Tagline adalah salah satu elemen penting yang berfungsi sebagai penguat personal branding dari suatu bisnis. Dengan adanya tagline, brand kamu akan lebih mudah dikenal dan diingat oleh masyarakat lho, Sob!

Tips utamanya, buatlah tagline yang unik dan berbeda dari yang lain, sehingga bisa menarik perhatian dan rasa penasaran target audiens. Nah, bagaimana cara membuat tagline yang menarik? Yuk simak pembahasannya berikut ini. 

Apa itu Tagline?

Buat sebagian orang mungkin sudah tidak awam mendengar kata tagline. Namun tahukah kamu, apa itu tagline? Singkatnya tagline artinya kalimat singkat dan mudah diingat. Tagline biasanya digunakan di dalam dunia bisnis. 

Tagline adalah sebuah ungkapan padat yang memiliki pesan di dalamnya untuk mengkomunikasikan suatu bisnis. Tagline memiliki tujuan untuk menciptakan brand awareness  di kalangan masyarakat luas. 

Dengan begitu, masyarakat akan menjadi lebih kenal dengan produk atau bisnis yang sedang kamu pasarkan. Dengan tagline juga, kamu bisa memperkenalkan bisnismu secara cepat dan tepat.

Dalam dunia bisnis, tagline adalah hal penting yang wajib dilakukan. Hal tersebut dikarenakan tagline adalah ujung tombak dari suatu bisnis. Suatu bisnis akan dikenal oleh banyak orang karena adanya tagline. Dengan kata lain, tagline adalah jargon. 

Dikutip dari Cambridge Dictionary, tagline adalah ungkapan singkat yang mudah diingat dan digunakan perusahaan dalam iklannya, terutama di televisi atau internet, sehingga orang akan mengenali produknya. 

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tagline dan slogan merupakan hal yang berbeda. Tagline adalah sebuah jargon yang dibuat untuk memperkenalkan bisnis perusahaan secara keseluruhan dan biasanya menempel pada logo. Sedangkan slogan merupakan ungkapan singkat untuk setiap campaign dari masing-masing produk.

Baca juga: 5 Aplikasi Untuk Membuat Logo Terbaik di Android dan PC

Jenis-Jenis Tagline

Berdasarkan jenisnya, tagline dibagi menjadi lima. Adapun jenis-jenis tagline adalah sebagai berikut:

1. Tagline spesifik

Tagline spesifik adalah tagline yang membahas tentang secara khusus tentang keunggulan dari produk tersebut. Seolah-olah hanya produk dari perusahaan inilah yang paling bagus di antara yang lain. Misalnya, Teh Botol Sosro yang memiliki tagline “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”.

2. Tagline deskriptif

Tagline deskriptif adalah tagline yang menjelaskan tentang deskripsi dari suatu produk, bisa juga menginformasikan tentang pelayanannya. Misalnya, Walmart yang memiliki tagline “Save Money, Live Better”.

3. Tagline provokatif

Tagline jenis ini merupakan tagline yang mengajak masyarakat untuk menggunakan produk tersebut. Biasanya tagline provokatif memiliki tanda tanya di belakangnya. Misalnya, Top One “Oli kamu Top One Juga Kan?”.

4. Tagline superlative

Tagline superlatif sebenarnya hampir sama dengan tagline spesifik. Namun, biasanya ditambah dengan unsur penegasan. Misalnya, Kapal Api yang memiliki tagline “Jelas Lebih Enak”.

5. Tagline imperative

Tagline imperative biasanya memfokuskan pada kata kerja di dalamnya. Misalnya, Nike yang mempunyai tagline “Just Do It”.

Baca juga: Cara Membuat Halaman Produk Terbaik untuk Memaksimal Konversi

Fungsi dan Manfaat Tagline

Dalam pelaksanaannya, tagline memiliki fungsi dan manfaat penting bagi bisnis kamu. Adapun fungsi dan manfaat dari pembuatan tagline bagi sebuah bisnis perusahaan sebagai berikut:

1. Menguatkan branding

Tagline adalah kalimat singkat yang mewakilkan bisnis. Dengan tagline, maka masyarakat diharapkan bisa mengenali bisnis kamu secara lebih. Penggunaan tagline juga dapat membantu untuk membangun keterikatan secara emosional dengan audiens. Oleh karena itu, tagline memiliki fungsi sebagai penguat branding.

2. Menonjolkan kelebihan brand

Dalam dunia bisnis, sangat penting untuk bersaing dengan kompetitor agar tidak kalah saing. Dengan begitu, pembuatan tagline adalah sebuah langkah yang bagus untuk menonjolkan kelebihan brand dibandingkan kompetitor. Pastikan juga saat membuat tagline, gunakan Unique Selling Point (USP).

3. Meningkatkan brand awareness

Selanjutnya, fungsi pembuatan tagline adalah untuk meningkatkan brand awareness. Dengan penggunaan tagline yang unik, hal tersebut dapat menarik perhatian dari masyarakat luas. Sehingga brand awareness pun dapat tercipta. Itulah mengapa tagline sangat penting bagi bisnismu, apalagi buat Sob yang baru membangun bisnis.

4. Sebagai wakil visi dan misi bisnis

Fungsi penggunaan tagline adalah sebagai wakil dari visi dan misi sebuah bisnis. Dengan kata lain, tagline dapat menceritakan secara singkat mengenai bisnis yang sedang dijalankan. 

