- Web3 terbentuk untuk menyeimbangkan internet dengan sistem desentralisasi, bukan terpusat seperti Web2.
- Data pengguna tidak disimpan di satu server perusahaan saja, melainkan tersebar di jaringan blockchain.
- Web3 menggunakan teknologi blockchain dan dompet digital (crypto wallet) sebagai identitas pengguna.
- Konsep ini memberi pengguna kontrol lebih besar atas data dan aset digital mereka.
Mau Website Keren dengan Budget Terbatas?
Nggak perlu modal besar buat punya website profesional. Hosting Murah Jagoan Hosting kasih kamu semua yang dibutuhkan. Cocok untuk pelajar, freelancer, UMKM, bahkan pemula sekalipun. Plus support nonstop 24 jam
Bagaimana Cara Kerja di Web3?
Generasi internet ini bekerja sebagai penyeimbang agar tidak dikuasai oleh pihak-pihak tertentu.
Maksudnya, coba kamu bayangkan jika internet hanya diisi oleh Web2 seperti aplikasi Meta, Amazon, dan Google, pastinya internet akan menjadi ruang di mana data pribadi Sobat dimonopoli dan dikomersialkan secara sepihak.
Di sinilah Web3 datang yang bekerja dengan cara desentralisasi. Sistem ini memanfaatkan teknologi blockchain dan menggunakan dompet digital (e-wallet).
Berkat perpaduan ini, data kamu tidak disimpan di satu server perusahaan saja, melainkan tersebar di jaringan luas yang membuat pengguna memiliki kontrol lebih besar atas privasi diri.
Perkembangan Web3 Indonesia
Sejarahnya bermula dari visi Gavin Wood pada 2014 yang ingin mengakhiri monopoli Big Tech di era Web2.
Di Indonesia sendiri, Web3 semakin populer sejak tahun 2021–2022, bertepatan dengan melonjaknya jumlah pengguna internet yang mencapai lebih dari 200 juta orang.
Tren ini muncul karena dipicu oleh meledaknya minat masyarakat terhadap aset kripto dan NFT. Lambat laun, tren ini terus berkembang bahkan teknologi blockchain mulai diadopsi di berbagai sektor.
Kini, kamu dapat menikmati layanan ini dan menjadi pemilik aset digital dalam ekosistem desentralisasi.
Contoh Web3 Populer Saat Ini
Saat ini, sudah banyak aplikasi Web3 yang populer dan banyak digunakan secara luas berkat hak atas kedaulatan data pribadi yang lebih baik. Mari simak beberapa aplikasi teratas yang bisa kamu gunakan:
1. Brave Browser
Brave adalah browser populer dengan Web3 blockchain yang sistemnya mampu memblokir iklan dan pelacak secara otomatis. Tujuannya tidak lain untuk melindungi data pengguna.
Selain itu, kamu justru bisa mendapatkan imbalan berupa token BAT (Basic Attention Token) dengan memilih untuk melihat iklan yang ramah privasi.
2. Decentraland
Platform metaverse berbasis blockchain ini memungkinkan pengguna untuk membeli dan memperdagangkan tanah secara virtual menggunakan token MANA. Di sini, kamu bisa berinteraksi ke sesama pemain hingga mengadakan acara secara virtual.
3. Everledger
Everledger juga menggunakan teknologi blockchain untuk melacak asal-usul barang mewah, misalnya seperti berlian. Teknologi ini dapat memastikan keaslian produk guna mencegah penipuan dalam rantai pasokan internasional.
4. DMail
Aplikasi Web3 berikutnya yaitu DMail yang memiliki sistem komunikasi yang lebih aman dan bebas sensor karena tidak bergantung pada server pusat. Semua pesan terenkripsi dengan protokol kriptografi, sehingga hanya pengirim dan penerima yang bisa membacanya.
Perbedaan Web1, Web2 dan Web3
Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda, apalagi kalau dilihat dari cara kerja hingga kontrol data pengguna. Supaya kamu lebih memahami perbandingan ketiganya, mari lihat tabel berikut:
| Fitur | Web1 | Web2 | Web3 |
| Interaksi | Read-only | Read-write | Read-write-own |
| Konten | Statis dan dibuat perusahaan | Dinamis karena dibuat pengguna | Desentralisasi dengan dukungan AI dan blockchain |
| Penyimpanan | Server file sistem | Server terpusat | Distributed ledger (Blockchain) |
| Identitas | Alamat IP | Email dan password | Digital wallet per Identitas |
| Otoritas | Terpusat | Terpusat (Dimonopoli) | Desentralisasi (Demokratis) |
Cara Mulai Menggunakan Web3 bagi Pemula
Tempat ini potensial untuk mencari penghasilan tambahan melalui teknologi blockchain. Namun ekosistem ini membutuhkan pemahaman koding supaya bisa menggunakannya. Untuk membantumu memulai, simak cara-cara berikut:
- Pelajari Dasar Blockchain: Karena ini dibangun di atas jaringan blockchain, maka kamu perlu memahami cara kerja rantai blok ini agar tahu bagaimana data disimpan.
