Cyber Crime adalah
Cyber crime

Cyber crime adalah kejahatan di dunia maya yang selalu mengintai pengguna internet kapanpun dan di manapun. Sasaran targetnya pun bukan hanya individu, namun juga perusahaan besar. Biasanya, penyerang menargetkan keuntungan finansial sehingga sangat merugikan korban.

Lalu sebenarnya, apa saja contoh cyber crime? Dan bagaimana pula cara menghindarinya? Dalam artikel ini, Jagoan Hosting akan merangkumnya khusus untukmu. Yuk simak!

Pengertian cyber crime

Cyber crime adalah suatu kejahatan dunia maya yang menggunakan perangkat komputer serta internet. Dengan kata lain, cyber crime adalah suatu ancaman pada siapapun pengguna teknologi digital, baik itu individu maupun perusahaan besar.

Merujuk pada OECD (Organization of European Community Development), pengertian cyber crime adalah segala bentuk akses ilegal terhadap suatu transmisi data. Hal ini dapat diartikan bahwa apapun bentuk kegiatan atau aktivitas tidak sah dalam suatu sistem komputer merupakan tindak kejahatan siber.

Biasanya, cyber crime dilakukan dengan berbagai tujuan jahat yang merugikan para korbannya baik secara keamanan perangkat atau finansial. Contoh cyber crime adalah hacking, cracking, dan semacamnya.

Cyber crime dalam UU

Di Indonesia sendiri, peraturan tentang cyber crime telah tertuang pada Undang-Undang Teknologi Elektronik (UU ITE) Nomor 19 Tahun 2016 pasal 27-30 mengenai perbuatan yang dilarang. Lebih detailnya aturan mengenai hacking diatur dalam pasal 30 ayat (1), (2), dan (3) bahwa:

  1. Dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses dan/ atau sistem elektronik orang lain dengan cara apapun
  2. Dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/ atau sistem orang lain dengan cara apapun untuk tujuan memperoleh informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik.
  3. Dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/ atau sistem elektronik dengan tujuan melanggar menerobos, melampaui, menjebol sistem pengaman.

Lebih lanjut, bagi para pelanggar UU ITE pasal 30 tersebut akan dikenakan hukuman sesuai UU ITE pasal 46, berupa:

  1. Pelanggar ayat (1) akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).
  2. Pelanggar ayat (2) akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).
  3. Pelanggar ayat (3) akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Contoh cyber crime

Contoh cyber crime yang masih sering terjadi di Indonesia hingga kini adalah pemalsuan akun media sosial, misalnya Facebook. Biasanya, para pelaku akan membuat akun “kloning” dari orang lain terutama public figure atau siapapun dengan jumlah pengikut cukup banyak.

Dengan akun samaran tadi, mereka bisa saja menarik banyak perhatian dan menggencarkan rencana jahatnya dengan mendekati beberapa orang dan berpura-pura meminta bantuan berupa uang.

Hal ini juga bisa saja terjadi di beberapa dating apps dengan cara catfishing, menggunakan foto orang lain dan identitas palsu lalu ujung-ujungnya menipu para korbannya. Tak hanya kerugian finansial, dampak dari catfishing pun merugikan secara psikologis.

Metode cyber crime

Dalam menggencarkan aksinya, para pelaku memiliki beberapa metode untuk melakukan kejahatan siber. Lebih jelasnya, metode-metode yang biasa dipakai dalam cyber crime adalah sebagai berikut:

1. Spoofing

Metode pertama dalam cyber crime adalah spoofing, yaitu memalsukan identitas atau suatu data agar para pelakunya bisa masuk ke suatu jaringan tertentu atau bahkan ke dalam akun pemilik aslinya.

2. Destructive device

Destructive device adalah sebuah software atau program tertentu yang berisikan virus, seperti nukes, trojan horse, worms, dan email bombs. Hal ini biasanya ditujukan untuk merusak atau menghancurkan data pada komputer terkait.

3. Sniffing

Metode selanjutnya dalam cyber crime adalah sniffing, yaitu mencuri akun orang lain yang mencakup password dan username.

4. DDoS

DDoS atau Distributed Denial of Attacks adalah serangan pada suatu komputer atau server dalam jaringan internet yang mampu menghabiskan banyak resources sehingga jaringan tersebut tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

5. Password cracker

Metode terakhir dalam cyber crime adalah password cracker, yaitu pencurian kata sandi akun seseorang dengan bantuan program tertentu untuk bisa membuka enkripsi password tersebut.

