Apa itu IP Address? Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenisnya

IP Address adalah

Apa yang dimaksud dengan IP Address? IP Address adalah istilah yang berkaitan dengan perangkat yang kamu gunakan sehari-hari seperti laptop, ponsel, PC hingga printer. IP Address adalah singkatan dari Internet Protocol Address yaitu nomor pengenal ketika perangkat terhubung internet.

Internet membutuhkan IP Address untuk mengenali perangkat yang berbeda agar bisa bekerja dengan baik. Kalau ingin tahu lebih lanjut mengenai IP Address beserta fungsi dan jenis-jenisnya, yuk simak artikel di bawah ini!

Apa itu IP Address?

Sederhananya, pengertian IP Address adalah serangkaian nomor yang dimiliki oleh suatu perangkat di mana nomor tersebut digunakan untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lainnya melalui internet. Hal ini memungkinkan perangkat bisa mengirim serta menerima informasi yang didapat dari jaringan internet.

IP Address terdiri atas dua bagian yaitu host ID dan network ID. Host ID berguna dalam menentukan alamat host, sementara network ID berfungsi untuk menentukan alamat jaringan komputer. Itulah kenapa IP Address mampu memberikan alamat lengkap host hingga di mana alamat jaringan suatu host tersebut berada.

Tahukah kamu bahwa sebuah website juga memiliki alamat IP agar dapat diakses. Mengapa bisa? Sebab, situs web terdiri dari data dan berbagai file yang dijadikan satu pada server hosting suatu perangkat komputer.

Sebut saja untuk membuka YouTube kamu membutuhkan IP Address-nya yaitu 208.65.153.238. Lalu, 74.125.224.72 adalah IP Address apabila hendak menggunakan Google. Nah, di sini terlihat jika setiap situs mempunyai IP Address yang berbeda-beda.

Tapi, apakah setiap kali ingin mengakses situs kamu harus memasukkan IP Address? Tentu tidak. Alih-alih mengetik deretan angkanya, akan lebih praktis jika kamu menghafal nama domain saja. Misalnya, youtube.com.

Jenis-Jenis IP Address

IP Address rupanya terbagi menjadi beberapa jenis. Nah, jenis-jenis IP Address adalah:

IPv6

IPv6 adalah jenis IP Address terbaru yang dibuat karena kapasitas IP Address terdahulunya (IPv4) sudah semakin menipis. IPv6 terdiri dari 8 angka dengan panjang 128 bit dan berisi huruf A sampai F yang penulisannya dipisahkan menggunakan titik dua. Deretan karakter tersebut adalah representasi desimal dari 16 angka biner.

Cek Konten Lainnya:
8 Cara Screenshot di Laptop Windows & Macbook Paling Praktis

Dalam artian lain, IPv6 mampu menampung hingga 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat karena banyaknya perpaduan angka dan huruf yang ada pada IP Address tersebut.

Contoh IPv6 adalah 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334. Agar lebih praktis, penulisan deretan angka 0 biasanya diganti menggunakan tanda titik dua sebanyak dua kali seperti 2001:0db8:85a3::8a2e:0370:7334.

Keuntungan IPv6 adalah IP Address berikut telah menggunakan IPsec (Internet Protocol Security) yang menawarkan integritas data, autentikasi dan kerahasiaan. 

Tak lupa juga, IPv6 memiliki IP checksum yang mendukung multicast, di mana hal ini memungkinkan transmisi data yang bisa dikirim sekaligus ke beberapa tujuan sehingga lebih hemat bandwith jaringan. 

Baca juga: Cara Membuat Landing Page dengan Mudah & Tips Optimasinya!

IPv4

Yang perlu kamu ketahui selanjutnya dari jenis-jenis IP Address adalah IPv4. IPv4 adalah jenis alamat IP yang paling populer dan sudah dimanfaatkan sejak lama. 

Jika IPv6 merupakan gabungan angka dan huruf, maka IPv4 hanyalah deretan angka sepanjang 32 bit di mana angka-angka tersebut merupakan representasi desimal dari 8 bit angka biner. 

