Perbandingan hPanel vs cPanel: Bedanya Apa & Solusi Migrasinya

hPanel vs cPanel
hPanel vs cPanel
Highlights
  • hPanel dan cPanel sama-sama menyediakan fitur untuk mengelola kebutuhan hosting.
  • hPanel dikembangkan khusus untuk ekosistem Hostinger, sedangkan cPanel bisa dipakai berbagai penyedia hosting.
  • Migrasi hPanel ke cPanel membutuhkan pemindahan file dan basis data karena kedua panel memiliki sistem yang berbeda.
  • Jagoan Hosting menyediakan bantuan migrasi untukmu yang tidak ingin menanganinya sendiri.

Perbandingan antara hPanel vs cPanel mulai banyak dibahas belakangan ini. Keduanya memang memiliki fungsi yang serupa, tetapi memiliki ekosistem yang berbeda. 

hPanel merupakan control panel milik Hostinger, sedangkan cPanel digunakan oleh berbagai penyedia layanan hosting.

Perbedaan tersebut biasanya mulai terasa ketika kamu ingin berpindah penyedia dan sedang mempertimbangkan kemudahan pengelolaan file.

Lantas, apa perbedaan hPanel dan cPanel dan apa yang perlu disiapkan jika ingin bermigrasi?

Mau Website Keren dengan Budget Terbatas?
Nggak perlu modal besar buat punya website profesional. Hosting Murah Jagoan Hosting kasih kamu semua yang dibutuhkan. Cocok untuk pelajar, freelancer, UMKM, bahkan pemula sekalipun. Plus support nonstop 24 jam
Pesan Hosting Murah

Kenapa Banyak Pengguna hPanel yang Pengen Pindah ke cPanel?

Perbedaan hPanel vs cPanel paling jelas adalah dari sisi antarmuka. Seperti diketahui, hPanel dirancang khusus hanya untuk ekosistem Hostinger.

Di sisi lain, cPanel sudah ada sejak 1997 dan paling banyak digunakan dalam industri web hosting

Artinya, lebih banyak penyedia web hosting yang memakai cPanel. Inilah yang membuat struktur panel ini relatif familier bagi banyak orang.

Dampaknya lebih banyak pengguna yang ingin berpindah ke cPanel. Ditambah, kebanyakan penyedia hosting menggunakan panel ini ketimbang hPanel.

Perbedaan hPanel dan cPanel

Perbedaan hPanel vs cPanel sebenarnya memiliki fungsi yang sama. Keduanya menyediakan akses untuk mengatur file website.

Perbedaannya berada pada ekosistem. hPanel dikembangkan untuk layanan Hostinger, sedangkan cPanel merupakan produk terpisah yang digunakan oleh berbagai perusahaan hosting.

Agar lebih jelas, lihat tabel perbedaan hPanel dan cPanel berikut:

AspekhPanelcPanel
PengembangHostingercPanel
KetersediaanUntuk ekosistem HostingerDigunakan oleh berbagai penyedia hosting
AntarmukaTerintegrasi dengan layanan HostingerMenu berbasis kategori untuk pengelolaan akun hosting
Pengelolaan fileTersedia File ManagerTersedia File Manager
Pengelolaan basis dataTersedia phpMyAdminTersedia phpMyAdmin dan Database Wizard
BackupTersedia sesuai paketAda fitur Backup dan Backup Wizard jika diaktifkan penyedia
EmailTerintegrasi dengan layanan HostingerTergantung konfigurasi penyedia
MigrasiPerlu penyesuaian saat berpindah ke panel berbedaTersedia mekanisme transfer khusus untuk perpindahan antarsistem cPanel
DokumentasiTersedia untuk layanan HostingerDokumentasi resmi tersedia untuk berbagai fungsi cPanel
Target PenggunaPengguna yang nyaman dengan ekosistem HostingerPengguna yang mengutamakan standardisasi lintas penyedia

Lantas, apa kelebihan hPanel vs cPanel? Mari simak penjelasan di bawah ini agar kamu lebih memahaminya:

Cek Konten Lainnya:
Ini Dia 4 Sosial Media Paling Populer, Sering Bikin Lupa Waktu!

