Jika domain adalah sebuah rumah, maka subdomain adalah ruangan atau bagian dari rumah tersebut. Dalam kata lain, subdomain adalah bagian tambahan dari sebuah main domain. 

Biasanya, subdomain digunakan dalam sebuah website untuk memisahkan blog, forum, atau bagian lain dari domain utama. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang subdomain dan cara pembuatannya, kamu bisa baca selengkapnya di sini!

Apa itu Domain?

Sebelum membahas lebih dalam mengenai subdomain, akan lebih baik jika kamu mengetahui dulu apa itu domain? Domain adalah URL utama yang biasanya berfungsi sebagai alamat sebuah website.

Domain adalah URL yang diawali dengan “www” dan diakhiri dengan .com atau ID yang menunjukkan domain Indonesia. Selain, ID domain dengan akhir .com juga banyak digunakan di Indonesia. 

Pada intinya, domain adalah nama atau alamat untuk website. Lalu, memiliki fungsi untuk mempermudah pengguna internet mengakses situs website, tanpa harus menghafalkan angka IP address (misal 192.168.68.68) dari berbagai website di internet.

Dibandingkan dengan menghafal angka, tentunya dengan domain akan mempermudah untuk mengingat domain website. Contoh dari domain adalah www.jagoanhosting.com, www.google.com dan lain-lain. 

Apa itu Subdomain?

Setelah mengetahui tentang domain, kamu pasti bertanya-tanya apa bedanya dengan subdomain? Jika domain adalah alamat, maka subdomain dianalogikan sebagai ruang pada rumah tersebut.

Hal ini bisa diartikan bahwa subdomain adalah bagian dari domain. Jadi, subdomain adalah URL unik yang ada pada domain dan penempatannya berada di depan domain. 

Perbedaan antara domain dan subdomain adalah, kamu tidak perlu memiliki subdomain untuk membuat domain. Sebaliknya, kamu harus memiliki dulu domain untuk memiliki subdomain. 

Lebih lanjut, dalam hierarki Domain Name System (DNS), nama domain adalah top level pada hierarki. Misalnya, google.com adalah domain, sedangkan subdomain adalah images.google.com. 

Baca juga: Perbedaan Domain dan Hosting serta Fungsinya pada Website

Perbedaan Subdomain dan Subdirectory

Jika subdomain adalah bagian dari domain, lalu bagaimana dengan subdirectory? Subdirectory adalah analogi dari folder atau disebut juga dengan folder suatu domain. Sebagai contohnya jagoanhosting.com adalah nama domain, lalu memiliki subdirectory jagoanhosting.com/blog/. 

Pada dasarnya, perbedaan dari subdomain dan subdirectory bisa dilihat juga dari trafik. Trafik yang masuk ke subdomain tidak dihitung sebagai trafik di website utama. Sedangkan, pada subdirectory, trafik yang masuk dihitung sebagai trafik website utama.

Perbedaan lainnya dari subdirectory dan subdomain adalah jika subdomain sama dengan membuat domain website baru, maka subdirectory hanya bagian dari website utama. 

Jadi, fungsi subdirectory adalah topik halaman yang masih relevan dengan konten pada website utama. Salah satu fungsi lain menggunakan subdirectory yang lain adalah untuk SEO.

Untuk memiliki performa SEO pada website, kamu bisa menggunakan subdirectory. Karena biasanya Google akan merekomendasikan URL yang ramah SEO dan dapat menarik banyak pengunjung. 

Contoh Subdomain dan Domain

Untuk memperdalam pengertian subdomain dan bedanya domain, Jagoan Hosting akan membahas tentang contoh subdomain. Domain maupun subdomain adalah bagian dari URL website. 

Contoh domain pasti diawali dengan menggunakan www. Contohnya seperti, jagoanhosting.com atau bisa dibuka dengan menggunakan www.jagoanhosting.com, keduanya akan mengakses pada halaman yang sama. 

Sedangkan, contoh subdomain dari jagoanhosting.com adalah member.jagoanhosting.com. Konten dari halaman subdomain tersebut tentunya berbeda dengan halaman utama website jagoanhosting.com. 