Contohnya, tagline yang digunakan Apple adalah “Think Different”, hal ini ditujukan untuk masyarakat luas agar tahu bahwa perusahaan Apple selalu berpikir out of the box dalam menciptakan produk-produknya. 

Tips Membuat Tagline Menarik

Buat Sob yang ingin membuat tagline yang unik dan menarik, perlu diketahui ada beberapa langkah untuk membuatnya. Adapun tips membuat tagline unik sebagai berikut:

1. Tentukan keunikan (USP) bisnis

Dalam pembuatan tagline, perlu diketahui bahwa yang memiliki tagline bukanlah hanya bisnis kamu saja. Namun, banyak dari berbagai macam bisnis yang menggunakan tagline. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu diperhatikan yaitu Unique Selling Point (USP)

Jadi, coba pikirkan sekiranya USP apa yang bisa kamu letakan di dalam tagline dan menjadikannya berbeda dari kompetitor.

2. Buat desain logo menarik

Selanjutnya, logo menarik. Tagline biasanya selalu menempel dengan logo. Untuk menarik perhatian masyarakat luas, pastinya kamu harus membuat desain logo dengan unik dan sekreatif mungkin. Hal ini bertujuan agar logo yang dibuat menjadi lebih eye-catching dan mendapatkan atensi lebih banyak.

Baca juga: Marketing Mix 7P dan Contohnya, Konsep Sukses Pemasaran Produk!

3. Pahami target audiens

Kamu perlu memahami target audiens yang dituju. Apakah untuk anak muda, perempuan, laki-laki, dan sebagainya. Dengan memahami target audiens, pembuatan tagline akan lebih mudah dan menjadi tepat sasaran. 

Misalnya, tagline Wardah yaitu “Feel The Beauty”, di mana tagline tersebut ditujukan bagi pangsa pasar perempuan Indonesia guna memancarkan kecantikannya dalam hal yang positif dan inspiratif.

4. Buatlah pesan secara singkat dan jelas

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah saat pembuatan tagline, kamu perlu membuatnya secara singkat dan jelas. Sesuai dengan definisi sebelumnya, tagline adalah suatu jargon yang singkat, padat, dan jelas. 

Jangan sampai kamu membuat target audiens menjadi bingung dengan tagline yang sudah dibuat. Oleh karena itu, di sini dibutuhkan copywriting yang menarik untuk membuat kalimat singkat namun memiliki makna di dalamnya.

5. Jangan melakukan plagiasi

Saat membuat tagline, jangan sampai melakukan plagiasi sedikit pun. Tagline adalah jargon yang mewakilkan bisnismu. Plagiarisme juga dapat membuat citra buruk terhadap bisnis nantinya. Jadi, pastikan membuat tagline secara orisinil dan murni dari pikiranmu ya.

6. Ciptakan emosi tertentu

Dalam pembuatan kalimat tagline, pastikan kamu juga memainkan sedikit emosi di dalamnya. Hal ini bertujuan agar target audiens memiliki perasaan yang sama dengan bisnis kamu. Alhasil, mereka akan tertarik untuk menggunakan produk dari bisnismu.

7. Gunakan kalimat yang persuasif

Bagi kamu yang mau membuat tagline, pastikan untuk menggunakan kalimat yang persuasif atau bersifat ajakan. Hal ini dinilai efektif untuk merayu target audiens dalam melakukan suatu hal yang diinginkan. Misalnya, tagline dari Ditjen Pajak yaitu “Orang Bijak Bayar Pajak”. Tagline tersebut mengajak orang untuk membayar pajak dan menjadi orang yang bijak dalam hal pajak.

Baca juga: Manfaat Copywriting Penting untuk Bisnis

8. Fokus pada visi misi bisnis

Selanjutnya, fokus pada visi misi bisnis kamu. Cari tahu tujuan bisnis kamu yang berbeda dari kompetitor, kemudian masukkan ke dalam tagline. Selain itu, kamu juga bisa masukkan keunggulan dari bisnis kamu ke dalam tagline.

9. Jangan menggunakan kalimat berbelit

Membuat tagline juga harus menggunakan kalimat yang dimengerti oleh target audiens. Hal ini bertujuan agar target audiens yang disasar dapat menangkap makna dan pesan dibalik tagline tersebut. 

10. Melakukan brainstorming

Terakhir yang tak kalah penting untuk dilakukan yaitu brainstorming dengan tim. Dalam pembuatan tagline, sebaiknya jangan terburu-buru dan sebisa mungkin untuk melakukan brainstorming untuk menciptakan tagline yang efektif. Dengan brainstorming juga, kamu akan lebih mendapatkan inspirasi dari berbagai sumber.

Contoh Tagline

Setelah mengetahui apa itu tagline, sekarang saat untuk mengetahui contoh-contoh tagline dari perusahaan dunia. Adapun contoh tagline sebagai berikut:

  • Nokia – Connecting People
  • L’oreal – Because you’re worth it
  • Adidas – Impossible is Nothing
  • McDonalds – I’m Lovin It

Itulah Sob informasi mengenai apa itu tagline, pentingnya pengimplikasiannya dalam bisnis serta bagaimana cara membautnya agar terlihat menarik dan mudah diingat oleh audiens. Semoga bermanfaat dan temukan informasi mengenai bisnis lainnya di Jagoan Hosting.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like