Apa itu Content Marketing? Ini Tujuan dan Strateginya

content marketing

Berbicara mengenai kesuksesan bisnis dalam dunia digital tidak akan pernah lepas dari yang namanya faktor konten. Tidak mengherankan jadinya sampai muncul istilah “ konten adalah raja”. Secara lebih spesifik yang dimaksud di sini adalah content marketing.

Konten jenis inilah yang akan menjadi pembahasan utama dalam artikel berikut secara lebih mendalam. Mari simak masing-masing poinnya : 

Apa Itu Content Marketing

content marketing adalah

Bersumber dari content marketing institute, content marketing adalah sebuah pendekatan pemasaran yang berfokus untuk membuat dan menyebarluaskan konten. Tentunya konten dalam hal ini harus berkualitas baik secara konsisten mengikuti selera audiens sehingga dapat tetap relevan dan menarik di mata mereka. 

Kata “menarik” dalam pengertian content marketing di atas mencakup pada 3 aspek yang wajib dimiliki suatu konten : 

  • Headline yang mampu memancing rasa penasaran audiens untuk melakukan klik dan mencari tahu lebih lanjut soal isinya. Forbes membeberkan bahwa suatu headline sudah harus mampu menarik perhatian audiens dalam 7 detik. Jika gagal memenuhi  waktu tersebut maka kontenmu sudah pasti akan mereka skip.
  • Visual  yang menarik/ memanjakan mata untuk menunjang kenyamanan audiens dalam menikmati konten.
  • Aspek ketiga merupakan yang paling penting yaitu seperti apa pembuat menggali dan mengeksplorasi suatu topik. Apakah memberikan nilai edukasi maupun entertainment yang membuat audiens betah dan “ketagihan” dengan kontenmu.

Mengapa membuat content marketing harus tetap menyesuaikan dengan selera audiens?Padahal bisa saja apa yang audiens sukai belum tentu juga disenangi dan dikuasai oleh si pembuat konten.

Jawabannya karena  adalah masalah algoritma, suatu sistem dari mesin pencari atau media sosial yang menjaga konten-konten yang RELEVAN saja. Relevansi dinilai berdasarkan apa yang sedang banyak audiens cari saat itu. Dengan demikian kalau kontenmu tidak sesuai trend maka jangan berharap algoritma akan “meliriknya”. 

Tujuan Content Marketing

tujuan content marketing

Dengan tuntutan untuk selalu sejalan dengan tren, membuat content marketing yang menarik sudah jelas tidaklah mudah. Namun mau tidak mau wajib diusahakan oleh pebisnis yang membuka lapak digital. Alasannya besarnya manfaat content marketing untuk bisnis yang meliputi : 

1. Meningkatkan Peluang Terjadinya Konversi Pembelian

Kamu tentunya mengerti kalau keputusan seseorang untuk membeli sesuatu tidak bergantung pada faktor promosi. Pasti akan ada berbagai pertimbangan terlebih apabila produk yang dibeli berharga mahal.

Dengan demikian  walaupun mungkin kamu sudah membuat konten yang bagus, jangan mengharapkan hasil yang instan. 

Tetap pertahankan kualitas content marketing yang kamu buat untuk menumbuhkan dan menjaga minat serta mengundang lebih banyak  audiens. Kondisi seperti itulah yang memperbesar peluang terjadinya pembelian

2. Menjadi Pintu Masuk Untuk Mendukung Platform Promosi Lainnya

Content marketing di suatu platform mampu  mendukung platform lain karena biasanya sang pembuat konten akan turut mempromosikan setiap media yang ia miliki. Jika kontennya memang menarik maka audiens juga berpotensi besar mencari tahu dan berlangganan ke platform-platform lainnya. 

3. Memberikan Edukasi Kepada Audiens Supaya Jadi Lebih Cerdas

Seperti yang sudah disebutkan bahwa salah satu aspek content marketing yang menarik isinya itu memiliki nilai edukasi. Mampu menjawab apa yang menjadi permasalahan audiens sekaligus membuka insight mereka menjadi lebih cerdas.

Cek Konten Lainnya:
Meningkatkan Traffic Website dengan Strategi Guest Post

Audiens akan lebih percaya pada bisnis yang bisa menyediakan konten dengan spesifikasi semacam itu. Mereka sudah menganggapmu sebagai referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.  

4. Menghemat Budget Perusahaan

Berpromosi dengan content marketing lebih murah daripada metode konvensional dengan membuka lapak yang berbentuk bangunan fisik. Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tempat, mencetak banner/spanduk, dsb.

