Apa itu Cache? Cara Kerja, Fungsi & Cara Hapusnya

cache

Cache adalah istilah yang cukup sering ditemui khususnya ketika kita hendak menghapus history browser atau pun membersihkan penyimpanan HP. Namun, tahukah kamu apa itu cache?

Data cache adalah kumpulan data bersifat sementara dari aplikasi, browser hingga website yang pernah kamu kunjungi. Dengan adanya cache, ketiga hal tersebut tak perlu lagi mengunduh ulang data-datanya apabila kamu mengunjunginya kembali esok hari.

Dalam artian lain, manfaat cache adalah membuat sebuah website, browser dan juga aplikasi memuat data/informasi lebih cepat. Jadi, kalau begitu, bolehkah kita menghapus cache? Temukan jawabannya di sini.

Apa itu Cache?

cache adalah
Photo by Sigmund on Unsplash

Sama seperti penjelasan sebelumnya, cache adalah tempat kumpulan data yang memudahkan sistem dalam menyimpan informasi sehingga tidak harus melakukan pengunduhan berkali-kali. Hal tersebut tentunya sangat efisien, bukan?

Kalau kamu masih bingung seputar apa itu cache, berikut penjelasan lebih lengkapnya. Ketika kamu ingin mengakses informasi di suatu situs, tanpa adanya cache, sistem membutuhkan waktu lebih lama untuk mencari informasi apa yang kamu maksud. 

Sistem akan mengunduh data-data di dalam situs tersebut satu per satu karena tidak tercatat dalam history. Sistem pun tidak tahu apakah kamu sudah pernah mengakses data tersebut atau belum. Namun, keberadaan cache akan menjadikan proses tadi lebih praktis.

Misalnya saja kamu mengunjungi suatu situs untuk pertama kali, maka sistem akan otomatis merekam dan mengunduh data yang kamu akses. Data tersebut lah yang dinamakan cache. Dari cache tersebut, sistem akan tahu bahwa kamu pernah mengunjungi situs ini. 

Sehingga, ketika kamu mengunjungi situs tersebut di kemudian hari, sistem bisa memberikanmu “jalan pintas” yang lebih cepat dalam mengakses informasinya. Sistem pun tak perlu mengunduh lagi data-data di dalamnya. 

Cara Kerja Cache

cara kerja cache
Photo by Avel Chuklanov on Unsplash

Sebenarnya cara kerja cache bisa dikatakan cukup mudah karena inti dari penerapannya adalah untuk menyediakan data sementara yang tersimpan dalam sebuah sistem. Pola dari bagaimana cara kerja cache adalah sebagai berikut:

1. Saat kamu melakukan recall pada data yang ingin diakses, baik melalui aplikasi ataupun browser, maka sistem akan segera melakukan proses pencarian data pada bagian memory cache.

2. Kalau misalnya kamu baru pertama kali mengakses data tersebut, otomatis sistem belum menyimpan data sementara di bagian cache. Di sinilah sistem melakukan proses akses secara cepat menuju sumber data utama.

3. Sembari melakukan pencatatan data dari sumber utama, bagian processor pun juga turut bekerja dengan cara mencatat data tersebut di bagian cache.

4. Setelah proses tersebut selesai dilakukan, ketika ingin diakses kembali, maka cache akan menampilkan data tersebut tanpa membutuhkan waktu yang lama.

Cek Konten Lainnya:
Perbedaan Data Analyst, Data Scientist, dan Data Engineer

Jenis Cache

Dari segi pembagian jenisnya, cache terbagi menjadi beberapa jenis yaitu 

Cache Memory

Apa itu cache memory? Menurut geeks for geeks, cache memory adalah jenis yang berukuran lebih kecil tapi lebih cepat dalam menyimpan salinan data yang sering dipakai dalam penyimpanan utama. Hal itu bisa terjadi karena pada dasarnya penggunaan utamanya adalah mengurangi rata-rata waktu pengaksesan data.

Secara umum, beginilah cara kerja dari cache tersebut

Cache Memory

Sementara itu yang satu ini juga memiliki tingkat memorinya masing-masing yaitu : 

  • Level 1 atau Register 

Tipe memori yang setelah menerima data akan segera memasukkannya ke dalam CPU. Adapun register yang paling umum dipakai adalah Accumulator, Program counter, Address Register, dll.

  • Level 2 Atau Cache Memory

Merupakan memori yang memiliki akses waktu tercepat karena penyimpanan data hanya bersifat sementara. 

  • Level 3 Atau Memori Utama

Memori di mana sistem komputer sedang bekerja. Ukurannya sangat kecil dan ketika daya dimatikan, data di dalamnya akan langsung menghilang dari memori. 

  • Level 4 Atau Memori Sekunder

Memori eksternal yang tidak secepat jenis memori utama tapi data tinggal permanen dalam memori tersebut. 

CPU Cache

Merupakan memori yang ditempatkan pada CPU. Memori ini beroperasi sesuai kecepatan CPU dan mampu melebihi RAM. 

