- Social media planner berguna untuk mengatur ide dan jadwal publikasi konten.
- Perencanaan konten membuat proses produksi lebih terstruktur dan mengurangi risiko jadwal posting terlewat.
- Planner dapat dibuat secara manual menggunakan spreadsheet atau pakai aplikasi berbasis AI.
Mengapa Perlu Social Media Planner?
Tanpa perencanaan, tim cenderung bekerja secara reaktif. Misalnya, ide baru dicari menjelang jadwal tayang atau momentum penting seperti promosi atau hari besar berisiko terlewat.
Social media content planner membantu mengatasi kondisi tersebut. Dengan adanya planner, jadwal yang sudah disusun sehingga akun tetap aktif tanpa harus mencari ide baru setiap hari.
Tema konten juga dapat disiapkan lebih awal berdasarkan kebutuhan audiens dan tujuan kampanye.
Dengan alur yang lebih tertata, konten dapat diarahkan pada tujuan marketing yang lebih jelas.
Apa Saja Isi Social Media Planner?
Isi planner dapat disesuaikan dengan proses produksi. Namun, sebuah planner sebaiknya menyediakan informasi yang cukup agar ide dapat diteruskan menjadi konten yang siap tayang. Adapun beberapa komponen yang perlu dicantumkan:
1. Tujuan Konten
Tujuannya dapat berupa meningkatkan jangkauan, mendorong interaksi, menghasilkan kunjungan website, atau mendapatkan penjualan.
Contoh:
Meningkatkan kunjungan ke halaman promo produk baru.
2. Target Audiens
Cantumkan kelompok pengguna yang ingin dijangkau agar gaya bahasa dan topik konten lebih sesuai.
Contoh:
Pemilik UMKM berusia 25–40 tahun yang belum memiliki tim media sosial.
3. Content Pillar dan Topik
Content pillar merupakan tema utama yang menjadi dasar pengembangan konten. Dari setiap pillar, tim dapat menurunkan beberapa topik agar isi akun tetap beragam tanpa keluar dari identitas brand.
Contoh:
Content pillar: edukasi bisnis.
Topik: kesalahan UMKM saat membuat jadwal konten Instagram.
4. Platform dan Format
Tentukan tempat konten akan dipublikasikan beserta bentuk penyajiannya. Satu topik dapat dikembangkan menjadi format berbeda untuk menyesuaikan karakter Instagram, Facebook, Threads, X, maupun platform lainnya.
Contoh:
Platform: Instagram.
Format: carousel tujuh slide.
5. Caption, CTA, dan Visual
Planner perlu memuat caption, CTA dan brief visual. Informasi tersebut membuat proses penulisan dan desain berjalan dengan acuan yang sama.
Contoh:
CTA: Simpan postingan ini untuk dipakai saat menyusun konten bulan depan.
Visual: kalender dengan checklist aktivitas mingguan.
6. Tanggal dan Waktu Publikasi
Tanggal tayang membantu bisnis menjaga frekuensi posting dan mengatur konten berdasarkan momentum.
Waktu publikasi dapat diperbarui setelah tim menemukan jam aktif audiens dari data performa.
Contoh:
Senin, 3 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB.
7. Status dan Penanggung Jawab
Status produksi menunjukkan apakah konten masih berupa ide, sedang dikerjakan, menunggu review, sudah dijadwalkan, atau telah tayang. Tambahkan nama penanggung jawab agar pembagian tugas mudah dipantau.
Contoh:
Status: proses desain.
Penanggung jawab: Raka.
Cara Membuat Social Media Planner dengan Mudah
Social media planner dapat dibuat menggunakan tools sederhana atau aplikasi social media planner.
Mari simak kedua caranya agar kamu bisa memilih mana yang lebih sesuai dengan preferensi:
1. Pakai Spreadsheet
Google Sheets atau Microsoft Excel dapat digunakan sebagai content planner social media. Metode ini cukup fleksibel karena kolom dan tampilannya dapat disesuaikan sendiri.
Sebelum mengisi spreadsheet, tentukan terlebih dahulu periode perencanaan dan hasil yang ingin dicapai.
