Data engineer vs data scientist. Belum lagi ada profesi lain yang serupa yaitu data analyst. Ketiga profesi ini memiliki nama yang mirip dan nggak jarang dianggap sama. Sebenarnya ketiganya saling terkait. Bidang pekerjaan yang dilakukan juga bisa sama. Lalu, apa yang membuat berbeda?

Data engineer vs data scientist vs data analyst

Data engineer, data scientist dan data analyst. Sebuah perpaduan profesi-profesi yang mengelola hal serupa, tapi punya tugas yang berbeda. Kita bahas selengkapnya di bawah ini. Baca sampai selesai ya, Sob.

data engineer vs data scientist
gambar dari unsplash

Data engineer

Data engineer adalah profesi yang mengerjakan tugas paling awal dalam proses pengolahan big data. Profesi ini bertugas menyajikan data-data berkualitas yang bisa digunakan untuk proses selanjutnya. Data-data yang sudah siap akan diolah oleh profesi lainnya.

Data scientist

Sambil menunggu data disajikan oleh data engineer, data scientist memiliki tugas untuk membuat kerangka pengolahan data. Apa saja yang akan dilakukan, bagaimana model pengolahan data yang pas dan seperti apa penjabaran hasilnya. Model ini akan menjadi pedoman data engineer dalam penyusunan data. Setelah big data berhasil disajikan, barulah data scientist akan melakukan analisis dan interpretasinya.

Data Analyst

Profesi ini hampir mirip dengan profesi sebelumnya. Terkadang, perusahaan membebankan tugas data analyst pada posisi data scientist. Tugas utamanya untuk mengolah dan membuat laporan hasil analisis biasanya dilimpahkan kepada para data scientist.

Tanggung jawab

Mungkin kamu sudah lebih paham apa yang membedakan ketiga profesi di atas. Jika dibuat lebih rinci, pembagian tanggung jawab ketiga profesi ini adalah sebagai berikut

Data engineer

Data engineer bertanggung jawab untuk:

  1. Mengelola data pipeline
  2. Menyiapkan data yang bisa diakses oleh berbagai pihak
  3. Melakukan implementasi model yang telah disusun oleh data scientist
  4. Mengelola data

Data scientist

Berbeda dengan data engineer yang tugasnya memang sangat erat dengan big data yang dimiliki, data scientist harus menggunakan pendekatan yang lebih luas. Bukan hanya berurusan dengan IT, tapi juga statistika dan ekonomi. Mereka bertanggung jawab untuk melakukan beberapa hal ini;

  1. Membuat model pengolahan data
  2. Mengolah data yang dimiliki
  3. Menjabarkan makna data tersebut ke dalam bahasa yang mudah dipahami dalam bisnis

Data analyst

Beda juga dengan profesi yang ketiga ini, Sob. Tanggung jawab analyst lebih condong pada tanggung jawab untuk melakukan analisis data dan menyajikan hasil analisis tersebut dalam bentuk laporan.

Kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan

Secara umum, keahlian yang dibutuhkan ketiga profesi ini hampir sama. Skill yang dibutuhkan meliputi bahasa pemrograman, matematika, statistika, dan bisnis. Skill yang dibutuhkan data engineer lebih condong pada bahasa pemrograman seperti Phyton. Mereka perlu menguasai algoritma, data pipeline dan infrastruktur data.

Skill yang perlu dikuasai data scientist dan data analyst meliputi teknologi informasi, bahasa pemrograman, matematika, statistika. Khusus data scientist disarankan juga untuk memahami bisnis dan pemasaran. Kolaborasi skill di bidang-bidang tersebut menjadi bekal penting untuk menjalankan tugas.

Sudah paham kan, Sob? Ketiga profesi di atas memang bekerja di ranah yang sama. Namun, mereka punya tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Kalau kamu tertarik menjadi salah satunya, pastikan kamu sudah benar-benar paham tentang profesi tersebut. Perkaya dirimu dengan bekal skill yang keren. Lumayan lho, Sob! Peluang kariernya besar banget di era big data seperti sekarang ini.

Kamu bisa mendapatkan informasi seputar profesi bidang teknologi informasi lainnya di blog Jagoan Hosting. Jagoan Hosting, penyedia layanan VPS Indonesia dan Hosting Terbaik. Jagoan Hosting selalu memberikan informasi seputar teknologi, bisnis, game, anime, dan topik-topik menarik lainnya.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like