Kelebihan hPanel

hPanel unggul dari sisi integrasi dengan layanan Hostinger. Pengguna dapat mengatur semua kebutuhan website hingga email melalui ekosistem yang sama.

Antarmukanya juga dirancang lebih visual sehingga pengguna baru tidak langsung berhadapan dengan banyak menu teknis. 

hPanel memang pas jika memang kebutuhan hosting kamu berada dalam ekosistem Hostinger.

Kelebihan cPanel

Kalau dibandingkan antara hPanel vs cPanel, segi cPanel lebih unggul dari sisi fleksibilitas penggunaan.

Karena tersedia pada berbagai penyedia hosting, kamu tidak perlu mempelajarinya lagi dari awal ketika berpindah ke penyedia cPanel lain.

Selain itu, tutorial cPanel juga mudah ditemukan. Namun, fitur yang tersedia pada akun tetap dapat berbeda karena penyedia hosting mempunyai kewenangan mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tertentu.

Keuntungan Migrasi dari hPanel ke cPanel

Tidak semua pengguna hPanel perlu berpindah setelah memahami perbandingan hPanel vs cPanel. Migrasi baru diperlukan ketika panel tidak lagi sesuai dengan kebutuhanmu.

Meski demikian, perpindahan panel tidak otomatis meningkatkan performa website. Pasalnya performa website bergantung pada kualitas layanan hosting.

Jika kondisinya demikian, terdapat sejumlah keuntungan mengapa perlu pakai cPanel:

  1. Pengelolaan Lebih Terstandardisasi: Struktur cPanel dapat ditemukan pada berbagai penyedia hosting sehingga perpindahan layanan lebih sederhana.
  2. Migrasi Berikutnya Lebih Fleksibel: cPanel menyediakan mekanisme untuk mentransfer akun antarsistem cPanel apabila memenuhi persyaratan yang diminta.
  3. File Mudah Dikelola dari Browser: File Manager memungkinkan pengguna mengelola file memakai aplikasi FTP.
  4. Basis Data Bisa Dikelola dari Satu Panel: cPanel menyediakan Database Wizard untuk membuat basis data dan pengelolaan isi basis data bisa pakai phpMyAdmin.
  5. Tersedia Sistem Backup: Backup Wizard memungkinkan pengguna membuat backup.

Cara Migrasi dari hPanel ke cPanel

Perbedaan hPanel vs cPanel berikutnya ada pada proses migrasi. Proses Migrasi cPanel dari hPanel berbeda dengan perpindahan antara dua server yang sama-sama pakai cPanel. 

Proses ini bisa cukup rumit. Bagi kamu yang ingin berpindah tetapi tidak memahami caranya, kini bisa dibantu oleh tim VIP Support dari Jagoan Hosting.

Secara umum, berikut cara migrasi dari hPanel ke cPanel:

1. Amankan Data sebelum Migrasi

Simpan salinan file dan basis data sebelum memulai perpindahan. Jangan menutup layanan lama sebelum website pada server baru selesai diperiksa.

2. Siapkan File Website dari hPanel

File website dapat diakses melalui File Manager hPanel. Hostinger menyediakan fungsi untuk membuka file domain maupun keseluruhan file dalam akun hosting. Pastikan kamu mengetahui direktori milik domain yang akan dimigrasikan.

3. Ekspor Basis Data

Jika website memakai basis data, data tersebut juga perlu dipindahkan ke server baru. hPanel menyediakan akses phpMyAdmin untuk membuka dan mengelola basis data.

Cek Konten Lainnya:
Tidak Perlu Lagi Khawatir, Kini Slack Punya Fitur Rakun untuk Atasi Gangguannya

Basis data kemudian dapat diekspor agar tersedia salinan yang bisa ditempatkan pada akun cPanel tujuan.

4. Siapkan Akun cPanel Tujuan

Pada server tujuan, basis data dan pengguna perlu tersedia sebelum aplikasi dihubungkan kembali. 

cPanel menyediakan Database Wizard untuk membuat basis data, pengguna, dan hak aksesnya.

