Apa itu Content Pillar? Jenis & Cara Membuat

content pillar

Content pillar adalah salah satu bahasan yang wajib kamu ketahui jika kamu sedang mengelola media sosial. Sesuai namanya, konten pilar blog adalah penopang atau pilar utama dalam strategi bersosial media. 

Apa arti content pillar? Content pillar adalah pedoman yang mengarahkan konten, sehingga konten tetap engaging dan berhasil menyasar audiens, Sob. 

Kamu sudah tahu cara membuatnya? Tenang, di artikel ini kita akan bahas makna content pillar sosial media, jenis-jenis, manfaat hingga cara membuatnya. Penasaran? Yuk, simak artikel di bawah ini. 

Apa itu Content Pillar?

content pillar adalah

Content pillar adalah poin utama dalam strategi perkontenan, Sob. Pasalnya, ia berfungsi sebagai pemandu dalam memberi garis besar tema konten yang menarik perhatian audiens.

Sebagai panduan besar, content pillar sosial media memuat tema-tema besar pada konten. Dari situ, kita bisa membuat banyak konten turunan dengan tetap memperhatikan relevansi untuk audiens.

Namun, content pillar adalah pegangan yang tidak hanya diterapkan pada sosial media. Ada juga konten pilar blog berisikan panduan tentang bagaimana cara mengorganisir konten pada website perusahaan. Menarik ya! 

Manfaat Content Pillar

manfaat content pillar

Lalu mengapa konten pilar penting? Jika kamu masih bertanya-tanya, kamu patut menyimak penjelasan satu ini.

1. Perencanaan konten lebih tertata

Pernahkan kamu merasa stuck ketika membuat konten? Tenang, content pillar adalah jawabannya.

Tujuan pokok dari pembuatan content pillar adalah untuk memandu kita agar tetap on track, Sob. Dari sini kita akan termudahkan dalam pembuatan konten. Kenapa? Karena kita tinggal merumuskan konten turunan darinya. 

2. Relevan dengan audiens

Kita harus ingat bahwa konten dibuat berdasarkan karakter & kebutuhan audiens. Nah, dengan senantiasa memperhatikan content pillar, kita tidak akan menyimpang dari tujuan awal yakni menjaga brand agar tetap relevan dengan audiens. 

Cek Konten Lainnya:
Apa itu Social Media Marketing? Manfaat, Platform dan Strategi

3. Konsistensi brand

Dalam pembuatan konten, kita harus menjaga identitas brand yang kita kembangkan. Jangan sampai konten sosial media malah tidak mencerminkan hal ini, Sob.

Nah, content pillar adalah pedoman agar konten tetap merefleksikan identitas brand kita. Ini dilakukan salah satunya agar cara kita menyapa audiens dan posisi brand di mata konsumen tidak berubah.

4. Optimalisasi SEO

Masih ingat bahwa ada juga content pillar SEO yang meningkatkan performa website perusahaan? Nah, ketepatan strategi content akan mengarahkan brand untuk berada pada posisi atas mesin pencarian, Sob. 

Selain itu, content pillar adalah navigator yang mengarahkan struktur website perusahaan agar rapi dalam satu niche. 

Baca juga: Apa itu SEO On Page? Pengertian, Tujuan dan Cara Optimasi

Jenis Content Pillar

jenis content pillar

Nah, sudah paham ya apa itu content pillar sosial media. Sebelum benar-benar membuatnya, kita juga harus paham jenis-jenisnya dulu, Sob. Ada apa saja?

1. Educational

Educational content adalah konten yang bertujuan untuk mengedukasi pengguna tentang bagaimana cara memaksimalkan fungsi produk. 

Dengan strategi ini, kita bisa mendapatkan perhatian dari pembeli yang berpotensi menjadi pelanggan loyal. Kategori ini akan merasa diperhatikan dengan pemberian informasi produk.

Selain itu, strategi ini juga bisa menarik perhatian calon pembeli karena mereka secara tidak sengaja berkenalan dengan fitur-fitur produk tanpa membelinya. 

2. Promotional 

Sesuai namanya, promotional content pillar adalah konten yang fungsinya mendorong audiens untuk membeli produk dari brand tersebut. Konten semacam ini akan sering kita temui pada postingan ulasan produk sosial media, Sob.

Bisa dikatakan bahwa kita dapat mengunggulkan fitur produk dan kemudahan apa yang user dapatkan ketika memiliki produk dari brand kita.

Konten dengan sifat hard-selling seperti ini tentu perlu digunakan agar audiens mengingat produk yang ditawarkan. Meskipun demikian, konten non-promosi juga perlu dibuat untuk mengimbanginya.

