaman terkait ditemukan pengguna melalui Google. 

Perbandingan Monitoring Performa Sosial Media dengan dan tanpa GSC

Perlu diketahui, Google Search Console update tidak menggantikan fitur analitik dari masing-masing platform media sosial.

Search Console hanya memberikan lapisan data tambahan untuk mengetahui bagaimana Google membantu pengguna menemukan konten sosialmu. 

Karena itu, penggunaan terbaiknya adalah menggabungkan keduanya. Simak perbandingan keduanya jika dipakai untuk monitoring:

AspekMonitoring dengan GSCMonitoring tanpa GSC
Sumber DataGoogle Search, Discover, dan Google NewsAnalytics masing-masing platform sosial
Impressions dari GoogleDapat dipantauTidak terlihat
Click dari GoogleDapat dianalisisSulit dipisahkan secara detail
Search queryMenampilkan istilah yang membawa pengguna ke kontenTidak bisa mengetahuinya
Top-performing contentBisa dilihat berdasarkan traffic GoogleDilihat berdasarkan engagement platform
Negara penggunaTersedia dalam laporanBergantung pada analytics platform
DeviceBisa dibandingkanBergantung pada fitur platform
Perbandingan periodeTersediaTersedia, tetapi memakai data internal platform
Analisis lintas platformData dapat diekspor lalu dibandingkanHarus menggabungkan data secara manual

Apa yang Bisa Dilakukan dari Data Social Media GSC?

Google Search Console update bisa kamu manfaatkan dengan menggunakan hasil data untuk menentukan strategi konten berikutnya. Adapun cara menggunakannya yaitu:

  1. Cari Query dengan Impressions Tinggi: Gunakan topik tersebut sebagai bahan postingan berikutnya.
  2. Periksa Konten yang Tiba-Tiba Naik: Manfaatkan filter 24 jam untuk menangkap momentum sebelum tren menurun.
  3. Ubah Caption Berdasarkan Query: Masukkan bahasa yang memang digunakan audiens ketika mencari topik tersebut.
  4. Evaluasi Judul YouTube: Bandingkan performa sebelum dan setelah title diperbarui.
  5. Bandingkan Short dan Long-Form: Periksa apakah audiens Google lebih banyak membuka Shorts atau video panjang.
  6. Lakukan Cross-Promotion: Bawa topik yang berhasil di satu platform ke channel lain.
  7. Buat Artikel dari Topik Sosial: Jika video menghasilkan banyak query, kembangkan pembahasannya menjadi halaman website yang lebih lengkap.
  8. Hidupkan Konten Lama: Posting lama yang kembali mendapat impressions dapat diperbarui, dipin, atau dibuatkan bagian kedua.

Sebagai contoh, sebuah bisnis hosting melihat video YouTube bertema “kenapa website sering down” mendapatkan impressions tinggi dari Google. 

Topik tersebut kamu kembangkan menjadi Shorts “3 Tanda Hosting Mulai Tidak Kuat”, sampai artikel “Website Sering Down? Ini 7 Penyebab yang Harus Dicek”. Dengan demikian, satu data pencarian dapat menjadi dasar beberapa format konten.

Cek Konten Lainnya:
Apa itu Omni Channel? Strategi & Bedanya dengan Multi Channel

FAQ

1. Apakah GSC Sekarang Bisa Digunakan untuk Media Sosial?

Ya. Google Search Console update kini menambahkan platform properties yang dapat digunakan untuk memantau performa Instagram, TikTok, X, dan YouTube di Google Search. Property tersebut menampilkan data seperti click, impressions, query, hingga konten teratas.

2. Apakah Menghubungkan Media Sosial ke GSC Bisa Meningkatkan Ranking?

Tidak otomatis. Fungsi GSC adalah memberikan data monitoring tentang bagaimana konten sosial ditemukan melalui Google, bukan jaminan posting atau website langsung mendapatkan ranking lebih tinggi.

3. Apakah Instagram Bisa Dihubungkan ke Google Search Console?

Bisa. Instagram menjadi salah satu dari empat platform yang saat ini didukung bersama TikTok, X, dan YouTube.

Setelah diverifikasi, kamu dapat melihat query yang membawa pengguna ke konten Instagram serta membandingkan performa posting dengan Reels melalui URL filter.

4. Apakah Harus Memiliki Website untuk Menggunakan Platform Properties?

Tidak. Google secara eksplisit menyebut fitur tersebut juga ditujukan kepada kreator yang tidak mempunyai website sendiri.

Namun, bisnis yang mempunyai website dapat memanfaatkan data sosial dan website secara bersamaan untuk melihat topik yang berpotensi dikembangkan di berbagai channel.

Jaga Performa GSC dengan Menggunakan Hosting yang Stabil

Google Search Console update memang membuat data pencarian semakin lengkap, tetapi performa website tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. 

Pasalnya jika website terlalu lambat ketika, peluang mendapat klik cenderung lebih kecil. Karena itu, perbaiki juga fondasi technical SEO dengan memilih hosting yang tepat.

Kamu dapat menggunakan Hosting Murah Terbaik dari Jagoan Hosting. Layanan ini menyediakan pilihan paket mulai dari 5 GB SSD untuk mendukung kebutuhan website.

Beberapa fasilitas yang dapat membantu pengelolaan website yaitu:

  • Support WhatsApp 24/7: Tim support dapat dihubungi kapan pun ketika terdapat kendala pada hosting.
  • Harga Perpanjangan Tetap: Jagoan Hosting menyatakan harga pembelian baru dan renewal pada paket Hosting Murah tetap sama.
  • Gratis Backup Harian: Backup harian tersedia dengan retensi hingga 14 hari tanpa biaya tambahan pada paket yang ditawarkan.
  • LiteSpeed: Infrastruktur hosting menggunakan LiteSpeed untuk membantu caching dan menjaga performa CMS seperti WordPress.
  • Gratis SSL: Paket NextGen menyediakan SSL Grade-A tanpa biaya tambahan.
  • Jaringan hingga 10 Gbps: Infrastruktur Jagoan Hosting mencantumkan jaringan hingga 10 Gbps dengan garansi uptime network 99,9%.

Kamu juga mendapatkan dukungan Jagoan Nextcare yang bekerja secara proaktif untuk membantu mendeteksi kendala dan menangani kebutuhan website selama 24/7.

Kalau pengelolaan website maupun server membutuhkan pendampingan yang lebih intensif, kamu juga bisa menggunakan VIP Support Jagoan Hosting.

Yuk, manfaatkan data baru dari social media Search Console untuk membaca peluang konten, lalu pastikan website mempunyai infrastruktur yang siap ketika traffic mulai datang.

Alya Elvianthy Avatar

Alya Elvianthy

Digital Marketing Specialist M. E

Digital Marketing Specialist dengan pengalaman lebih dari 9 tahun di bidang Business dan Marketing, yang terbiasa menyusun konten strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan brand. Memiliki keahlian dalam pengembangan konten SEO, Digital Marketing, serta pengelolaan konten Social Media yang disesuaikan dengan kebutuhan audiens dan tujuan pemasaran.

Areas of Expertise: Business, Digital Marketing, Marketing & Bisnis, SocMed, SEO

Authors (2)

Alya Elvianthy

Primary Author
Digital Marketing Specialist M. E
Digital Marketing Specialist dengan pengalaman lebih dari 9 tahun di bidang Business dan Marketing, yang terbiasa menyusun konten strategis untuk…
6 years of experience in providing readers with the latest insights and best practices in various fields related to Business,…
You May Also Like