Slug adalah elemen penting dalam upaya optimasi website. Singkatnya, slug menjadi salah satu identifikasi alamat dan konten. Meski jarang menjadi perhatian, namun bagi pengembang konten website, slug adalah elemen yang tidak boleh terlewatkan.

Selain itu, penting juga untuk membuat slug yang SEO-friendly sehingga bisa membantu website kamu ada di pemeringkatan atas. Nah, bagaimana caranya? Yuk simak penjelasannya dalam artikel berikut ini Sob.

Apa itu Slug?

Mungkin beberapa dari kalian masih bertanya-tanya manakah yang dimaksud dengan slug. Jadi, slug adalah bagian dari permalink (URL) yang letaknya di belakang nama domain. Setiap halaman pada situs web memiliki slug kecuali Homepage. Tujuan slug adalah menunjukkan kepada pengunjung mengenai halaman website yang ia buka. 

Yang unik dari slug adalah penulisannya selalu dipisahkan tanda dash (-) dan menggunakan huruf kecil.

Contohnya pada URL www.jagoanhosting.com/unlimited-hosting/. Nah, jagoanhosting.com adalah nama domain, sementara itu yang merupakan slug adalah unlimited-hosting. Dapat disimpulkan jika halaman ini berisi informasi mengenai unlimited hosting.

Namun, apakah semua slug ditulis seperti itu? Belum tentu. Sebagian besar CMS (Content Management System) memang sudah didukung fitur pengaturan slug seperti otomatis mengambil dari judul halaman atau ada pula yang mengizinkan pengguna untuk membuat slugnya sendiri. Sehingga tampilannya rapi dan jelas seperti contoh slug di atas.

Tapi, masih ada juga CMS yang tidak mendukung hal tersebut sehingga slug akan terlihat berantakan terdiri dari angka, campuran huruf kapital dan huruf kecil, hingga karakter-karakter seperti %, ^, #. 

Tentunya slug sejenis ini tidak disarankan karena dapat menciptakan kesan tidak profesional dan membuat pengunjung curiga apakah halaman website ini terpercaya atau merupakan bagian dari tindak kriminal internet. Tak hanya itu, slug yang tidak rapi juga dinilai kurang baik dari sisi SEO (Search Engine Optimization).

Baca juga: Apa itu URL? Cek Pengertian, Contoh, Fungsi dan Fakta Menariknya

Fungsi Slug dalam Website

Tadi telah disebutkan sedikit jika slug membantu pengunjung memahami isi halaman sebelum ia membaca keseluruhan informasi. Ternyata, di sisi lain slug juga menunjang performa website agar lebih SEO-friendly, lho. Untuk lebih jelasnya, fungsi slug adalah:

Membuat URL lebih user-friendly

Ibaratnya tugas kuliah yang kamu simpan di dalam laptop. Namun, nama masing-masing dokumennya tidak tersusun dengan benar seperti “Doc1zbsdk546”. Sebelum kamu membukanya, kamu tentu akan bingung menebak tugas apakah yang ada di dalam dokumen tersebut.

Lain halnya dengan dokumen “tugas-biografi-pahlawan”. Kamu bisa langsung mengetahui bahwa dokumen tersebut berisi tugas biografi pahlawan.

Nah, begitu pula dengan slug. Penulisan slug yang jelas, singkat, padat dan deskriptif dapat membantu pengunjung internet memperkirakan informasi yang ada di dalam halaman website bahkan sebelum ia membukanya.

Memaksimalkan sisi SEO

Kamu juga dapat memaksimalkan optimasi website melalui slug. Mudah saja, sisipkan kata kunci di dalamnya sehingga, tak hanya pengunjung, search engine pun menjadi lebih mudah memahami isi halaman website kamu.

Tips Membuat Slug agar SEO dan User-Friendly

Supaya kedua fungsi slug tadi bisa optimal, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam pembuatan slug adalah:

Pastikan slug sudah mengandung kata kunci utama

Kata kunci berperan penting dalam SEO. Oleh karenanya, kamu disarankan untuk menggunakan kata kunci sebagai slug. Seperti penjelasan sebelumnya, kata kunci pada slug bisa membantu website kamu lebih mudah dipahami pengunjung dan search engine. Sehingga, website kamu memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan ranking di halaman pencarian.

Buat slug yang singkat namun jelas

Buat slug yang deskriptif. Arti slug deskriptif adalah slug tersebut bisa menjelaskan isi dari halaman namun tetap singkat dan tidak bertele-tele. Contohnya, apabila artikel kamu berjudul “Cara Membuat Slug yang Simpel dan Menarik”, maka kamu bisa menggunakan slug “cara-membuat-slug”. Cukup singkat dan jelas, bukan?

Baca juga: Cara Membuat Blog Pribadi untuk Pemula, Gratis dan Mudah!

Usahakan tidak menambahkan angka

Penggunaan angka pada slug juga kurang disarankan, khususnya untuk penulisan tahun. Contohnya, slug “rekomendasi-bisnis-rumahan-2022” perlu kamu ubah ketika sudah memasuki tahun 2023. 

Sayangnya, mengubah slug pada website berisiko menyebabkan broken link yang mempengaruhi performa website. Oleh karenanya, hindari penulisan tahun dan juga angka lainnya pada slug.

Cara Membuat Slug di WordPress

Setelah membahas tentang apa itu slug hingga tips membuatnya, sekarang kamu wajib tahu bagaimana cara membuat slug di salah satu CMS terpopuler, WordPress.

Di WordPress, slug umumnya diambill dari judul halaman, namun kamu tetap bisa memodifikasinya agar lebih SEO dan user-friendly. Yuk intip cara membuatnya!

1. Pilih “Pos” dan klik “Tambah Baru”

2. Buat slug pada kolom “Slug”. Kolom ini biasanya terletak di bagian paling bawah. Namun, ada pula kolom “Slug” yang berada di bagian atas.

kolom pembuatan slug di WordPress

3. Selesai. Apabila kolom judul, deskripsi meta, frasa kunci utama dan artikel sudah dilengkapi, maka kamu bisa langsung menerbitkan atau publish artikel tersebut menggunakan slug “cara-membuat-slug”.

Sekarang kamu sudah paham kan apa itu slug dan bagaimana peran pentingnya dalam mengoptimalkan website kamu. Selain slug, kamu juga perlu mengetahui resources yang dimiliki hostingmu untuk performa website yang lebih optimal. 


Nah, dengan unlimited hosting dari Jagoan Hosting, kamu bisa pilih paket yang sudah kita siapkan sesuai kebutuhanmu. Jaminan performa maksimal dengan pemakaian optimal pun bisa kamu dapatkan. Yuk, coba! Mulai Rp9.000 / bulan aja, Sob!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like