- Subdomain membantu struktur website agar lebih rapi dengan memisahkan halaman berdasarkan fungsi.
- User experience bisa meningkat karena konten tidak tercampur dalam satu website besar.
- Otoritas domain lebih terjaga jika kamu perlu melakukan testing fitur atau campaign daripada menggunakan website inti.
Nama Domain = Identitas Online yang Harus Dilindungi
Setiap bisnis butuh nama domain profesional untuk membangun trust. Dengan Domain Murah Jagoan Hosting, kamu bisa mengamankan domain terbaik untuk Brandmu
Apakah Subdomain Perlu Membeli Domain Baru?
Tidak, kamu tidak perlu membeli domain baru. Jika sudah memiliki domain, kamu bisa membuat banyak subdomain secara gratis melalui pengaturan DNS atau panel hosting.
Ini hanya sebuah ekstensi dari domain utama supaya website lebih terstruktur. Biasanya pemilik website menggunakan cara ini untuk memisahkan halaman berdasarkan fungsi, misalnya halaman blog dengan halaman toko.
Strategi ini lebih umum dilakukan karena lebih cepat dan hemat daripada membuat website baru dari nol.
Manfaat Menggunakan Subdomain untuk Website Bisnis
Penggunaannya memungkinkan pemilik website untuk memisahkan halaman sesuai fungsi dan isinya. Jika dibedah lebih lanjut, maka berikut manfaat dari menggunakan strategi ini:
1. Memisahkan Jenis Konten
Manfaatnya bisa membantu memisahkan konten berbeda agar struktur website tetap rapi. Pengguna jadi lebih mudah memahami fungsi setiap halaman. Mesin pencari juga cenderung lebih mudah mengindeks konten sesuai topiknya.
2. Optimasi SEO untuk Target Tertentu
Mengingat website spesifik untuk kategori tertentu, dampaknya aspek SEO lebih teroptimasi untuk kategori tersebut. Artinya, halaman website kamu lebih mungkin direkomendasikan oleh algoritma mesin pencari.
3. Meningkatkan User Experience
Karena konten dikategorikan berdasarkan fungsi, navigasi pun menjadi lebih sederhana karena konten tidak bercampur aduk. Pengguna akan lebih mudah menemukan konten atau halaman sesuai kebutuhan.
4. Menjaga Performa Website
Jika konten berat seperti video bisa ditempatkan di sub domain terpisah, beban server akan ikut terbagi, sehingga performanya website tetap cepat.
5. Menjaga Otoritas Domain
Otoritas domain atau domain rating dapat turun jika website berisi konten gado-gado. Maka, sebaiknya menggunakannya jika perlu melakukan eksperimen fitur atau campaign sementara. Dengan begitu, otoritas domain tetap terjaga.
Perbedaan Domain dan Subdomain
Keduanya berbeda jauh, meski sama-sama merujuk pada alamat sebuah website. Untuk itu, mari pahami dulu perbedaan keduanya sebagai berikut:
| Aspek | Domain | Subdomain |
| Struktur | Alamat inti website | Ekstensi dari domain |
| Fungsi | Identitas brand | Halaman khusus |
| SEO | Meningkatkan otoritas domain | Perlu optimasi terpisah |
| Branding | Lebih mudah dikenali | Dapat mendukung website inti |
| Tracking | Analitik website | Bisa pakai tracking tambahan |
| Keamanan | SSL domain | Bisa butuh SSL tambahan |
| Penggunaan | Website inti | Blog, toko, forum, dll |
Contoh Subdomain dan Domain yang Umum Digunakan
Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas terkait seperti apa contoh keduanya, mari lihat daftar di bawah ini:
Domain
- Website.com
- tokoonline.id
- sekolahku.sch.id
- mediakita.net
- startupdigital.tech
Subdomain
- blog.website.com: Halaman artikel
- shop.website.com: Halaman toko online yang terpisah dari website inti
- app.website.com: Halaman aplikasi berbasis web
- support.website.com: Halaman pusat bantuan
- event.website.com: Halaman campaign sementara
- forum.website.com: Halaman komunitas diskusi pengguna
- news.website.com: Halaman portal berita
- academy.website.com: Halaman learning center
- staging.website.com: Halaman testing fitur sebelum live
- career.website.com: Halaman lowongan kerja
Cara Membuat Subdomain
Untuk membuatnya sebenarnya cukup mudah. Syaratnya kamu harus sudah memiliki domain inti terlebih dulu. Jika sudah, kamu bisa membuatnya melalui panel hosting atau pengaturan DNS. Adapun caranya yaitu:
1. Login ke cPanel Domain
Login dulu ke cPanel kamu melalui halaman akses hosting seperti di beon.co.id. Setelah berhasil masuk, cari menu Subdomains pada dashboard.