Sementara pada membuat konten promosi digital, biaya yang timbul seperti  pembuatan website dan iklan berbayar, nominalnya masih relatif terjangkau.

Contoh Content Marketing

Dalam pengaplikasiannya, content marketing terbagi menjadi beberapa bentuk seperti : 

Website 

Apabila membahas soal website sebagai content marketing maka pasti tidak jauh dari berusaha menempatkannya di halaman pertama mesin pencari. Sepenting itukah berada di halaman pertama? 

Jawabannya adalah iya karena salah satu ahli SEO terkemuka, Neil Patel menyatakan 75% audiens hanya mencari informasi di halaman pertama saja. Jadi kalau kamu berhasil ada di situ maka semakin besar juga peluang website-mu terekspose kepada lebih banyak audiens. 

Media Sosial

Selain website, media sosial pun tidak kalah pentingnya berperan sebagai platform content marketing. Ini berkaca pada popularitasnya yang begitu besar khususnya di Indonesia. 

Ini berkaca dari survei yang telah dilakukan dan diprediksi oleh data good stats. Mereka telah mencatat persentase pengguna internet di Indonesia tahun 2017 hingga 2023 mengalami peningkatan dari 47,03% menjadi 76,04%.   

Jumlah itu diperkirakan  terus bertambah hingga tahun 2026. Prediksinya  pada tahun itu akan ada 81,82% orang dari total populasi sudah memiliki akun media sosial. Lebih detailnya silakan lihat pada grafik di bawah ini : 

data penggunaan social media

Prospek itu yang membuat media sosial mempunyai power yang luar biasa supaya produk jualanmu dapat lebih tersebar luas. 

Podcast 

Podcast bukan hanya untuk tujuan hiburan semata, mendengarkan sekumpulan orang berbicara berbagai topik. 

Platform ini pun dapat kamu kondisikan menjadi content marketing lewat menyisipkan berbagai jenis promosi. Penyisipan dalam hal ini bisa pembuat konten lakukan secara fleksibel karena bentuk podcast yang memberikan keleluasaan untuk berkreativitas.  

Terkait masalah eksposur tidak usah kamu ragukan karena tercatat lebih dari 60 juta orang mendengarkan podcast di Spotify dan Apple.  

Video Promosi

Content marketing memang relatif paling mudah kamu buat dalam bentuk tulisan. Cukup dengan bermodalkan microsoft words atau google docs, kamu sudah bisa menuangkan ide-idemu ke situ. 

Bandingkan dengan format video di mana kamu harus syuting dan mengedit. Belum lagi masih harus didukung  perlengkapan penunjang supaya kualitas yang dihasilkan lebih bagus.

Terlepas dari kendala itu, riset dari Wyzowl menjelaskan bahwa 73% audiens lebih suka mempelajari produk dan brand perusahaan lewat video. Jadi tidak mengherankan kalau 90% bisnis telah menerapkannya dalam penyajian konten.

Dengan demikian sedikit banyak, kamu sebaiknya mulai sedikit-sedikit belajar bagaimana mengedit video. Tidak apa-apa kalau mungkin peralatan penunjangmu belum terlalu memadai. Itu bisa kamu upgrade secara bertahap.

Konten Iklan Berbayar

Mengharapkan content marketing dipromosikan oleh algoritma secara organik memang membutuhkan waktu yang lama. Namun kamu tidak perlu khawatir karena ada jalan pintas untuk mengatur agar algoritma mau memperluas promosimu secara masif. 

Caranya adalah dengan  memakai fitur iklan berbayar. Lewat fitur ini kamu dapat melakukan beberapa penyesuaian seperti : 

  • Karakteristik audiens yang kamu tuju seperti berdasarkan kategori jenis kelamin, pekerjaan, hobi, usia, dll.
  • Berapa anggaran yang  kamu investasikan dan berapa hari konten akan sistem munculkan.

Strategi Content Marketing

strategi content marketing

Mungkin kamu sudah cukup konsisten dalam mengunggah konten promosi bahkan sampai menggunakan fitur iklan berbayar. Sayangnya melakukan 2 hal itu saja tidak cukup. 

Cek Konten Lainnya:
Online Marketing Adalah: Ini Panduan Lengkapnya bagi Pemula

Alasannya karena mengacu pada apa yang semrush uraikan dalam tulisannya. Di situ menjelaskan mewujudkan content marketing yang tepat sasaran harus dimulai dengan 4 landasan strategi yang kuat berikut ini  : 

1. Menentukan Tujuan 

Mau sampai kapanpun content marketing tidak akan pernah tepat sasaran kalau tujuan dari awalnya tidak jelas. Oleh karena itulah sebagai langkah pertama dalam strategi promosi adalah kamu sudah tahu dengan jelas mau kamu bawa ke arah mana kontenmu.