Disk Cache

Cache jenis disk juga merupakan tempat penyimpanan data sementara yang memuat data yang baru dibaca dan terkadang pada data yang berdekatan. Data yang kemungkinan akan diakses dalam waktu dekat. 

Flash Cache

Flash atau yang lebih dikenal dengan solid-state drive caching. Konsep yang memakai  NAND flash memory chips untuk sementara waktu melakukan penyimpanan data.

Dalam hal ini flash mampu memenuhi permintaan data lebih cepat daripada jika cache terletak pada hard disk drive.

Persistent Cache

Sesuai namanya yaitu persisten yang berarti ulet, data yang ada di dalam sini tidak akan hilang meskipun sistem reboot atau rusak. Bisa timbul kemampuan ini karena adanya backup dari baterai yang dipakai untuk memberikan proteksi data. Selain itu dapat juga data dialirkan ke dalam RAM untuk semakin menunjang perlindungan data dari kehilangan. 

RAM Cache

Biasanya mencakup memori permanen yang tertanam pada motherboard dan modul memori yang dapat dipasang di slot atau lokasi lampiran yang ditentukan. 

Adapun kecepatan memori cache CPU adalah 10 hingga 100 kali lebih cepat dari RAM, memerlukan hanya beberapa nanodetik untuk merespons permintaan CPU. Cache RAM pun memiliki waktu respons yang lebih cepat daripada media magnetik, yang memberikan I/O pada tingkat dalam milidetik.

TLB ( Translation Lookaside Buffer )

TLB adalah tempat yang menyimpan terjemahan dari memori virtual ke alamat yang lebih spesifik serta mempercepat kecepatan operasinya.

Fungsi Cache

fungsi cache

Cache adalah sebuah mekanisme dalam sistem komputasi yang berfungsi untuk mempercepat proses akses data dengan menyimpan data yang sering digunakan dalam memori yang lebih cepat diakses oleh prosesor. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari cache:

Cek Konten Lainnya:
Apa itu ERD? Fungsi, Simbol, dan Toolsnya

Meningkatkan performa sistem

Dengan menyimpan data yang sering digunakan dalam memori cache, prosesor dapat mengakses data tersebut dengan lebih cepat dan mengurangi waktu akses ke memori utama yang lebih lambat. Hal ini membantu meningkatkan performa sistem secara keseluruhan.

Menghemat waktu dan energi

Dengan mengurangi waktu akses ke memori utama, cache juga membantu menghemat waktu dan energi yang diperlukan oleh prosesor untuk mengakses data. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan.

Mempercepat proses booting

Cache juga membantu mempercepat proses booting atau proses awal saat komputer atau perangkat elektronik lainnya dinyalakan. Dalam banyak kasus, data yang diperlukan untuk proses booting disimpan di dalam cache sehingga proses booting dapat diselesaikan dengan lebih cepat.

Meningkatkan efisiensi penggunaan memori

Dengan menyimpan data yang sering digunakan dalam memori cache, cache membantu mengurangi penggunaan memori utama dan mempercepat proses akses data. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi penggunaan memori secara keseluruhan.

Meningkatkan pengalaman pengguna

Dengan mengurangi waktu akses ke data yang sering digunakan, cache membantu meningkatkan pengalaman pengguna dengan membuat proses akses data menjadi lebih cepat dan responsif.

Dalam keseluruhan, cache adalah sebuah fitur penting dalam sistem komputasi modern yang membantu meningkatkan performa sistem dan menghemat waktu dan energi yang diperlukan oleh prosesor. Dalam banyak kasus, cache juga membantu meningkatkan efisiensi penggunaan memori dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Kekurangan Cache

Memakan  Ruang Penyimpanan Perangkat Secara Signifikan 

Terlepas dari manfaat yang sudah artikel sebutkan tapi tak dapat dipungkiri kalau cache dipandang sebagai “sampah” juga ada benarnya. Membuat tempat penyimpanan dari perangkatmu semakin penuh sehingga mempersempit ruang gerakmu jika ingin instal aplikasi baru. 

Selain itu penumpukan semacam ini juga menyebabkan kinerja perangkatmu terutama dari segi kecepatan akan menurun. Kemungkinan besar kamu akan berhadapan dengan sistem yang “lemot”.  

Tidak Mampu Up to Date Dengan Perkembangan Konten Terbaru

Walaupun cache berfungsi mengunduh file dan konten terbaru dari website, fitur tersebut tidak menjamin akan selalu berfungsi dengan baik. Artinya, website bisa saja berhenti menampilkan konten-konten yang baru di-upload. Biasanya, beberapa cache mengharuskan login ulang untuk mengunduh konten dan data terbaru.

Memperbesar Risiko Keamanan Cyber

Celah lain dari cache yang patut kamu waspadai adalah masalah keamanan. Ini mengacu pada rawan masuknya malware atau virus yang ditambahkan oleh hacker. Virus dapat lebih mudah masuk ke dalam perangkatmu dan kemudian menimbulkan berbagai kerusakan.