Nama basis data, nama pengguna, atau kata sandi pada server baru bisa berbeda dari konfigurasi lama.

5. Pindahkan File dan Basis Data

File ditempatkan pada direktori domain tujuan, sedangkan basis data diimpor ke sistem baru. 

Setelah itu, informasi koneksi pada konfigurasi aplikasi perlu disesuaikan jika kredensial basis datanya berubah.

Tahap ini merupakan bagian yang perlu dilakukan secara teliti karena aplikasi tidak akan terhubung ke basis data jika informasi koneksinya keliru.

6. Periksa Website sebelum Menutup Hosting Lama

Jika seluruhnya sudah berjalan pada server tujuan, pengaturan DNS dapat diarahkan sesuai instruksi layanan baru. Ingat, tetap pertahankan akun lama sampai proses perpindahan benar-benar selesai.

7. Gunakan Bantuan Migrasi Jagoan Hosting

Kalau tidak ingin mengurus pemindahan file dan basis data sendiri, tim Support Jagoan Hosting siap menangani dan kamu tidak perlu pusing mengurusnya sendiri.

Bantuan Migrasi hPanel ke cPanel di Jagoan Hosting

Kalau kamu tertarik menggunakan bantuan migrasi, pastikan kamu perlu memahami ketentuannya sejak awal. 

Terdapat bagian yang ditangani Tim Support dan bagian yang perlu dikonfigurasi sendiri setelah perpindahan.

Mari simak lebih lanjut di bawah ini:

Apa Saja yang Dibantu Migrasi?

Bantuan migrasi hPanel ke cPanel difokuskan pada file website dan basis data khusus domain utama.

Tim Support yang akan memindahkan dua komponen utama tersebut ke layanan tujuan sesuai cakupan migrasi. 

Jadi, kamu perlu tentukan terlebih dahulu domain utama yang akan digunakan sebelum proses dimulai.

Bagaimana dengan Data Email?

Data email hPanel tidak termasuk dalam paket bantuan migrasi otomatis ini. Jika masih memiliki pesan penting pada layanan lama, amankan datanya sebelum akun dihentikan. 

Kamu yang ingin memisahkan kebutuhan komunikasi bisnis dari sumber daya website juga dapat beralih ke Email Hosting Jagoan Hosting.

Layanan email terpisah cocok untuk bisnis yang ingin mengelola akun perusahaan melalui infrastruktur yang memang dialokasikan untuk kebutuhan email. 

Bagaimana dengan Pengaturan Lanjutan setelah Migrasi?

Pemindahan file dan basis data tidak selalu berarti aplikasi langsung berjalan tanpa penyesuaian.

Konfigurasi lanjutan seperti path, environment, koneksi aplikasi, hingga pengaturan framework Laravel, CodeIgniter, dan sistem sejenis dilakukan secara mandiri oleh pelanggan. 

Ini diperlukan karena struktur dan konfigurasi setiap aplikasi dapat berbeda. Jadi, lakukan pengujian setelah Tim Support menyelesaikan migrasi. 

Jangan langsung menghapus data pada hosting lama sebelum seluruh fungsi penting berhasil dijalankan pada server tujuan.

Apa yang Perlu Dicek setelah Migrasi hPanel ke cPanel?

Pemeriksaan setelah migrasi sering terlewat karena pengguna menganggap proses selesai ketika file sudah berada di server baru. 

Cek Konten Lainnya:
Pilihan Hemat Shared Server Hosting untuk Blog Pribadi

Padahal, beberapa masalah baru terlihat setelah aplikasi dijalankan. Gunakan pemeriksaan berikut sebelum menghentikan layanan lama:

  • Halaman Website: Pastikan halaman utama dan halaman internal dapat dibuka tanpa masalah.
  • Koneksi Basis Data: Periksa apakah konten, akun pengguna, atau data aplikasi dapat dimuat.
  • File Media: Pastikan media seperti gambar, dokumen, dan aset lain tidak berujung menjadi link yang rusak.
  • Formulir: Uji fungsi formulir yang kamu gunakan untuk mengirim data.
  • Versi PHP: Sesuaikan versi PHP dengan kebutuhan CMS atau framework yang digunakan.
  • SSL: Pastikan HTTPS sudah aktif setelah domain mengarah ke server baru.
  • DNS: Periksa kembali A, CNAME, MX, atau TXT jika sebelumnya menggunakan konfigurasi khusus.
  • Cron Job: Buat kembali pekerjaan terjadwal jika aplikasi bergantung pada proses otomatis.
  • Cache: Bersihkan cache aplikasi maupun server jika masih muncul data dari konfigurasi lama.

