Selama mengakses internet, tentu kamu tidak akan terlepas dari protokol jaringan bernama IP (Internet Protocol). Nah IPV4 adalah salah satu dari jenis IP yang paling banyak digunakan saat ini. Namun, apakah kamu tahu IPV4 terdiri dari berapa bit? Dalam artikel kali ini, Jagoan Hosting akan mengulas lebih lanjut soal IPV4 hingga bedanya dengan IPV6. Yuk simak!

Apa itu IPV4?

IPV4 adalah singkatan dari Internet Protocol Volume 4 yang memiliki fungsi sebagai pergantian berbagai jenis jaringan seperti Ethernet, atau yang lebih populer dengan sebutan Link layer Network.

Biasanya IPV4 sering dibandingkan dengan IPV6, baik dari kapasitas bit hingga lainnya. Bicara terkait bit, IPV4 terdiri dari 32 bit yang mampu menawarkan berbagai macam alamat di internet dengan kapasitas mencapai 4,3 miliar, Sob!

Jenis Alamat IPV4

IPV4 terdiri dari berbagai jenis alamat yang tergolong menjadi tiga bagian, yakni unicast, multicast, dan broadcast. Apa yang menjadikan ketiganya berbeda dan aspek-aspek apa saja yang mempengaruhinya? Apakah berdasarkan dari IPV4 terdiri dari berapa blok? Atau IPV4 terdiri dari berapa byte dan bit, ya? Berikut pembahasannya.

1. Unicast

Dimulai dari unicast, yakni jenis alamat IPV4 yang mengandalkan mekanisme Point to Point (PTP), jika diberikan perbandingan adalah 1:1. Gambaran sederhananya, misal kamu mempunyai seorang teman yang setiap hari secara intens berkomunikasi, baik hanya sekedar mengobrol biasa ataupun sedang mengerjakan proyek pekerjaan bersama dan mengandalkan komputer dan internet sebagai media pengiriman data.

Nah, anggaplah kamu adalah si A dan teman kamu si B. Sistem unicast ibaratnya seperti sebuah jembatan lurus yang menghubungkan titik A dan B. Jadi, saat kamu mengirimkan data, apapun bentuknya, maka si jembatan ini (unicast) akan secara langsung mengirimkannya ke B, tanpa membutuhkan perantara titik (node) lainnya untuk mencapai titik B, misalnya seperti harus ke A1-A2-A3 hingga B.

2. Multicast

Konsep dari multicast hampir menyerupai unicast. Namun, bedanya adalah multicast mampu menghubungkan jaringan dari pusat ke beberapa titik (node) komputer yang masing-masing titiknya tergabung dalam satu alamat.

Masih bingung maksudnya seperti apa? Misalnya saja seperti ini, anggaplah kamu mempunyai 5 orang teman dan termasuk dalam satu kelompok pertemanan yang diberi nama “Jagoan Kita”. Nah, 5 orang yang tergabung dalam kelompok Jagoan Kita tersebut berarti berada di ruang lingkup yang sama dengan kamu dong tentunya?

Sistemnya pun cukup mudah, posisikan kamu sebagai ketua kelompok Jagoan Kita. Segala informasi yang kamu punya bisa didistribusikan ke 5 teman kamu lainnya secara bersamaan karena kalian berada di satu kelompok sama.

Jadi misalnya dalam 10 detik kamu baru bisa mengirimkan pesan ke 5 orang teman di Jagoan Kita, sedangkan dengan dengan menerapkan multicast, hanya dalam waktu 2 detik saja, informasi tersebut secara serentak bisa didistribusikan kepada 5 orang teman kamu, Sob.

Baca juga: Cara Cek IP Address dengan Mudah di Laptop dan Android

3. Broadcast

Ini juga hampir menyerupai sistem dari multicast. Yang membedakannya ialah skala dari broadcast jauh lebih besar dan menyeluruh dengan rentang waktu pendistribusian data relatif singkat.

Misalnya saja, kamu memposisikan diri sebagai seorang penyiar radio. Nah, seorang penyiar radio mendistribusikan berbagai macam informasi maupun hiburan, mulai dari berita terkini hingga musik terpopuler ke banyak orang yang jangkauannya mungkin nggak hanya satu kota saja, melainkan kabupaten hingga mancanegara.

