Cerita Jagoan : Rosi, Owner bisnis kampusmadu.com

Hai sob, kali ini mimin akan mengenalkan seorang pebisnis sekaligus peternak lebah yang berasal dari Surakarta. Yuk langsung simak cerita dari sobat Rosi.

Interview dengan sobat Rosikhun Nuruz Zaman

Jagoan Hosting : Halo sob, perkenalkan diri kamu dan apa profesi yang sedang kamu
jalani?

Sobat Rosi : Saya Rosi, saya adalah seorang peternak lebah sekaligus owner dari Kampus Madu yang berlokasi di belakang Polsek Jumapolo, Kab. Karanganyar, Surakarta. Untuk mengetahui lebih lanjut bisa cek website kami yaitu kampusmadu.com .

situs kampusmadu.com tampak depan

Jagoan Hosting : Bisa diceritakan lebih detail mengenai Kampus Madu dan madu apa
saja yang tersedia di Kampus madu ?

Sobat Rosi : Kampus Madu merupakan bisnis madu yang saya rintis ketika masih duduk dibangku kuliah. Tujuan utama dibuatnya kampus madu ini adalah untuk memerangi madu SOS (sintesis oplosan sirupan) dengan mengedukasi banyak orang untuk lebih mengenal dunia perlebahan.

Karena menurut saya yang penting belajar dulu baru belinya belakangan, dikarenakan karakteristik nektar itu berbeda-beda, jadi lebih baik kami edukasi terlebih dahulu agar pembeli bisa mengetahui lebih jauh mengenai jenis madu. Kami menyediakan madu kopi, madu klanceng, madu randu, dan madu hutan. Untuk mengetahui madu apa saja yang tersedia bisa kunjungi website kami yaitu kampusmadu.com


Jagoan Hosting : Luarbiasa sob, edukasi memang harus diperkuat. Jadi kalau ada pelanggan yang datang ke lokasi bisa diajari juga ya sob?

Sobat Rosi : Iya kami kasih sampel-sampel madu kepada pelanggan, kami membandingkan jenis madu randu kaliandra, hutan, dan klanceng dengan madu SOS. Rata-rata orang terkecoh dan memilih madu SOS, katanya rasanya lebih enak. Memang benar, madu SOS rasanya manis lembut. Madu murni cenderung ada rasa masam.


Jagoan Hosting : Boleh dijelaskan mengenai jenis-jenis madu yang tersedia di Kamus
Madu?

Sobat Rosi : Lebah ada 4 jenis, yaitu Apis Trigona (klanceng, multiflora), Apis Mellifera (randu, kopi, rambutan, kaliandra, sono, durian, karet), Apis Cerana (lebah lokal multiflora), Apis Dorsata (lebah hutan liar tidak bisa diternak, ini juga multiflora bunganya random).
Nama madu umumnya disifatkan ke jenis nektar yang dimakan lebah dan jenis lebah itu sendiri. Contohnya seperti diatas.

Madu Randu itu dari nektar bunga pohon randu. Madu kopi juga dari bunga pohon kopi. Jenis lebah melifera memang lebih banyak macam nektarnya.

Kalau jenis lebah trigona dan dorsata memang nektarnya multiflora, maksud nya multiflora adalah dari banyak macam bunga di alam yang tidak bisa dipastikan bunga apa saja di hutan.


Jagoan Hosting : Kalau Kampus Madu ini berfokus ke jenis lebah apa sob ?

Sobat Rosi : Nah kami sebenarnya fokus ke peternakan lebah Trigona, ada beberapa spesies lebah trigona yang sedang kamu kembangkan antara lain laevicep, itama, dan biroi

peternakan lebah trigona

Jagoan Hosting : Lalu bagaimana awal mulanya sehingga kamu bisa membuat usaha
Kampus Madu ini ?

Sobat Rosi : Sebenarnya saya hanyalah konsumen madu biasa yang tidak puas dengan kualitas madu yang saya konsumsi saat itu (masih kuliah sekitar 2015). Akhirnya saya bertekad memulai sebuah usaha mandiri budidaya lebah madu, yang tentunya jika dikonsumsi sendiri dapat menjamin kualitas dan menjamin kemurniannya.


Jagoan Hosting : Untuk nama kampus madu sendiri terinspirasi dari mana sob?

Sobat Rosi : Nama Kampus Madu ini sebenarnya hanyalah “iseng”, karena kebetulan waktu mulai ternak lebah itu saya masih kuliah jadi iseng memberi nama Kampus Madu.


Jagoan Hosting : Wahh keren sob, dari yang mimin lihat di kampusmadu.com kondisi
lokasi itu juga menentukan perkembangan lebah ya sob ?

Sobat Rosi : Betul, dulu sempat gagal karena lokasi kurang terdapat bunga untuk vegetasi lebah, belasan koloni mati kekeringan kurang vegetasi, dulu masih awam jadi ndak tau gimana cara menghidupi lebah.

Sekarang jadi rajin menanam bunga untuk vegetasi lebahnya. Tidak sembarangan bunga tapi harus bunga yang mengandung unsur nektar dan putik sari. Nektar untuk perkembangan lebah dan menghasilkan madu, putik untuk beepolen cadangan makanan lebah.


Jagoan Hosting : Lalu untuk website kampusmadu.com, apakah kamu membuatnya
sendiri sob?

Sobat Rosi : Untuk pembuatan website nya saya diajari oleh teman, saya juga ikut workshop pelatihan, dulu kebetulan saat kuliah suka ikut seminar. Saya bisa website waktu masih awal kuliah sekitar tahun 2014.


Jagoan Hosting : Wah hebat sob, terakhir nih, bagaimana pengalaman kamu ketika
menggunakan layanan dari Jagoan Hosting?

Sobat Rosi : Saya memakai layanan Jagoan Hosting sejak masih kuliah 4 tahun yang lalu. Banyak suka duka yang saya alami dalam merintis usaha, Alhamdulillah saya ditemani jagoan Hosting. Berkat layanan yang mudah dan respon cepat dari tim Jagoan Hosting bisnis saya kampusmadu.com bisa berkembang pesat.

Bagikan Ceritamu dengan Jagoan Hosting

Terimakasih banyak ke Semuel yang udah membagikan cerita ini. Kalau kamu mau cerita dibalik proyekmu dan gimana Jagoanhosting membantu mewujudkannya, please kasi tau kita melalui link ini.

Karena kesuksesanmu adalah satu hal yang penting buanget buat kami.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like