2. Isi dan Daftarkan
Selanjutnya, masukkan nama sesuai kebutuhan website. Gunakan nama sesuai dengan fungsi halaman agar mudah dikenali pengguna.
Apabila muncul notifikasi bahwa sub domain sudah digunakan, tandanya alamat tersebut masih aktif dan tidak bisa didaftarkan ulang.
3. Cek Daftar yang Sudah Aktif
Setelah proses pendaftaran berhasil, kamu bisa melihat daftarnya di menu cPanel > Subdomains. Di sini akan tampil semua sub domain yang sudah dibuat sebelumnya untuk memastikan konfigurasi sudah tersimpan dengan benar.
4. Upload Data ke Folder
Jika ingin menambahkan konten, maka buka menu File Manager. Lalu masuk ke folder public_html dan pilih folder sesuai namanya. Cara ini bertujuan agar halaman bisa terhubung dengan konten yang ingin kamu tampilkan
5. Konfigurasi DNS Jika Diperlukan
Ada kalanya kamu perlu melakukan pengaturan tambahan seperti A Record atau CNAME. Pengaturan ini bertujuan untuk mengarahkan sub domain ke server atau URL tertentu. Jika bingung, kamu bisa mendapatkan bantuan dari jasa manage server.
6. Lakukan Testing
Terakhir, cek subdomain melalui browser untuk memastikan halaman dapat diakses dengan normal. Periksa juga apakah kecepatan loading sudah baik dan tampilan website tidak hancur.
Tips Menggunakan Subdomain untuk Bisnis
Untuk menggunakannya perlu strategi agar hasilnya berdampak pada website bisnismu. Kuantitas tidak berpengaruh jika strateginya tidak dilakukan dengan benar. Adapun tips untuk memaksimalkan penggunaannya yaitu:
- Buat sesuai Tujuan: Buatlah berdasarkan fungsi spesifik misalnya untuk halaman toko, blog, atau support agar struktur website jelas.
- Pisahkan Konten: Anggap setiap sub domain adalah entitas berbeda dengan konten berkualitas tinggi agar tidak terjadi duplikasi SEO.
- Jaga Konsistensi Branding: Pastikan desainnya tetap selaras dengan domain inti untuk menjaga kepercayaan pengguna saat mengunjungi website sub.
- Pilih Nama yang Sederhana: Pilih nama yang singkat dan mudah diingat supaya pengguna mudah mencarinya.
- Aktifkan Keamanan SSL: Pastikan ada perlindungan SSL yang ditandai dengan HTTPS di domain agar data lebih aman.
- Optimalkan Internal Linking: Hubungkan dengan domain inti agar distribusi authority tidak terganggu sekaligus memudahkan navigasi pengguna.
FAQ
Apakah Subdomain perlu Hosting Terpisah?
Tidak selalu. Biasanya bisa menggunakan hosting yang sama dengan domain inti. Namun untuk website besar, bisa pemisahan server agar performa tetap terjaga.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Subdomain dibanding Folder?
Gunakan jika ingin memisahkan fungsi website seperti toko online atau aplikasi. Namun kamu bisa menggunakan folder jika konten masih satu struktur dengan domain inti.
Berapa Banyak Sub Domain yang Bisa Dibuat dalam Satu Domain?
Jumlahnya tergantung layanan hosting yang kamu gunakan. Misalnya, Jagoan Hosting memungkinkan pembuatan dalam jumlah besar bahkan unlimited. Namun pastikan resource server kamu tetap memadai.
Dapatkan Unlimited Subdomain dengan Domain Murah dari Jagoan Hosting!
Jika kamu ingin melakukan restrukturisasi website agar lebih mudah ditemukan di mesin pencari, maka bisa menggunakan strategi ini.
Untuk menjalankan strategi tersebut, kamu bisa menggunakan layanan domain murah dari Jagoan Hosting yang memungkinkan kamu memilih dari 200+ pilihan ekstensi domain.
Di Jagoan Hosting, kamu bisa menambahkan jumlah subdomain secara unlimited, misalnya untuk kebutuhan blog, landing page campaign, hingga testing website. Untuk itu, sebaiknya kamu konsultasi gratis dengan tim Jagoan NextCare.
Bagi yang tidak sempat mengelola server sendiri, tersedia juga jasa manage server sehingga pengelolaan teknis bisa ditangani oleh tim VIP Support. Kamu pun tidak akan terbebani dengan masalah teknis server!


Amankan Nama Domain untuk Brandmu Sekarang!