- Mulai Gunakan Aplikasi Web3 (dApps): Cobalah berinteraksi untuk memahami cara kerjanya dengan aplikasi yang sudah ada, seperti browser Brave.
- Buat Dompet Digital (Crypto Wallet): Dompet digital merupakan salah satu identitas kamu di sini, jadi belajarlah cara membuat dan menjaga keamanan private key milikmu.
- Bergabung dengan Komunitas: Masuklah ke grup Telegram untuk melihat bagaimana anggota dan pengembang saling berinteraksi di dunia nyata.
Risiko Menggunakan Aplikasi Web3
Sama seperti aplikasi Web2, ekosistem ini juga memiliki risiko tersendiri meskipun bentuknya bukan lagi berupa data yang dikomersialisasi secara sepihak. Adapun risiko dan cara mengatasinya yaitu:
1. Serangan Phishing
Penipu biasanya mengirim email atau membuat situs palsu yang mirip dengan platform aslinya untuk mencuri private key dompet digital kamu. Jika penipu mendapatkannya, seluruh aset di dalam dompet tersebut bisa dikuras habis.
Tips Pencegahan: Cek ulang URL situs yang kamu kunjungi dan jangan pernah membagikan seed phrase kepada siapapun.
2. Celah Keamanan pada Smart Contract
Smart contract adalah kode otomatis yang menjalankan aplikasi, tetapi jika ada bug, peretas bisa mengeksploitasinya untuk mencuri dana kamu. Hal ini bisa terjadi pada platform DeFi yang baru diluncurkan.
Tips Pencegahan: Gunakan aplikasi yang kodenya sudah diaudit oleh pihak ketiga dan memiliki reputasi baik di komunitas.
3. Kehilangan Kunci Akses (Self-Custody Risk)
Di sini, kamulah bank bagi dirimu sendiri. Artinya jika kamu kehilangan private key, maka tidak ada fitur “lupa password” untuk memulihkannya. Aset kamu akan tersangkut selamanya di blockchain dan tidak bisa diakses lagi oleh siapa pun.
Tips Pencegahan: Gunakan hardware wallet untuk menyimpan kunci secara offline dan catat cadangan kunci di kertas yang disimpan di tempat yang aman.
4. Kerentanan Platform DeFi
Banyak platform keuangan desentralisasi yang menawarkan keuntungan tinggi, padahal sebenarnya memiliki celah keamanan pada sistem penukaran asetnya. Kesalahan teknis sekecil apa pun bisa menyebabkan kerugian finansial bagi para penggunanya.
Tips Pencegahan: Riset platform DeFi sebelum menaruh aset dan gunakan fitur 2-factor authentication jika tersedia.
FAQ
Apa itu Dompet Digital di Web3?
Dompet digital atau crypto wallet adalah sesuatu yang menjadi identitas Sobat untuk mengakses berbagai aplikasi Web3. Tanpa wallet, kamu tidak bisa bertransaksi atau menyimpan aset digital secara mandiri.
Apakah Web3 Aman dari Hacker?
Secara sistem, teknologi blockchain sulit ditembus karena desentralisasinya. Namun, keamanan tetap bergantung pada cara pengguna menjaga private key mereka agar tidak jatuh ke tangan yang salah.
Bagaimana Cara Mulai Belajar Web3?
Sobat bisa mulai dengan mempelajari dasar-dasar blockchain atau mulai menggunakan browser khusus yang mendukung ekosistem ini. Jika mulai percaya diri, bisa coba transaksi kecil di bursa kripto.
Siapkan Website Kamu untuk Industri Web3 dengan Hosting yang Stabil
Agar kamu tetap bisa bersaing di industri ini, website kamu perlu memiliki dasar yang kuat supaya bisa mendukung integrasi teknologi blockchain.
Untuk mencapai hal tersebut, kamu bisa coba mulai menggunakan layanan hosting server Indonesia agar seluruh sistem desentralisasi di situsmu berjalan tanpa hambatan.
Jika masih memiliki banyak pertanyaan, kamu bisa melakukan konsultasi gratis melalui WhatsApp tim Jagoan Nextcare.
Bagi kamu yang ingin mendalami Web3 tanpa mau dipusingkan dengan pemeliharaan teknis server, silakan serahkan semuanya kepada layanan VIP Support Jagoan Hosting. Biarkan tim ahli yang mengelola servermu 24/7!


