Yuk, belajar bahasa pemrograman C++. Bahasa pemrograman yang satu ini sangat multifungsi. Kamu bisa membuat berbagai macam aplikasi dengan menggunakan C++. Kalau di zaman kuliah dulu, biasanya mahasiswa “terpaksa” mempelajari bahasa pemrograman ini. Padahal, sebenarnya bahasa pemrograman ini cukup simple dan memiliki banyak kegunaan. Nggak ada salahnya untuk belajar tentang bahasa pemrograman yang satu ini.

Para developer di Jagoan Hosting juga menggunakan bahasa pemrograman C++, Sob! Sebagai penyedia layanan domain dan hosting terbaik di Indonesia, Jagoan Hosting memiliki developer handal yang udah ahli banget untuk urusan C++. Kamu juga bisa bergabung menjadi tim developer di Jagoan Hosting, penyedia layanan hosting dan VPS terbaik di Indonesia. Jadi, pantengin terus media sosial dan website Jagoan Hosting untuk mengetahui kesempatan bergabung bersama kami.

Sejarah C++, bermula dari C

bahasa pemrograman c++
gambar dari unsplash

Sebelum C++ dikembangkan, ada bahasa pemrograman bernama C. C dikembangkan oleh Bell Labs atau Dennis Ritchie. C mulai dikembangkan pada tahun 1970-an. Selang beberapa waktu kemudian, C++ mulai dikembangkan sebagai turunan dari C. C++ dikembangkan oleh Bjarne Stroustrup. C++ mulai dikembangkan pada tahun 1980-an dan bahasa pemrograman ini tetap berkembang hingga sekarang.

C++ memiliki fitur-fitur yang lebih kompleks dari C dan lebih memudahkan developer. C++ telah dilengkapi fitur sederhana yang bisa digunakan oleh low level coding. Nggak cuma itu, C++ juga bisa digunakan untuk mengembangkan berbagai perangkat lunak. Makanya, nggak akan rugi kalau kamu belajar tentang C++.

Standardisasi C++

C++ memiliki empat standardisasi. Standardisasi pertamanya dikeluarkan secara resmi pada tahun 1998 lalu. Sedangkan standardisasi yang terbaru adalah standardisasi yang diluncurkan pada 12 Agustus 2011. Dasar masing-masing standardisasi itu sama, yang membuat masing-masing standardisasi berbeda hanya fitur-fitur yang ada di dalamnya.

  1. ISO/IEC 14882:2011 dikenal dengan nama C++11
  2. ISO/IEC TR 19768:2007 dikenal dengan nama C++TR1
  3. ISO/IEC 14882:2003 dikenal dengan nama C++03
  4. ISO/IEC 14882:1998 dikenal dengan nama C++98

Kompilator C++

Biar kamu lebih paham seluk beluk C++, ada baiknya kamu mengetahui kompilator atau penyusunannya. Kompilator C++ meliputi:

  • Acorn C/C++
  • Borland C++
  • C++/CX
  • C++Builder
  • Cfront
  • Clang
  • CodeWarrior
  • Comeau C/C++
  • ConceptGCC
  • Digital Mars
  • GNU Compiler Collection
  • HP aC++
  • IBM XL C++
  • Intel C++ Compiler
  • MinGW
  • Norcroft C compiler
  • Open64
  • Oracle Solaris Studio
  • PathScale
  • The Portland Group
  • ROSE (compiler framework)
  • Shed Skin
  • Softune
  • TenDRA Compiler
  • THINK C
  • Turbo C++
  • Visual C++
  • IBM VisualAge
  • Watcom C/C++ compiler
  • Zortech

Rumpun C++

  • Algorithmic skeleton
  • C++/CLI
  • C++/CX
  • Charm++
  • Embedded C++
  • Felix (programming language)
  • Intel Array Building Blocks
  • Intel Parallel Studio
  • Managed Extensions for C++
  • R++
  • Sieve C++ Parallel Programming System
  • Threading Building Blocks
  • ΜC++

Makna coding

Sekarang kita lanjut memahami makna coding yang digunakan dalam C++ ya, Sob! Simak baik-baik. Jangan sampai ada yang terlewat.

Baris pertama

#include <iostream.h>

Kompilator C++ akan menjalankan preposseso. Bagian #include memberi informasi pada preprocessor untuk memasukkan kode dari iostream.

Baris kedua

int main ()

Pada baris kedua diisi dengan deklarasi fungsi utama. Dalam C++ ada banyak sekali fungsi utama yaitu modul-modul yang berisi kode penyelesaian masalah. Kalau kamu menemukan kata “Void”, itu artinya fungsi utama atau main function tidak bertipe.

Baris ketiga

{

Pada baris ketiga kamu akan memasukkan tanda “{“ sebagai penanda awal program yang akan di-running.

Baris keempat

std::cout << “Hello world\n“;

Selanjutnya kamu akan memasukkan kode ini. Ini dinamakan Cout yang digunakan untuk mencetak string ke perangkat. Adapun tanda: 

\n

merupakan format modifier untuk pergantian baris.

Baris kelima

Tanda ini digunakan sebagai penanda akhir program.

}

Reserved words yang digunakan

C++ memiliki dua kelompok reserved keywords. Kelompok pertama terdiri dari 32 reserved keywords. Pada kelompok kedua terdapat 30 reserved keywords. Seluruh reserved keywords ini tidak bisa kamu gunakan untuk variable, class, enum, macro, dan struct C++.

Itu dia serba-serbi seputar C++, salah satu bahasa pemrograman dasar yang digunakan para developer. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan mengikuti workshop atau membaca buku seputar topik ini.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like