Apa itu Agile? Manfaat, Jenis dan Prinsipnya

Apa itu Agile Development Method
Apa itu Agile Development Method

Dalam dunia development software, terdapat Agile Development Method. Mungkin dari kalian sudah pernah mendengar istilah Agile, Agile sangat membantu perusahan dan tim developer dalam pengembangan software. Lantas, Apa itu Agile?

Artikel ini membantu kamu dalam mengenal pengertian dari agile, Perbedaan Agile dan Scrum, Jenis-jenisnya, manfaat dan prinsip utama dalam agile. Buat kamu yang membutuhkan informasi mengenai development method ini kamu bisa membacanya nya hingga selesai.

Apa itu Agile?

agile adalah

Agile Development Methods adalah sekelompok metodologi pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada pengembangan berulang, di mana persyaratan dan solusinya berkembang melalui kolaborasi antara tim lintas fungsi yang mengatur sendiri.

Nilai utama dalam Development Agile adalah memungkinkan tim untuk memberikan nilai lebih cepat, dengan kualitas dan prediksi yang lebih baik, dan bakat yang lebih besar untuk merespons perubahan.

Jadi, Bisa disimpulkan jika Agile merupakan model development jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dan pengembangan terhadap perubahan dalam bentuk apapun.  

Pengembangan Agile mengacu pada setiap proses development yang selaras dengan konsep Agile Manifesto. Agile Manifesto sendiri dikembangkan oleh empat belas tokoh terkemuka di industri perangkat lunak.

Agile Software Development memiliki tujuan sebagai berikut :

  1. High-value & working App system,
  2. Iterative, incremental, evolutionary,
  3. Cost control & value-driven development,
  4. High-quality production,
  5. Flexible & risk management, 
  6. Collaboration,.
  7. Self-organizing, self-managing teams.

Perbedaan Agile dan Scrum

Scrum dan Kanban adalah dua agile development method yang paling banyak digunakan saat ini. Jadi bisa dikatakan jika scrum merupakan bagian dari Agile Development, Scrum paling sering digunakan untuk mengelola pengembangan perangkat lunak dan produk yang kompleks, dengan menggunakan praktik berulang dan bertahap.

Scrum Proses Agile Development
Scrum Proses pada Agile Development | Source : cprime.com

Dengan adanya proses scrum, Memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan dengan lancar persyaratan yang berubah dengan cepat, dan menghasilkan produk yang sesuai tujuan. Jadi Scrum secara signifikan meningkatkan produktivitas dan mengurangi waktu untuk manfaat relatif terhadap proses “waterfall ” klasik.

Jenis-Jenis Agile Development Method

Dalam pengembangan software, Agile Development dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah macam macam jenis Agile dalam Development Method

Cek Konten Lainnya:
8 Alasan Pentingnya Memakai Domain .SITE untuk Bisnis Kamu

1. Extreme Programming (XP)

Extreme Programming (XP) adalah sebuah metode pengembangan perangkat lunak yang fokus pada keterlibatan pelanggan, pengujian terus-menerus, dan integrasi terus-menerus.

XP menggunakan praktik-praktik seperti pasangan pemrograman, pengujian otomatis, dan integrasi berkelanjutan untuk menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas tinggi dalam waktu yang singkat.

2. Kanban

Kanban adalah sebuah metode pengembangan perangkat lunak yang fokus pada mengoptimalkan alur kerja dan meminimalkan pemborosan. Kanban menggunakan papan kanban untuk memvisualisasikan alur kerja dan mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan dan penghambat.

3. Adaptive Software Development (ASD)

Adaptive Software Development (ASD) adalah sebuah metodologi pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada adaptasi dan perubahan yang berkelanjutan dalam seluruh siklus pengembangan.

Metodologi ini mempertimbangkan bahwa perubahan dalam kebutuhan pelanggan dan lingkungan bisnis adalah hal yang biasa terjadi dan harus diantisipasi dalam pengembangan perangkat lunak.

