- Link phishing bisa mengarahkan pengguna ke halaman login palsu atau unduhan berbahaya.
- Alamat domain yang janggal adalah salah satu ciri yang paling mudah dikenali.
- Cara cek link phishing bisa dilakukan tanpa membuka halaman tujuan dengan Google Safe Browsing.
- Website bisnis tetap membutuhkan perlindungan server meskipun pengguna sudah berhati-hati saat membuka tautan.
Mau Website Keren dengan Budget Terbatas?
Nggak perlu modal besar buat punya website profesional. Hosting Murah Jagoan Hosting kasih kamu semua yang dibutuhkan. Cocok untuk pelajar, freelancer, UMKM, bahkan pemula sekalipun. Plus support nonstop 24 jam
Apa Bahaya Link Phishing?
Link phishing digunakan untuk mengarahkan korban ke halaman yang berada di bawah kendali pelaku.
Halaman tersebut sering dibuat menyerupai situs resmi agar korban tidak menyadari bahwa informasi yang dimasukkan akan dicuri.
Informasi yang menjadi sasaran bisa berupa alamat email, kata sandi, PIN, nomor kartu, atau kode verifikasi.
Setelah mendapatkannya, pelaku bisa mengambil alih akun dan menggunakannya untuk aktivitas lain.
Tautan berbahaya juga bisa mengarahkan perangkat untuk mengunduh malware. Program tersebut berpotensi merekam aktivitas pengguna atau membuka akses yang tidak semestinya ke perangkat.
Bagi perusahaan, satu akun karyawan yang berhasil diambil alih bisa menjadi pintu masuk menuju sistem internal.
Ciri-Ciri Link Phishing
Link atau konten phishing kini bisa terlihat rapi dan meyakinkan. Namun tetap terdapat beberapa kejanggalan yang perlu kamu ketahui agar tidak terjebak.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai tanpa perlu cek link phishing yaitu:
- Nama Domain Mirip: Pelaku bisa menambah satu huruf atau mengganti karakter agar alamatnya terlihat menyerupai situs resmi.
- Pesan Terasa Mendesak: Penerima diminta segera membuka tautan karena akun disebut akan diblokir atau pembayaran dianggap bermasalah.
- Pengirim Tidak sesuai Identitas: Nama perusahaan mungkin terlihat benar, tetapi alamat email pengirim memakai domain yang berbeda.
- Meminta Informasi Sensitif: Halaman meminta kata sandi, PIN, atau kode verifikasi meskipun permintaan tersebut datang dari kanal yang tidak biasa.
- Menawarkan Hadiah Tidak Masuk Akal: Pesan menyebut penerima memperoleh hadiah besar meskipun tidak pernah mengikuti program apa pun.
- Tautan Dipersingkat tanpa Konteks: Alamat pendek menyembunyikan domain tujuan sehingga penerima tidak bisa langsung mengenali situsnya.
Cara Cek Link Phishing
Kamu tidak perlu langsung membuka halaman untuk mengetahui apakah sebuah URL mencurigakan. Lakukan enam cara untuk cek link phishing berikut sebelum mengekliknya:
1. Periksa Ejaan Nama Domain
Baca bagian domain secara perlahan dan bandingkan dengan alamat resmi perusahaan. Waspadai huruf tambahan, angka yang menggantikan huruf, atau ekstensi domain yang tidak biasa.
Sebagai contoh, https://tokopedia.com terlihat berbeda dengan https://tokopediia.example karena terdapat tambahan huruf “i”.
2. Lihat Alamat Tujuan Tautan
Arahkan kursor ke tautan melalui komputer untuk menampilkan alamat tujuannya tanpa membuka halaman.
Pada ponsel, tekan dan tahan tautan sampai pratinjau URL muncul, tetapi jangan memilih menu untuk membukanya.
3. Perhatikan Posisi Domain Utama
Cek link phishing juga bisa dengan lihat URL dari bagian setelah https:// hingga garis miring pertama.
Pada alamat bankaman.login-pelanggan.com, domain utamanya adalah login-pelanggan.com, bukan bankaman.
4. Cari Situs Resmi secara Terpisah
Buka mesin pencari atau ketik sendiri alamat perusahaan yang dikenal. Jangan menggunakan nomor telepon atau tautan kontak yang tercantum dalam pesan mencurigakan.
