JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman yang banyak digunakan. JavaScript juga tidak asing di telinga orang awam. Nggak cuma anak IT aja nih, Sob, yang pernah mendengarkan bahasa pemrograman yang satu ini. Nah, ini bukan tanpa alasan, Sob. Ternyata, JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di dunia. JavaScript adalah satu dari tiga bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan selain HTML dan CSS. Maka dari itu, nggak heran kalau bahasa pemrograman yang satu ini sangat hits.

Layanan-layanan yang disediakan oleh Jagoan Hosting juga berkaitan dengan bahasa pemrograman yang satu ini, Sob. Ada domain, hosting, website, dan jenis layanan lainnya. Kali ini Jagoan Hosting, penyedia layanan hosting terbaik di Indonesia akan membagikan informasi seputar JavaScript yang merupakan bahasa pemrograman terpopuler di dunia.

Javascript adalah…

javascript adalah
gambar dari unsplash

JavaScript adalah salah satu bagian dari World Wide Web atau Waring Wera Wanua. World Wide Web lebih dikenal dengan sebutan WWW. Terdengar familiar kan, Sob? Ya, benar! WWW yang dimaksud adalah WWW yang biasa kamu akses di internet. Makanya, WWW sering banget disamaartikan dengan internet.

Di dalam WWW ini terdapat tiga bahasa pemrograman yang salah satunya adalah JavaScript. Ada Hypertext Markup Language (HTML) yang berguna untuk menambahkan konten atau data ke web, Cascading Style Sheet (CSS) berguna untuk membuat layout atau tema website dan JavaScript berguna untuk menyempurnakan sistem sekaligus tampilan halaman website. Jadi bisa disimpulkan kalau sebenarnya JavaScript adalah salah satu sahabat karib si client side alias front-end programmer.

Awal mula JavaScript, sejak 25 tahun lalu

JavaScript sudah dikembangkan sejak tahun 1995 lalu. Bahasa pemrograman yang satu ini dikembangkan oleh Brendan Eich di bawah naungan Netspace. Awalnya, si JavaScript ini punya nama lain, Sob. Sebelum menjadi JavaScript, bahasa pemrograman ini dinamai Mocha dan berganti menjadi LiveScript. Barulah beberapa waktu berikutnya nama JavaScript resmi digunakan.

Kalian penasaran nggak, Sob? Kira-kira butuh waktu berapa lama untuk mengembangkan JavaScript? Konon katanya, proses desain JavaScript memerlukan waktu sepuluh hari. Wah, ini adalah sepuluh hari yang sangat bermakna untuk dunia! Karena sepuluh hari inilah kita bisa menikmati berbagai hal di internet hingga saat ini. Bahkan pada tahun 2016 lalu, JavaScript sudah digunakan oleh 92% website di dunia. Keren banget, kan! Nggak heran kalau kita sudah sangat familiar dengan JavaScript.

Cara kerja JavaScript

Sekarang kita bahas cara kerjanya ya, Sob. Agar kita bisa lebih paham dengan JavaScript. Nah, jika pada HTML, CSS dan PHP bahasa pemrogramannya diproses di server, maka ini berbeda dengan cara kerja JavaScript. HTML dan CSS berputar di balik server. Semua prosesnya menjadi tanggung jawab back-end programmer. Bahasa pemrograman HTML dan CSS akan diproses dan dipindai oleh web server.

Berbeda dengan JavaScript. JavaScript di-embed langsung ke halaman website. Makanya JavaScript disebut berada di sisi klien. Script yang ada akan terunduh di perangkat kita. Bukan diproses lewat server lagi, Sob.

Kelebihan JavaScript

Sebagai salah satu bahasa pemrograman yang populer, tentu saja JavaScript memiliki banyak kelebihan. Beberapa kelebihan JavaScript adalah:

  1. Web browser bisa menginterpretasikan secara otomatis dengan HTML
  2. Sangat mudah dipahami
  3. Penanganan error lebih mudah
  4. JS bisa digunakan di browser lain
  5. Kamu bisa validasi input dan mengurangi pengecekan data manual dengan JavaScript
  6. Akses cepat dan ringan, sangat user friendly.

Kekurangan JavaScript

JavaScript memang memiliki banyak sekali kelebihan, tapi bukan berarti JavaScript nggak punya kekurangan. Kamu perlu tau beberapa kekurangan yang dimiliki JavaScript ini:

  1. Berisiko terhadap paparan eksploitasi
  2. Rentan digunakan untuk keperluan yang buruk seperti mengaktifkan kode berbahaya di perangkat pengguna
  3. Terlalu banyak JS code snippet-nya
  4. Cenderung tidak konsisten karena data masing-masing perangkat di-render secara berbeda

Empat hal inilah yang menjadi kekurangan JavaScript, Sob. Kekurangan ini tetap perlu kamu perhatikan dan pertimbangkan. Keamanan dan kenyaman pengguna tetap menjadi prioritas, jadi jangan sampai kamu mengabaikan kekurangan yang dimiliki bahasa pemrograman ini.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like