Baca juga: Cracking Adalah Cyber Crime yang Lebih Berbahaya dari Hacking

Jenis cyber crime

Dengan berbagai metode tadi, tentunya juga menciptakan berbagai jenis cyber crime. Adapun jenis cyber crime adalah sebagai berikut.

1. Carding

Kamu pengguna kartu kredit? Kalau iya, waspadalah dengan cyber crime jenis ini, Sob! Ya, carding adalah kejahatan siber yang menyalahgunakan akses kartu kredit orang lain untuk kepentingan pribadi. Hal ini biasanya dilakukan para pelaku untuk mendapatkan barang gratis lalu mereka bisa menjualnya kembali dan mendapat uang.

2. Identity theft

Jenis kedua dari cyber crime adalah identity theft atau pencurian identitas milik orang lain. Umumnya, identity theft menargetkan website dengan membership, toko online, atau semacamnya yang memerlukan data konsumen dalam layanannya.

Ciri-ciri cyber crime jenis ini adalah biasanya target akan diminta mengisi identitas pada situs abal-abal, misalnya situs undian dengan iming-iming berbagai macam hadiah, padahal itu adalah situs milik pelaku kejahatan siber.

3. Cyber extortion

Cyber extortion adalah kejahatan siber berupa pencurian data atau penanaman malware sebagai ancaman meminta uang tebusan kepada para korban, misalnya ransomware. Beberapa perusahaan besar yang pernah menjadi korban kasus cyber crime jenis ini adalah Domino, Nokia, dan Freedly.

4. Cyber espionage

Jenis selanjutnya dari cyber crime adalah cyber espionage, yaitu sebuah tindakan memata-matai pihak lain, seperti kompetitor atau lawan politik. Dalam melancarkan aksinya, biasanya pelaku menggunakan spyware yang ditanam pada perangkat korban.

Kasus semacam ini pernah menimpa Barack Obama di mana pelaku melakukan pencurian data sensitif mengenai kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

5. Corporate data theft

Mirip dengan identity theft, corporate data theft ini menarget data-data perusahaan untuk dicuri. Pelaku melakukannya guna mengakses data perusahaan secara ilegal bahkan menjualnya di pasar gelap dengan harga tinggi.

Dampak kasus cyber crime

dampak cyber crime

Melihat berbagai jenis cyber crime tadi, pastinya sudah terbayang bermacam-macam dampak yang ditimbulkannya. Beberapa dampak dari kasus cyber crime adalah sebagai berikut.

1. Kehilangan data penting

Dampak pertama dari cyber crime adalah kehilangan data-data penting baik dari akun pribadi seseorang hingga data penting perusahaan termasuk data para pelanggannya.

2. Kerusakan software dan sistem komputer

Tak hanya kehilangan data penting, dampak kejahatan siber ini juga bisa merusak software maupun sistem komputer kamu. Apalagi jika perangkat komputernya menggunakan sistem operasi bajakan atau sudah lawas.

Baca juga: 5 Tips Jitu Meningkatkan Keamanan Website

3. Reputasi online bisa terancam

Baik untuk individu atau perusahaan, tertimpa kasus cyber crime berpotensi merusak reputasi online dari korban. Bagi para pelaku bisnis, hal ini bisa saja menurunkan kepercayaan pelanggan pada bisnis atau perusahaannya.

4. Uang hilang

Dampak terakhir cyber crime adalah kehilangan sejumlah uang. Tak main-main, bahkan di Indonesia, kejahatan siber menyebabkan kerugian hingga Rp478,8 Triliun berdasarkan penelitian Frost & Sullivan pada tahun 2018 lalu yang diprakarsai Microsoft.

Kasus cyber crime

Beberapa kasus kejahatan siber yang sering terjadi antara lain:

1. Phishing

Salah satu kasus cyber crime adalah phishing. Phishing bisa dibilang kasus kejahatan siber yang paling banyak dilakukan hacker. Phishing dilakukan dengan tujuan mencuri data-data penting korban, seperti username, password, identitas, PIN, dan sebagainya. Kejahatan ini biasanya dilakukan dengan mengelabui korban lewat situs bodong, link palsu, dan sebagainya. 

2. Hacking

Pasti kamu sudah tidak asing dengan istilah hacking kan, Sob? Ya, hacking adalah kejahatan siber yang membobol jaringan komputer pihak lain dengan berbagai tujuan, seperti mencuri data, merusak sistem, dan lain-lain.

3. Serangan malware

Kasus cyber crime selanjutnya adalah serangan malware, yaitu dengan cara menyusupkan suatu software pada komputer korban yang datang dari berbagai macam media, mulai dari situs bodong, email, atau tema website.

4. Deface website

Deface website merupakan tindakan kejahatan siber dengan merubah tampilan suatu website atau situs.

