Dalam dunia marketing mungkin kamu sudah mengenal tentang Cross Selling dan Upselling, Dua hal tersebut sangat membantu dan memberikan manfaat yang besar terhadap penjualan. Nah mau tahu bagaimana memaksimalkan penjualan melalui cross selling dan upselling.

Mengenal tentang Cross Selling dan Up Selling

Apa itu Cross Selling

Cross selling adalah proses penjualan produk atau layanan yang berbeda kepada pelanggan untuk meningkatkan nilai penjualan. Dengan Cross Selling inilah mendorong pelanggan untuk membeli produk pelengkap lain sebagai additional purchase.

Sebagai Contoh, Ketika kamu pergi ke restoran cepat saji dan memesan sebuah burger, Maka kamu mendapatkan penawaran tentang kentang goreng. Atau saat kamu membeli sebuah membeli domain mendapatkan penawaran hosting. 

Apa itu Up Selling

Upselling adalah proses penjualan produk untuk mendorong pelanggan  melakukan pembelian terhadap produk / jasa yang bernilai lebih tinggi. Upselling bisa dikatakan tindakan melakukan upgrade terhadap layanan atau produk.

Sebagai contoh, Saat kamu membeli kentang goreng pelayanan akan menawarkan paket super size atau paket paling besar. Atau saat kamu membeli layanan VPS X Jagoan Hosting terdapat 3 paket dengan spesifikasi yang berbeda-beda.

Antara Cross Selling dan Upselling memberikan manfaat terhadap penjualan, Melalui Cross selling dan Upselling kamu bisa meningkatkan penjualan, Namun kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan.

Salah satu yang terpenting agar pelanggan  menanggapi Upselling dan Cross-selling adalah memberikan pelayanan pelanggan terbaik sehingga pelanggan merasa senang dan puas.

Tips Meningkatkan Penjualan Dengan Cross Selling dan UpSelling

Meningkatkan Penjualan dengan Cross Selling dan UpSelling

Bagaimana meningkatkan penjualan dengan Cross Selling dan Upselling?  Dalam hal ini terdapat beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan penjualan. Berikut tips melakukan Cross Selling dan UpSelling.

1. Berikan Penawaran yang Sesuai

Penawaran yang diberikan ke pelanggan harus sesuai, Dengan kata lain jangan memberikan penawaran terlalu berlebihan dan besar namun tidak dibutuhkan pelanggan tersebut. Jika kamu memberikan penawaran tidak sesuai hal tersebut akan sia-sia dan kurang efektif.

Maka dari itu, buatlah penawaran yang kemungkinan besar pelanggan tertarik untuk mengambil penawaran yang sudah diberikan. Bagaimana mengetahuinya? Kamu harus melakukan riset untuk menentukan penawaran seperti apa yang dibutuhkan pelanggan.

2. Berikan Penawaran yang Terbaik

Semua orang pasti setuju jika Harga merupakan hal yang menjadi dasar atau tolak ukur seseorang untuk melakukan pembelian. Maka dari itu kamu harus memberikan penawaran harga yang masuk akal.

Antara value produk/layanan harus sesuai dengan harga dan layak untuk ditawarkan. Terunuk Upselling hal ini harus diperhatikan, Apakah penawaran terhadap paket yang sudah kamu buat memiliki harga yang sesuai dan masuk akal berdasarkan value produk/layanan.

3. Tunjukkan Value Produk dan Layanan

Jika kamu hanya memberikan penawaran tanpa menunjukkan value atau nilai dari produk.layanan kamu, Maka hal tersebut sia-sia. Kamu sebaiknya memberikan arahan kenapa harus memilih produk tersebut.

Dengan begitu, Pelanggan dapat berpikir bahwa mereka membutuhkan barang  yang ditawarkan. Dalam beberapa kondisi, hal ini sangat berperan penting terutama dalam Upselling.

