- Template keuangan memungkinkan kamu mencatat pemasukan dan pengeluaran sehari-hari.
- Formatnya bisa berupa spreadsheet yang dilengkapi dengan rumus untuk menghitung transaksi.
- Pengguna perlu menyimpan dan memperbarui sheet secara rutin agar datanya tidak hilang.
- Rekomendasi aplikasi pencatat keuangan yaitu Navigaji yang bisa mencatat transaksi otomatis.
Mengapa Perlu Catat Keuangan?
Buku catatan keuangan pribadi berfungsi untuk menunjukkan pergerakan uang selama satu periode. Dari catatan tersebut, kamu bisa melihat jumlah pemasukan yang diterima dan pengeluaran yang sudah dilakukan.
Informasi itu berguna karena saldo akhir tidak selalu menggambarkan kondisi keuangan secara utuh.
Seseorang mungkin masih memiliki saldo yang cukup, tetapi beberapa kategori pengeluarannya sudah melewati batas anggaran.
Sebagai contoh, biaya makan di luar mungkin terlihat kecil jika diperiksa satu per satu. Namun, jumlahnya bisa menjadi besar setelah seluruh transaksi dijumlahkan pada akhir bulan. Pencatatan yang rapi akhirnya memudahkan proses evaluasi.
Isi Template Keuangan yang Bisa Diikuti
Setiap orang memiliki kebutuhan pencatatan yang berbeda. Karena itu, format template keuangan sebaiknya mengikuti jenis transaksi yang ingin kamu pantau.
Adapun isi template keuangan yang bisa kamu ikuti yaitu:
1. Tanggal Transaksi
Tanggal menunjukkan waktu terjadinya pemasukan atau pengeluaran. Informasi ini membuat transaksi lebih mudah diurutkan dan diperiksa berdasarkan periode tertentu.
Contoh:
| Tanggal |
| 1 Juli 2026 |
| 2 Juli 2026 |
| 3 Juli 2026 |
2. Keterangan Transaksi
Kolom keterangan menjelaskan aktivitas yang menyebabkan uang masuk atau keluar. Gunakan deskripsi yang singkat, tetapi tetap jelas saat kamu membacanya kembali.
Contoh:
| Keterangan |
| Gaji bulan Juli |
| Belanja kebutuhan dapur |
| Bayar tagihan internet |
| Pendapatan proyek desain |
3. Kategori Transaksi
Kategori mengelompokkan transaksi berdasarkan kegunaannya. Melalui pembagian tersebut, kamu bisa melihat kebutuhan yang paling banyak menggunakan anggaran.
Contoh:
| Keterangan | Kategori |
| Gaji bulan Juli | Pendapatan |
| Belanja kebutuhan dapur | Rumah tangga |
| Ongkos perjalanan | Transportasi |
| Bayar layanan streaming | Hiburan |
4. Kolom Pemasukan
Kolom pemasukan berisi nominal uang yang diterima. Kamu hanya perlu mengisi kolom ini ketika transaksi menambah jumlah saldo.
Contoh:
| Keterangan | Pemasukan |
| Gaji bulan Juli | Rp5.000.000 |
| Pendapatan freelance | Rp1.500.000 |
| Bonus kinerja | Rp500.000 |
5. Kolom Pengeluaran
Kolom pengeluaran berisi nominal uang yang digunakan untuk membayar kebutuhan. Setiap pembayaran sebaiknya dicatat segera agar transaksi kecil tidak terlupakan.
Contoh:
| Keterangan | Pengeluaran |
| Belanja kebutuhan dapur | Rp500.000 |
| Bayar tagihan internet | Rp350.000 |
| Ongkos perjalanan | Rp100.000 |
6. Metode Pembayaran
Metode pembayaran menunjukkan sumber dana yang digunakan dalam transaksi. Kolom ini berguna ketika kamu perlu mencocokkan catatan dengan mutasi rekening atau dompet digital.
Contoh:
| Keterangan | Metode Pembayaran |
| Belanja kebutuhan dapur | Kartu debit |
| Bayar tagihan internet | Transfer bank |
| Ongkos perjalanan | Tunai |
| Makan siang | Dompet digital |
7. Saldo
Kolom saldo menunjukkan jumlah uang yang tersisa setelah sebuah transaksi terjadi. Dalam spreadsheet, saldo bisa diperbarui secara otomatis menggunakan rumus.
Contoh:
| Keterangan | Pemasukan | Pengeluaran | Saldo |
| Saldo awal | Rp2.000.000 | – | Rp2.000.000 |
| Gaji bulanan | Rp5.000.000 | – | Rp7.000.000 |
| Belanja kebutuhan | – | Rp500.000 | Rp6.500.000 |
8. Catatan Tambahan
Kolom catatan digunakan untuk menyimpan informasi yang tidak tercakup dalam kolom utama.
