Sebagai seorang developer website, kamu tentu akan dimudahkan dengan adanya framework, seperti pada bahasa pemrograman PHP. Singkatnya, framework adalah kerangka kerja yang dibuat agar proses developing menjadi lebih praktis. Kini, sudah cukup banyak pilihan framework PHP yang bisa kamu pakai sesuai teknologi yang kamu kuasai. 

Kali ini Jagoan Hosting akan kasih kamu beberapa rekomendasi contoh framework PHP terbaik yang sering digunakan serta mudah dipelajari oleh pemula. Pastikan kalau kamu sudah mempelajari tutorial PHP yang telah kami berikan sebelumnya, ya! 

Apa itu Framework?

framework php
Photo by Tranmautritam from Pexels

Framework adalah kerangka yang mempermudah developer dalam membangun website atau app. Ibaratnya, ketika seseorang akan membangun rumah, framework adalah peralatan yang dibutuhkan, seperti bor, cangkul, ember, sekop, dan yang lainnya.

Bayangkan Sob jika semua peralatan ini tidak ada. Kamu harus membangun rumah hanya dengan tangan. Tentu akan memerlukan tenaga ekstra dan waktu yang lama. 

Nah, framework adalah peralatan tadi yang membantu kamu untuk menjalankan pembangunan. Jadi, jika kamu ingin membangun sebuah aplikasi PHP baru, langkah utamanya yaitu memilih framework yang memiliki fungsi terlengkap dan tentunya sesuai dengan kebutuhan. 

Sebenarnya ada banyak sekali framework PHP yang tersedia. Semua memiliki keunikan, kelebihan, dan tujuan masing-masing. Jadi sebelum mem-built sebuah aplikasi kamu perlu 

Contoh Framework PHP Terbaik yang Sering Digunakan

Kali ini Jagoan Hosting akan membahas satu persatu framework PHP terbaik dan paling populer untuk kalian para developer! Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan kamu bisa menentukan framework apa yang sesuai dengan kebutuhan developing kamu. Yuk, check it out!

1. Laravel 

Ketika kamu mencari framework terbaik untuk PHP, laravel adalah framework yang sering muncul. Banyak developer yang menggunakan laravel untuk project mereka. Inilah mengapa laravel masuk ke dalam daftar pertama framework PHP terbaik dan terpopuler saat ini.

Nah, meski sering dianggap sama, namun ada beberapa perbedaan laravel dan codeigniter yang kamu perlu kenali. Nilai plus dari framework ini adalah sintaksnya yang elegan, rapi, dan ringkas sehingga mempermudah developer dalam membaca program yang dikembangkan oleh developer lain. Selain itu, ada beberapa fungsi unggulan dari Laravel seperti otentikasi user, manajemen sesi, dan caching .

2. Codeigniter

Codeigniter juga merupakan framework PHP selain laravel yang menggunakan arsitektur Model View Controller (MVC). Jadi untuk menghandle task secara spesifik, codeigniter menggunakan komponen yang berbeda. 

Jika kamu seorang developer yang baru belajar framework PHP, codeigniter adalah pilihan yang tepat. Selain mudah dipahami, platform ini memiliki dokumentasi yang cukup lengkap. Kamu akan menemukan banyak panduan ketika sewaktu-waktu terjadi masalah atau saat dalam proses built mengalami kesulitan. 

Kelebihan dari framework CI adalah kinerjanya yang solid, dimana codeigniter cukup sempurna untuk mengembangkan aplikasi ringan di dalam server sederhana. 

3. Cakephp

CakePHP merupakan framework PHP yang menggunakan arsitektur MVC pertama yang masuk ke dalam market pada awal tahun 2000 an. Hal itu sudah cukup lama berlalu namun framework CakePHP tetap menjadi salah satu framework PHP terpopuler yang masih digunakan.

Kelebihan dari framework ini antara lain :

  • Cocok untuk mengembangkan aplikasi web yang bersifat kompleks
  • Sudah terdapat caching, otentikasi
  • Mampu mencegah injeksi SQL
  • Mudah konfigurasinya
  • Dokumentasi yang baik,

Dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki, pasti ada sedikit kekurangan yang pada CakePHP yaitu strukturnya yang lebih kompleks jika dibanding dengan framework lainnya. 

framework php
Photo by Mikhail Nilov from Pexels

4. Symfony

Framework Symfony cukup populer sama dengan laravel dan codeigniter. Apa sih alasannya? Iya, karena framework ini sangat fleksibel dan menawarkan fitur bundle dan komponen yang membuatmu bisa mengambil sebagian fungsi PHP secara langsung atau menggunakan keseluruhan fungsi dengan cara sederhana.

Ketika program di run untuk memastikan apakah aplikasi sudah berjalan dengan semestinya, Symfony juga menyertakan fungsionalitas built-in testing. Yang disayangkan adalah  beberapa pengguna framework ini mengatakan, aplikasi yang dikembangkan oleh Symfony tidak dapat berjalan dengan maksimal. Selain itu, menurut para developer, Symfony juga bekerja lebih lambat dibanding dengan framework lain.