Selanjutnya apabila tujuan utama telah kamu tentukan, sekarang kamu lebih buat spesifik lagi mengenai parameter keberhasilan. Apa saja yang menjadi patokan yang menunjukkan bahwa kamu telah berhasil mencapai kemajuan untuk mewujudkan tujuan tersebut.  

Misalnya kamu membuat suatu konten promosi dengan tujuan memperluas awareness audiens terhadap brand bisnismu. Bila begitu maka sebagai contoh indikator keberhasilannya ditentukan dari : 

  • Perkembangan jumlah traffic yang datang untuk melihat konten.
  • Berapa banyak audiens yang menanyakan soal produk dan layanan yang kamu jual.
  • Fluktuasi dari jumlah follower dalam akun media sosial.

2. Memahami Seperti Apa Target Audiens yang Paling Cocok

Bagus tidaknya suatu produk itu sifatnya disebut relatif karena tergantung persepsi masing-masing. Produk akan seseorang anggap bagus apabila  berhasil menyelesaikan permasalahannya. 

Sebaliknya apabila audiens merasa tidak merasa memiliki masalah yang relevan dengan kemampuan produk maka sampai kapanpun ia tidak mungkin membelinya.  

Itulah yang menjadi latar belakang mengapa kamu sangat perlu mengerti kira-kira karakteristik audiens seperti apa yang kira-kira membutuhkan produk jualanmu. Dari situ, kamu akan dapat menentukan bagaimana harus mengatur konten dari segi isi maupun presentasi yang sesuai dengan minat target audiens.

Namun perlu kamu ingat bahwa dalam menentukan produk jualan dengan karakteristik audiens, tidak cukup dengan sekedar mengira-ngira. Untuk membantu kamu melakukannya, ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan yaitu : 

  • Menggunakan tools bantu seperti google analytics data maupun fitur bisnis dalam media sosial seperti facebook dan instagram
  • Memantau  data dari kompetitormu. Amati baik-baik secara umum seperti apa karakteristik audiens yang sering mampir ke dalam konten-konten mereka.  
  • Melakukan survei atau wawancara langsung dengan audiens-audiens yang selama ini berinteraksi dengan bisnismu. 

3. Pilih Format Konten dan Platform yang Tepat

Kamu sudah tahu ke arah mana tujuan konten serta bagaimana karakteristik audiensnya. Itu memanglah baik tapi jangan lupa masih ada 2 hal lagi yang perlu kamu perhatikan yaitu tentang format konten dan di mana platformnya.

Ketahui di mana biasanya target audiensmu menghabiskan waktunya berselancar di internet. Semisal kamu menargetkan anak-anak muda dari kalangan gen Z atau gen alpha maka platform Tik Tok Lah yang paling tepat. Dengan demikian secara otomatis, kamu harus membuat kontenmu dalam bentuk video. 

4. Membuat Penjadwalan

Penjadwalan itu begitu krusial dalam menyusun taktik content marketing terlebih jika sudah melibatkan banyak anggota tim dengan divisinya masing-masing. Perencanaan dan pengeksekusian konten yang tidak terjadwal akan membuat sistem kerjanya jadi berantakan.

Bisa jadi saat konten sudah dibuat, sudah tidak relevan lagi dengan kondisi yang terjadi saat itu. Oleh karenanya kamu perlu membuat penjadwalan karena akan sangat membantu untuk : 

  • Mencegah terjadinya kelupaan karena semua sudah tercatat pada jadwal.
  • Menjaga agar setiap anggota tim bekerja dengan ritme yang sepadan dan konsisten.
  • Mengawasi performa anggota tim.
  • Menjadi wadah untuk menemukan ide-ide baru.

Apalagi sekarang membuat penjadwalan semakin mudah berkat hadirnya tools semacam monday.com, trello, teamgantt, dsb. Lewat tools tersebut kamu dapat berkoordinasi lebih mudah karena tidak harus bertatap muka secara langsung. 

Bagaimana Cara Kerja Konten Pemasaran?

Cara kerja konten pemasaran itu masih terkait dengan konsep marketing funnel.  Bagi kamu yang belum tahu, sebagaimana dilansir Sprout Social, marketing funnel merupakan cerita mengenai perjalanan relasi antara audiens dengan bisnismu.

Cek Konten Lainnya:
6 Alasan Kenapa Kamu Perlu Freelance Writer untuk Website!