5. Cari Informasi Link melalui Google
Cek link phishing Google bisa dengan mencari tahu info terkait link tersebut. Kamu cukup salin nama domain tanpa membuka tautannya, lalu cari melalui Google dengan tambahan kata seperti “penipuan”, “phishing”, atau “scam”.
Misalnya, kamu bisa mencari bankcontoh-verifikasi.example phishing untuk melihat apakah pengguna lain pernah melaporkannya.
6. Gunakan Web Cek Link Phishing
Salin URL mencurigakan dan masukkan ke layanan pemeriksa keamanan tanpa membukanya secara langsung. Hasil pemeriksaan biasanya menunjukkan apakah alamat tersebut pernah terdeteksi masuk daftar situs berbahaya.
Daftar Web untuk Cek Link Phishing
Selain memeriksa URL secara manual, kamu bisa memakai web cek link phishing untuk melihat apakah sebuah alamat pernah terdeteksi berbahaya.
Namun, hasil “aman” tidak selalu berarti tautan tersebut pasti tidak berisiko. Situs penipuan yang baru dibuat mungkin belum masuk ke basis data pemeriksa keamanan.
Beberapa layanan cek link phishing yang bisa digunakan antara lain:
| Website | Fungsi | URL |
| VirusTotal | Membandingkan URL dengan beberapa mesin keamanan | https://www.virustotal.com/gui/home/url |
| URLVoid | Memeriksa reputasi domain melalui beberapa sumber | https://www.urlvoid.com/ |
| urlscan.io | Menampilkan informasi teknis dan tangkapan halaman | https://urlscan.io/ |
| PhishTank | Memeriksa laporan komunitas mengenai situs phishing | https://www.phishtank.net/ |
Contoh Serangan Akibat Link phishing
Bentuk serangan bisa berbeda sesuai target dan kanal yang digunakan. Berikut beberapa contoh yang umum terjadi:
- Login Bank Palsu: Korban menerima pesan tentang aktivitas rekening dan diarahkan ke halaman yang menyerupai situs bank.
- Tagihan Tidak Dikenal: Email menampilkan faktur palsu dan meminta penerima membuka tautan untuk melihat detail transaksi.
- Pelacakan Paket Palsu: Pesan mengaku berasal dari perusahaan logistik dan meminta biaya tambahan melalui halaman pembayaran tiruan.
- Hadiah Palsu: Pelaku menjanjikan hadiah, lalu meminta korban memasukkan data pribadi untuk melakukan klaim.
- Pembaruan Akun Perusahaan: Karyawan menerima tautan yang mengarah ke halaman login email atau aplikasi kerja palsu.
- Permintaan dari Atasan: Pelaku menyamar sebagai pimpinan perusahaan dan meminta staf membuka dokumen atau melakukan pembayaran.
- Undangan Dokumen Bersama: Pesan mengaku membagikan file dari layanan penyimpanan cloud, lalu meminta penerima masuk melalui halaman tiruan.
Apa yang Harus Dilakukan jika Terlanjur Membuka Link?
Membuka tautan tidak selalu berarti seluruh data langsung dicuri. Namun, kamu perlu segera mengambil langkah pencegahan berikut jika lupa cek link phishing:
- Jangan menekan tombol atau mengisi formulir apa pun pada situs yang mencurigakan.
- Putuskan koneksi internet ketika perangkat tiba-tiba mengunduh file atau menunjukkan aktivitas yang tidak wajar.
- Jangan membuka berkas yang masuk setelah tautan dikunjungi, lalu jalankan pemindaian keamanan.
- Segera ubah kata sandi melalui situs atau aplikasi resmi jika kamu sempat memasukkannya pada halaman palsu.
- Gunakan opsi keluar dari seluruh perangkat untuk memutus akses dari sesi yang tidak dikenali.
- Blokir rekening apabila informasi pembayaran sempat diberikan kepada situs tersebut.
- Gunakan fitur report phishing pada email atau laporkan kejadian kepada tim keamanan perusahaan
Apakah Link Phishing Bisa Menyerang Website Bisnis?
