Above The Line, Below The Line & Through The Line di Marketing

Above The Line, Below The Line, & Through The Line

Above the Line (ATL), Below the Line (BTL), dan Through the Line (TTL) adalah jenis pendekatan yang bisa kamu temukan di marketing. Seperti yang kita tahu, teknik pemasaran adalah hal yang sangat penting untuk bisnis.

Pasalnya, tanpa strategi yang tepat akan sangat sulit bagi suatu bisnis untuk mendapatkan pelanggan. Jika sudah begini, tentu keuntungan akan sulit untuk kamu raih, bahkan bisa menyebabkan bisnis gulung tikar. 

Above The Line, Below The Line, & Through The Line di Marketing

Nah, dalam hal ini ATL, BTL, dan TTL bisa menjadi salah satu upaya yang efektif untuk pemasaran suatu bisnis. Yuk, pahami ketiga jenis strategi marketing ini.

Above The Line (ATL) 

1. Pengertian Above The Line 

above the line

ATL atau Above the Line adalah suatu strategi marketing yang tidak memfokuskan diri pada hasil penjualan. Lantas, apa tujuan dari tindakan promosi ATL? Jawabannya adalah untuk meningkatkan brand awareness. 

Jadi dalam implementasinya, marketing ATL akan berfokus untuk meningkatkan kesadaran brand publik atau brand awareness produk atau merek. Karena tidak fokus pada satu macam konsumen, kegiatan marketing ATL pun jadi lebih luas. 

Media yang digunakan pada marketing ATL kebanyakan akan memiliki tingkat perhatian yang tinggi. Dengan kata lain, media tersebut mampu menarik perhatian audiens dalam jumlah yang besar. 

2. Strategi dan Contoh Above The Line 

Strategi dan contoh promosi Above the Line marketing pun bisa kamu temukan dengan mudah. Contohnya adalah strategi iklan menggunakan baliho, spanduk, radio, iklan cetak, dan iklan-iklan yang nantinya akan muncul di media elektronik. 

  • Iklan cetak

contoh dari media cetak adalah koran dan majalan. Media ini masih sangat efektif untuk menjangkau audiens secara luas dan efektif. 

  • Iklan di televisi dan radio

media elektronik seperti radio dan televisi juga sangat efektif untuk menjangkau audiens dalam jumlah yang besar. Rata-rata orang akan menghabiskan waktu mereka untuk menonton televisi atau mendengarkan radio. Dari sinilah media elektronik masih menjadi media promosi yang efektif hingga saat ini 

  • Outdoor advertising (iklan luar ruangan)

ini merupakan iklan yang kamu lakukan pada tempat-tempat umum dan punya jangkauan yang luas. Karena lokasinya itulah publik bisa mengetahui produk atau brand yang sedang kamu promosikan. Contoh dari iklan luar ruangan adalah banner, spanduk, baliho, dan lain sebagainya. 

Cek Konten Lainnya:
7 Tips Belajar Copywriting untuk Pemula, Simak Panduannya!

Tujuan dari iklan dalam skala besar ini adalah untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat luas. Banyak pelaku bisnis yang melakukan marketing ATL dengan tujuan untuk memperkenalkan suatu brand atau produk baru. 

3. Kelebihan Marketing Above The Line 

Dalam implementasinya, marketing ATL memiliki keuntungan yang cukup besar terhadap promosi produk atau brand. Keuntungan tersebut adalah bisa membuat konsumen menyadari produk atau brand yang kamu promosikan dengan cepat. 

Hanya saja, tetap terdapat kekurangan dari strategi ini. Melansir dari TBS Marketing, “ATL is a good way to promote and build your brand, but it is difficult to measure the exact impact and return on investement”. 

Jadi memang ATL bisa menumbuhkan brand awareness produk atau brand, tetapi sulit untuk menghitung seberapa besar dampak promosi tersebut ke penjualan. Tujuannya bukanlah conversion rate, tetapi sebatas brand awareness saja. 

Hasil akhir yang membuat teknik pemasaran satu ini sangat efektif adalah bisa membuat kita selaku pemilik bisnis terhubung dengan lebih baik kepada konsumen. 

Below The Line 

1. Pengertian Below The Line 

below the line

BTL atau Below the Line adalah suatu kegiatan marketing atau pemasaran yang memiliki fokus dan target konsumen suatu produk produk atau brand. BTL pun umum disebut sebagai direct marketing atau strategi pemasaran secara langsung. 

