LMS atau Learning Management System adalah salah satu media belajar yang kini kerap dimanfaatkan oleh berbagai lembaga pendidikan maupun perusahaan. Adapun salah satu contoh Learning Management System adalah Google Classroom, yaitu sebuah e-learning khusus menyediakan layanan pembelajaran secara online.

Namun, bukan cuma sebagai media belajar semata, masih ada banyak contoh Learning Management System lainnya yang memiliki fungsi penting bagi berbagai pihak, mulai dari pelatihan, desain, hingga untuk urusan bisnis sekalipun. Ingin tahu apa saja? Yuk, simak kumpulan contoh Learning Management System berikut ini!

Apa itu Learning Management System?

Learning Management System adalah sebuah sistem manajemen pembelajaran terintegrasi berbasis online. Sistem ini umumnya lebih dikenal dengan istilah e-learning. Adapun fungsi Learning Management System adalah sebagai pusat pengelolaan program belajar mengajar secara digital, atau sering disebut Course Management System (CMS)/Virtual Learning Environment (VLE).

Contoh Learning Management System

Aplikasi Learning Management System kini memang sudah tak begitu asing di masyarakat semenjak adanya program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi. Bagaimana tidak, e-learning satu ini membantu para pengajar melakukan kegiatan akademik secara online dengan mudah.

Lalu, apa saja contoh aplikasi Learning Management System tersebut? Berikut beberapa di antaranya.

1. Google Classroom

Contoh Learning Management System yang pertama ialah Google Classroom. Ini merupakan salah satu e-learning terpopuler dalam beberapa tahun terakhir lantaran mampu memberikan solusi terhadap program pembelajaran jarak jauh.

Ya, Google Classroom memiliki banyak fitur terintegrasi yang sangat penting untuk mempermudah proses belajar mengajar, mulai dari membentuk forum, menginput konten video, Google Docs, Forms, PDF, dan lain sebagainya. Kerennya lagi, Google Classroom bisa kamu gunakan secara gratis sepuasnya.

2. Moodle

Contoh Learning Management System berikutnya ialah Moodle. Ini merupakan jenis LMS berbasis web yang menyediakan berbagai fitur pendukung program belajar mengajar online, seperti forum diskusi, chat, tempat pengumpulan tugas, arsip dan sebagainya.

Menariknya, moodle juga memberikan layanan kepada para Developer yang ingin mengelola media e-learning tersebut dengan mandiri sesuai kebutuhan. Meski dapat digunakan secara gratis, akan tetapi ada pula layanan berbayar untuk fitur tambahan lain, seperti MoodleCloud dan Moodle Partner.

Nah, kalau Sobat Jagoan tertarik menggunakannya, Jagoan Hosting memiliki Moodle instan yang bisa kamu pakai dengan mudah. Sob tidak perlu kebingungan mengintalasi ataupun mengkonfigurasi teknisnya, karena Jagoan Hosting sudah menyediakan VPS Moodle Indonesia. Cek penawarannya sekarang juga!

Baca juga: 15 Situs Online Education Terbaik di Dunia

3. LearnPress

LearnPress adalah salah satu contoh Learning Management System yang merupakan hasil pengembangan oleh WordPress. LMS satu ini lebih cenderung difokuskan untuk membantu para pengajar membuat dan menyalurkan bahan ajar secara online.

Untuk menggunakannya, Sobat Jagoan tinggal menginstall plugin LearnPress pada WordPress kamu. Dengan begitu, aplikasi Learning Management System ini pun sudah bisa digunakan tanpa bayaran apapun.

4. Joomla LMS

Contoh Learning Management System selanjutnya ialah Joomla LMS. Tak berbeda jauh dari LearnPress, Joomla LMS juga lebih berorientasi kepada para pengajar atau pengguna dalam bidang bisnis, proyek e-commerce, serta training.

Di platform ini, kamu bisa membuat maupun menjual bahan ajar akademik secara online melalui fitur live dan video conference. Di samping itu, Joomla LMS juga menyediakan dua pilihan paket, yakni On-premise dan Cloud-based.

5. RuangKelas

Contoh Learning Management System yang tak kalah populer adalah Ruangkelas. Sebagian dari kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan jenis LMS satu ini, bukan? Ya, Ruangkelas merupakan salah satu produk asli Indonesia, yakni milik Ruangguru.

Meski usianya tergolong jauh lebih muda karena baru saja diluncurkan pada tahun 2020 lalu, namun Ruangkelas bisa dibilang tidak kalah unggul dari jenis LMS lainnya, lho. Platform ini menyediakan beragam fitur menarik yang sangat fungsional untuk proses belajar-mengajar layaknya Google Classroom.

