Tahukah kamu bahwa cracking adalah salah satu bentuk kejahatan siber yang dianggap paling berbahaya saat ini? Sebab, tujuannya memang mengarah ke tindakan kriminal sehingga dampak yang ditimbulkan pun juga tidak main-main. Misalnya saja seperti kebocoran data para pengguna e-commerce dan berbagai aktivitas merugikan lainnya.

Atas dasar itulah, dalam artikel kali ini Jagoan Hosting akan membahas apa itu cracking lengkap dengan contoh, jenis, dampak, dan perbedaannya dengan hacking. Langsung simak selengkapnya di bawah ini yuk!

Apa itu Cracking?

Pengertian cracking adalah teknik untuk membobol sebuah software komputer dan sistem keamanannya dengan tujuan jahat serta mengarah ke tindak kriminal. Orang-orang yang melakukan cracking kerap disebut cracker. Mereka meretas suatu sistem keamanan komputer, software, atau program dengan memanfaatkan kemampuan mereka dalam pemrograman. Mereka juga bisa memanipulasi password keamanan perangkat milik korban.

Tujuan Cracking

Seperti penjelasan tadi, cracking adalah salah satu cyber crime yang memiliki tujuan jahat. Lebih jelasnya, beberapa tujuan cracking adalah sebagai berikut.

1. Pencurian data

Ketika cracker sudah menemukan celah untuk masuk dan membobol sistem keamanan komputer, mereka akan bisa mengakses segala macam informasi di dalamnya. Jika hal ini menimpa suatu perusahaan, data yang diambil bisa saja seperti identitas konsumen hingga laporan-laporan penting lainnya.

Kemudian para cracker kemungkinan akan menjual data curian tersebut di dark web atau pihak lain, seperti kompetitor perusahaan.

Baca juga: Apa itu Hacker? Pengertian, Macam-macam & Cara Menghindarinya

2. Memanipulasi data

Kedua, tujuan cracking adalah memanipulasi data yang berhasil dicuri. Jadi, selain menjual data tersebut, mereka juga bisa memalsukannya. Misalnya, cracker membobol komputer suatu bank, mereka bisa saja mengganti data pemilik rekening hingga informasi saldonya.

3. Merusak data

Masih soal data yang diretas, para cracker juga bisa merusak data-data dalam jaringan komputer tersebut dan tentunya merugikan pihak terkait dalam berbagai aspek.

4. Menyebarkan malware

Tujuan selanjutnya dari cracking adalah untuk menyebarkan malware pada jaringan atau situs yang diretas. Beberapa bentuk malware tersebut seperti ransomware dimana pelaku mengunci semua file dengan meminta uang tebusan kepada pihak terkait, atau spyware yang memungkinkan pelaku mengetahui segala aktivitas targetnya.

5. Mata-mata perusahaan

Perusahaan yang ingin memenangkan kompetisi dengan cara kotor juga mungkin akan membayar seorang cracker sebagai mata-mata dan mengetahui berbagai rahasia perusahaan kompetitornya.

Perbedaan Hacking dan Cracking

Meskipun sama-sama termasuk cyber crime, namun hacking dan cracking adalah dua hal berbeda. Proses cracking sudah jelas untuk tujuan kejahatan, akan tetapi hacking bisa digunakan dalam tujuan positif, seperti mengetes suatu website dan menemukan adanya kerentanan sebelum didahului hacker jahat.

Yup, hacker terbagi menjadi dua jenis, yakni white hat hacker dan black hat hacker. white hat hacker adalah mereka yang melakukan hacking untuk tujuan lebih positif, sedangkan black hat hacker bisa dibilang hampir sama dengan cracker.

Jenis-Jenis Cracking

Jenis-jenis cracking

Menurut tekniknya, cracking terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Password cracking

Jenis pertama dari cracking adalah password cracking, yaitu tindakan cracker mencuri akun atau akses masuk suatu sistem menggunakan password dari data tersimpan. Kata sandi pada website biasanya akan dienkripsi dengan sistem hashing guna mempersulit cracker mengetahuinya.