Serangan phishing tidak hanya mengincar rekening atau akun pribadi. Pelaku juga bisa menargetkan akun administrator dan akses server milik bisnis.
Karyawan mungkin menerima pesan yang menyerupai pemberitahuan dari penyedia hosting.
Pesan tersebut biasanya mengarahkan penerima ke halaman masuk palsu agar pelaku memperoleh nama pengguna dan kata sandi.
Ketika akses penting berhasil dicuri, pelaku berpeluang masuk ke sistem perusahaan. Beberapa dampak yang mungkin dialami website bisnis antara lain:
- Akun Administrator Diambil Alih: Pelaku bisa masuk ke dasbor website setelah memperoleh informasi akun dari halaman masuk palsu.
- Konten Website Diubah: Halaman asli bisa diganti dengan promosi penipuan atau tautan yang mengarahkan pengunjung ke situs berbahaya.
- Malware Disisipkan: Pelaku dapat menambahkan berkas atau kode mencurigakan setelah mendapat akses ke hosting.
- Data Pelanggan Terekspos: Informasi yang tersimpan pada website berisiko dilihat atau disalin oleh pihak yang tidak berwenang.
Mengapa Keamanan Website Tidak Cukup Mengandalkan Pemeriksaan Link?
Melakukan cek link phishing memang kebiasaan yang wajib diterapkan sebelum membuka tautan dari sumber tidak dikenal.
Namun, langkah tersebut hanya mengurangi risiko dari sisi pengguna. Website bisnis tetap membutuhkan perlindungan pada sisi server.
Pasalnya, serangan tidak selalu berasal dari tautan yang dibuka oleh pemilik website. Serangan bisa masuk dari komponen website yang terlambat diperbarui juga bisa menjadi jalan masuk bagi pelaku.
Karena itu, keamanan website perlu diterapkan dalam beberapa lapisan, salah satunya dengan memantau server dan memerhatikan jika terdapat indikasi perubahan penggunaan sumber daya.
Pemilik bisnis yang tidak memiliki tim IT khusus mungkin kesulitan mengurus hal ini. Oleh karena itu, kamu bisa menggunakan layanan hosting terkelola agar pengelolaan server tidak sepenuhnya dilakukan sendiri.
FAQ
1. Apakah Link Phishing Selalu Terlihat Mencurigakan?
Tidak. Sebagian link dibuat menyerupai domain resmi dengan mengganti satu huruf, menambah tanda hubung, atau memakai subdomain yang terlihat meyakinkan. Karena itu, baca domain secara teliti sebelum membuka tautan.
2. Apakah Link dengan HTTPS Pasti Aman?
Tidak. HTTPS hanya menunjukkan bahwa koneksi antara perangkat dan website telah dienkripsi. Pelaku tetap bisa memasang sertifikat HTTPS pada website palsu, sehingga kamu perlu cek link phishing dengan melihat nama domain dan reputasi situsnya.
3. Apa yang Terjadi jika Link Phishing Hanya Dibuka?
Membuka link belum tentu langsung membuat akun diambil alih. Namun, halaman tersebut mungkin memuat malware atau menjalankan redirect, sehingga kamu sebaiknya segera menutupnya dan menjalankan pemindaian keamanan.
Perkuat Keamanan Website Kamu dengan Managed Cloud Hosting Sekarang!
Cek link phishing melindungi pengguna ketika menerima pesan mencurigakan. Sementara itu, managed cloud hosting menjaga kebutuhan website dari sisi pengelolaan server.
Layanan ini bisa kamu pilih kalau kamu mengelola ingin fokus pada bisnis tanpa repot mengelola website.
Satu pelanggan menggunakan satu server sehingga sumber daya tidak bercampur dengan pelanggan lain.
Managed Cloud Hosting dari Jagoan Hosting juga ditangani melalui layanan VIP Support. Komunikasinya dilakukan melalui grup WhatsApp privat agar kebutuhan server lebih mudah dikoordinasikan.
Kamu juga memperoleh layanan proaktif melalui Jagoan NextCare. Timnya melakukan pemantauan selama 24/7 dan mengambil tindakan ketika menemukan critical error atau malware.
Dengan server terkelola, bisnis bisa lebih fokus pada operasional tanpa harus memantau setiap kebutuhan teknis website secara mandiri.


