Program afiliasi adalah salah satu bisnis yang akhir-akhir ini cukup banyak dibicarakan. Umumnya, bisnis afiliasi adalah adalah usaha yang dilakukan dengan sistem kerjasama antara dua pihak. Tentu ada kekurangan dan kelebihan tersendiri ketika menjalani bisnis afiliasi, penasaran apa saja dan bagaimana sistem program afiliasi? Yuk intip penjelasannya berikut ini!

Apa itu Afiliasi?

Apa itu afiliasi? Singkatnya, afiliasi adalah bentuk kerja sama antara dua pihak yang memanfaatkan jaringan sosial dengan maksud untuk memperkenalkan sebuah produk di bawah naungan suatu brand tertentu.

Biasanya, program kerjasama afiliasi menjadikan salah satu pihak menjadi anggota. Hal ini dikarenakan pihak lainnya mempunyai tingkatan atau posisi lebih tinggi. Program afiliasi pun bisa bermacam-macam, mulai dari  individu ke individu, kelompok ke individu, kelompok ke kelompok hingga organisasi ke kelompok.

Sistem Program Bisnis Afiliasi

afiliasi adalah
Photo by Kindel Media from Pexels

Program afiliasi biasanya dapat kamu temukan di media sosial. Misalnya ketika sebuah perusahaan bekerja sama dengan para influencer, seperti blogger, selebgram hingga selebtweet untuk memperkenalkan sebuah produk. Nantinya, mereka akan secara langsung ataupun tidak langsung mengarahkan audience untuk membeli produk tersebut dalam bentuk link.

Kini, pemasaran bisnis semakin mudah berkat adanya internet, sehingga memperkenalkan sebuah produk pun dapat dengan cepat dipublikasikan secara online. Umumnya, teknis program bisnis afiliasi adalah sebagai berikut

1. Pihak yang Terlibat Bisnis Afiliasi

Ada tiga pihak yang terlibat dalam program afiliasi, yakni Merchant, Affiliate, dan Customer. Jika dijabarkan, Merchant adalah pihak yang mempunyai bisnis dan ingin memperkenalkannya kepada publik untuk menjangkau pasar supaya potensi pembelian meningkat.

Selanjutnya ada Affiliate, yakni pihak yang dipercaya Merchant untuk diajak bekerja sama dan membantu mempromosikan bisnis tersebut. Maka dari itu, banyak Merchant yang memanfaatkan para influencer karena pengaruhnya cukup signifikan dari segi sosial.

Sedangkan pihak terakhir adalah customer, yakni pihak yang ditargetkan oleh Merchant supaya tertarik dan membeli barang yang diperlukan. Nah, kalau sudah, sistem afiliasi pun dapat dimulai. Nantinya, pihak Merchant akan memberikan kode tertentu ke Affiliate yang nantinya bisa digunakan sebagai media Customer untuk membeli produk terkait. 

Misalnya, Merchant atas nama Jagoan Hosting  bekerja sama dengan salah satu influencer terkemuka, mari ambil contoh Nagita Slavina. Nah, Merchant biasanya akan menciptakan kode seperti JagoanHostingxNagitaSlavina yang nantinya bisa digunakan oleh pihak Affiliate dan disebarkan ke berbagai macam platform, seperti media sosial maupun blog.

Setiap orang yang menggunakan kode JagoanHostingxNagitaSlavina ini akan menambah keuntungan bagi Affiliate karena berhasil mendorong audience untuk melakukan pembelian hingga sukses. sehingga disinilah bentuk kerja sama yang menguntungkan dalam program afiliasi.

2. Customer Action

Customer menjadi pihak utama yang dituju oleh Merchant dan Affiliate untuk membeli produk tertentu. Umumnya, ada tiga jenis skema yang terkait dengan Customer Action, yakni Pay Per Sell, Pay Per Click, dan Pay Per Lead.

Untuk Pay Per Sell, sepertinya seorang Affiliate harus mempunyai influence yang besar karena bisa dikatakan cukup sulit. Keuntungan Affiliate hanya bisa diperoleh ketika customer benar-benar melakukan transaksi tanpa hanya melihat produk-produk yang ditawarkan saja.

Selanjutnya adalah Pay Per Click,yakni keuntungan Affiliate bisa diperoleh lebih mudah hanya dengan mendorong customer melakukan klik link yang diberikan. Biasanya, tujuan Merchant lebih mengarah pada meningkatkan traffic website.

