Blog Jagoan Hosting | Tutorial Website & Web Hosting Indonesia

Pengalaman Pelanggan Negatif bukanlah Akhir! Ini Alasannya

Sebagai pebisnis, pernahkah kamu takut pengalaman pelanggan akan menjadi negatif untuk bisnismu?

Pasti akan ada saatnya dalam karir atau bisnis kamu ketika seorang klien memiliki pendapat yang sangat kuat tentang apa yang mereka inginkan dan yang tidak mereka inginkan, dan hal itu bisa menjadi negatif bagi kamu.

Kamu tidak perlu khawatir dengan ulasan negatif pelanggan kepada produk kamu. Kendalikan semua jenis hubungan bisnis dengan menyaringnya dengan positif.

Tidak mudah mengabaikan tanggapan pelanggan yang negatif, sebab itu akan berpengaruh pada perkembangan bisnis kita. 91% pelanggan yang memiliki pengalaman buruk, tidak akan berbisnis lagi dengan kamu. 

Jadi, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?

1. Dengarkan dulu

Kita harus mendengarkan pendapat orang lain meskipun pendapat tersebut berkesan negatif. Karena pendapat seperti itulah yang dapat membangun bisnis kedepannya agar lebih baik lagi. Karena, pelangganlah yang lebih mengetahui celah dan kekurangan produk pada umumnya, sehingga kita dapat memperbaiki kembali untuk kedepannya.

Tapi dapat dipelajari sebuah pelajaran yang sangat penting. Ketika orang memiliki pendapat yang kuat, mereka ingin didengar, dan hal terbaik yang harus dilakukan adalah membiarkan mereka berbicara selama yang mereka butuhkan, dan benar-benar mendengarkannya.

Yang tersedia untuk mendengarkan umpan balik mereka adalah langkah pertama dalam menciptakan lingkungan yang terbuka dan saling percaya.

2. Selalu menjadi advokat

Pentingnya menjadi advokat? Jika kamu meyakinkan klien bahwa kamu benar-benar berada di pihak mereka dan menginginkan hasil yang sama persis, mereka tidak hanya akan meningkatkan kredibilitas kamu, tetapi kepercayaan klien dan hubungan pun akan dipulihkan. Persepsi mereka tentang kamu akan berubah drastis hanya dengan bahasa yang meyakinkan.

Frase seperti, “Saya benar-benar ada di pihak Kamu,” “Kamu benar sekali,” dan, “Saya berkomitmen untuk memberi kamu hasil yang lebih baik.” Jauh lebih sulit untuk marah pada seseorang yang bersamamu daripada melawanmu.

Advokasi untuk klien akan selalu menjadi Band-Aid terbesar dan terkuat untuk hubungan profesional Kamu, tidak peduli apa. Dan semuanya dimulai dengan pesan Kamu.

3. Ambil tindakan

Bila klien mengkritik sesuatu yang telah kamu lakukan atau sesuatu yang telah kamu tunjukkan kepada mereka, jangan abaikan mereka. Yang dimaksud dengan itu, jangan hanya membuat catatan bahwa mereka sedang kesal dan memberikan respon kepada kamu.

Hal yang paling menguntungkan yang dapat kamu lakukan untuk hubungan kamu adalah melakukan penelitian, memahami apa yang salah, dan mencari alternatif atau koreksi terbaik. Dengan begitu, dapat menjadikan kedepannya lebih baik lagi.

Bahkan jika kamu tahu tidak ada alternatif atau cara untuk memperbaiki situasi sepenuhnya, buktikan bahwa kamu telah berusaha. Berusaha menunjukkan pada klien yang terbaik sehingga akan mendapatkan kepercayaan mereka kembali, dan akhirnya meletakkan dasar untuk hubungan yang lebih baik lagi yang terjalin antara klien dan kamu.

4. Terus terlibat

Jadi, kamu sudah melakukan due diligence, mendengarkan klien, dan meyakinkan mereka bahwa kamu benar-benar berada di pihak mereka. Kemana kamu pergi dari sini? Satu-satunya cara untuk mempertahankan hubungan profesional adalah jika kamu terus-menerus memberi nilai tambah kepada klien.

Lalu bagaimana jika ada kendala dan masalah di tengah jalan? Semakin kamu membuat mereka nyaman dan dengan cepat memperbaiki kesalahan, semakin cepat kamu memperkuat hubungan kepada pelanggan.

Buat itu positif

Hubungan adalah segalanya, tapi harus ada strategi, terutama bila ada yang tidak beres. Saat kamu ingin tetap berpegang pada sikap profesional bisnis, boleh saja. Tapi ingat pelangganmu adalah manusia. Perlakukan mereka sebagaimana bisnismu ingin diperlakukan.

Jadikan mereka teman untuk bisa membuat kita lebih nyaman berkomunikasi dan mencaritahu banyak hal tentang kebutuhan mereka. 🙂

SM Team