Backup VPS sangatlah penting, Gak mau dong saat banyak-banyak pengunjung website tapi website tidak bisa diakses karena file rusak atau hilang. Nyari backup file terbaru tapi gak ada, Terpaksa deh kamu kehilangan data website kamu yang terbaru dan pengguna, Maka dari itu sangat penting untuk melakukan backup file.

Backup file sebetulnya sangat mudah, namun beberapa orang menyepelekan dan tidak mau melakukan backup. Ada yang beralasan malas untuk membuat backup ataupun belum paham bagaimana backup servernya. Nah, Maka dari itu mimin kasih beberapa informasi tentang backup dan tutorial bagaimana cara backup file yang berada di server kamu.

Jenis-Jenis Backup pada VPS

Sebelum itu ketahu apakah VPS kamu Managed atau Unmanaged VPS, Apakah penyedia VPS memberikan layanan backup VPS atau harus membackup sendiri. Cari tahu informasi dulu pada provider tentang ketentuan backup, dengan menanyakan beberapa hal berikut :

  • Apakah VPS mendapatkan dukungan cadangan file oleh provider?
  • Apakah backup bersifat keseluruhan atau hanya sebagian dari file?
  • Apakah backup file disimpan di lokal atau di cloud?

Dengan beberapa pertanyaan tersebut kamu bisa mengetahui tentang ketentuan backup dan mengetahui jenis backup server kamu. Berikut jenis-jenis backup :

1. Backup Secara Penuh

Jenis backup server virtual yang pertama yaitu backup secara penuh, Backup secara penuh yaitu semua konfigurasi di dalam server dan file akan di backup. Jenis backup ini biasanya dibantu oleh provider VPS, Namun tidak semua provider VPS menyediakan hal ini.

Tanyakan pada provider VPS apakah menyediakan fasilitas snapshot, fasilitas snapshot adalah fitur untuk backup semua file menjadi satu file disk image. Ini berarti termasuk sistem operasi, semua konfigurasi, dan semua data di dalamnya. Ini paling mudah backup dan restorenya. 

Namun backup jenis ini memiliki beberapa kekurangan, Jika kamu menggunakan backup jenis ini maka kamu tidak bisa membackup hanya beberapa bagian, Kemudian file backup sangat besar, dll.

2. Backup Sebagian

Backup sebagian adalah backup dimana kamu hanya membackup sebagian file yang berada di VPS. Kamu cukup menentukan bagian mana yang harus di backup, Kebanyakan orang menggunakan backup jenis ini.

File yang dibackup yaitu file penting seperti file dan data website, Database website dan berbagai file penting lainnya. Backup sebagian sering dipakai oleh banyak orang karena hanya file yang dibutuhkan yang dibackup dan ukuran file tidak begitu besar.

Namun jenis backup VPS ini jika terdapat masalah pada konfigurasi VPS kamu tidak akan mempunyai backup server secara penuh, sehingga kamu harus konfigurasi ulang VPS kamu.

Tips yang bisa Kamu Terapkan untuk Backup VPS

Menentukan Backup VPS
Menentukan Backup VPS

Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan sebelum kamu membackup file server kau, Tips ini untuk mempermudah kamu dalam mengelola cadangan dan file cadangan kamu nantinya. Berikut Tips Backup VPS :

1. Tentukan Jenis Backup VPS dan Dicadadangkan Di Mana

Tips pertama yaitu kamu harus menentukan jenis backup mana yang akan kamu gunakan, Apakah menggunakan jenis backup secara penuh atau secara sebagian. Dengan begitu kamu tidak pusing-pusing tentang backup vps kamu.

Misalnya kamu memilih jenis backup sebagian maka kamu harus menentukan bagian mana yang akan di backup. Saran aja, kamu sebaiknya backup file yang berhubungan dengan website kamu, Misalnya: Database website, file website, dll sesuai kebutuhan kamu.

Jika kamu sudah menentukan backup kamu, Maka kamu harus menentukan akan dicadangkan dimana, Apakah di lokal ataupun di cloud. Kamu bisa sewa VPS baru untuk menyimpan cadangan file kamu.

2. Tentukan Rentan Waktu Masa Backup

Tips kedua yaitu menentukan rentan waktu masa backup kamu, Apakah harian, mingguan, atau bulanan, dll. Hal tersebut sangat penting untuk diterapkan. Kamu bisa menentukan rentan masa backup sesuai dengan kebutuhan kamu.

Kebanyakan orang yang websitenya merupakan hal yang penting, Maka rentan waktu backupnya setiap hari. Dan yang dibackup bukan keseluruhan melainkan hanya file databasenya.

Untuk filenya, kamu bisa melakukan backup secara bulanan. Namun yang terpenting yaitu backup database secara rutin, terutama buat kamu yang sering update data pada website kamu.

3. Gunakan Aplikasi Backup Otomatis

Jika kamu sudah menentukan rentan waktu dan bagian mana yang harus di backup kamu bisa menggunakan aplikasi backup otomatis. Banyak sekali aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk backup vps otomatis.

Sebagian besar Control panel, seperti Plesk, dan cPanel, memiliki sistem pencadangan otomatis yang memungkinkan pengaturan dan pengelolaan pencadangan yang mudah untuk VPS kamu.

Bagaimana Cara Backup VPS?

Jika kamu sudah sedikit mendapatkan pengetahuan tentang mencadangkan file VPS kamu bisa memulai backup server kamu, Masih belum tahu bagaimana caranya?

Untuk backup kamu bisa memanfaatkan berbagai tools untuk melakukan backup, Baik itu Backup secara online maupun offline. Jika sebelumnya sempat disinggung tentang penggunaan apps backup otomatis kamu bisa menggunakan tools backup manual seperti memanfaatkan FTP atau tools lainnya. Kamu juga bisa menggunakan rsync atau winSCP untuk backup.

Untuk cara backup VPS kamu bisa melihat tutorial tentang memanfaatkan FTP atau tools file transfer untuk melakukan backup data. Atau kamu bisa membaca thread forum tentang cara backup otomatis tersebut.

Ingat mencadangkan server sangat penting, Karena bisa saja file kamu bisa rusak karena kurang meningkatkan keamanan VPS, sehingga diserang oleh hacker yang tidak beratanggung jawab.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like