Jadi itulah mengapa kamu perlu secara rutin menghapus cache serta memakai mode incognito. 

Bisa Rusak Sewaktu-Waktu

Data yang rusak atau lebih kamu kenal dengan sebutan corrupt, tentu saja tidak akan bisa diakses jika sudah mengalami kondisi tersebut. Dampaknya adalah turut membuat website atau aplikasi tidak bisa dijalankan dengan benar.

Untuk mengatasi, biasanya kamu wajib segera mengosongkan cache yang rusak itu agar bisa dikembalikan ke setelan semula.

Apakah Cache Harus Dihapus?

apakah cache harus dihapus
Photo by NordWood Themes on Unsplash

Kamu tentunya sudah tidak asing lagi dengan tulisan clear cache. Clear cache adalah salah satu opsi/pilihan yang sering muncul ketika hendak menghapus memori HP. Sesuai namanya, clear cache adalah aktivitas menghapus data cache. Namun, perlukah kita melakukan clear cache? Tentunya!

Cek Konten Lainnya:
Apa itu DDoS Attack? Jenis, Ciri, dan Cara Mencegahnya

Data cache adalah sesuatu yang sangat memudahkan, khususnya dalam hal mengakses data. Namun, meskipun data tersebut bersifat sementara, penumpukkan cache karena tidak pernah dihapus akan mempengaruhi kinerja dari sebuah perangkat.

Apa akibatnya jika cache tidak segera dihapus? Kinerja sebuah perangkat menjadi lambat dan kurang responsif, karena sistem sulit menyortir data-data yang telah tersimpan sebelumnya. Oleh sebab itu, pengguna disarankan untuk melakukan clear cache secara berkala. 

Namun, jika banyak data cache yang ingin dihapus, sebaiknya menggunakan aplikasi khusus agar prosesnya lebih cepat dan mudah. Biasanya, aplikasi tersebut juga bisa memberi tahu seberapa besar performa perangkat ketika proses penghapusan cache telah berhasil dilakukan. 

Cara Menghapus Cache

Dengan hapus cache artinya kamu seperti sedang meringankan beban tambahan yang selama ini dipikul oleh perangkatmu. Memang konsekuensinya dengan menghapusnya maka aplikasimu kemungkinan akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dibuka.

Namun mau tidak mau, rutin membersihkan wajib dilakukan. Alasannya karena kalau kamu biarkan menumpuk terlalu lama, yang ada akan mengganggu kinerja sistem perangkatmu secara keseluruhan.

Oleh karenanya mari belajar cara hapus cache :

Untuk Perangkat Komputer 

Cara clear cache di komputer khususnya di bagian browser jangan kamu pikir akan ribet. 

Pada beberapa sistem operasi tertentu telah menyediakan jalan pintas untuk mau mencapai menu tersebut dengan cepat. Berikut ini detailnya : 

  • Sistem operasi microsoft windows, tekan Ctrl-Shift-Delete.
  • Sistem operasi apple macs, tekan Command-Shift-Delete.

Setelah menekan kombinasi tombol tersebut maka setelah masuk ke menu google chrome maka lanjutkan dengan prosedur berikut untuk hapus : 

  • Cari menu “ privasi dan keamanan”
  • Pilih “bersihkan data yang telah dibrowsing”
  • Sekarang tentukan dari jangka waktu kapan kamu ingin membersihkan cache. Bila mau hapus semua maka atur waktu ke kolom “ semua waktu”. 
  • Klik juga pada cached images dan files sebagai tanda kamu memasukkan format tersebut untuk dihapus
  • Klik bersihkan data. 

Untuk Perangkat Smartphone

Pada smartphone, menghapus cache bisa kamu lakukan secara spesifik pada aplikasi tertentu. Kamu cukup masuk ke pengaturan lalu masuk ke bagian”aplikasi”. Pilih salah satu aplikasi yang ingin dibersihkan. Setelah masuk ke bagian tersebut, kamu akan langsung menemukan tombol “hapus cache”. Tekan tombol itu dan dalam beberapa detik, semuanya langsung dibersihkan.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan jika cache adalah sebenarnya bermanfaat. Akses data di sebuah website atau aplikasi pun menjadi lebih cepat karena adanya penyimpanan data sementara ini. 

Namun, perlu diperhatikan bahwa ukuran cache yang terlalu besar dapat membuat perangkat menjadi lemot. Jadi, pastikan kamu membersihkannya secara rutin ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
cara mengecek keamanan website
Read More
Penting, Ini Cara Mengecek Keamanan Website!
Cara mengecek keamanan website — Kali Jagoan Hosting akan membagikan informasi yang penting banget buat kamu ketahui. Konon…
chatgpt ai untuk SEO
Read More
ChatGPT untuk SEO: 17+ Cara Memanfaatkannya
Saat ini teknologi semakin berkembang pesat dimana di era ini istilah AI atau Artificial Intelligence sudah tidak asing…