Contoh ketika misalnya password akun kamu adalah “katasandiku123” maka sistem hashing akan mengenkripsi password tersebut menjadi hash “ujki8dgy100erU” sesuai dengan algoritma hashing tiap website yang digunakan.

Nah, jika kamu memasukan password dengan hashing yang tepat, maka kamu akan mendapat akses masuk, begitupun sebaliknya. Meskipun terlihat agak rumit, tapi cracker tetap mampu menerobos akses tersebut.

Biasanya, dalam proses cracking ini mereka akan mencari tahu dulu sistem hashingnya beserta kombinasi algoritmanya dengan cara menirunya melalui program khusus pada komputer rakitan mereka.

Selain itu, ada berbagai metode yang biasa digunakan cracker untuk password cracking ini, seperti rainbow table cracking, brute force, dictionary cracking, phishing, dan sebagainya.

Baca juga: Apa itu Phising? Pengertian, Ciri-Ciri & Tips Menghindarinya

2. Software cracking

Software cracking adalah tindak peretasan software dengan mematikan atau mengubah fitur-fitur di dalamnya. Umumnya, para cracker menarget software-software berbayar supaya bisa dipakai secara gratis.

Setidaknya ada tiga teknik yang digunakan untuk software cracking ini, yaitu:

  • Patch, mengubah susunan kode asli software dengan sejumlah baris kode lain. Hal ini biasa digunakan untuk mematikan fitur pembayaran sebelum pemakaian, lisensi, dan semacamnya.
  • Keygen, mendapatkan nomor serial untuk menggunakan software secara gratis menggunakan key generator.
  • Loader, untuk menonaktifkan proteksi dan keamanan suatu software menggunakan aplikasi tertentu, misalnya aktivasi cheat pada game online atau mematikan copy protection milik software berbayar.

3. Network cracking

Pasti kamu sudah tidak asing dengan WiFi atau LAN bukan? Ya, network cracking adalah peretasan pada sistem keamanan jaringan-jaringan tersebut.

Untuk jaringan lokal (LAN) mereka perlu menghubungkan langsung perangkatnya pada jaringan tersebut. Sedangkan pada jaringan nirkabel seperti WiFi, mereka hanya perlu berada dalam jangkauan sinyal jaringannya saja.

Apalagi ketika jaringan itu tidak memiliki sistem keamanan dan password seperti WiFi publik, cracker bisa lebih mudah meretasnya hanya dengan sniffer.

Dampak Cracking

Setelah mengetahui lebih dalam soal apa itu cracking beserta tujuan dan jenisnya tadi, pasti kamu sudah punya gambaran kerugian dari tindak kejahatan ini, bukan? Nah, berikut ada dua dampak paling umum dari cracking, yaitu:

1. Penyalahgunaan data pengguna

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, salah satu tujuan cracking adalah mencuri data-data penting dari suatu sistem website atau perusahaan. Data yang dicuri pun beragam, mulai dari identitas hingga data-data privasi dan rahasia.

Maka dari itu, dampak yang paling terasa dari adanya cracking adalah penyalahgunaan data curian tersebut. Misalnya, pelaku akan menggunakannya untuk pengajuan pinjaman online, menarik semua saldo, melakukan transaksi di luar keinginan, dan sebagainya.

2. Penyebaran software atau aplikasi ilegal

Dari penjelasan software cracking tadi, tentunya hal tersebut layaknya mimpi buruk bagi setiap developer software atau aplikasi. Bagaimana tidak? Fitur premium berbayar yang menjadi salah satu sumber keuntungan bisa diretas dan dinonaktifkan akibat ulah cracker.

Apalagi ketika software atau aplikasi ilegal tersebut disebarluaskan dan banyak orang memilih menggunakannya dibanding software asli. Di sisi lain, semua data di dalamnya bisa dilihat dan rentan disalahgunakan juga.

