Value Proposition Canvas adalah sebuah metode yang digunakan untuk memahami produk berdasarkan sudut pandang konsumen. Hal ini pada dasarnya juga akan membantu kamu mengetahui secara mendalam tentang barang maupun jasa milikmu sendiri.

Sehingga, bisa dibilang bahwa Value Proposition Canvas adalah aspek penting yang wajib dipahami, khususnya jika Sobat Jagoan merupakan seorang pebisnis. Tak dapat dipungkiri, value proposition canvas kerap digunakan karena dinilai dapat memberikan sejumlah manfaat bagi perusahaan.

Namun, sebetulnya tahukah kamu apa itu value proposition canvas? Jika belum, yuk langsung saja simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu Value Proposition Canvas?

Secara umum, Value Proposition Canvas adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengukur apakah suatu produk maupun jasa telah sesuai dengan kebutuhan konsumen atau tidak. Sehingga, melalui Value Proposition Canvas, kamu dapat memahami kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut secara mendetail.

Tujuan lainnya dari Value Proposition Canvas adalah untuk mengetahui apa saja kebutuhan dan keinginan seorang pelanggan secara menyeluruh. Bukan cuma sekadar itu, Value Proposition Canvas juga berfungsi sebagai landasan dalam membenahi produk maupun jasa yang sebelumnya kamu miliki atau nantinya akan dibuat agar menjadi jauh lebih menarik.

Pada dasarnya, Value Proposition Canvas adalah suatu diagram sederhana berisikan dua bagian pokok yang perlu diisi berdasarkan kegiatan bisnis secara keseluruhan. Perusahaan harus melengkapi seluruh komponen di dalamnya dengan rinci agar dapat memperoleh ulasan mengenai kelebihan maupun kekurangan suatu produk.

Komponen dalam Value Proposition Canvas

Terdapat beberapa komponen penyusun Value Proposition Canvas yang tergolong menjadi dua bagian, yakni Customer Segments dan Value Map. Adapun komponen-komponen value proposition canvas adalah sebagai berikut.

Customer Segments

Customer segments atau segmentasi pelanggan adalah komponen yang menggambarkan konsumen ke dalam beberapa karakteristik, di antaranya:

a) Customer Pain

Customer pain dalam value proposition canvas adalah hal-hal berkaitan pengalaman buruk ataupun risiko yang dialami oleh konsumen. Dengan mengetahui customer pain, kamu akan bisa memahami apa saja kelemahan serta aspek negatif dari bisnis tersebut.

b) Customer Gain

Sementara, customer gain dalam value proposition canvas adalah kebalikan dari customer pain. Customer gain merupakan hal terkait pengalaman positif maupun kelebihan lainnya yang ditunjukkan konsumen karena memperoleh kepuasan lebih. Dengan mengetahui komponen ini, kamu bisa memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan.

c) Customer Job

Customer job adalah mengenai tindakan apa yang sepatutnya dilakukan guna memenuhi kebutuhan konsumen berdasar atas aspek sosial, emosional, serta fungsional. Komponen ini akan membantu kamu menentukan hal-hal untuk diselesaikan lebih dulu.

Baca juga: Marketing Mix 7P dan Contohnya, Konsep Sukses Pemasaran Produk!

value proposition canvas merupakan alat mengukur sebuah produk apakah sudah sesuai dengan keinginan customer atau belum.

Value Proposition Map

Lalu, ada pula value proposition  map yang merupakan respon tindakan dari tiap karakteristik konsumen. Value proposition map terbagi ke dalam tiga komponen, yakni:

a) Pain Relievers

Pain relievers dalam value proposition canvas adalah suatu alternatif yang ditawarkan produk ataupun jasa dalam mengurangi atau mengatasi aspek customer pain. Sehingga, kamu wajib memberikan solusi atas persoalan tersebut.

b) Products and Service

Sementara, komponen product dan service dalam value proposition canvas adalah aspek untuk meraih customer gain sekaligus meminimalisir customer pain melalui produk yang ditawarkan. Hal ini pada dasarnya merupakan kunci utama terciptanya value dari pelanggan.

c) Gain Creators

Gain creators lebih berfokus kepada nilai plus dalam suatu produk yang berpotensi meningkatkan komponen customer gain. Contoh value proposition canvas ini misalnya membuat inovasi baru dan lebih unik dari sebelumnya.

Cara Membuat Value Proposition Canvas

Setelah mengetahui apa itu value proposition canvas beserta komponen-komponennya, lalu bagaimana cara menciptakannya agar suatu produk memiliki value yang baik? Agar tidak bingung, simak cara membuat value proposition canvas berikut ini.

1. Memahami Customer

Customer atau pelanggan sebetulnya merupakan aspek utama dalam meningkatkan value bisnis. Sehingga, penting sekali untuk kamu mengenali siapa saja yang akan menjadi calon konsumen. Kamu perlu mengidentifikasi setiap pelanggan atau segmen pasar agar bisa melihat kebutuhannya.

Contohnya, apakah customer kamu merupakan orang yang sering bepergian? Atau apakah lebih sering bekerja di rumah? Pasalnya, setiap orang jelas memiliki kebutuhan berbeda-beda untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan mereka.

Sehingga, yang perlu kamu lakukan ialah menganalisa apa saja Gains maupun Pains dari tiap customer tersebut.

2. Ciptakan Value yang Baik

Langkah berikutnya yang tak kalah penting dalam membuat value proposition canvas adalah menciptakan nilai baik dari para konsumen. Kamu bisa menawarkan produk dan ide-ide terbaru untuk meningkatkan Gains sekaligus mengurangi Pains.

Pikirkan opsi apapun yang memungkinan untuk memenuhi Customer Jobs. Lalu, gabungkan seluruh ide tersebut agar menghasilkan suatu gagasan baru.

Baca juga: 5 Tips Membangun Kekuatan Branding Produk dengan Sosial Media

3. Pahami Biaya

Salah satu yang tak kalah penting dari value proposition canvas adalah biaya serta keuntungan suatu produk. Kamu perlu memahami dan mengukur secara detail berapa potensi pengeluaran sekaligus keuntungan dari produk tersebut.

Pasalnya, pelanggan pasti akan mempertimbangkan besaran biaya yang perlu mereka keluarkan, lalu membandingkannya dengan manfaat ataupun kualitas produk. Sehingga, kamu harus memastikan harga tersebut sudah sesuai dan tidak berlebihan.

4. Perhatikan Persaingan Pasar

Setelah menganalisa produk maupun target konsumen, jangan lupa perhatikan persaingan pasar. Kamu harus mengikuti setiap pergerakan kompetitor, mengidentifikasi kelebihan maupun kekurangannya, hingga membuat strategi agar mampu bersaing di dalamnya.

5. Tidak Bertele-tele

Cara paling efektif membuat value proposition canvas adalah dengan singkat dan jelas alias tidak bertele-tele. Tujuannya agar pesan yang ingin maksud bisa tersampaikan kepada para konsumen. Alangkah lebih baik jika setiap komponen hanya berisikan dua hingga tiga kalimat saja.

Itu dia pembahasan mengenai pengertian, komponen, hingga cara membuat value proposition canvas. Dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa value proposition canvas adalah hal krusial dalam bisnis yang dapat membantu memahami produk maupun konsumen secara mendalam.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like