5. Social engineering

Kasus cyber crime selanjutnya adalah social engineering yang marak terjadi pada para user ojek online, dimana para pelaku memanipulasi korban dengan langsung menghubungi mereka. Beberapa contoh kasusnya adalah pengguna ojek online tersebut dimintai kode One Time Password (OTP) yang bersifat rahasia dan tidak boleh disebar ke siapapun.

6. Pembajakan

Sesuai namanya, pembajakan adalah kejahatan siber dengan cara menggandakan karya atau hasil pekerjaan orang lain untuk mendapatkan keuntungan pribadi, misalnya aplikasi berbayar, software berbayar, film, dan lain-lain.

7. Spamming

Kasus spamming biasa dijumpai melalui penyebaran pesan email secara terus menerus atau massal. Hal ini bisa merugikan kamu karena selain memenuhi ruang penyimpanan, bisa saja di dalamnya ada link phising.

8. Exploit kit

Exploit kit adalah sebuah program penyerangan komputer yang memiliki sistem keamanan rendah. Dengan memanfaatkan celah akibat keamanan rendah, program ini bisa mengunduh malware agar komputer bisa dikendalikan pelaku secara leluasa.

9. Serangan DDoS

Serangan DDoS yang membuat website tidak berjalan sebagaimana mestinya atau down merupakan salah satu kejahatan siber yang sering dilakukan. Tak main-main, media sebesar BBC pernah menjadi korban dan kala itu hampir semua layanannya lumpuh serta websitenya tidak bisa diakses lho, Sob!

10. Penipuan online

Dengan berbagai metode dan jenis cyber crime tadi, tentunya aksi penipuan online juga menjadi salah satu aksi terpopuler yang sering terjadi. Bentuknya pun bermacam-macam dan melalui berbagai platform, maka dari itu tetaplah waspada ya, Sob!

Baca juga: Apa itu Hacker? Pengertian, Macam-macam & Cara Menghindarinya

Cara mengatasi cyber crime

Begitu maraknya cyber crime seiring berkembangnya teknologi mewajibkan para pengguna perangkat dan jaringan internet harus tetap waspada. Maka dari itu, Jagoan Hosting telah merangkum beberapa cara mengatasi cyber crime, yakni sebagai berikut.

1. Jaga keamanan media sosial

Banyaknya user media sosial kemungkinan besar menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan siber. Maka dari itu jagalah keamanan akun maupun postingan media sosial kamu. Hindari menyebarkan informasi pribadi atau apapun bersifat privasi seperti nama anggota keluarga, nama peliharaan, nama panggilan, dan semacamnya.

Jika ada aktivitas mencurigakan seperti spam atau percobaan login ke akun media sosial kamu, segeralah laporkan pada pihak platform terkait dan ubahlah kata sandimu.

2. Install SSL

SSL adalah salah satu keamanan tambahan website dan biasa kamu jumpai berupa simbol gembok pada URL suatu website. Adanya SSL ini memberi jaminan bahwa setiap data internet yang ditukar antara pengunjung dan website tersebut telah dilindungi melalui teknik enkripsi.

3. Gunakan two factor authentication

Two factor authentication atau 2FA adalah metode keamanan ganda dengan melakukan verifikasi secara realtime. Jadi tidak hanya username dan password, kamu juga akan diminta memasukkan kode OTP lewat SMS atau email.

4. Pasang password unik

Hindari menggunakan password umum seperti menggunakan nama, tanggal lahir, nomor rumah, atau informasi umum lainnya yang mudah ditebak. Sebaiknya kamu gunakan kombinasi huruf, simbol, dan angka agar password kuat dan unik.

5. Sering update

Cara selanjutnya untuk mengatasi cyber crime adalah dengan rutin update, baik sistem manajemen website atau sistem operasi pada perangkat kamu.

6. Jaga keamanan email

Selain akun media sosial, alamat email juga jadi sasaran empuk para pelaku kejahatan siber. Maka dari itu kamu perlu berhati-hati dan secara rutin mengecek email serta virus yang ada pada perangkat kamu.

7. Gunakan hosting yang aman

Cara terakhir untuk mengatasi cyber crime adalah menggunakan hosting yang aman dan terpercaya untuk memberikan perlindungan khusus pada website. Terutama bagi kamu pemilik website, baik untuk kepentingan pribadi maupun bisnis.

Nah, sekarang sudah tahu kan kalau menggunakan hosting berkualitas juga dapat membantumu terhindar dari cyber crime? Untuk itu, optimalkan keamanan website dengan layanan hosting dari Jagoan Hosting.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like