Jagoan Hosting Gelar Re:Code Untuk Pengembangan Talenta Digital

Pengembangan Talenta Digital
Pengembangan Talenta Digital

Perkembangan teknologi digital terus bergerak dengan kecepatan yang semakin tinggi, seiring meningkatnya kebutuhan akan talenta digital yang adaptif, relevan, dan berdaya saing. Tantangan utama bukan hanya pada jumlah talenta, tetapi pada kesiapan sumber daya manusia dalam memahami perubahan teknologi, kebutuhan industri, serta kemampuan beradaptasi secara berkelanjutan.

Pada tahun 2030 mendatang, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menargetkan ada 12 juta talenta digital. Namun, banyak talenta digital belum memiliki akses terhadap ruang belajar yang aman, terstruktur, dan relevan dengan praktik industri, sehingga proses evaluasi kemampuan, pengembangan talenta digital, keterampilan, hingga validasi ide kerap berjalan kurang optimal

Menjawab tantangan tersebut, Jagoan Hosting bersama Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co) menghadirkan Re:Code sebagai sebuah inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk menjadi wadah pembelajaran, evaluasi, dan peningkatan kapasitas talenta digital secara berkelanjutan. Re:Code hadir sebagai ruang temu antara talenta, komunitas, industri, dan pemangku kepentingan, guna mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih sehat dan inklusif. Kegiatan ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) di Gedung Balai Pemuda, Surabaya.

Mau Website Keren dengan Budget Terbatas?
Nggak perlu modal besar buat punya website profesional. Hosting Murah Jagoan Hosting kasih kamu semua yang dibutuhkan. Cocok untuk pelajar, freelancer, UMKM, bahkan pemula sekalipun. Plus support nonstop 24 jam
Pesan Hosting Murah

Semangat Komunitas dan Developer

Inisiatif ini tumbuh dari semangat komunitas developer dan programmer yang melihat pentingnya ruang eksplorasi dan validasi yang lebih dekat dengan kebutuhan nyata industri. Melalui pendekatan kolaboratif, Re:Code diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekosistem digital serta melahirkan solusi-solusi teknologi yang berdampak luas bagi masyarakat.

Founder Jagoan Hosting & Ngalup.co, Danton Prabawanto, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini menghadirkan peluang yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa dekade lalu, khususnya bagi talenta digital yang ingin membangun produk maupun bisnis berbasis teknologi.

Menurutnya, ketika ia memulai perjalanan di industri digital, akses terhadap informasi, ekosistem pendukung, dan proses validasi ide masih sangat terbatas. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana talenta digital memiliki peluang lebih besar untuk belajar, bereksperimen, dan mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak.

Cek Konten Lainnya:
Tips Optimasi Website dengan Redis 

“Perubahan teknologi membuka peluang yang sangat luas. Namun, peluang ini hanya bisa dimanfaatkan jika talenta digital memiliki ruang belajar yang tepat, lingkungan yang suportif, serta akses terhadap ekosistem yang memungkinkan ide berkembang menjadi solusi nyata,” ungkap Danton.

Ia menambahkan, kolaborasi antara komunitas, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan. Dukungan terhadap program akselerasi, ruang eksplorasi ide, serta pendampingan berkelanjutan akan mempercepat transformasi ide menjadi produk dan layanan yang bernilai guna.

Dalam perspektif jangka panjang, inisiatif-inisiatif seperti Re:Code diyakini dapat menjadi fondasi lahirnya generasi technopreneur dan inovator digital yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada dampak ekonomi dan sosial. Tujuannya, untuk pengembangan talenta digital.

Jagoan Hosting sebagai Digital Enabler Ecosystem

Sejalan dengan hal tersebut, Jagoan Hosting yang sebelumnya dikenal sebagai penyedia layanan infrastruktur digital, mengambil peran yang lebih luas sebagai digital enabler ecosystem

Melalui pendekatan ini, Jagoan Hosting berupaya membantu pengembangan talenta digital dalam proses validasi, pengembangan produk, hingga go-to-market, agar solusi digital yang dihasilkan dapat lebih cepat memberikan dampak nyata.