Contoh subdomain dan domain yang lain, seperti google.com atau www.google.com  yang merupakan contoh domainnya, sedangkan subdomain contohnya adalah translate.google.com. 

Baca juga: DDoS Attack: Pengertian, Jenis, Ciri, dan Cara Mencegahnya

Cara Membuat Subdomain

Jika kamu menggunakan hosting dari Jagoan Hosting, kamu bisa mengakses cPanel domain utama untuk membuat subdomain. Berikut cara membuat subdomain dari Jagoan Hosting. 

1. Login cPanel di beon.co.id

Untuk membuat subdomain, kamu bisa login dulu ke cPanel dan masuk ke subdomain di beon.co.id. Jika berhasil akan muncul tampilan seperti ini. 

Login cPanel di beon.co.id

2. Lakukan Pendaftaran dan Pengisian Subdomain

Langkah selanjutnya adalah melakukan pengisian dan pendaftaran subdomain. Isi subdomain sesuai dengan keinginanmu.

Lakukan Pendaftaran dan Pengisian Subdomain

Jika muncul notifikasi seperti pada gambar di bawah ini, berarti subdomain sudah digunakan dan masih aktif sehingga tidak bisa didaftarkan ulang ya, Sob! 

notifikasi subdomain sudah digunakan dan masih aktif

Jika pengisian subdomain berhasil, maka kamu bisa mengaksesnya melalui cPanel > subdomain, dan akan menemukan list subdomain yang sudah kamu isi di step sebelumnya. 

akses subdomain pada cpanel

3. Upload Data Subdomain

Jika ingin melakukan upload data pada subdomain, kamu bisa mengakses menu file manager > public_html > nama subdomain, seperti, terlihat pada gambar di bawah ini: 

Upload Data Subdomain

Itulah cara membuat subdomain melalui hosting dari Jagoan Hosting. Cukup mudah kan, Sob!

Baca juga: Cara Mudah Cek IP Address di Laptop, Android dan iOS

Fungsi Subdomain

Selain berfungsi untuk mengoptimalkan SEO dan mengorganisasi website, terdapat fungsi lain dari subdomain. Berikut adalah fungsi subdomain yang sudah dirangkum oleh Jagoan Hosting:

1. Melakukan Uji Website Baru

Fungsi subdomain yang pertama adalah untuk menguji website baru. Uji website baru dilakukan dengan mengedit dan membangun ulang website tanpa harus mengaktifkan mode maintenance pada website dengan domain utama.

2. Membuat Website dengan Versi Mobile

Fungsi subdomain juga digunakan untuk membuat website versi mobile. Sebagai contohnya subdomain m.website.com.

3. Membuat Website dengan Bahasa Lain 

Dengan menggunakan subdomain kamu juga bisa membuat website dengan bahasa lain. Sebagai contohnya untuk subdomain dengan bahasa inggris menggunakan en.website.com. 

4. Menawarkan Produk dan Layanan yang Berbeda

Fungsi subdomain berikutnya adalah untuk membuat produk dan layanan yang berbeda dengan domain utama. Misalnya untuk membuat forum toko, blog, support, atau konten lainnya. 

5. Mengorganisasi Website yang Lebih Baik

Fungsi domain yang terakhir adalah untuk mendukung domain utama untuk kenyamanan pelanggan.

Misalnya, untuk membuat halaman kontak, FAQ, serta halaman bantuan lainnya. Contoh subdomain yang bisa digunakan support.website.com. 

Nah, itu dia penjelasan singkat tentang apa itu subdomain, contoh, cara membuat serta serta fungsinya.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa subdomain adalah website lain diluar website utama untuk memisah konten agar lebih spesifik dan tertata.

Sekian penjelasan singkat tentang subdomain di artikel ini, kalau kamu mau lebih update seputar teknologi, baca artikel lainnya di blog Jagoan Hosting ya, Sob.

Dan juga, bagi kamu yang sedang mencari domain unik dengan harga murah dan kece, yuk cek layanan domain murah Jagoan Hosting.

Kami akan memudahkan kamu dalam mendapatkan domain unik untuk website-mu!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like