Blog Jagoan Hosting | Tutorial Website & Web Hosting Indonesia

5 Cara Mengubah Review Buruk Menjadi Layanan Hebat

Review buruk bisa menyakitkan. kamu menaruh hati dan jiwa kamu ke dalam bisnis kecil, dan bekerja keras untuk membuat pelanggan senang. Jadi, ketika pelanggan tidak senang dan kemudian mengeposkan keluhan mereka di situs seperti Google atau Facebook agar seluruh dunia dapat melihat, sulit untuk tidak menerima kritik tersebut.

Jangan berkecil hati, karena mereka dapat meningkatkan tingkat konversi penjualan kamu dengan 72 persen konsumen mengatakan bahwa ulasan positif membuat mereka mempercayai bisnis lebih banyak. Tetapi bahkan perusahaan yang paling sukses pun pasti pernah membuat kesalahan atau menemukan pelanggan yang tidak dapat berkenan atas pelayanan maupun produknya. Tinjauan buruk sesekali tidak bisa dihindari karena pasti di dalam semua usaha pernah merasakannya.

Jadi, sementara kamu tidak dapat mencegah ulasan buruk, kamu dapat mengurangi dampaknya dan melindungi reputasi online perusahaan kamu. Dengan respon yang tepat, kamu bahkan dapat mengubah ulasan negatif menjadi positif bagi bisnis kecil kamu dengan memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan layanan pelanggan yang hebat.

Berikut tips untuk mengoptimalkan situasi peninjauan yang buruk:

1. Tanggapi dengan cepat

Pelanggan biasanya memposting review tinjauan buruk karena tidak puas. Mereka ingin didengar dan mereka ingin perhatian mereka dianggap serius oleh kamu. Hal terburuk yang bisa kamu lakukan adalah mengabaikan tinjauan buruk, membiarkan kebencian mereka yang sudah dipost atau di publishkan. Sebagai gantinya, tanggapilah ulasan secepat mungkin, meyakinkan pelanggan bahwa kamu akan memperhatikan masalah mereka dan meninggalkan rasa frustrasi mereka sebelum memuncak.

Pastikan kamu menyiapkan pemberitahuan di profil kamu dengan situs ulasan utama dan buat notifikasi Google Alerts untuk nama perusahaan kamu sehingga kamu segera menerima lansiran bila ulasan diposkan.

2. Tetap tenang dan sopan

Jangan sampai kehilangan kesabaranmu. Pasti rata-rata orang ini hanya menghina bisnis kamu, mereka mungkin salah menafsirkan fakta atau salah memahami kebijakan kamu, dan hal itu membuat kamu terlihat buruk di depan pelanggan lain. Tapi kamu harus tetap tenang.

Tarik napas dalam-dalam.

Tunjukkan profesionalisme kamu dengan bersikap ramah terhadap tanggapan, ucapkan terima kasih atas umpan baliknya, kirimkan permintaan maaf yang tulus dan tawarkan solusi atas kekhawatiran mereka dan buatlah mereka yakin kamu bisa membantu. Jangan memposting tanggapan yang bersifat defensif, dan jangan bertengkar dengan pelanggan di situs peninjauan publik.

Ingat, pelanggan lain bisa melihat tanggapan tersebut.

3. Jadilah spesifik dan teliti

Pelanggan mengeluh seringkali tidak mencari pengembalian dana, mereka hanya ingin didengar dan mendapat perhatian mereka diakui. kamu ingin pelanggan tahu bahwa kamu telah membaca ulasan mereka dan meluangkan waktu untuk menulis tanggapan kepada mereka. Jangan memotong dan menempelkan jawaban singkat dan general yang mengabaikan kekhawatiran mereka. Sebagai gantinya, gunakan nama depan pelanggan dalam respons kamu dan sertakan detail spesifik dari ulasan mereka, seperti nama produk atau detail layanan yang diulaskan pelanggan tersebut.

4. Lakukan diskusi secara offline

Forum publik seperti Facebook atau Yelp bukanlah tempat terbaik untuk menentukan rincian pengembalian dana atau mengudarakan cucian kotor seorang karyawan yang tidak mengikuti kebijakan perusahaan kamu. Kamu ingin mengambil diskusi dari situs ulasan dan menyelesaikan masalah ini secara langsung dengan pelanggan.

Namun, kamu juga ingin pembaca lain mengulas (dan calon pelanggan) mengetahui bahwa kamu telah melihat ulasan buruk dan segera menangani masalah ini. Jadi, kamu harus memposting catatan sebagai tanggapan atas ulasan, seperti: “Saya sangat menyesal mendengar pengalaman buruk Anda, dan saya ingin melakukan apa yang saya bisa untuk memperbaikinya. Silahkan email atau hubungi saya supaya kami bisa membuatnya lebih baik.” 

Bisa dilakukan melalui PM (Personal Message) kepada pelanggan tersebut atau bisa dihubungi melalui telepon.

5. Minta tinjauan tindak lanjut

Jika kamu merasa bahwa pelanggan puas setelah berkomunikasi dengan kamu secara offline, kamu dapat melaporkan tindak lanjut tanggapan awal kamu secara terbuka kepada publik: “Saya senang bisa berbicara langsung dengan kamu dan memperbaiki masalah Anda. Kami berharap dapat melayani lagi di masa depan.”

Anda juga harus meminta pelanggan yang sekarang sudah teratasi tersebut untuk mengikuti peninjauan lanjutan yang mencatat bahwa masalah mereka telah teratasi. Ini akan menunjukkan calon pelanggan lain bahwa kamu selalu menanggapi dan merespon pelanggan dan membuat masalah bena-benar solve dan membuat mereka bahagia.

Dengan ini, Kamu bisa menunjukkan bahwa kamu adalah pemilik bisnis yang penuh perhatian yang sangat memperhatikan kepuasan pelanggan. Pada akhirnya, jika kamu terus memprioritaskan layanan berkualitas dan dengan cepat menyebarkan umpan balik negatif dengan tanggapan yang benar, jumlah ulasan positif yang kamu terima akan jauh lebih besar daripada ulasan buruk yang sesekali.

Pelayanan terbaik seperti ini tidak terbatas pada bisnis apapun. Baik mereka yangmenawarkan dan menjual produk maupun layanan/jasa. Seperti penyedia jasa layanan Hosting Terbaik Indonesia. Dimana semua pelanggan berbasis digital. Yang barang pasti akan dengan mudah memberikan review di media online. Ini akan berdampak buruk jika kita tidak segera menyelesaikan setiap masalah dengan bijak. 

Nelsi Islamiyati