Kapan Waktu Terbaik untuk Pindah ke cPanel?

Sebetulnya tidak ada ketentuan tentang waktu terbaik untuk berpindah ke cPanel. Migrasi disarankan jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada usaha adaptasinya.

Beberapa kondisi yang bisa menjadi pertimbangan yaitu:

  • Jika kamu membutuhkan panel yang lebih familier.
  • Jika ingin lebih fleksibel memilih provider.
  • Jika membutuhkan bantuan migrasi saat tidak ingin memindahkan data sendiri.

Jadi, pertimbangan pindah bukan hanya membandingkan hPanel vs cPanel. Kualitas infrastruktur dan dukungan setelah migrasi juga perlu diperhitungkan.

Kalau memilih Jagoan Hosting, kamu akan memperoleh Jagoan NextCare, yaitu layanan support proaktif gratis yang tersedia 24/7. 

Mereka akan membantu memantau kondisi website dan melakukan tindakan secara proaktif ketika ditemukan masalah seperti downtime atau indikasi malware.

FAQ

1. Apa Perbedaan hPanel dan cPanel?

hPanel merupakan control panel yang dikembangkan khusus untuk ekosistem Hostinger, sedangkan cPanel digunakan oleh berbagai penyedia hosting. Keduanya menyediakan fitur yang sama, tetapi memiliki antarmuka dan ekosistem berbeda.

2. Apakah hPanel Bisa Dimigrasikan ke cPanel?

Bisa. File website dan basis data dapat dipindahkan ke layanan cPanel, tetapi prosesnya berbeda dari transfer antarakun yang sama-sama memakai cPanel.

3. Apakah Email hPanel Ikut Dipindahkan saat Migrasi?

Data email hPanel tidak termasuk dalam cakupan bantuan migrasi otomatis hPanel ke cPanel yang dibahas di artikel ini. Pastikan kamu amankan email lama terlebih dahulu jika masih dibutuhkan.

4. Apakah cPanel Lebih Baik daripada hPanel?

Tidak selalu. Dilihat dari pembahasan hPanel vs cPanel tadi, bisa disimpulkan kalau hPanel lebih pas untuk pengguna yang ingin integrasi dengan ekosistem Hostinger, sedangkan cPanel lebih sesuai jika kamu ingin fleksibilitas lintas penyedia.

Pindah ke cPanel Jagoan Hosting, Bikin Hidup Tenang & Bebas Drama!

Pindah hosting tidak harus membuat kamu mengurus prosesnya sendirian. Jika ingin beralih dari hPanel, Tim Support Jagoan Hosting siap menangani migrasi ini.

Setelah migrasi, kamu dapat mengelola website menggunakan cPanel damm memanfaatkan fitur Hosting NextGen, seperti Backup harian dengan retensi hingga 14 hari, JetBackup, BitNinja, LiteSpeed, Redis, dan PHP X-Ray sesuai paket. 

Kamu juga memperoleh akses support WhatsApp 24/7 sehingga kendala layanan tidak harus ditangani sendirian.

Jadi, kalau kebutuhan website sudah berubah, perbedaan hPanel vs cPanel tidak perlu menjadi alasan untuk menunda perpindahan.

Kenali paket Hosting Murah Jagoan Hosting dan amankan paket cPanel hosting yang sesuai kebutuhan websitemu sekarang juga!

6 years of experience in providing readers with the latest insights and best practices in various fields related to Business, Technology, WordPress, Website Development and Digital Marketing.

You May Also Like