Percepatan Digitalisasi di Masa Pandemi – Berbagai macam cara dilakukan untuk tetap mampu beraktivitas seperti biasanya, meskipun terhalang oleh pandemi. Tak ayal, pandemi berhasil memberikan dampak besar pada pembatasan kegiatan sosial. Misalnya saja seperti menghindari kerumunan hingga membatasi sentuhan secara fisik dari satu orang ke orang yang lainnya.

Namun, kamu beruntung banget nih, Sob! Bahkan sebelum pandemi ada, kehidupan masyarakat sudah dibarengi dengan teknologi, sehingga nggak begitu gaptek (gagap teknologi) untuk melakukan berbagai macam aktivitas secara virtual dan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Mulai dari kegiatan belajar, bekerja, hingga berkomunikasi, hampir semuanya dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Permasalahan di tengah percepatan digitalisasi di masa pandemi

Sudah lebih dari setahun lamanya seluruh orang di dunia, nggak terkecuali di Indonesia, berperang dengan virus Covid-19 yang bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Dengan memanfaatkan teknologi, masyarakat mampu mengurangi intensitas pertemuan secara langsung dan digantikan dengan perangkat pintar seperti personal computer, laptop, dan smartphone yang terhubung ke internet untuk berkomunikasi.

Mungkin kemajuan teknologi memberikan banyak keuntungan ya, Sob? Namun, ternyata, ada beberapa permasalahan yang juga muncul loh di balik era digitalisasi modern saat ini. Apa saja permasalahan umum dalam penerapan digitalisasi, ya?

1. Akses informasi

Kamu nggak perlu repot membaca buku ensiklopedia, koran, hingga majalah untuk bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Cukup ketik di search engine di internet, dan yaps! Informasi tersebut akan dimunculkan dalam hitungan detik saja. Kemudahan seperti ini yang menjadikan banyak orang lebih informatif dan up-to-date.

Namun, “kemudahan” ini malah menimbulkan masalah loh, Sob. Kenapa? Hal ini dikarenakan banyak orang akan melakukan cara instan untuk belajar. Misalnya saja para pelajar dan mahasiswa yang sedang menghadapi ujian secara online

Dengan leluasa, pelajar dan mahasiswa bisa melakukan copy-paste jawaban di internet untuk menjawab setiap pertanyaan yang ada pada soal ujian. Tidak ada usaha ekstra untuk belajar dan memahami materi yang diujikan karena jawaban tersebut sudah tersedia di internet.

2. Kejahatan virtual jadi tantangan di masa percepatan digitalisasi

percepatan digitalisasi di masa pandemi
Photo by Kaur Kristjan on Unsplash

Kamu pasti sering dengar ‘kan kalau banyak orang yang mengalami penipuan secara online? Nah, karena internet dapat digunakan oleh siapa saja, bahkan tanpa memberitahukan identitas asli, orang-orang yang nggak bertanggung jawab memanfaatkan hal tersebut untuk tindakan kejahatan.

Alhasil? Banyak korban yang tertipu dan kehilangan uang mereka dengan jumlah besar. Biasanya, para penjahat menggunakan modus sebagai penjual di online shop, menawarkan berbagai macam barang dengan foto katalog yang bisa saja diambil dari platform lain, lalu menampilkan harga murah untuk mendorong pengguna internet berbelanja.

3. Perundungan anonim

Melakukan perundungan (bully) di internet memang menjadi hal lumrah yang pasti kamu temukan, terutama saat sedang mengakses media sosial. Biasanya, korban bully ini adalah para influencer atau selebriti yang mempunyai pengaruh di internet. Mulai dari penghinaan fisik hingga perilaku, para akun anonim dapat mengetik secara bebas mengenai kebencian mereka dan menjatuhkan mental seseorang melalui aktivitas bullying.

Terlepas dari permasalahan yang  terkait dengan percepatan digitalisasi, harus diakui memang pandemi menjadi salah satu faktor utama kemajuan penggunaan teknologi semakin intens, bahkan menjadi hal pokok yang nggak bisa dipisahkan. Terutama untuk kamu yang memanfaatkan platform seperti website dalam menunjang berbagai macam aktivitas secara online.

Jagoan Hosting turut memberikan dukungan dengan adanya percepatan digitalisasi, terutama di masa pandemi, dengan menghadirkan berbagai macam layanan menarik yang bisa kamu coba, salah satunya adalah layanan cloud hosting Indonesia dengan menggunakan OS CloudLinux dan CageFS untuk server cloud website kamu yang lebih aman dan stabil

Sebagai hosting murah Indonesia, kamu bisa banget menyesuaikan budget untuk menggunakan layanan cloud hosting mulai dari Rp10.000-an aja per bulannya. Kalau kamu penasaran, klik di sini ya untuk tahu lebih lanjut mengenai fitur dari layanan yang satu ini.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like