Blog Jagoan Hosting | Tutorial Website & Web Hosting Indonesia
big data: teknologi canggih

Big Data: Teknologi Canggih di Era Revolusi Industri 4.0

Istilah “Big Data” mungkin mulai sering kamu dengar beberapa waktu sekarang. Tapi, meskipun begitu, besar pula kemungkinan munculnya kebingungan dan pertanyaan tentang apa arti dari big data, teknologi canggih.

Sebenarnya, konsep ini masih terus berkembang dan banyak dipertimbangkan kembali oleh para ilmuwan karena kontribusinya pada konsep Internet of Things (IoT).

Jadi, apa itu big data? Seberapa besar peran big data dalam membangun dunia kita?

Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu Big Data?

Big data adalah istilah yang menyatakan volume data yang besar. Tapi, perlu kamu ketahui, bukan jumlah datanya yang penting, melainkan tujuan yang dilakukan oleh seseorang dengan data itulah yang penting.

Singkatnya, big data, teknologi canggih yang memiliki kapasitas lebih besar dan kumpulan data yang lebih kompleks.

Kumpulan data ini memiliki cakupan yang sangat luas sehingga perangkat lunak pengolah data tradisional tidak akan mampu mengelolanya.

Kapasitas data yang sangat besar ini dapat kamu gunakan untuk mengatasi masalah bisnis yang mungkin tidak bisa kamu tangani sebelumnya.

Cara Kerja Big Data

big data: teknologi canggih
Source: sQream

Menyambung penjelasan sebelumnya, data-data tersebut dikonversi menjadi informasi yang dapat membantu pengguna untuk membuat keputusan strategis di suatu instansi.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa cek ulasan di bawah ini.

Integrasi

Big data menyatukan data dari banyak sumber dan aplikasi yang berbeda. Mekanisme integrasi data tradisional, seperti ETL (extract, transform, dan load) sudah tidak relevan jika diterapkan pada konsep big data.

Dibutuhkan strategi dan teknologi baru untuk menganalisis big data pada skala terabyte, atau bahkan petabyte.

Selama integrasi, kamu perlu memasukkan data, memprosesnya, dan memastikan bahwa formatnya tersedia dalam bentuk yang diperlukan untuk analis bisnis kamu.

Kelola

Big data membutuhkan tempat penyimpanan yang bisa menyimpan data dalam bentuk apa pun.

Dengan big data, kamu bisa melakukan pemrosesan yang kamu inginkan. Banyak orang memilih solusi penyimpanan big data seperti Cloud.

Cloud secara bertahap mendapatkan popularitas karena mendukung persyaratan komputasi kamu saat ini dan memungkinkan kamu untuk menggunakan fitur sesuai kebutuhan.

Analisis

Nilai praktis big data akan terasa ketika kamu menganalisis dan menindaklanjuti data kamu.

Karena di situlah kamu akan mendapatkan kejelasan baru dengan analisis visual dari beragam set data kamu.

Kamu bisa menjelajahi data lebih dalam untuk membuat penemuan baru dan membagikan temuan itu dengan orang lain.

Kamu juga bisa membangun model data dengan machine learning dan kecerdasan buatan.

Mengenal 3V pada Big Data

3V yang mendefinisikan big data antara lain:

Volume

Di era revolusi industri 4.0 ini, kamu bisa melihat pertumbuhan eksponensial dalam penyimpanan data karena data sekarang lebih dari sekadar data teks.

Kamu akan menemui data dalam format video, musik, dan gambar berukuran besar di social media kamu.

Saat ini, memiliki Terabytes dan Petabytes pada sistem penyimpanan di perusahaan dianggap wajar.

Ketika database mengalami pertumbuhan, aplikasi dan arsitektur yang dibangun untuk mendukung data pun perlu dievaluasi kembali.

Velocity

Pertumbuhan data dan popularitas media sosial telah mengubah cara kita melihat data. Saluran berita dan radio memungkinkan kamu untuk menerima berita lebih cepat.

Kini, orang-orang berlomba-lomba membalas suatu postingan di media sosial untuk memperbaruinya dengan kejadian terkini.

Di media sosial, terkadang pesan yang terkirim beberapa jam atau menit yang lalu sebagai “pesan lama”.

Intinya, regulasi data sekarang hampir real time dan rentang waktu pembaruan telah berkurang menjadi sepersekian detik.

Variety

Data kini sudah bisa disimpan dalam berbagai format. Misalnya database, excel, csv, akses atau file teks sederhana lainnya.