Tujuan utama dari teknik pemasaran BTL adalah untuk menarik konsumen potensial baru sekaligus membuat konsumen atau pelanggan lama kembali membeli produk. 

Jadi tujuan marketing ini memang kepada konsumen yang punya keterkaitan terhadap brand atau produk bisnis yang kamu tekuni. 

2. Strategi dan Contoh Below the Line 

Strategi pemasaran Below the Line akan memanfaatkan sarana promosi yang bersifat lebih personal dan intim kepada pelanggan. Ini juga yang membuat teknik marketing ini cenderung lebih murah dan terjangkau daripada Above the Line. 

Contoh marketing Below the Line bisa kamu temukan pada promosi email marketing, online marketing, promosi secara offline di toko, Search Engine Marketing (SEM) yang tertarget, sponsor, Brand Activation, dan Exhibition. 

Semua contoh strategi tersebut sifatnya personal dan langsung menargetkan pelanggan potensial baru sekaligus pelanggan lama. 

3. Kelebihan Marketing Below the Line 

Berbeda sekali dengan Above the Line, BTL akan lebih memfokuskan diri pada iklan yang tertarget ke kelompok orang tertentu. Jadi iklan tersebut akan memiliki sasaran yang jelas yaitu pada konsumen yang potensial dan pelanggan lama. 

Selain itu, Below the Line marketing juga tidak hanya menambah brand awareness terhadap suatu produk atau bisnis saja. Lebih dari itu, teknik marketing ini juga berfokus untuk menjawab kebutuhan dan keinginan dari konsumen. 

Pendekatan marketing semacam ini juga cenderung lebih mudah diukur dan bisa kamu lacak hasil akhirnya. Hasil akhir Below the Line adalah Return of Investment (ROI), menambah konversi, dan nilai penjualan yang bertambah 

Cek Konten Lainnya:
7 Jenis Email Bisnis yang Harus Masuk Listmu

Lebih dari itu, penerapan marketing Below the Line juga lebih mudah untuk pelaku bisnis kontrol dan kendalikan sesuai dengan aktivitas marketing yang sedang berjalan. 

Kamu pun bisa membuat strategi promosi tersebut secara khusus sesuai dengan kebutuhan dan konsumen yang ingin kamu targetkan. Biaya untuk menerapkan marketing BTL juga cenderung lebih terjangkau daripada ATL. 

Through The Line

1. Pengertian Through the Line 

through the line

Seiring berjalannya waktu, pendekatan pada dunia marketing pun turut berkembang mengikuti kebutuhan pasar. Jika sebelumnya hanya ada pendekatan marketing secara massal (ATL) dan pendekatan yang spesifik (BTL), maka kini tidak lagi. 

Karena persaingan di kalangan pelaku bisnis yang semakin ketat setiap waktunya, muncul istilah baru yang bernama TTL atau Through the Line. Jadi pada dasarnya, Through the Line adalah pendekatan marketing yang memadukan ATL dan BTL. 

Pendekatan pemasaran yang satu ini mengkombinasikan audiens yang besar dan cara pendekatan yang personal atau langsung kepada konsumen. Tujuannya bukan hanya sekedar meningkatkan brand awareness, tetapi juga menambah penjualan. 

2. Strategi dan Contoh Through The Line 

Karena mengkombinasikan dua pendekatan ATL dan BTL, strategi Through the Line terbilang lebih rumit dan mahal dari segi biaya. Inilah yang kemudian membuat pendekatan ini lebih sering dilakukan oleh perusahaan yang besar dan mapan. 

Contoh strategi Through the Line adalah 360˚ Marketing dan Digital Marketing. 

a. 360˚ Marketing 

Kegiatan pemasaran ini bisa kamu lakukan dengan mengkombinasikan banyak jenis media pemasaran sekaligus. Mulai dari website, email, radio, media cetak, media digital, hingga media sosial. 

Misalnya kamu membuat iklan untuk mempromosikan produk baru di televisi. Di waktu yang bersamaan, kamu juga menyisipkan promo voucher belanja kepada pelanggan yang loyal atau pelanggan tetap. 

Contoh lainnya bisa dengan membuat iklan untuk media cetak seperti koran. Di waktu yang bersamaan, kamu juga menunjang promosi tersebut dengan iklan di media sosial, website, dan radio. 

Dari perpaduan banyak media pemasaran inilah kamu tidak hanya mendapatkan peningkatan brand awareness saja. Lebih dari itu, kamu juga bisa mendapatkan pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan yang lama. 

b. Digital Marketing 

Di era sosial media yang semakin kuat, digital marketing menjelma jadi salah satu media promosi Through the Line yang efektif. Sebab, digital marketing bisa membuat pelaku bisnis untuk mengkombinasikan pendekatan kepada konsumen. 