5. Slim

Framework Slim, ada yang sudah pernah mendengarnya Sob? Framework ini biasa digunakan untuk mengembangkan API RESTful. Ada banyak fitur dan komponen yang bisa membantumu sebagai developer untuk membangun API dengan cepat dan mudah. 

Kelebihan dari framework ini adalah :

  • Mudah untuk dipelajari, cocok untuk developer pemula yang masih belajar
  • Terbaik untuk mengembangkan API
  • Bisa digunakan untuk membangun aplikasi web yang besar maupun kecil.

Namun, framework ini juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu :

  • Lemahnya dependencies to injection
  • Dan, membutuhkan basis yang kuat untuk menciptakan dependencies

6. Yii Framework

Yii merupakan framework yang baru muncul sebagai jajaran framework PHP terpopuler. Mungkin bisa dibilang baru, namun konfigurasi framework ini cukup mudah untuk dipahami. Mengenai performance nya, jangan diragukan lagi karena framework ini dapat berjalan dengan maksimal alias bisa bersaing dengan framework populer lain seperti diatas. 

Dengan menggunakan Yii Framework, kamu bisa mempercepat kinerja web lebih cepat dibanding dengan framework lain. Tak hanya itu, dengan menggunakan Yii kamu bisa membangun aplikasi web dengan mengintegrasikan jQuery.

Kelebihan framework ini adalah :

  •  Kode yang ringan dan mudah dipelajari
  • Fitur keamanan yang baik
  • Membantu menghubungkan antara library dan packages

Kekurangan dari Yii adalah :

  • Tidak ada dukungan untuk membuat aplikasi web yang kompleks
  • Developer  framework Yii yang masih sedikit

7. Phalcon

Pada tahun 2012, framework ini pertama kali dikenalkan ke publik dan sempat menarik minat developer. Phalcon ditulis dengan bahasa pemrograman C dan C++ sehingga meningkatkan optimasi serta eksekusi.

Fitur paling unik yang ada pada Phalcon yaitu ekstensi C nya, sehingga saat menggunakan framework tersebut kamu tidak perlu lagi bahasa C.

Kelebihan Phalcon :

  • Sangat cepat
  • Struktur proyek yang fleksibel
  • Clean code dan aman

Sedangkan kekurangannya:

  • Butuh skill pemrograman yang bagus untuk mempelajari framework ini
  • Instalasi yang kompleks 

Apa Fungsi Framework PHP?

framework php
Photo by Christina Morillo from Pexels

Sebagai seorang developer, kamu tentu harus mengetahui tujuan dari penggunaan framework dalam kepentingan membuat aplikasi. Sehingga proses built dapat dilakukan dengan menggunakan framework yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa fungsi framework php:

1. Kode lebih terstruktur

Terstruktur disini maksudnya adalah program yang dibuat akan dimasukkan ke dalam setiap komponen sesuai dengan fungsinya masing-masing. Salah satu contoh yaitu Laravel, yang menggunakan konsep MVC. 

Model berfungsi untuk wadah kode program berupa algoritma pemrograman dan penghubung database aplikasi. View berfungsi sebagai tempat menampung kode program untuk membuat tampilan yang akan ditampilkan. Dan controller berfungsi untuk menghubungkan model dan view menjadi sebuah website utuh.

2. Membantu kinerja developer

Dari sini, kamu sudah pasti berpikir bahwa sebenarnya dalam membuat sebuah aplikasi dapat dilakukan tanpa menggunakan bantuan framework. Tentu bisa, namun jika proyek masih dalam lingkup kecil. Agar dapat efisien dalam segi waktu, framework memang pilihan yang tepat untuk itu. 

3. Mempercepat pembuatan website 

Bukan berarti pembuatan website yang baik dilakukan dengan cepat saja, namun juga dilakukan dengan lebih cepat namun menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan customer. 

Pengembang aplikasi hanya perlu menggunakan komponen yang sudah tersedia dalam framework sehingga tidak perlu lagi menyusun ulang kode dari awal.

Nah, Sob, agar kodingan kamu bisa ditampilkan kepada khalayak umum dan menjadi sebuah website yang keren, seperti website portofolio atau website untuk menawarkan jasa lainnya, kamu bisa menyempurnakannya dengan domain dan unlimited hosting dari Jagoan Hosting.

Mengapa harus Jagoan Hosting? Ya, karena untuk kamu seorang developer pemula produk ini sangat cocok. Terlebih unlimited hosting ini memberikan banyak bonus dengan harga yang termurah di Indonesia

Biaya perawatan server hosting ini lebih efisien sehingga harga paket hosting pun bisa lebih murah. Tunggu apalagi? Segera kunjungi dan dapatkan promo menariknya hanya di Jagoan Hosting!

Kesimpulan

Dari ketujuh rekomendasi di atas, pilihan framework PHP yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Laravel, dan disusul oleh Codeigniter. Jika kamu seorang pemula yang ingin mengembangkan skill di dunia programming, maka tidak ada salahnya untuk mempelajari dua hal tersebut mengingat semakin banyak perusahaan yang membutuhkannya.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like