Bagian ini bersifat opsional, tetapi berguna untuk transaksi yang memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Contoh:
| Keterangan | Catatan |
| Belanja kebutuhan dapur | Termasuk kebutuhan untuk satu minggu |
| Pembayaran cicilan | Cicilan ke-5 dari 12 bulan |
| Pendapatan proyek | Pembayaran tahap pertama |
| Tabungan dana darurat | Setoran rutin bulan Juli |
Cara Membuat Template Keuangan Sederhana
Kamu tidak perlu menguasai rumus rumit untuk membuat template sheet keuangan. Mulailah dari kolom dasar, lalu tambahkan bagian lain sesuai kebutuhan.
Mari ikuti cara membuatnya sebagai berikut:
1. Buka Spreadsheet Baru
Buka Google Sheets atau Microsoft Excel, kemudian buat dokumen baru. Beri nama dokumen sesuai periode pencatatan.
Misalnya, “Catatan Keuangan Juli 2026”. Untuk pencatatan tahunan, kamu bisa membuat satu sheet untuk setiap bulan.
2. Buat Kolom Tanggal
Kolom tanggal menunjukkan kapan transaksi terjadi. Gunakan satu format tanggal yang sama pada seluruh baris agar data mudah diurutkan.
3. Tambahkan Kolom Keterangan
Kolom keterangan menjelaskan tujuan setiap transaksi. Pilih deskripsi yang singkat, tetapi tetap mudah dipahami saat catatan diperiksa kembali.
4. Buat Kolom Kategori
Kolom kategori mengelompokkan transaksi yang memiliki fungsi serupa. Pengelompokan ini membuat total pengeluaran setiap kebutuhan lebih mudah diperiksa.
Kategori yang bisa digunakan antara lain:
- Pendapatan
- Makanan
- Transportasi
- Tagihan
- Kesehatan
- Pendidikan
- Hiburan
- Tabungan
- Cicilan
5. Pisahkan Pemasukan dan Pengeluaran
Buat kolom berbeda untuk uang masuk dan uang keluar. Pemisahan tersebut membuat proses perhitungan menjadi lebih sederhana.
Masukkan nominal pemasukan hanya pada kolom pemasukan. Gunakan cara yang sama untuk kolom pengeluaran.
6. Tambahkan Metode Pembayaran
Kolom metode pembayaran menunjukkan sumber dana yang digunakan. Isinya bisa berupa tunai, rekening bank, kartu, atau dompet digital.
7. Buat Kolom Saldo
Kolom saldo memperlihatkan jumlah uang setelah sebuah transaksi dicatat. Gunakan rumus agar nilainya berubah otomatis pada setiap baris.
8. Tambahkan Ringkasan Bulanan
Buat bagian ringkasan pada bagian atas atau bawah sheet. Bagian ini bisa berisi total pemasukan, total pengeluaran, dan saldo akhir. Gunakan fungsi SUM untuk menghitung angka dalam satu kolom.
Contoh Template Keuangan Siap Copas
Setelah memahami format dan cara membuatnya, kamu bisa menggunakan contoh berikut sebagai dasar pencatatan.
Cukup salin tabel template keuangan ini ke Google Sheets atau Microsoft Excel, lalu sesuaikan kategorinya dengan kebutuhanmu.
| Tanggal | Keterangan | Kategori | Pemasukan | Pengeluaran | Metode | Saldo |
| 01/07/2026 | Saldo awal | Saldo | Rp2.000.000 | – | Bank | Rp2.000.000 |
| 01/07/2026 | Gaji bulanan | Pendapatan | Rp5.000.000 | – | Transfer | Rp7.000.000 |
| 02/07/2026 | Belanja bulanan | Rumah tangga | – | Rp500.000 | Debit | Rp6.500.000 |
| 03/07/2026 | Bayar listrik | Tagihan | – | Rp300.000 | Transfer | Rp6.200.000 |
| 04/07/2026 | Pendapatan freelance | Pendapatan | Rp1.500.000 | – | Transfer | Rp7.700.000 |
| 05/07/2026 | Transportasi | Transportasi | – | Rp100.000 | Tunai | Rp7.600.000 |
| 06/07/2026 | Makan di luar | Makanan | – | Rp150.000 | Dompet digital | Rp7.450.000 |
| 07/07/2026 | Tabungan dana darurat | Tabungan | – | Rp1.000.000 | Transfer | Rp6.450.000 |
Setelah mencatat transaksi, tambahkan ringkasan di bawah tabel. Ringkasan tersebut memperlihatkan kondisi keuangan selama periode yang dipilih.
| Ringkasan | Nominal |
| Total pemasukan | Rp6.500.000 |
| Total pengeluaran | Rp2.050.000 |
| Saldo awal | Rp2.000.000 |
| Saldo akhir | Rp6.450.000 |
Kamu juga bisa membuat tabel anggaran terpisah. Tabel ini membandingkan batas pengeluaran dengan realisasi pada setiap kategori.
| Kategori | Anggaran | Pengeluaran Aktual | Selisih | Status |
| Makanan | Rp1.500.000 | Rp1.200.000 | Rp300.000 | Aman |
| Transportasi | Rp700.000 | Rp750.000 | -Rp50.000 | Melebihi |
| Rumah tangga | Rp1.000.000 | Rp800.000 | Rp200.000 | Aman |
| Hiburan | Rp500.000 | Rp600.000 | -Rp100.000 | Melebihi |
Cara Menggunakan Sheet Template Keuangan
Kalau kamu masih bingung terkait cara menggunakannya, bisa simak beberapa tips atau cara berikut:
- Tentukan Periode Pencatatan: Pilih apakah sheet digunakan untuk periode mingguan atau bulanan.