Radio station dianggap sebagai pusat penyiar dalam memberitahukan informasi kepada pendengar, sehingga saat penyiar sudah mulai menyatakan hal-hal penting melalui alat khusus, maka orang-orang di mana pun yang mendengarkan radio tersebut di jam yang sama, maka akan memperoleh informasi sama pula, Sob.

Pembagian Kelas IPV4

IPV4 terdiri dari beberapa kelas, yakni A-B-C-D-E. Berikut penjelasannya.

  1. Kelas A

Rentang angka IP : 0.0.0.0 – 127.255.255.255

Jumlah alamat IP (maksimal) : 16.777.216

Jumlah jaringan (maksimal) : 128

Cocok digunakan untuk jaringan yang memiliki skala sangat besar karena kapasitasnya pun sangat memadai. Namun, jika dibandingkan dengan kelas lainnya, seperti B dan C, kelas A mempunyai jumlah pembentukan jaringan cenderung minim, akan tetapi dari segi kapasitasnya, kelas A memegang posisi utama.

2. Kelas B

Rentang angka IP : 128.0.0.0 – 191.255.255.255

Jumlah alamat IP (maksimal)  : 1.048.576

Jumlah jaringan (maksimal): 16.384

Kelas B diperuntukan bagi jaringan dengan skala menengah ke atas dan mampu menciptakan jaringan hingga mencapai 16.384 buah, serta masing-masing jaringan bisa menampung host dengan jumlah 65.534.

3. Kelas C

Rentang angka IP: 192.0.0.0 – 223.255.255.255

Jumlah alamat IP (maksimal) : 65.536

Jumlah jaringan (maksimal) : 2.097.152

Kelas ini digunakan untuk skala jaringan yang jauh lebih kecil, karena setiap jaringan hanya mampu menampung host hingga mencapai 254 host saja. Nah, biasanya, kelas C lebih digunakan pada rangkaian internet protokol secara private, misalnya saja seperti sekolah, universitas, hingga kost-kostan.

4. Kelas D

Rentang angka IP: 224.0.0.0 – 239.255.255.255

Jumlah alamat IP (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik

Jumlah jaringan (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik

5. Kelas E

Rentang angka IP : 140.0.0.0 – 255.255.255.255

Jumlah alamat IP (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik

Jumlah jaringan (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik

Baca juga: 5 Panel VPS Yang Harus Kamu Ketahui

IPV4 Terdiri dari Berapa Bit?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, IPV4 terdiri dari 32 bit. Meskipun jauh lebih terbatas dibandingkan IPV6, akan tetapi IP4 bisa menampung alamat mencapai 4 miliar (jika diciptakan dalam bentuk deretan angka, maka kurang lebih seperti ini 4.789.344.967).

Selain itu, pemisahan antara deretan angka pada IP4  menggunakan titik (.), sedangkan IPV6 menggunakan dua titik sebagai pemisahnya (::).

Perbedaan IPV4 dengan IPV6

Terdapat perbedaan cukup signifikan antara IPV4 dan IPV6, baik dari ukuran bit, router, hingga mobilitasnya. Yuk ketahui perbedaan di antara keduanya!

  • Konfigurasi: IPV4 mempunyai sistem konfigurasi manual, sedangkan IPV6 otomatis
  • Kapasitas: IPV4 terdiri dari 32 bit dan IPV6 sekitar 128 bit
  • Penggunaan: IPV4 mulai dioperasikan pada tahun 1981 dan IPV6 baru bisa digunakan sejak tahun 1999
  • IPSEC: IPV4 bersifat opsional dan IPV6 mendukung penuh fitur ini
  • Mobilitas: IPV4 sangat bergantung pada kemampuan roaming, sehingga jatuhnya terbatas, sedangkan IPV6 cenderung stabil (tetap terjaga)
  • Routing: IPV4 cenderung menurun dan IPV6 efisien
  • Ukuran header: IPV4 mempunyai ukuran header 20 oktet dan IPV6 mempunyai ukuran 40 oktet

Bagaimana, sudah tahu kan IPV4 terdiri dari berapa kelas dan bit? Semoga artikel ini bermanfaat, terutama untuk kamu yang menggunakan IPV4 sebagai protokol jaringan utama. Jika masih punya pertanyaan, kritik, ataupun saran, langsung tuliskan saja di kolom komentar ya, Sob!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like