Objective Key Results (OKR) adalah salah satu sistem yang diterapkan oleh sebuah perusahaan untuk mengukur tingkat keberhasilan bisnis dalam mencapai tujuan mereka. Secara sederhana, OKR adalah serangkaian sistem manajemen dimana perusahaan dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.

Selain OKR, kamu mungkin juga mendengar terkait KPI (Key Performance Indicator) yang juga digunakan untuk mengukur performa kinerja. Lantas sebenarnya, apa itu OKR dan apa perbedaannya dengan KPI? Simak pembahasannya di sini ya, Sob!

Apa itu OKR, OKR vs KPI
Apa itu OKR? – via : plan.io

Apa itu OKR?

OKR adalah sebuah sistem manajemen yang disusun untuk menetapkan tujuan dan mengukur tingkat pencapaian dari tujuan tersebut. Oleh karena itu, komponen penyusun OKR merupakan sejumlah indikator yang dibutuhkan sebuah organisasi untuk mengetahui performa atau kinerja. 

Di Indonesia, penggunaan OKR sudah semakin marak dan banyak digunakan oleh perusahaan, terutama berupa startup (perusahaan rintisan). Sejumlah indikator yang terukur pada OKR digunakan untuk mengetahui apakah suatu tujuan telah dicapai atau belum.

Tujuan dari OKR adalah mengukur kinerja dan performa dari setiap individu maupun tim dalam sebuah perusahaan. Selain itu, fungsi OKR adalah memastikan bahwa setiap proses dari tujuan dapat terukur di setiap pelaksanaannya. 

Sesuai namanya, Objective Key Result (OKR) disusun atas dua komponen yang bisa diidentifikasi dari namanya. Komponen pertama OKR adalah objective yang merupakan tujuan atau target untuk dicapai. Komponen kedua dari OKR adalah key result sebagai bentuk tindakan yang bisa diukur dan memiliki periode waktu.

Pada awal mulanya, OKR adalah sistem yang dikembangkan oleh Andy Grove saat menjabat sebagai CEO Intel pada tahun 1970. Konsep ini kemudian banyak digunakan oleh banyak perusahaan besar lainnya di Silicon Valley. Google adalah salah satu perusahaan yang sukses mengaplikasikan OKR ke dalam sistem manajemen perusahaan mereka. 

Hal tersebut yang semakin mendorong perusahaan besar lainnya untuk turut menerapkan OKR, mulai dari Spotify, LinkedIn, Twitter, Amazon, dan Airbnb.

Baca juga: Strategi Pemasaran: Pengertian, Fungsi, Keunggulan & Contoh

Manfaat OKR

OKR adalah serangkaian sistem yang digunakan untuk mengukur kinerja dalam mencapai tujuan atau objektivitas yang telah ditetapkan. Implementasinya juga membantu sebuah organisasi untuk melakukan evaluasi dari proses. Pada intinya,  OKR adalah sistem ukur bukan sebuah alat penilaian untuk karyawan.

Berdasarkan definisi apa itu OKR maka dapat diperoleh sejumlah manfaat OKR, sebagaimana daftar berikut:

Perencanaan lebih fleksibel

Pada umumnya, target yang ditentukan pada OKR adalah pencapaian jangka pendek. Hal ini bukan bermakna jika suatu organisasi tidak bersikap visioner, sebaliknya hal ini justru membantu untuk bersikap lebih responsif terhadap perubahan. 

Perusahaan dapat menyesuaikan target jika terdapat perubahan signifikan pada kondisi pasar. Dengan demikian, manfaat OKR adalah mengurangi sumber daya untuk sebuah perencanaan yang terkadang membutuhkan banyak waktu, pikiran, dan tenaga untuk menyusunnya.

Target lebih jelas dan fokus

OKR adalah sebuah sistem yang sederhana. Maknanya objektif yang disusun pada OKR fokus pada hal-hal krusial sehingga mengurangi risiko melewatkan sebuah kesempatan menguntungkan. 

Dalam implementasinya, satu kesatuan tim atau divisi dalam perusahaan dapat fokus pada pencapaian beberapa target dalam jangka waktu pendek.

Membangun kolaborasi tim

OKR adalah metode yang dinilai efektif untuk membangun kolaborasi tim secara optimal. Setiap individu dapat fokus pada pencapaian tujuan yang menjadi bagian dari tugasnya. Hal ini menjadi faktor untuk membangun motivasi dan produktivitas karyawan dimana mereka dapat memberikan kontriusi secara lebih nyata. 

Percepatan perkembangan

Manfaat OKR adalah mempercepat perkembangan baik secara individu bagi karyawan maupun perusahaan. Target yang disusun dalam OKR cenderung mendorong individu untuk mencapai target mereka. 

Dengan demikian, hal tersebut secara tidak langsung juga membantu perusahaan untuk semakin berkembang.

Baca juga: Sales Funnel: Pengertian, Tujuan, Contoh, Tahapan & Strategi

Komponen penyusun OKR

Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian apa itu OKR, alat ukur kinerja ini tersusun atas dua komponen utama, yaitu objective dan key results. Dalam implementasinya, kamu bisa menggunakan formula sederhana dari OKR, seperti berikut:

“Saya akan ….. (objective) yang akan diukur berdasarkan ….. (key results)”

Berdasarkan formula di atas, dapat diperhatikan bahwa penyusunan OKR tergolong sederhana. Pernyataan untuk target yang ingin dicapai (objective) dan bagaimana cara mengukur keberhasilan target tersebut (key result) ditulis dengan sederhana dan singkat.

Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan mengingat hal apa yang perlu dicapai. Oleh karena itu, penyusunan objektif lebih baik dibuat inspiratif, menarik, dan menantang tim.

Contoh OKR

Berikut contoh penyusunan OKR yang memuat satu objektif dan beberapa alat ukur yang digunakan untuk mencapainya:

Objective: Memperoleh 15.000 traffic atau kunjungan baru ke halaman Blog pada website dalam waktu 3 bulan.

Key results:

  • Memperoleh setidaknya 5000 pengunjung baru pada laman Blog di setiap bulannya.
  • Artikel yang memuat kata kunci dengan volume pencarian tinggi berada di halaman pertama Google. 
  • Jumlah page views pada setiap artikel menunjukkan grafik signifikan naik.

Nah, itu dia pembahasan lengkap mengenai apa itu OKR. Pada intinya, OKR adalah serangkaian alat ukur yang bermanfaat dalam membantu perusahaan atau organisasi mencapai target. Penerapan OKR telah dinilai efektif oleh banyak organisasi karena implementasinya yang lebih fokus dan terukur.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like