Cek Konten Lainnya:
Apa itu Influencer? Manfaat dan Tips Memilihnya untuk Bisnis

3. Conversational

Conversational content pillar adalah konten yang mengandalkan user journey dalam penerapannya. Jadi, pembuat konten harus memperhatikan setiap tahapan user journey agar berhasil mendapatkan conversion.

Cara ini digunakan agar pendekatan terhadap konsumen lebih efektif karena sesuai dengan perjalanan mereka dari mengenal brand hingga memutuskan menjadi pelanggan.

Dengan kata lain, content pillar contoh satu ini bisa membuat calon pembeli melakukan check out lebih cepat, Sob. 

4. Entertainment 

Jangan melulu membombardir audiens dengan konten promotional ya, Sob. Jika kamu ingin audiens tetap terlibat dalam interaksi, terapkan entertainment content agar mereka merasa terhibur.

Konten semacam ini penting agar audiens tidak merasa sekadar menjadi objek pemasaran. Selain itu, perhatikan juga apa yang sedang tren pada segmen pasar audiens. 

5. Agile

Selain tujuan entertainment, kita juga perlu menjaga konten agar tetap relevan dengan audiens walaupun tidak selalu bersifat menghibur. 

Nah, agile content pillar ini adalah konten di mana kita melakukan pendekatan dengan konsumen melalui postingan atau konten yang membicarakan trending topic.

Tidak melulu hal-hal yang viral, Sob. Kita bisa membuat konten bernuansa hari-hari besar atau peringatan momen tertentu. 

Baca juga: Content Plan: Pengertian, Manfaat, Contoh & Cara Membuatnya

Cara membuat Content Pillar

cara membuat contentpillar

Setelah mengetahui manfaat serta jenis-jenisnya, kamu pasti penasaran bagaimana cara membuat content pillar. Lalu seperti apa caranya?

1. Kenali target audiens

Mengenali target audiens tentu adalah langkah pertama dalam membuat content pillar. Untuk memudahkan proses ini, kamu dapat membuat user persona yang menggambarkan audiens secara tepat.

Kita dapat mengembangkan strategi ini dengan pertanyaan-pertanyaan panduan seperti ini.

1. Dari demografi manakah konsumen berada?

2. Seperti apa perilaku sosial media konsumen?

3. Apa konten yang mereka sukai?

Kamu juga bisa mengembangkan pertanyaan tersebut agar lebih baik dalam menyasar audiens.

Cek Konten Lainnya:
5 Daftar Digital Marketing Potensial Untuk Meningkatkan Pemasaran

2. Rumuskan kebutuhan audiens

Setelah melakukan riset untuk mengenali target audiens lebih dalam, kita bisa merumuskan kebutuhan audiens, Sob. 

Pada tahapan ini, kita diharapkan dapat mengenali apa pain points konsumen yang dapat kita tawarkan pada konten sosial media.

Selain itu, kita bisa mempertajam analisis ini dengan melakukan riset kata kunci. Riset ini akan memberikan insight tentang apa yang dibutuhkan atau dicari oleh target audiens.

3. Mulai content pillar dengan keyword mapping

Setelah mendapatkan temuan tersebut, cara membuat content pillar SEO selanjutnya adalah dengan mengelompokkan kata kunci yang didapatkan berdasarkan subjek atau topik tertentu. 

Jika keyword mapping selesai, kita akan mendapati keyword-keyword tersebut berada pada kategorinya masing-masing. Hasil ini bisa kita implementasikan ke dalam pembuatan konten.

4. Buat content planning

Jika content pillar sudah siap, kita bisa berpindah ke tahapan content planning dengan membuat kalender konten

Kalender ini memuat hal-hal seperti tanggal upload, keyword yang digunakan, serta jenis konten (video, artikel, konten sosial media). 

Dengan menerapkan strategi ini, kamu tidak perlu takut kehabisan ide konten untuk beberapa waktu ke depan.

Selain itu, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk me-remake konten menjadi media yang lain seperti video atau reels. 

Itu tadi penjelasan tentang apa itu content pillar, manfaat, jenis, serta cara membuatnya. Apakah kamu sudah membuat pilar konten dengan benar?

Karena content pillar adalah salah satu poin terpenting dalam dunia konten, jangan lupa untuk membuat variasi berbagai jenis konten di atas ke dalam kalender konten agar strategi pemasaranmu makin ciamik. Untuk menyimak artikel lainnya, kunjungi blog Jagoan Hosting, Sob. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
content plan
Read More
Content Plan: Pengertian, Manfaat, Contoh & Cara Buatnya
Apakah kamu baru terjun di dunia content marketing, tapi tidak tahu harus memulai dari mana? Jika demikian, kamu…
direct marketing
Read More
Apa itu Direct Marketing? Contoh, Kelebihan & Kekurangan
Apa itu direct marketing? Direct marketing adalah salah satu cara agar bisnismu makin berkembang, Sob. Pasalnya, interaksi langsung…