4. Dynamic Systems Development Method (DSDM)

Dynamic Systems Development Method (DSDM) adalah sebuah metode pengembangan perangkat lunak yang fokus pada pengiriman perangkat lunak dalam waktu yang singkat dan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. DSDM menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental dan mempromosikan keterlibatan pelanggan dan tim yang kuat.

5. Scrum Methodology

Scrum adalah salah satu metode Agile yang paling umum digunakan dan fokus pada kerja tim dan keterlibatan pelanggan. Scrum menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental untuk menghasilkan produk yang siap untuk diluncurkan dalam periode waktu tertentu yang disebut sprint.

6. Crystal

Crystal adalah sebuah metode pengembangan perangkat lunak yang fokus pada keterlibatan pelanggan, kolaborasi tim, dan keterbukaan. Crystal menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental untuk menghasilkan produk yang siap untuk diluncurkan dalam waktu yang singkat.

7. Feature Driven Development (FDD)

Feature Driven Development (FDD) adalah sebuah metodologi pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada pengiriman fitur-fitur perangkat lunak dalam periode waktu yang singkat. Metodologi ini bertujuan untuk memberikan hasil pengembangan yang cepat dan efektif dengan menekankan pada pengembangan fitur-fitur yang memiliki nilai bisnis yang tinggi.

8. Agile Modeling (AM)

Agile Modeling (AM) adalah sebuah metodologi pengembangan perangkat lunak yang fokus pada pengembangan model perangkat lunak yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perubahan kebutuhan pelanggan.

Metodologi ini mengutamakan komunikasi yang efektif antara anggota tim pengembang dan pelanggan, serta memprioritaskan pengiriman perangkat lunak yang berfungsi dengan baik daripada dokumentasi yang lengkap.

Cek Konten Lainnya:
10+ Tips Belajar Web Design Paling Mudah untuk Pemula

9. Rational Unified Process

Rational Unified Process (RUP) adalah sebuah metodologi pengembangan perangkat lunak yang terstruktur dan iteratif, yang di kembangkan oleh Rational Software Corporation. Metodologi ini berfokus pada pengiriman perangkat lunak yang berkualitas tinggi dan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan bisnis pelanggan.

Diantara jenis-jenis agile yang sudah di sebutkan tersebut, Yang cukup banyak di gunakan yaitu Extreme Programming, Dynamic Systems Development Method (DSDM), Scrum, dan Adaptive Software Development (ASD).

Untuk Extreme programming biasanya di terapkan pada pengembangan software dengan tim kecil hingga medium. Untuk DSDM, Agile jenis ini lebih mengutamakan pada keterlibatan pengguna secara berkesinambungan sehingga dapat mempercepat dalam pengembangan software.

Scrum lebih mengutamakan pada kekuatan kolaborasi tim dalam development software. Sedangkan untuk  Adaptive Software Development merupakan metode atau jenis agile development method yang menerapkan teknik membangun software secara kompleks

Manfaat Menggunakan Agile

manfaat agile

Banyak sekali manfaat Agile Development Method, Bukan hanya bagi Tim developer saja, Manfaat bisa di dapatkan oleh client, vendor, hingga manajer produk dan proyek. 

Dengan Agile Vendor dapat mengurangi pemborosan dengan memfokuskan upaya pengembangan pada fitur bernilai tinggi, dan peningkatan efisiensi. Sehingga Pelanggan dapat menemukan bahwa vendor lebih responsif terhadap permintaan pengembangan.

Bagi tim developer, Penggunaan Agile seperti Scrum dapat menguntungkan anggota Tim dengan mengurangi pekerjaan yang tidak produktif dan memberi mereka lebih banyak waktu untuk melakukan pekerjaan yang mereka sukai.

Tak hanya itu, Manajer produk dan proyek juga mendapatkan manfaat saat menggunakan Agile Development Method. Dengan Scrum dapat membuat penyelarasan antara pekerjaan dan kebutuhan klien lebih mudah dengan cara memberikan kesempatan untuk memprioritaskan pekerjaan dan memastikan pengiriman nilai maksimum.