Cara Menghindari Cracking

Risiko terhadap kejahatan cracker bisa mengintai siapa saja yang menggunakan komputer atau sistem jaringan. Meskipun tidak bisa benar-benar menghilangkannya, kamu masih bisa mengurangi risikonya kok, Sob!

Gimana caranya? Beberapa cara menghindari cracking adalah sebagai berikut.

1. Tingkatkan keamanan situs

Cara pertama agar terhindar dari cracking adalah meningkatkan keamanan situs kamu, Sob. Apalagi, isu keamanan situs saat ini ada banyak, seperti phishing, malware, bots, spam, dan lain-lain.

Nah, guna menghindarinya kamu bisa melengkapi situs dengan SSL sehingga protokol jaringannya menjadi HTTPS, memilih payment gateway, dan sebagainya.

Baca juga: Apa itu SSL? Mengenal Fungsi SSL untuk Website

2. Upgrade sistem keamanan situs secara berkala

Tidak ada jaminan pasti situs kamu akan aman seterusnya, karena memang proses cracking juga membutuhkan waktu. Maka dari itu, kamu bisa menyiasatinya dengan terus upgrade sistem keamanan situs secara rutin.

Jangan lupa juga selalu update versi terbaru dari situs seperti plugin atau tema jika ada. Hal ini akan mengurangi celah dari cracker untuk meretas situs kamu, Sob.

3. Buat sistem akses yang ketat

Cara ketiga agar terhindar dari cracking adalah membuat sistem akses yang ketat. Apalagi bagi kamu pemilik situs dengan opsi ‘pengguna lainnya’ untuk login, kamu harus punya sistem keamanan password sangat ketat.

Supaya akses tidak mudah dibobol, kamu bisa menggunakan captcha untuk verifikasi IP Address, perangkat bukan robot, atau memberlakukan two-factor authentication bagi pengguna sebelum mendapatkan akses.

4. Gunakan password yang kuat

Jangan lupa untuk membuat password yang kuat dan unik pada setiap akun milik kamu, Sob. Sehingga, para cracker ini tidak bisa dengan mudah meretas atau jika pun mereka berhasil meretas password salah satu akunmu, mereka tidak bisa meretas akun lainnya. Jadi, hindarilah membuat password yang sama untuk semua akunmu, ya!

5. Hindari jaringan WiFi publik

Seperti penjelasan tadi, WiFi publik sangat rentan diretas oleh cracker. Oleh karena itu, sebaiknya kamu hindari memakai jaringan Wifi publik, ya. Jika memang sangat terpaksa menggunakan Wifi publik, kamu bisa menggunakan VPN agar lebih aman.

6. Waspada dengan iklan di internet

Pernahkah kamu menemukan suatu situs dengan berbagai iklan apalagi pop-up yang tak jarang otomatis mengunduh suatu file? Jika kamu menemukan iklan seperti itu di suatu website, lebih baik diamkan saja dan jangan mengklik iklan-iklan sembarangan, ya.

7. Gunakan hosting berkeamanan tinggi

Terakhir, cara agar terhindar dari cracking adalah dengan menggunakan layanan hosting berkeamanan tinggi. Hal ini seperti lapisan keamanan ekstra yang dapat kamu terapkan di situs kamu, Sob.

Sebab, biasanya layanan hosting punya sistem keamanan tersendiri mulai dari database, server, hingga support keamanan situs. Jadi, tidak boleh sembarangan dan pilihlah layanan hosting terpercaya yang akan menyimpan semua data situs secara aman, seperti Jagoan Hosting nih!

Itu dia pembahasan seputar apa itu cracking, cyber crime yang lebih berbahaya daripada hacking. Sebagai pengguna internet, usahakan untuk selalu berhati-hati selama berselancar dengan memaksimalkan berbagai plugin keamanan. 

Jika kamu merupakan pemilik situs, pastikan juga agar website milikmu telah dilengkapi dengan akses keamanan yang kuat ya!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like