“Dari ide, menjadi solusi, lalu menjadi dampak. Itulah perjalanan yang ingin kami percepat bersama ekosistem,” jelas Danton.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas talenta digital diharapkan tidak hanya berdampak pada pengembangan individu, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja baru, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Re:Code juga menghadirkan para praktisi industri, engineer, dan penggerak komunitas digital dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan praktik terbaik. Kehadiran para praktisi ini diharapkan mampu memberikan perspektif nyata mengenai tantangan dan peluang di dunia teknologi yang terus berkembang.

Produk Digital Jagoan Hosting

Jagoan Hosting memamerkan beberapa produk digital inovatif berbasis automation hingga aplikasi yang siap mendukung aktivitas administrasi sebuah instansi. Salah satunya, yakni OpenDesa, yang memudahkan aparat desa untung mengelola data terpadu.

Cek Konten Lainnya:
Mengenal IPV4: Jenis, Kelas & Bedanya dengan IPV6

Kehadiran produk-produk ini mempertegas bahwa produk digital yang baik adalah yang mampu menyelesaikan masalah spesifik dengan sederhana. Jagoan Hosting tidak bergerak sendiri. Marketplace ini dirancang sebagai wadah kolaborasi bagi para developer lokal untuk memamerkan dan menjual karya automasi mereka untuk pengembangan talenta digital.

“Kami memberikan wadah agar developer bisa berkreasi dan hasilnya memberikan manfaat langsung bagi end-user. Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi automasi kini sangat terjangkau dan mudah diakses,” tambah dia.

Tanggapan Komdigi

Sejalan dengan itu, Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menegaskan, pengembangan talenta digital perlu dilakukan secara berkelanjutan, dengan menekankan kualitas, relevansi, dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi. 

“Ruang belajar yang sehat dan kolaboratif dinilai menjadi faktor penting dalam menyiapkan talenta digital yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan,” papar dia.

Melalui inisiatif seperti Re:Code, ekosistem digital Indonesia didorong untuk tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas talenta digital, percepatan proses validasi ide, serta dukungan menuju implementasi dan adopsi pasar menjadi fondasi penting dalam menciptakan rantai nilai ekonomi baru. 

Dari peningkatan produktivitas individu, lahirnya solusi digital yang aplikatif, hingga berkembangnya bisnis berbasis teknologi, dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh industri teknologi, tetapi juga masyarakat dan perekonomian nasional dalam jangka panjang.

“Ketika talenta digital memiliki ruang untuk belajar, memvalidasi ide, dan melangkah ke pasar dengan dukungan ekosistem, maka yang tercipta bukan hanya inovasi, tetapi juga nilai ekonomi. Dari sinilah economic growth dibangun, dimulai dari spark ide, berkembang menjadi solusi, dan akhirnya memberikan dampak nyata,” tandas dia.

Kegiatan ini menghadirkan tiga tokoh IT yang cukup terkenal di dunia developer, antara lain Sandhika Galih (Lecturer, Google Dev Expert & Content Creator), Setia Budi (Machine Learning Engineer at ticket.com & Content Creator), Eko Khannedy (Technical Architect at BliBli & Content Creator). Selanjutnya, ada Devin Maeztri (Organizer Komunitas WordPress Indonesia, Indonesia Partnership Manager Automotic), Aurelius Ivan (AI Engineer Cursor Ambassador) dan Ficky Irawanto (Organizer Komunitas N8N Indonesia, Owner Tim Teknologi Global). Terakhir, ada sesi bersama Theodore Mangowal (Software Engineer & Content Creator), Fini Charissa (UI/UX Designer & Founder Creatrack.id) dan Safira Maruapey (Full Stack Web Dev & Content Creator).

Cek Konten Lainnya:
Ini Bedanya Visual Studio Code VS Visual Studio

Fact Checked & Editorial Guidelines
Reviewed by: Subject Matter Experts
You May Also Like