Terakhir ada Pay Per Lead, yaitu Affiliate akan memperoleh keuntungan jika mampu mendorong audience melakukan sesuatu selain pembelian, seperti mengisi form, subscribe hingga melakukan registrasi di sebuah akun.

Contoh Afiliasi

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, afiliasi adalah ketika dua pihak dapat saling membantu satu sama lain untuk mencapai keuntungan berdasarkan porsinya masing-masing yang telah disetujui di awal perjanjian kerja sama. Agar lebih jelasnya, beberapa contoh afiliasi adalah sebagai berikut, mungkin kamu tahu salah satunya!

1. Bukalapak Affiliate Program

Menjadi salah satu e-commerce terpopuler di Indonesia, Bukalapak menawarkan program afiliasi yang dinamakan Bukalapak Affiliate Program. Di sini, program affiliatenya bisa dikatakan cukup menguntungkan lho, Sob.

Contohnya seperti ini, Bukalapak menerapkan sistem skema Pay Per Sale. Artinya, keuntungan afiliasi adalah saat link Bukalapak yang kamu berikan di media sosial mampu mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian.

2. Shopify Affiliate

Shopify merupakan salah satu platform untuk para pebisnis online dalam mempromosikan produknya di internet. Keuntungannya pun tidak main-main jika kamu mengikuti program afiliasi ini, lho. Mulai dari 58-2000 dollar pun bisa kamu kantongi terlebih bila berhasil menciptakan sebuah transaksi.

Sebelum berhasil mengikuti program ini, nantinya kamu akan diminta untuk mengisi beberapa pertanyaan, seperti apakah pernah mempunyai pengalaman sebagai digital marketing hingga bagaimana yang akan digunakan dalam mempromosikan bisnis Shopify. Setelahnya, kamu pun bisa mulai melakukan penjualan afiliasi seperti cara-cara pada umumnya.

3. Amazon Associate

Amazon Associate juga tidak kalah menawarkan keuntungan yang menarik. Setiap penjualan yang bisa kamu lakukan dengan sukses, maka pihak Amazon akan memberikan keuntungan sebesar 4%, Sob. Lumayan banget, kan? Apalagi 4% tersebut untuk satuan produk yang berhasil kamu jual.

Keuntungan Afiliasi

afiliasi adalah
Photo by Amina Filkins from Pexels

Berbicara mengenai keuntungan, afiliasi adalah rekomendasi program yang sangat cocok dijadikan sebagai penghasilan sampingan dengan jumlah nominal menjanjikan. Semua hal itu tergantung dari bagaimana strategimu untuk mendorong audience dalam melakukan transaksi setelah kamu memperkenalkan produk tersebut melalui link yang diberikan oleh Merchant.

Selain itu, sistem kerjanya pun mudah sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja, yang terpenting mampu mempengaruhi audience untuk melakukan transaksi. Tidak hanya itu, jam kerjanya pun juga fleksibel, sehingga tidak ada aturan baku terkait waktu untuk melakukan program afliliasi.

Untuk kamu yang khawatir apakah program affiliate itu harus tanda tangan kontrak supaya mencapai tujuan penjualan tertentu, jawabannya adalah tidak. Afiliasi adalah program yang berfokus pada seberapa banyak pihak affiliate dalam memperoleh pelanggan. Artinya, semakin banyak yang berhasil diperoleh, semakin banyak juga keuntungannya.

Kelemahan Afiliasi

Kelemahan dari afiliasi adalah pendapatannya yang tidak pasti. Bisa saja kamu bulan ini mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta, akan tetapi di bulan selanjutnya kamu mungkin bisa saja mendapatkan jutaan rupiah. Jadi sebaiknya, jangan jadikan afiliasi adalah penghasilan utama kamu ya, Sob.

Di samping itu, kelemahan dari afiliasi adalah ketika ada seorang pelanggan belanja dari hasil link yang kamu berikan dan ingin melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya, maka pihak affiliate tidak akan mendapatkan keuntungan kembali, alias hanya berlaku satu kali saja.

Itulah penjelasan seputar apa itu afiliasi yang perlu kamu tahu. Apakah kamu tertarik untuk mencoba afiliasi sebagai salah satu sumber pemasukan?

Kalau kamu tertarik, Jagoan Hosting menghadirkan Program Afiliasi Hosting yang di mana kamu mampu memperoleh kesempatan mendapatkan untung hingga jutaan rupiah, lho. Nggak percaya? Klik di sini supaya kamu tahu ragam manfaat yang diperoleh jika mengikuti program afiliasi dari Jagoan Hosting.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like