Web scraping adalah sebuah metode yang dapat memudahkan kamu dalam proses riset. Dibandingkan kamu harus melakukan survei secara manual, web scraping bisa mengambil data secara lebih praktis bahkan dalam waktu yang lebih singkat. 

Saat ini ada beberapa metode web scraping yang bisa kamu coba. Mulai mengambil data satu per satu hingga menggunakan script code. Nah, kali ini Jagoan Hosting akan menjelaskan berbagai hal yang perlu kamu ketahui mengenai apa itu web scraping hingga contohnya. 

Apa itu Web Scraping?

Web scraping adalah cara yang biasanya diterapkan untuk bisnis online, mulai dari melakukan riset market, riset kompetitor dan sebagainya. Pada intinya, web scraping adalah cara untuk mengumpulkan informasi yang berguna untuk membuat strategi bisnis termasuk pemasaran.

Seperti yang telah kita ketahui, website memiliki banyak sekali data dengan jumlah yang besar (Big Data), jika ingin mendapatkan data tersebut maka salah satu caranya adalah dengan cara web scraping.

Data-data yang didapatkan ini biasanya disimpan pada Microsoft Excel, Google Sheet atau aplikasi sejenisnya, dengan aplikasi tersebut juga biasa disebut dengan metode web scraping. 

Perbedaan Scraping dan Crawling

web scraping adalah
Photo by Tranmautritam from Pexels

Sebelum melangkah lebih jauh untuk mengetahui apa itu web scraping. Kamu juga perlu mengetahui apa itu web crawling beserta perbedaannya.

Pada dasarnya, web crawling adalah teknik untuk mengumpulkan data dengan memasukkan Uniform Resource Locator (URL). Selanjutnya, URL ini biasanya akan menjadi pedoman untuk mencari semua hyperlink yang ada pada website. URL akan melakukan indexing untuk mencari kata pada dokumen atau data yang terdapat pada setiap linknya.

Biasanya web crawling akan menggunakan automation program dan Application Programming Interface (API) yang berfungsi sebagai media komunikasi sehingga bisa mendapatkan data yang dibutuhkan. Dengan API, data yang terkumpul akan lebih spesifik dan sesuai dengan link yang ada tanpa harus melihat elemen HTML yang dimiliki oleh website.

Crawling bisa digunakan dengan berbagai cara diantaranya:

  • Selective crawling
  • Popularity
  • Focused crawling
  • Distributed crawling
  • Paralel Crawling
  • Web dynamic

Sedangkan, web scraping adalah cara untuk mengumpulkan data dengan menggunakan Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Untuk melakukan web scraping biasanya digunakan dengan cara manual atau automation program. Untuk mendapatkan data dapat dilakukan dengan beberaca teknik scraping diantaranya:

  • Copy paste
  • HTML Parsing
  •  DOM Parsing
  • Vertical Aggregation
  • Xpath
  • Google Sheet
  • Text Pattern Machine

Kesimpulannya, perbedaan web scraping dan web craling adalah dilihat dari penerapannya. Web crawling menggunakan API atau BOT secara otomatis, sedangkan untuk web scraping, pengambilan data dilakukan dengan cara memasukkan elemen HTML atau XML yang menggunakan protokol HTTP.

Fungsi web scraping

Dilihat dari fungsi utama web scraping untuk mengumpulkan data dan informasi, web scraping juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting berikut ini.

  1. Monitoring harga pasar

Dengan menggunakan web scraping kamu bisa memonitor harga harga produk serupa yang ada di pasaran. Jika kamu memiliki produk tertentu, kamu bisa mudah melihat perbandingan harga dengan menggunakan web scraping. Apalagi jika kamu perlu membandingkan harga dengan kompetitor hal tersebut mudah untuk dilakukan.

  1. Analisa kompetitor

Tidak hanya mengetahui harga produk serupa dari kompetitor, kamu juga bisa mencari tahu lebih dalam mengenai informasi perusahaan lain atau kompetitor sekalipun. Dengan web scraping kamu bisa melakukan analisa kompetitor, data ini biasanya berguna untuk pengambilan keputusan dan merencanakan strategi bisnis.

  1. Analisa pasar

Sebelum menciptakan sebuah produk tentunya kamu akan melakukan beberapa riset, salah satunya adalah riset pasar. Dengan web scraping kamu bisa melakukan riset dan menganalisa produk apa yang dibutuhkan oleh user, apa yang diinginkan oleh user. Data-data tersebut nantinya penting untuk membuat strategi dan rencana pemasaran.

  1. Mendapatkan informasi akurat dan aktual

Dengan web scraping kamu bisa selalu mengetahui berbagai trend yang sedang digemari oleh masyarakat. Kamu juga bisa memantau berbagi informasi yang akurat dan terpercaya dari website-website, dengan menggunakan web scraping.

  1. Mendapatkan database

Jika berbicara mengenai customer atau pelanggan, kamu bisa membutuhkan adanya database (leads), dengan web scraping kamu bisa mengumpulkan database pelanggan dari mulai nama dan kontak. Dengan web scraping kamu juga bisa mengetahui informasi calon pelanggan baru.

Dengan web scraping ini juga kamu bisa menetapkan target dan segmentasi audiens menggunakan target persona yang didapat dari website kompetitor yang sejenis dan relevan dengan produk-mu.