Dengan menunjukkan Value dan keunggulan dari paket yang lebih tinggi, Maka bisa saja kamu menanamkan pikiran bahwa pelanggan tersebut juga membutuhkan paket tertinggi.

3. Menarik Perhatian dengan Reward

Untuk memaksimalkan penjualan, Kamu bisa dengan menarik perhatian pelanggan dengan memberikan reward. Kamu bisa memberikan loyalty reward bagi pelanggan yang telah membeli sejumlah purchase tertentu. Misalkan memberikan diskon, Semakin tinggi paket yang diambil maka diskon semakin besar.

Metode yang Sering Digunakan pada Cross Selling dan UpSelling

Apa sih metode yang sering digunakan dalam Cross Selling dan UpSelling? Dalam menjual beberapa orang menerapkan sebuah strategi marketing yang digunakan untuk melakukan Cross Selling. Berikut beberapa metode umum yang sering digunakan

1. Menawarkan Layanan Tambahan

Hal ini yang paling sering digunakan, Hampir semua orang akan menawarkan layanan tambahan saat pelanggan melakukan pembelian. Cara ini menjadi metode terbaik untuk memaksimalkan penjualan.

Sebagai contoh, Kau memiliki sebauh digital Agency yang memiliki layanan jasa pembuatan website. Saat seseorang melakukan order layanan tersebut kamu juga menawarkan layanan SEO. 

2. Menyediakan Package Bundle

Cross Selling dan Up Selling
Paket Bundle Amazon

Package bundle biasanya digunakan pada Upselling, Namun tidak sedikit yang digunakan pada cross selling. Biasanya paket bundle memiliki harga yang lebih murah dibandingkan melakukan pembelian secara satuan. 

Dengan menggabungkan layanan/produk, Maka secara tidak langsung meningkatkan penjualan. Bukan hanya itu, Ketika terdapat paket bundle biasanya orang lebih memilih paket tertinggi.

3. Mendidik Pelanggan

Cara ini cukup ampuh untuk meningkatkan penjualan, Kamu bisa mendidik pelanggan untuk melakukan pembelian produk/layanan lain. Dengan mendidik klien, Kamu dapat menggambarkan manfaat dari setiap layanan dan menanamkan pikiran jika mereka membutuhkannya.

Misalnya, Seseorang ingin membuat website untuk bisnisnya, Namun orang tersebut belum mengenal tentang SEO. Dari hal tersebut kamu bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya SEO. Ketika kamu melakukan hal tersebut, Pelanggan bisa saja tertarik terhadap apa yang kamu jelaskan.

Ingat! Begitu mereka melihat bagaimana setiap layanan dapat menguntungkan bisnis mereka, mereka akan lebih cenderung menyetujui layanan/produk tambahan. 

Kapan Menggunakan Cross Selling?

Tidak ada satu pendekatan atau aturan yang menentukan waktu terbaik untuk melakukan cross selling dan upselling. Jadi kamu harus pintar-pintar menentukan waktu yang tepat untuk menawarkan produk/layanan kepada pelanggan.

Mengingat tujuan utama cross selling adalah membujuk pelanggan untuk membeli layanan yang melengkapi pembelian awal mereka, Maka kamu dapat mengatur waktu penjualan dengan tepat. Sederhananya, waktu terbaik untuk melakukan cross-selling adalah ketika terdapat  penjualan yang sesuai atau masuk akal.

Yang perlu kamu ketahui yaitu saat kamu mencoba menjual atau menawarkan  ke pelanggan  pada waktu yang salah, Maka hal itu dapat merusak hubungan kamu yang mengakibatkan pelanggan tidak lagi percaya pada kamu.

Itulah informasi mengenai cross selling dan UpSelling, Kamu bisa menerapkan cara ini untuk meningkatkan penjualan kamu. Ingat apa saja yang harus kamu lakukan agar kamu dapat memaksimalkan penjualan kamu. 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like