Namun, terkadang, kamu membutuhkan data yang tidak tersedia dalam format tradisional, misalnya dalam bentuk video, SMS, pdf atau sesuatu yang kamu mungkin belum memikirkannya.

Adalah kewajiban suatu organisasi untuk mengatur data-data tersebut. Hal itu akan sangat mudah dilakukan jika mereka memiliki data dalam format yang sama atau mengatasinya variasi format file tersebut dengan big data, teknologi canggih.

Kenapa Big Data Penting?

Big data merupakan salah satu niche yang paling banyak diminati dalam pengembangan dan pelengkap perangkat lunak perusahaan saat ini.

Popularitas big data adalah fenomena sosial-teknologi yang dipicu oleh pertumbuhan volume informasi yang cepat dan konstan.

Dunia teknologi mengalami perubahan yang sangat pesat dan cepat, dan solusi big data memainkan peran yang besar dalam otomatisasi dan pengembangan teknologi AI (Artificial Intelligence).

Google dan perusahaan tingkat atas lainnya sudah menggunakan machine learning process untuk mendapatkan ketepatan yang lebih akurat dalam memberikan layanan.

Ketika teknologi di seluruh dunia menjadi lebih sinkron dan dapat dioperasikan, big data akan menjadi inti yang menghubungkan segala sesuatunya.

Dengan kemampuan untuk mengumpulkan data internasional dalam volume besar secara efisien, kamu bisa lebih memahami dan mengelola berbagai fenomena.

Manfaat Big Data (Teknologi Canggih) di Berbagai Bidang

Big data sudah diimplementasikan di hampir setiap industri seperti:

  • Healthcare: Mengumpulkan data kesehatan masyarakat untuk respons yang lebih cepat terhadap masalah kesehatan individu dan mengidentifikasi penyebaran penyakit baru secara global;
  • Perbankan: Memantau pasar keuangan;
  • Pendidikan: Memantau dan melacak kinerja siswa dan memetakan minat siswa dalam berbagai mata pelajaran;
  • Retail: Menganalisis perilaku konsumen dan rantai pasokan dan mempersonalisasikan e-commerce mereka untuk pengalaman yang lebih baik;
  • Asuransi: Menangani klaim melalui analitik prediktif;
  • Media dan Hiburan: Mengikuti tren terbaru;
  • Transportasi dan Logistik: Perencanaan rute, pemantauan, dan manajemen lalu lintas; dan
  • Manufaktur: Mengalokasikan sumber daya produksi secara optimal.

Best Practices of Big Data

Kini, dengan pengetahuan tentang apa itu big data dan apa yang ditawarkannya, organisasi harus tahu bagaimana ide tersebut diterapkan agar dapat memaksimalkan data mereka.

Daftar di bawah ini merupakan best practices of big data:

Memahami Persyaratan Bisnis

Menganalisis dan memahami persyaratan bisnis adalah langkah pertama dan terpenting yang harus dilakukan bahkan sebelum memanfaatkan analisis big data ke dalam proyek kamu.

Sebagai pengguna bisnis, kamu harus memahami proyek mana di perusahaan mereka yang harus menggunakan analisis big data untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Menentukan Aset Digital yang Dikumpulkan

Praktik big data terbaik kedua adalah mengidentifikasi jenis data yang dituangkan ke dalam organisasi, serta data yang dihasilkan oleh perseorangan.

Biasanya, data yang dikumpulkan tidak teratur dan dalam berbagai format. Selain itu, beberapa data bahkan tidak pernah dieksploitasi dan penting bagi organisasi untuk mengidentifikasi data ini juga.

Identifikasi Apa yang Hilang

Praktik ketiga adalah menganalisis dan memahami apa yang hilang. Setelah kamu mengumpulkan data yang diperlukan untuk suatu proyek, identifikasi informasi tambahan yang mungkin diperlukan untuk proyek tertentu dan dari mana asalnya.

Misalnya, sebagai seorang pelaku bisnis, kamu ingin memanfaatkan analisis big data di organisasi kamu untuk memahami kesejahteraan karyawan kamu.

Maka, bersama dengan informasi seperti waktu masuk, laporan medis, dan laporan email, kamu perlu memiliki beberapa informasi tambahan tentang karyawan seperti tingkat stres.

Informasi ini dapat diberikan oleh rekan kerja atau pemimpin.

Add comment

Hanya Dengan 12.000/bln, Website Kamu Bisa 5x Lebih Cepat!!

Mau Dong!

+ +