Setelah itu, susun planner dengan langkah berikut:
- Tetapkan tujuan media sosial untuk satu minggu atau satu bulan.
- Buat tiga sampai lima content pillar utama.
- Tentukan frekuensi posting pada setiap platform.
- Tambahkan kolom tanggal dan waktu publikasi.
- Masukkan topik, format, caption, CTA, serta brief visual.
- Tentukan penanggung jawab untuk setiap tahap produksi.
- Gunakan status seperti ide, proses, review, terjadwal, dan tayang.
- Catat hasil performa setelah konten dipublikasikan.
- Evaluasi planner secara mingguan atau bulanan.
Spreadsheet unggul karena mudah diakses dan tidak membutuhkan biaya tambahan. Namun, hampir seluruh proses tetap harus dilakukan secara terpisah.
Tim masih perlu mencari ide, menulis caption, membuat desain, lalu membuka setiap akun untuk menerbitkan konten.
2. Pakai Aplikasi Social Media Planner BrainyPost
BrainyPost dari Jagoan Hosting
Ketika jumlah konten bertambah, pengelolaan manual dapat memakan banyak waktu. BrainyPost dari Jagoan Hosting menawarkan alur yang lebih ringkas dengan bantuan AI.
Aplikasi ini pas digunakan untuk meringankan beban tim maupun untuk kamu yang bekerja sendiri.
Fitur BrainyPost

Dashboard BrainyPost
BrainyPost tidak hanya berfungsi untuk mencatat jadwal. Platform ini dibekali dengan beberapa fitur untuk membantu produksi konten, di antaranya:
- Kalender Konten dalam Satu Dashboard: Jadwal untuk berbagai platform dapat dikelola dari satu tampilan.
- Ide Konten dari AI: Pengguna cukup memasukkan tema atau brief untuk dikembangkan menjadi ide posting.
- Caption Otomatis: AI membantu menyusun teks sesuai topik dan kebutuhan platform.
- Pembuatan Visual: Konten visual dapat disiapkan sebagai bagian dari proses produksi.
- Posting Terjadwal: Konten yang telah selesai dapat diterbitkan sesuai waktu yang ditentukan.
- Dukungan Multi-Platform: BrainyPost dapat digunakan untuk mengelola Instagram, Facebook, Threads, X, dan platform lain yang didukung.
- Input Melalui Spreadsheet: Ide atau instruksi konten dapat dimasukkan ke template yang sudah tersedia.
Cara Menggunakan BrainyPost

Template Social Media Planner BrainyPost
Penggunaan BrainyPost dimulai dari brief sederhana yang akan diproses oleh AI. Agar hasilnya lebih sesuai, simak dulu tahap penggunaannya:
- Akses template spreadsheet yang disediakan.
- Masukkan ide, tema, atau brief konten.
- Tentukan platform dan waktu publikasi.
- Biarkan AI menyusun caption dan visual berdasarkan input.
- Periksa hasil dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.
- Pilih untuk langsung memublikasikan atau menjadwalkan konten.
- Pantau seluruh rencana melalui dashboard.
BrainyPost memerlukan API Blotato untuk integrasi dengan akun media sosial. API tersebut dibeli secara terpisah dan perlu diaktifkan agar bisa publish konten otomatis. Pelajari fiturnya melalui BrainyPost platform otomatisasi media sosial berbasis AI.
