Blog Jagoan Hosting | Tutorial Website & Web Hosting Indonesia

Dunia Developer! Monolithic VS MicroService dalam Infrastruktur Sebuah Aplikasi

Dalam dunia developer, kamu pasti sering bertanya akan hal ini! Pembuatan aplikasi. Ya, pastinya tidak terlepas dari sebuah perancangan dan design sebuah aplikasi. Kali ini akan saya bahas 2 cara perancangan sebuah infrastruktur aplikasi. Perancangan infrastruktur ini sangat penting, karena sangat berpengarus dalam perkembangan aplikasi kamu.

Monolithic

Dalam pembuatan sebuah aplikasi, pastinya kamu mengenal infrastruktur aplikasi seperti ini:

Untuk mempermudah menjelaskan, kita anggap pada gambar tersebut adalah sebuah server. Didalam server tersebut terdapat banyak layanan seperti: layanan untuk user interface, layanan untuk pemrosesan data, dll. mungkin masih kurang jelas dengan istilah istilah tersebut. Gampangnya seperti di dalam sebuah server, terdapat layanan webserver, terdapat layanan database, terdapat layanan untuk Queue dll.

MicroService

Berbeda dengan Monolithic, Infrastruktur MicroService ini membagi layanan layanan yang ada menjadi bagian yang lebih kecil. Misalkan terdapat sebuah server sendiri yang khusus untuk handle layanan queue, terdapat hosting yang khusus untuk menghandle layanan untuk user interface, terdapat server khusus untuk handle database, dll.

Comparasi:

Monolithic

  1. Low Cost
  2. Satu server untuk handle semua layanan
  3. Tidak bisa menggunakan module module yang tidak terinstall pada server utama. misalkan mau menggunakan no-sql atau sql, nodejs atau php
  4. Proses update aplikasi akan berimbas ke seluruh aplikasi.
  5. Seluruh Code atau component menjadi 1 server. bisa di bayangkan jika aplikasi sudah kompleks
  6. Untuk scalling hanya bisa mengupgrade resource server saja.
  7. Latency komunikasi antar modulenya sangat cepat, karena berada di dalam sebuah server.

MicroService

  1. Hight Cost
  2. Setiap layanan memiliki infrastruktur sendiri.
  3. Karena setiap layanan memiliki infrastruktur sendiri, kamu bisa dengan mudah membuat aplikasi tanpa memikirkan hubungan / ketergantungan module dengan layanan yang lain. misalkan kamu bisa membuat aplikasi dengan beberapa bahasa pemrograman.
  4. Proses update aplikasi hanya melingkupi layanan yang terkait.
  5. Codenya berbasis layanan. Kamu harus memiliki dokumentasi yang lebih dari pada infrastruktur Monolithic
  6. Proses Scallingnya bisa menggunakan beberapa metode, scaling up dan scaling side
  7. Ada kemungkinan komunikasi antar modulenya mengalami kegagalan. Untuk itu kamu harus selalu mempersiapkan cara handlenya.

So, Kesimpulanya tidak ada yang paling baik. Kamulah yang menentukan mana yang paling cocok untuk aplikasi kamu. 

Nah, untuk kamu yang ingin terus mendapatkan informasi terupdate tentang dunia developing productbisa terus update artikel di Blog Jagoanhosting.com. Untuk para developer yang saat ini sedang mengembangkan berbagai macam produk, berupa website ataupun aplikasi, tentunya membutuhkan dukungan server yang mumpuni. Terlebih untuk mereka yang memang ditujukan untuk kegiatan atau sistem yang cukup kompleks, seperti bisnis online.

Server yang selama ini banyak dipilih dan digunakan oleh para developer adalah VPS Terbaik Indonesia. VPS memberikan banyak manfaat bagi para developer. Kamu mungkin masih penasaran, kenapa para developer menggunakan VPS untuk developer. Di artikel ini kamu bisa menemukan alasannya. 

Nah, untuk kamu yang bingung, mencari VPS Murah Indonesia untuk aktivitas online dan aktivitas developing produkmu, bisa langsung cek di halaman ini. VPS yang ada akan memberikan banyak keuntungan bagi para developer. Mulai dari kemudahan manage, harga yang murah dan juga performa yang dapat mendukung kinerja kamu sebagai seorang developer. 

Mau paket Komplit Hosting + Cloud Mail + Domain Cuma 50.000/thn? TERBATAS!!

Takis Sekarang!

+ +