Percepat Adaptasi Teknologi Lewat Techfluencer

Highlights
  • Tech Influence Ecosystem merupakan bagian program Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berkolaborasi dengan Ngalup.co
  • Program yang juga didukung oleh Jagoan Hosting ini bertujuan untuk mencetak dan memperkuat ekosistem creator teknologi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu mengkomunikasikan pengetahuan secara sederhana dan luas kepada publik.

SURABAYA – JUNI 2026 – Transformasi digital di Indonesia menunjukkan percepatan yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, ekonomi digital nasional diproyeksikan tetap tumbuh dua digit, didorong oleh peningkatan adopsi teknologi, penetrasi internet yang telah melampaui 75 persen populasi. Serta, semakin kuatnya peran creator economy dalam mempengaruhi perilaku konsumsi digital.

Pada awal tahun 2025, Indonesia memiliki 143 juta pengguna media sosial aktif. Nilai pasar influencer marketing di Indonesia diproyeksikan mencapai USD 257 juta di tahun 2025, dengan pertumbuhan rata-rata 9,8 persen per tahun.

Namun dibalik pertumbuhan tersebut, masih ditemukan rendahnya awareness terhadap produk digital lokal, keterbatasan distribusi, hingga minimnya dukungan monetisasi bagi kreator teknologi. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital saja belum cukup, melainkan perlu didorong oleh ekosistem baru yang mampu menjembatani talenta digital, kreator, dan produk teknologi agar tumbuh secara terintegrasi dan berdampak langsung pada percepatan adopsi serta pertumbuhan ekonomi digital.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Garuda Spark Innovation Hub, mengadakan kegiatan bertajuk Tech Influencer Ecosystem. Program yang berkolaborasi dengan Ngalup.co ini hadir pendekatan baru melalui konsep ‘Techfluencer’—sebuah pergeseran dari sekadar influence berbasis hiburan menuju influence yang berfokus pada edukasi teknologi, adopsi produk digital.

“Program ini juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi digital. Berbeda dengan lifestyle influencer yang berorientasi pada awareness dan engagement, 

Cek Konten Lainnya:
5 Cara Bisnis Dropship yang Cepat Sukses Meski Tanpa Modal!

Techfluencer mendorong terciptanya pemahaman, penggunaan, hingga transaksi produk digital oleh audiens,” kata Irfan Rahmad Widiutomo, CEO Ngalup.co.

Program yang juga didukung oleh Jagoan Hosting ini dirancang untuk membangun ekosistem yang terintegrasi antara kreator, talenta digital, dan produk teknologi lokal.

“Melalui pendekatan ini, kreator tidak hanya menjadi content creator, tetapi juga berperan sebagai distribution engine bagi inovasi digital. Dengan memproduksi konten edukatif teknologi, mereka mampu menjembatani kesenjangan antara produk dan pengguna, sekaligus mempercepat adopsi teknologi di masyarakat,” kata dia.

Dalam implementasinya, program ini menargetkan peningkatan kapasitas hingga 200 tech creator. Dimana 70 persen diantaranya konsisten memproduksi konten edukasi teknologi. Serta 60 persen mampu menyampaikan produk digital dalam format yang mudah dipahami. 

“Dampaknya tidak hanya pada peningkatan literasi digital, tetapi juga pada aktivasi penggunaan produk digital, di mana ratusan pengguna baru diharapkan mulai mencoba solusi teknologi lokal yang diperkenalkan,” papar dia.

Lebih jauh, Techfluencer juga membuka peluang ekonomi baru melalui model monetisasi seperti afiliasi SaaS, revenue sharing, hingga kolaborasi dengan produk teknologi.

“Dengan skenario di mana bahkan sebagian kecil audiens mengadopsi produk digital, efek yang dihasilkan dapat berupa peningkatan transaksi, pertumbuhan revenue startup, serta percepatan adopsi teknologi secara nasional,” papar dia.

Melalui pendekatan ini, *Techfluencer* tidak hanya membangun kreator, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekosistem digital—mengubah kreator menjadi edukator, dan inovasi menjadi solusi yang benar-benar digunakan. Inilah langkah nyata untuk mendorong literasi digital yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“From Viral to Valuable — dari sekadar konten menjadi dampak nyata,” tandas dia.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana menguraikan, penguatan ekosistem digital tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mampu menghubungkan talenta, kreator, dan pelaku industri. 

Cek Konten Lainnya:
5 Tips Membuat Artikel Menarik untuk Menaikkan Traffic Website

“Melalui program ini, kami mendorong lahirnya talenta-talenta yang tidak hanya memiliki kompetensi teknologi, tetapi juga mampu menjadi penggerak adopsi digital di masyarakat. Inisiatif seperti Tech Influencer Ecosystem menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi sekaligus mempercepat pemanfaatan produk digital nasional secara lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkas dia.

6 years of experience in providing readers with the latest insights and best practices in various fields related to Business, Technology, WordPress, Website Development and Digital Marketing.

Authors (2)

Jagoan Hosting Team

Primary Author
6 years of experience in providing readers with the latest insights and best practices in various fields related to Business,…
6 years of experience in providing readers with the latest insights and best practices in various fields related to Business,…
You May Also Like