Hai Sob, sebagai milenial pasti kamu sering mengunggah momen berkesan dalam media sosial, dan tak jarang lebih dari satu gambar dalam sekali post. Tahukah kamu bahwa konten tersebut dinamakan carousel? Yup, carousel adalah jenis konten yang terdiri lebih dari satu gambar.

Carousel adalah salah satu strategi untuk mengoptimalkan peran media sosial, khususnya jika kamu memiliki akun bisnis. Nah, kalau Sobat ingin lebih maksimal dalam mengimplementasikan carousel dalam konten, yuk simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Carousel adalah konten visual yang menampilkan lebih dari satu gambar dalam sekali postingan pada media sosial. Biasanya, carousel terdiri dari 2-10 gambar dalam satu konten. Jika kamu pernah melihat konten bisa digeser, maka itulah yang disebut dengan carousel.

Konten carousel adalah konten yang bersifat interaktif. Dimana, audiens dapat menggeser foto dari slide pertama hingga terakhir. Tidak hanya foto, namun kamu juga dapat menambahkan video pada satu contoh carousel. Berbeda dengan konten biasa yang bersifat statis, misalnya hanya satu gambar atau video, tidak bisa menimbulkan interaksi dengan audiens.

carousel adalah konten yang banyak dimanfaatkan untuk proses marketing untuk memicu munculnya interaksi dengan pengguna. Kamu bisa menggesernya secara berurutan jika tertarik dengan konten tersebut.

Carousel adalah jenis konten yang biasanya digunakan untuk dua kebutuhan utama, yaitu kebutuhan postingan ataupun iklan (ads). Berikut masing-masing penjelasannya.

Ads carousel adalah jenis konten yang bertujuan untuk mempromosikan atau mengiklankan suatu brand, baik itu jasa maupun produk. Strategi pemasaran media sosial kini sedang gencar dilakukan oleh setiap bisnis karena nilai memiliki CTR yang cukup tinggi mencapai 72 persen.

Berikut beberapa contoh media sosial yang memanfaatkan konsep carousel untuk membantu optimasi konten promosi penggunanya.

Baca juga: 8 Kesalahan Sosial Media Marketing yang Sering Dilakukan

Linkedin

Kelebihan dari carousel ads Linkedin adalah memiliki CTr cukup tinggi, apalagi jika didukung dengan konten terverifikasi dan orisinil. Selain itu, Linkedin juga memperkenalkan fitur “Linkedin Lead Gen Form” yang bertujuan membantu user mengisi formulir untuk terhubung dengan elemen lain.

Instagram

Carousel ads pada instagram pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan postingan biasa. Kamu bisa menambahkan beberapa gambar dalam satu paket iklan. Pada carousel ads, instagram memberikan kesempatan untuk memasukkan 10 card story per satu iklan.

Twitter

Twitter tak ketinggalan, pihaknya telah menyediakan carousel ads per tanggal 11 November 2020 lalu. Alasannya, tipe konten interaktif lebih banyak menarik para pengguna agar penasaran dengan suatu produk.

Facebook

Begitu pula dengan Facebook, platform dengan pengguna aktif terbesar dari seluruh dunia ini juga menyediakan carousel ads. Kamu bisa memasukkan 3-5 foto dalam satu iklan. Saat ini, Facebook menjadi platform promosi yang sangat menguntungkan bagi pelaku bisnis. 

2. Carousel Post

Post carousel adalah konten dengan gambar atau video berderet dan bisa digeser oleh siapa saja yang menontonnya. Namun, berbeda dengan ada, carousel post merupakan konten untuk kepentingan pribadi.

Instagram

Pada sosial media Instagram, kamu dapat mengunggah hingga 10 foto dalam satu kali postingan. Fitur ini tentu sangat menguntungkan, mengingat terkadang kita terlalu bingung untuk menentukan mana yang harus di posting bukan? Nah, dengan carousel semua foto cantikmu bisa terunggah Sob!

Fitur ini pertama kali di launching pada tahun 2017 lalu. Kelebihan lainnya, kamu bisa menandai seseorang yg berbeda di tiap gambar. Bisa dikatakan, Instagram adalah pelopor konten carousel di media sosial.

Kalau kamu tertarik untuk membuat carousel post melalui instagram, caranya cukup mudah kok Sob. Kamu hanya perlu memilih 1-10 yang ingin diposting, maka Instagram akan secara otomatis mengatur postingan kamu menjadi carousel.

Kamu juga tidak perlu memisahkan jenis gambar atau video lho! kamu bisa menambahkan foto maupun video dalam sekali postingan. Misalnya, pada slide pertama kamu menambahkan foto, dan pada slide kedua kamu bisa memasukkan video dengan durasi maksimal 1 menit.

Cara membuat carousel yang menarik, usahakan untuk memasang visual paling unik atau yang sekiranya bisa menyita rasa penasaran audiens ya Sob. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan CTR tinggi.

Baca juga: Gimana Sih Sebenarnya Kebiasaan Gen Z dalam Ber Sosial Media? Ini Dia Jawabannya

Carousel adalah salah satu fitur konten yang dinilai efektif untuk meningkatkan engagement audiens. Nah, jika ingin maksimal dalam menerapkannya, yuk ikuti beberapa tosp berikut ini.

1. Tulis deskripsi atau copy yang menarik

Gambar tanpa keterangan yang jelas akan mengurangi daya tariknya. Tidak hanya visual saja, namun kamu juga harus pintar-pintar untuk menyusul caption atau copy hang unik ya Sob! Namun ingat, jangan sampai terlalu panjang, karena tidak akan ada yang membaca.

2. Gunakan slot secukupnya

Biasanya, carousel menyediakan hingga 10 slot, seperti Instagram. Namun, kamu tidak harus menggunakan semua slotnya. Memasukkan 2-6 slot dengan konten menarik lebih daripada 10 konten biasa. Beda halnya kalau kamu ingin memberikan informasi detail, maka bisa memaksimalkan slot yang ada.

3. Pasang foto menarik di bagian paling depan

Jika ingin membuat audiens penasaran, kamu bisa membuat gambar bersifat misterius. Sehingga, semakin pengguna menggeser, maka mereka bisa menemukan jawabannya. Biasanya, trik ini digunakan untuk konten-konten promo atau spoiler produk baru. Jangan lupa untuk memasang visual paling menarik di bagian depan.

Nah Sob, itu dia beberapa informasi mengenai apa itu carousel sekaligus tips bagaimana cara mengoptimalkannya untuk membantu kamu merintis bisnis. Kehadiran media sosial memang cukup bermanfaat, So jangan ragu untuk berkreasi ya Sob!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like