Salah satu kelebihan Ruangkelas ialah adanya kesempatan untuk mengakses puluhan ribu soal latihan dari Ruangguru. Download saja aplikasi Learning Management System ini di google playstore.

6.Canva

Contoh Learning Management System berikutnya adalah Canva. Berbeda dari jenis LMS sebelumnya, Canva lebih berfokus pada sistem manajemen desain grafis. Di platform Canva, Sobat Jagoan bisa membuat beragam desain seperti poster, presentasi, dan konten visual lainnya dengan mudah dan praktis.

LMS favorit anak sekolahan ini juga memiliki ribuan gambar, template, font, serta ilustrasi yang bebas kamu gunakan secara gratis, baik melalui web maupun ponsel. Namun, jika Sob menginginkan fitur tambahan eksklusif lainnya, kamu bisa menggunakan langganan Canva Pro dengan harga $9.95 perbulannya.

Sementara, bila untuk kebutuhan perusahaan atau tim besar, Canva pun telah menyediakan layanan khusus senilai $30 setiap bulannya.

7. SalesCandy LMS

Berbeda dari jenis lainnya, SalesCandy LMS adalah contoh aplikasi Learning Management System yang berfokus kepada manajemen penjualan atau sales. Sehingga, penggunanya pun sebagian besar merupakan salesperson.

SalesCandy meliputi berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, banking, otomotif, hingga real estate. Uniknya, LMS ini bisa kamu gunakan melalui ponsel dimana ia akan memberikan tracking beserta report secara real-time yang sangat berguna untuk proses evaluasi penjualan. 

8. Sakai

Sakai merupakan contoh aplikasi Learning Management System yang umumnya digunakan sebagai media riset, kolaborasi, kursus, maupun mengajar. Oleh karena itu, sebagian besar penggunanya adalah institusi pendidikan tinggi.

Namun, di samping akademik, Sakai juga sering dimanfaatkan oleh perusahaan dan bisnis karena memiliki layanan Cloud-hosting dan Self-hosting. Kamu bisa memakainya melalui Mobile Learning di ponsel secara gratis.

Baca juga: 15 Template Website Sekolah WordPress Terbaik

9. Dokeos

Hampir sama dengan model lainnya, Dokeos ialah contoh Learning Management System yang menyediakan layanan e-learning. LMS ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna dalam mengelola program pembelajaran, mulai dari membuat soal sampai analitis gratis sebagai bahan evaluasi.

Di Dokeos, kamu bisa menemukan fitur Training Center, Health and Pharmaceutical, serta Corporate yang cukup user friendly dan sangat fleksibel. Berbicara mengenai harga, Dokeos tidak mematok harga tetap, melainkan dengan menyesuaikan kebutuhan perusahaan atau pelanggan melalui tahap konsultasi.

10. Latitude Learning

Berikutnya, adapula Latitude Learning yang tergolong contoh Learning Management System gratis namun terbatas. Ya, kamu hanya bisa memanfaatkan Latitude Learning untuk 100 user saja.

Sehingga, apabila Sobat Jagoan ingin melebihi kapasitas tersebut, maka setiap penggunanya masing-masing diharuskan membayar sekitar $2 sampai $4. Umumnya, platform ini digunakan oleh berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan kepada para karyawan.

11. ATutor

ATutor merupakan suatu Open Source Web-based LMS yang dirancang khusus untuk menjalankan kursus secara digital. Kerennya, contoh aplikasi Learning Management System ini memungkinan seorang administrator mengembangkan ATutor dengan mudah, mulai dari membuat tampilan baru hingga memperbesar fungsionalitas fitur.

12. Edmodo

Contoh Learning Management System yang terakhir ialah Edmodo, yakni sebuah media microblogging pribadi khusus untuk para pengajar dan peserta didik. Pada dasarnya, Edmodo dirancang sebagai platform berbagi dokumen, tautan, ataupun catatan, namun dengan mengutamakan privasi peserta didik.

Selain itu, Edmodo juga memungkinan guru mengelola program belajar, seperti membuat acara, mengirim peringatan, memberikan tugas, dan lain sebagainya. Melalui LMS ini, proses pembelajaran antara guru dan peserta didik dapat terjalin dengan efisien.

Itulah kumpulan contoh Learning Management System yang bisa kamu coba untuk membantu proses belajar mengajar maupun urusan bisnis. Berbagai contoh aplikasi LMS tersebut tentu memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing. Kamu dapat menggunakannya sesuai keinginan ataupun kebutuhan.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like