Contoh Social Media Planner
Planner yang baik perlu mudah dibaca dan langsung menunjukkan tindakan yang harus dikerjakan. Mari lihat contoh berikut kalau kamu masih bingung bagaimana cara membuatnya:
| Tanggal | Tujuan | Content Pillar | Topik | Platform | Format | CTA | Status |
| 3 Agustus | Awareness | Edukasi | Cara memilih biji kopi | Carousel | Simpan tipsnya | Siap desain | |
| 5 Agustus | Engagement | Interaksi | Pilih kopi manis atau pahit | Instagram Story | Polling | Berikan pilihanmu | Terjadwal |
| 7 Agustus | Penjualan | Promosi | Promo paket kopi mingguan | Instagram dan Facebook | Single image | Pesan sekarang | Review |
| 10 Agustus | Kepercayaan | Testimoni | Cerita pelanggan tetap | Instagram Reels | Video pendek | Coba menunya | Produksi |
| 12 Agustus | Awareness | Behind the scenes | Proses pembuatan kopi | TikTok dan Reels | Video pendek | Ikuti akun ini | Ide |
Social Media Planner Template Gratis
Kalau kamu belum memiliki social media planner template, kamu bisa pakai template kosong berikut. Langsung saja salin ke Google Sheets, Excel, atau Notion lalu disesuaikan dengan alur kerja tim.
| Tanggal | Waktu | Platform | Tujuan | Content Pillar | Topik | Format | Caption | CTA | Visual | PIC | Status | KPI | Hasil |
Perbandingan Pakai dan Tanpa Social Media Planner
Dampak planner tidak hanya terlihat dari jadwal yang lebih rapi. Perencanaan juga memengaruhi kecepatan kerja. Mari simak perbandingan jika menggunakan aplikasi dan tanpa aplikasi:
| Aspek | Pakai Socmed Planner | Tanpa Socmed Planner |
| Ide konten | Disiapkan lebih awal | Dicari menjelang waktu posting |
| Jadwal publikasi | Teratur dan mudah dipantau | Berisiko terlewat |
| Produksi | Bisa dilakukan secara batch | Dikerjakan satu per satu |
| Momentum kampanye | Dipersiapkan sejak awal | Berisiko terlambat |
| Multi-platform | Adaptasi konten lebih terstruktur | Setiap akun dikelola terpisah |
| Waktu kerja | Lebih hemat waktu | Banyak pekerjaan mendadak |
| Publikasi otomatis | Bisa dilakukan melalui aplikasi | Harus manual |
FAQ
1. Apakah Media Sosia Planner Bisa Dibuat di Google Sheets?
Ya. Google Sheets dapat dipakai untuk membuat planner sederhana. Namun Sheets cukup terbatas dan publikasi tetap harus dilakukan secara manual.
2. Berapa Lama Periode Media Sosial Planner Sebaiknya Dibuat?
Planner dapat disusun untuk periode mingguan maupun bulanan. Rencana bulanan membantu melihat distribusi tema secara keseluruhan, sedangkan review mingguan memudahkan penyesuaian berdasarkan tren dan performa terbaru.
3. Apa Aplikasi Social Media Planner yang Bisa Posting Otomatis?
Salah satu pilihannya adalah BrainyPost dari Jagoan Hosting. Platform tersebut membantu mengolah brief menjadi ide, caption, visual, dan konten terjadwal dengan dukungan AI.
Repot Buat Social Media Planner Manual? Gunakan BrainyPost agar Otomatis!
Membuat planner melalui spreadsheet memang dapat mudag, tetapi belum menghilangkan pekerjaan produksi.
Kamu masih perlu menulis caption dan menerbitkan konten ke setiap akun secara manual. BrainyPost dari Jagoan Hosting dapat menghilangkan tahapan tersebut.
Setelah tema atau brief dimasukkan ke spreadsheet, AI akan langsung menyiapkan ide, caption, dan visual, lalu konten bisa otomatis diunggah ke platform yang dipilih. Adapun platform yang didukung mencakup Instagram, Facebook, Threads, dan X.
Penasaran dengan cara kerjanya lebih lanjut? Coba asisten content planner AI terbaik untuk mengelola pembuatan hingga publikasi konten dengan proses yang lebih ringkas.
Jagoan Hosting juga memiliki layanan Jagoan NextCare kalau kamu perlu konsultasi dengan tim support melalui WhatsApp selama 24/7.
Untuk bisnis yang membutuhkan pendampingan lebih intensif, tersedia VIP Support Jagoan Hosting dengan layanan prioritas dari tim expert.
Yuk, saatnya kurangi pekerjaan konten yang berulang. Gunakan BrainyPost agar proses manajemen media sosial lebih konsisten.