Metode web scraping

Setelah mengetahui manfaat dari web scraping, selanjutnya, kamu perlu mempelajari metode untuk melakukan web scraping. Kini, web scraping ini sudah memiliki beragam metode. Berikut ini adalah beberapa teknik web scraping yang perlu kamu ketahui.

1. Google Sheet

Salah satu layanan dari Google yaitu, Google sheet bisa menjadi salah satu pilihan untuk melakukan web scraping. Google sheet juga menjadi salah satu tools yang paling digunakan untuk melakukan web scraping. Fitur yang dimiliki oleh tools ini adalah fungsi import XML. Dengan fitur ini kamu bisa mengecek juga apakah websitemu aman dari tindakan scraping atau tidak.

2. JavaScript & HTML

Teknik selanjutnya adalah menggunakan parsing HTML. Teknik ini menggunakan JavaScript untuk melakukan web scraping dan menargetkan halaman linear HTML dan nested HTML. Kelebihan dari teknik ini, web scraping bisa dilakukan lebih cepat dan bisa mengidentifikasi semua script HTML dari suatu website.

3. Cara scraping web dengan PHP

Cara scraping web dengan PHP ini berbeda dengan teknik web scraping lainnya. Dengan PHPmteknik ini terdiri dari 2 cara yaitu, dengan menggunakan teknik search string between two string atau dengan teknik search json on render page untuk mencari data saat melakukan web scraping suatu halaman website.

4. Manual

Teknik selanjutnya, adalah melakukan web scraping dengan cara menyalin data secara manual. Meskipun, teknik ini lebih rumit, dan memakan waktu yang lama, metode cukup efektif untuk melakukan pencarian data. Tidak seperti teknik lainnya, dengan menggunakan teknik kamu sudah tahu letak informasi yang disalin dari website, sehingga hasil web scraping datanya akan lebih akurat.

5. Python

Teknik terakhir adalah dengan menggunakan web scraping. Python yang merupakan bahasa pemrograman bisa mempermudah untuk melakukan web scraping. Dengan menggunakan python ini, kamu bisa mengumpulkan dan mendownload data dari web internet, menyeleksi data, dan pada akhirnya data-data tersebut bisa discraping.

Web scraping tools 

Dari teknik-teknik web scraping yang sudah dijelaskan di atas, kamu juga bisa menggunakan beberapa tools atau software. Software ini biasanya digunakan oleh perusahaan atau bisnis jika mengalami kesulitan dalam merancang strategi bisnis.

Apa saja software web scraping yang bisa kamu gunakan? Simak langsung yuk di bawah ini!

  1. Scrapy

Salah satu software yang digunakan untuk web scraping ini memiliki beberapa fitur diantaranya menyaring, memproses, dan mengelola data yang diterima dari berbagai website. Scrapy juga dikenal paling efisien untuk melakukan web scraping dengan data yang besar. Kamu juga mengekspor data di Scrapy dengan menggunakan format JSON, CSV hingga XML.

  1. Data scraper

Jika menggunakan scrapy kamu bisa mengekspor data menggunakan format JSON, CSV dan XML. Dengan menggunakan data scraper kamu bisa ekspor data dengan format file CSV atau XSL. Data Scraper juga bisa digunakan tanpa mengeluarkan biaya, dan bisa melakukan web scraping hingga 500 halaman website.

  1. Parsehub

Parsehub ini bisa digunakan pada semua sistem operasi dari OS seperti, Mac, lalu Linux dan Windows sehingga software ini cukup fleksibel. Namun, untuk menggunakan software ini kamu perlu merogoh kocek karena software ini tidak gratis, untuk subscription plannya kamu menggunakan dua puluh proyek web scraping.

Contoh Web scraping

web scraping adalah
Photo by Tranmautritam from Pexels

Untuk lebih memahaminya berikut adalah contoh web scraping untuk mengambil data di website IMDb (Internet Movie Database):

  1. Siapkan terlebih dahulu R nya serta install package yang diperlukan

> install.packages(“xml2”)

> library(xml2)

> install.packages(“rvest”)

> library(rvest)

  1. Masukkan R sebagai berikut. 

> alamatweb <- ‘  https://www.imdb.com/search/title/?count=100&release_date=2018,2018&title_type=feature‘> laman_web <- read_html(alamat_web)

> laman_web

  1. Selanjutnya adalah dengan klik SelectorGadget yang bisa langsung didownload dan ditempelkan pada Chrome. 
  1. kemudian klik ikon tersebut sehingga muncul jendela kecil satu baris yang berisi letak bagian yang akan kita incar.
  1. kemudian, kita bersihkan terlebih dahulu data tersebut, dan kemudian membuatnya menjadi bertipe numerik

> runtime_data <- gsub(” min”,””,runtime_data)

> runtime_data> runtime_data<-as.numeric(runtime_data)

> runtime_data

Itulah penjelasan mengenai apa itu web scraping dan berbagai metode yang bisa kamu coba. Pastikan kamu memilih cara yang paling cocok dengan kebutuhan kamu. 

Pada intinya web scraping ini digunakan oleh developer atau tim IT perusahaan untuk membantu kelancaran bisnis. Lengkapi juga kegiatan bisnismu agar semakin lancar dengan Jagoan Hosting, Sob!

Sebagai provider hosting terbaik juga memiliki layanan untuk mendukung kegiatan bisnis seperti, memberikan layanan email hosting, yang bisa digunakan untuk mengirimkan email penawaran kepada calon pelanggan, dan bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan karena email bisnismu terlihat profesional dan terpercaya.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like