Kalau kamu termasuk orang yang sering lihat-lihat web pencarian kerja, maka kamu pasti nggak asing dengan istilah full-stack developer. Yep, posisi pekerjaan yang satu ini menjadi krusial seiring bertambahnya peluang kerja di startup teknologi.

Tapi apa sih bedanya developer biasa dengan full stack developer? Apakah kalau jadi full stack developer nggak bisa jadi developer biasa? Kenali dulu yuk 5 fakta full stack developer di bawah ini!

IT programmer & full stack programmer
GAMBAR DARI UNSPLASH

Full Stack Developer bisa mengelola dua keahlian sekaligus

Menjadi full stack developer nggak cuma sekadar biasa menguasai bahasa pemrograman, lho! Jika umumnya developer terbagi menjadi 2 yaitu front-end dan back-end, maka full stack developer harus menguasai keduanya sekaligus!

Ini artinya, mereka harus bisa mengelola software dari sisi klien (front-end) dan juga server (back-end). Tentunya butuh pembelajaran lebih mendalam, ya!

Kabar baiknya, ada beberapa ‘stack’ atau paketan yang populer digunakan. Jadi kamu tidak perlu menggunakan semua bahasa pemrograman yang sangat bervariasi, tetapi cukup serangkaian saja.

Menguasai programming 3 hal sekaligus!

Seorang full stack developer juga harus bisa menguasai bagaimana caranya memprogram browser, server, dan database, lho! Jadi jangan dikira seorang developer hanya perlu coding, ya. Salah besar!

Jangan takut dulu. Jadikan ini pengetahuan agar kamu pelan-pelan belajar. Kamu bisa mengunggah portofolio praktik latihan developer kamu di website pribadi yang bisa kamu buat dengan menggunakan Jagoan Hosting, layanan hosting terbaik di Indonesia.

Siap-siap saja dicari oleh semua orang!

Karena posisi yang sangat versatile dan fleksibel, kamu pasti dicari oleh hampir semua perusahaan! Tentunya menyenangkan sekali bukan?

Ya, keuntungan mempekerjakan developer jenis ini adalah karena keahlian gandanya, tentunya lebih menghemat waktu dan pembiayaan sebuah proyek. Belum lagi komunikasi yang lebih mudah karena sudah ditangani oleh orang yang sama baik dalam mengelola software klien ataupun software server.

Siap-siap saja dicari oleh banyak orang dan gaji yang… ehem!

Namun hati-hati, kompleksitas tugas bikin kamu….

Kenyataannya, mereka rentan stres nih! Karena porsi tugas yang sangat banyak dan penuh, tentunya perlu diimbangi kemampuan pengelolaan waktu istirahat yang pas.

Pemberian tugas kepada satu orang atau one man task juga meningkatkan resiko munculnya error atau kemungkinan kesalahan besar karena hanya mengandalkan satu orang.

Jangan lupa kuasai softskill utama dalam bekerjasama agar lebih lancar

Tidak hanya kemampuan developer saja yang perlu kamu kuasai, tetapi juga kemampuan soft skill sebagai seorang tim. Tidak harus menjadi seorang leader, tetapi cukup kemampuan seperti komunikasi, ramah, kemampuan menyelesaikan masalah, dan diskusi untuk memberikan performa terbaik kamu dalam bekerja.

Kamu juga wajib memiliki penalaran kritis dan inisiatif yang bagus, ya! Ini dikarenakan seorang full stack menguasai 2 software penting. Jika tidak, maka tentunya kamu tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Gimana, masih tertarik? Nggak ada salahnya untuk mulai asah kemampuanmu dari sekarang. Cobain deh ambil course atau perdalam kemampuanmu. Lalu jangan lupa bikin website kamu sendiri sebagai bukti portofolio kamu.

Pilihlah hosting dan server terbaik dari pilihan Jagoan Hosting. Domain pun bisa kamu pilih sesuai selera kamu! Langsung jadi, cepat, dan anti lemot, Jagoan Hosting siap jadi sahabat sukses kamu untuk menjadi seorang developer handal!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like