Berikut adalah beberapa manfaat menggunakan metodologi Agile dalam pengembangan perangkat lunak:

1. Mempercepat waktu pengiriman

Metodologi Agile memungkinkan pengembang untuk mengirimkan perangkat lunak dalam waktu yang lebih singkat melalui penggunaan iterasi dan pengujian berkelanjutan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk merespons perubahan kebutuhan pelanggan secara lebih cepat.

2. Meminimalkan risiko

Agile mempromosikan pemikiran yang lebih kreatif dan inovatif, sehingga memungkinkan pengembang untuk menguji gagasan secara lebih cepat dan meminimalkan risiko kegagalan proyek.

3. Memaksimalkan nilai pelanggan

Agile berfokus pada pengiriman perangkat lunak yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

4. Meningkatkan keterlibatan tim

Agile mendorong kolaborasi antara anggota tim dan pelanggan. Hal ini memungkinkan anggota tim untuk merasa lebih terlibat dan lebih bertanggung jawab atas kesuksesan proyek.

Cek Konten Lainnya:
Apa Itu Git? Ini Fungsi, Fitur, dan Manfaatnya

5. Meningkatkan fleksibilitas

Agile memungkinkan perusahaan untuk merespons perubahan kebutuhan pelanggan secara lebih cepat dan mengubah fokus proyek saat di perlukan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan bisnis yang terus berubah.

6. Meningkatkan kualitas

Agile mempromosikan pengujian berkelanjutan dan perbaikan berkelanjutan dalam pengembangan perangkat lunak. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih memperhatikan kualitas produk dan memastikan bahwa produk yang di kembangkan memiliki kinerja yang optimal dan dapat di andalkan.

Prinsip Utama dalam Agile development

Dalam Agile Development Method terdapat prinsip utama atau di kenal dengan Agile Manifesto. Menurut laman Huffpost, Agile Manifesto Memiliki 12 poin, 12 poin tersebut perlu di perhatikan agar penerapan Agile lancar.

  1. Lebih menekankan kepuasan klien sebagai prioritas utama dengan cara menghasilkan produk lebih awal secara berkelanjutan
  2. Selalu terbuka dalam menerima perubahan meskipun mengalami keterlambatan dalam mengembangkan piranti perangkat lunak. Perubahan tersebut akan memberikan keuntungan yang kompetitif bagi para klien
  3. Dapat menghasilkan software yang bisa bekerja dengan baik, mulai dari hitungan minggu maupun bulan dan memiliki preferensi dalam jangka waktu lebih pendek
  4. Rekanan bisnis dan developer harus bekerjasama selama proyek IT sedang berlangsung.
  5. Mengembangkan proyek pada orang-orang yang termotivasi. Adanya lingkungan yang mendukung akan membuat mereka untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
  6. Komunikasi secara langsung adalah metode yang efektif dan efisien untuk menyampaikan informasi dan mengembangkan software.
  7. Software yang bekerja dengan baik adalah ukuran utama sebuah kemajuan proyek IT.
  8. Agile Development mampu mengembangkan proyek dan pengembangan secara berkelanjutan. Dengan dukungan yang stabil dari sponsor, developer dan pengguna.
  9. Keunggulan teknis menjadi hal yang patut di perhatikan untuk meningkatkan sebuah agility.
  10. Kesederhanaan adalah hal yang paling penting dalam Agile Development yakni memaksimalkan sumber daya yang ada
  11. Segala kebutuhan dan desain software terbaik muncul dari tim yang mampu mengorganisir diri sendiri.
  12. Tim pengembang secara berkala akan melakukan refleksi mengenai bagaimana cara bekerja yang lebih efektif dan menyeleraskannya dengan pola kerja mereka.

Itulah informasi mengenai Agile Development Method, Kamu bisa menerapkan agile untuk pengembangan software kamu. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
tools kolaborasi coding
Read More
8 Tools Kolaborasi Coding untuk Remote Pair Programmer
Dengan berkolaborasi suatu pekerjaan bisa dikerjakan dengan cepat, Salah satunya yaitu Kolaborasi coding bagi para programmer. Para programmer…
control panel hosting
Read More
Apa itu Control Panel Hosting? Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya
Bagi pemilik website pasti sudah tidak asing lagi dengan control panel hosting. Pasalnya tools satu ini bisa memudahkan…