- Masukkan Saldo Awal: Catat jumlah uang yang tersedia pada awal periode. Sesuaikan nilainya dengan sumber dana yang ingin kamu pantau.
- Catat Transaksi Segera: Masukkan transaksi setelah pembayaran dilakukan. Jika pencatatan terus ditunda, pengeluaran kecil akan lebih mudah terlupakan.
- Gunakan Kategori yang Konsisten: Pakai satu nama kategori untuk transaksi sejenis. Cara ini menjaga data tetap rapi saat kamu menghitung total pengeluaran.
- Cocokkan dengan Mutasi Rekening: Periksa catatan pada sheet dan bandingkan dengan riwayat transaksi bank. Langkah ini bisa menemukan transaksi yang belum tercatat.
- Evaluasi Pengeluaran: Periksa kategori yang paling banyak memakai anggaran. Setelah itu, tentukan batas baru untuk periode berikutnya.
- Simpan Salinan Dokumen: Simpan template di penyimpanan cloud atau buat salinan secara berkala agar catatan tetap tersedia saat perangkat bermasalah.
Perbandingan Mencatat Keuangan dengan Aplikasi vs Sheet
Template keuangan spreadsheet memberi kebebasan untuk mengatur format sendiri. Kamu bisa menambahkan kolom atau rumus sesuai kebutuhan pencatatan.
Namun, pengguna tetap harus memasukkan transaksi satu per satu. Ketika pencatatan tertunda, saldo dan laporan pada sheet tidak lagi menunjukkan kondisi terbaru.
Aplikasi pencatatan keuangan menawarkan proses yang lebih praktis karena sebagian pekerjaan berjalan melalui sistem. Perbedaan keduanya bisa kamu lihat pada tabel berikut:
| Aspek | Template Sheet Keuangan | Aplikasi Keuangan |
| Cara Mencatat | Diisi manual | Bisa dicatat otomatis dari foto struk |
| Pengaturan Format | Bebas disesuaikan | Mengikuti fitur aplikasi |
| Perhitungan | Menggunakan rumus | Diproses oleh sistem |
| Foto Struk | Tidak tersedia secara bawaan | Bisa tersedia melalui AI |
| Ringkasan Harian | Perlu dibuat sendiri | Bisa dikirim otomatis |
| Dashboard | Dibuat sendiri | Sudah tersedia |
FAQ
1. Apa Saja yang Harus Ada dalam Template Keuangan?
Template pencatatan keuangan sebaiknya memiliki kolom tanggal, keterangan, kategori, pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Kamu bisa menambahkan metode pembayaran jika ingin mencocokkan catatan dengan mutasi rekening.
2. Apakah Template Keuangan Bisa Dibuat di Google Sheets?
Bisa. Google Sheets mendukung pembuatan spreadsheet keuangan dan penggunaan rumus otomatis. Justru dokumen ini lebih mudah dibuka dan bisa diakses melalui beberapa perangkat selama terhubung ke akun Google.
3. Apakah Ada Alternatif Template Sheet Keuangan yang Lebih Praktis?
Ada. Aplikasi seperti Navigaji menawarkan pencatatan melalui Telegram dan pemrosesan foto struk dengan AI. Dengan ini, kamu juga bisa memantau catatan melalui dashboard tanpa menyusun rumus sendiri.
Catat Keuangan tanpa Sheet Manual dengan Aplikasi Navigaji!
Jika kamu sering lupa mengisi sheet template keuangaan, mungkin karena kamu membutuhkan cara yang lebih praktis, seperti yang ditawarkan oleh Navigaji AI Smart Finance Tracker dari Jagoan Hosting.
Aplikasi ini menawarkan cara mencatat keuangan yang praktis. Kamu cukup mengirim pesan ke bot Telegram setiap kali menerima pemasukan atau melakukan pengeluaran.
Ketika tidak sempat mengetik, kamu bisa mengirim foto struk. AI Navigaji akan membaca informasi pada struk tersebut, lalu memasukkannya ke catatan transaksi.
Navigaji juga menyediakan dashboard kesehatan keuangan bulanan. Melalui dashboard tersebut, kamu bisa memeriksa kondisi keuangan tanpa menghitung ulang seluruh transaksi.
Saat mengalami kendala, pengguna bisa menghubungi Jagoan Nextcare. Tim support tersedia melalui WhatsApp 24/7 untuk memberi panduan selama penggunaan produk.
Bagi pengguna yang membutuhkan pendampingan lebih intensif, tersedia pula VIP Support Jagoan Hosting.
Saatnya coba tool Manajemen Keuangan Murah Terbaik dengan dukungan support via WhatsApp 24/7 ini! Dengan Navigaji, kamu tidak perlu membuka template sheet keuangan setiap kali melakukan transaksi.