Contohnya adalah media sosial. Lewat media sosial, kamu bisa melakukan pendekatan secara langsung kepada konsumen, seperti via Facebook, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya. 

Di waktu yang bersamaan, kamu bisa memberikan informasi terkait promosi dan produk baru. Jadi melalui media sosial, kamu bisa mengkombinasikan ATL dan BTL sekaligus.

Selain media sosial, kamu pun bisa menerapkan digital marketing melalui media website, yaitu berupa SEO atau Content Marketing. Di tengah kemajuan teknologi, website menjelma menjadi media promosi yang sangat kuat. 

Cek Konten Lainnya:
Apa Saja Kendala Digitalisasi Pendidikan yang Sering Dialami Para Guru?

Keunggulan website adalah bisa menjangkau audiens secara luas dengan biaya yang terjangkau. Agar promosi melalui website berjalan efektif, kamu bisa menggunakan strategi SEO atau Content Marketing

Hasilnya, tidak hanya menambah brand awareness saja, website dengan traffic yang tinggi pun bisa berdampak pada tingkat penjualan. Untuk membuat website pun bukan hal yang sulit. 

digitalisasi bisnis dengan website

Selama ini mungkin banyak yang ragu membuat website karena tidak memiliki cukup pengetahuan soal hal tersebut. Akan tetapi, kini kamu tidak perlu bingung lagi. Karena Jagoanhosting.com siap menjadi solusi terbaiknya. 

Di Jagoan Hosting punya solusi untuk tingkatkan aktifitas marketing TTL dengan produk Hosting Murah dan Domain Murah yang siap meluncurkan websitemu.

Website tentu akan mendukung marketing Through the Line atau TTL. Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi Jagoan Hosting sekarang juga! 

3. Kelebihan Marketing Through The Line 

Karena mengkombinasikan pendekatan ATL dan BTL sekaligus, TTL bisa memberikan dua keuntungan sekaligus bagi para pelakunya. Pertama, kamu bisa meningkatkan brand awareness produk atau brand secara efektif. 

Kedua, kamu bisa sekaligus bisa meningkatkan traffic dan penjualan. Artinya, kamu bisa mendapatkan konsumen baru sekaligus mempertahankan konsumen lama. Meski begitu, memang untuk menerapkan strategi ini tidaklah murah. 

Dari ketiga pendekatan tersebut, baik ATL, BTL, TTL memiliki kelebihan dan karakteristik yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Ketiganya sama-sama efektif sebagai sarana untuk promosi. 

Kamu bisa memilih salah satu dari pendekatan tersebut sesuai dengan kebutuhan. Misalnya jika kamu hanya ingin menambah brand awareness, maka ATL adalah pilihan yang tepat. 

Sebaliknya, jika kamu tidak hanya ingin menambah brand awareness, tapi sekaligus meningkatkan penjualan, Through the LIne adalah strategi paling tepat untuk dipilih. 

FAQ

Mengapa Menggunakan ATL?

Tujuan dari marketing ATL adalah berfokus untuk meningkatkan kesadaran brand atau brand awareness produk atau merek. Artinya, khalayak umum bisa mengetahui informasi seputar brand atau produk baru yang sedang kamu luncurkan. 

Above The Line Apa Saja?

Ada banyak sekali contoh marketing Above the Line yang bisa kamu terapkan. Misalnya strategi iklan menggunakan baliho, spanduk, radio, iklan cetak, dan iklan-iklan yang nantinya akan muncul di media elektronik. 

Tujuan dari iklan dalam skala besar ini adalah untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat luas. Banyak pelaku bisnis yang melakukan marketing ATL dengan tujuan untuk memperkenalkan suatu brand atau produk baru. 

Mengapa ATL dan BTL itu Penting?

ATL dan BTL penting karena bisa meningkatkan brand awareness terhadap produk atau brand. Di waktu yang bersamaan, kita bisa meningkatkan penjualan, konversi,  dan mempertahankan pelanggan lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
manfaat website untuk bisnis
Read More
9+ Manfaat Website untuk Bisnis agar Lebih Sukses
Di era digital saat ini, manfaat website untuk bisnis sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Website adalah salah satu…
Read More
5 Permasalahan Utama yang Dihadapi Para Pelaku UMKM
Malang, 30 Oktober 2017 – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (selanjutnya akan disebut UKM) di kota Malang sangat…