Dari yang awalnya konsumen masih asing dan belum tahu apa-apa kemudian tertarik dan akhirnya melakukan transaksi. Bisa jadi kemudian ia dapat menjadi pelanggan setia apabila merasa puas dengan kualitas produk dan pelayanan yang kamu berikan. 

Perkembangan dari yang awalnya belum kenal sampai berubah jadi pelanggan setia, salah satunya dipengaruhi kualitas content marketing yang kamu sajikan. 

Untuk lebih spesifiknya, konsep marketing funnel penggambarannya adalah sebagai berikut : 

Bentuk segitiga terbalik di atas menunjukkan bahwa jumlah konsumen yang masuk lebih dalam pasti jumlahnya lebih sedikit daripada yang di atasnya. Supaya semakin jelas maka artikel akan menguraikan masing-masing fasenya mulai dari atas sampai bawah : 

Bagian Atas Funnel 

Perjalanan pertama dalam marketing funnel, target konsumen mulai memiliki awareness / kesadaran bahwa bisnismu itu eksis setelah melihat konten promosinya.  Biasanya konsumen yang masih dalam tahap ini memiliki masalah tertentu tapi belum menemukan cara penyelesaiannya. 

Maka dari itu dalam tahap berikut, konten promosimu harus bisa   memberikan kesan yang kuat dan positif. Caranya adalah dengan mampu menjelaskan bahwa produk merupakan solusi yang mereka cari lebih daripada bisnis yang sejenis. .

Bagian Tengah Funnel

Bagi konsumen yang merasa bahwa produkmu menarik setelah mengenal layanan yang kamu perkenalkan maka mereka akan melangkah ke bagian tengah funnel. Bagian tersebut menggambarkan tahap konsumen mulai mempertimbangkan kamu sebagai salah satu opsi apabila nanti mereka akan melakukan pembelian. 

Oleh karenanya konsumen di sini akan mulai mencari tahu informasi yang lebih banyak  mengenai bisnismu. Baik itu dengan melihat lebih dalam pada content marketing yang pernah kamu buat sebelumnya maupun menghubungi  kontak yang tercantum.

 Tugasmu pada fase berikut adalah menjaga agar minat konsumen tidak memudar. Jadi jangan lupa buatlah konten promosi yang lebih personal untuk menjaga hubungan dan memberikan nilai edukasi yang lebih spesifik. 

Tujuannya supaya secara umum konsumen makin memahami permasalahan dan berbagai solusi yang memungkinkan. Kemudian secara khusus, kamu kemudian mengarahkan agar mereka makin yakin bahwa  produk bisnismulah yang tepat dari sekian opsi yang sudah terancang. 

Menghadapi konsumen yang sudah berada dalam fase considering, kamu wajib memiliki kesabaran. Alasannya sebab tidak semua konsumen akan langsung memutuskan beli dalam jangka waktu dekat. Walaupun demikian kamu tetap harus jaga rasa percaya karena sedikit banyak mereka akan mengamati gerak-gerikmu.

Sekali saja kamu terlalu hard selling  maka kepercayaan yang sudah dibangun bisa runtuh seketika. 

Bagian Bawah Funnel 

Konsumen yang sukses masuk ke lapisan paling bawah merupakan yang sudah cukup yakin untuk melakukan pembelian. Namun mereka masih mempunyai pertimbangan terutama masalah harga. Jika sudah sampai di sini maka baru boleh content marketing yang kamu buat lebih hard selling

Konsumen sudah punya keyakinannya sehingga kamu perlu sedikit “tekan” mereka agar tidak berpikir terlalu lama. Konten promosimu sudah kamu atur sedemikian rupa untuk mensugesti  konsumen seolah-olah berada dalam kondisi urgen. Mereka akan membayangkan merasa menyesal bila tidak segera membuat kesepakatan.   

Dalam era bisnis yang sudah serba terdigitalisasi maka content marketing merupakan hal yang mutlak. Jadi pastikan kamu buat sebagus mungkin dengan cara memahami dulu tujuan dan siapa target konsumen nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More
5 Macam Investasi Bisnis yang Harus Dimiliki Seorang Pebisnis
Dalam sebuah bisnis sering kita mendengar tentang pentingnya sebuah investasi. Tidak melulu berbicara tentang uang, emas, obligasi dan…
b2b adalah
Read More
Bisnis B2B – Strategi, Contoh dan Bedanya dengan B2C
Dunia bisnis memiliki banyak jenis model yang bisa diimplementasikan dalam usaha mereka, beberapa diantaranya adalah B2B dan B2C.…