IPv4 terdiri 4 bagian (oktet) yang dipisahkan oleh tanda titik. Setiap bagian (oktet) bernilai 0 – 255 sebagai nilai maksimal.

Artinya, IP Address versi 4 berikut mempunyai rentang dari 0.0.0.0 hingga 255.255.255.255. Rentang ini pun akhirnya mampu menampung kurang lebih 4,3 miliar IP Address di seluruh dunia. Contoh IPv4 adalah 74.125.224.72.

Kelebihan dari IPv4 yakni prefiksnya cukup sederhana sehingga telah didukung oleh sebagian besar topologi jaringan.

Baca juga: Mengenal IPV4: Jenis, Kelas & Bedanya dengan IPV6

Dedicated IP Address

Dedicated IP Address adalah alamat IP khusus yang dipakai oleh satu domain saja. Apabila websitemu menggunakan IP Address jenis ini, maka kamu bisa memperoleh sertifikat SSL (Secure Sockets Layer) yang berguna untuk enkripsi serta keamanan dan juga dapat menjalankan FTP (File Transfer Protocol) sendiri.

Selain itu, dedicated IP Address adalah alamat IP yang membuat website bisa diakses menggunakan angka-angka bahkan sebelum mendaftarkan domainnya.

Dedicated IP Address adalah tipe alamat IP yang umumnya dimanfaatkan oleh pengguna dedicated hosting maupun cloud VPS hosting.

Cek Konten Lainnya:
Cara Cek IP Address di Laptop, Android dan iOS yang Mudah!

Shared IP Address

Shared IP Address adalah kebalikan dari alamat IP dedicated. Sesuai namanya, shared IP Address bisa dipakai bersama oleh lebih dari satu nama domain. Umumnya jenis ini dipakai pada server shared hosting yang penggunaanya saling berbagi sumber daya server. 

Keuntungan dari shared IP Address adalah biayanya tergolong lebih rendah. Jadi, tertarik untuk mencoba alamat IP berikut?

Baca juga: 5 Cara Memperpendek Link untuk Website Praktis dan Mudah

Alamat IP Dinamis

Pernahkah kamu mengakses suatu website menggunakan alamat IP namun alamat IP tersebut berubah-ubah setiap hari atau minggunya? Jika iya, maka website tersebut artinya menggunakan alamat IP dinamis.

Ip Address dinamis menawarkan keamanan karena deretan angkanya selalu berganti-ganti sehingga tidak mudah ditebak dan mempersulit hacker mengakses jaringan interface.

Pergantian alamat IP akan dilakukan ketika terdapat penambahan perangkat baru ke jaringan, terjadi reboot pada perangkat ataupun perubahan pada konfigurasi jaringan.

Alamat IP Statis

Ada pula alamat IP statis yang tidak berubah-ubah rangkaiannya kecuali terdapat perubahan administrasi jaringan. Siapa yang membutuhkan jenis IP Address berikut? Siapa saja, khususnya perangkat yang sering terhubung dengan jaringan pribadi dan website perusahaan.

Perangkat yang terhubung ke jaringan pribadi seperti printer tentunya memerlukan static IP supaya mudah digunakan. Tak lupa juga website perusahaan agar para klien bisa mendapat akses tetap ke web server dan emailnya.

Namun, kamu harus merogoh kocek sedikit lebih banyak untuk memperoleh IP Address statis dari penyedia layanan internet.

Public IP

Selanjutnya kamu akan mengenal jenis public IP. Contoh server yang memanfaatkan public IP Address adalah router WiFi, server email dan server website. IP Address ini dimiliki oleh seluruh perangkat yang telah terhubung ke jaringan internet. 

Namun, untuk menggunakannya, kamu harus mendaftarkan diri terlebih dahulu ke Internet Service Provider atau penyedia layanan internet.

Private IP

Private IP Address adalah jenis IP yang dipakai oleh perangkat untuk berkomunikasi dalam jaringan lokal, sebut saja LAN atau Bluetooth. Contohnya yaitu penggunaan telepon gratis di hotel ataupun kantor. Jadi, alamat IP berikut tidak bisa menghubungkan perangkat ke jaringan internet.

Cek Konten Lainnya:
Apa itu Malware? Kenali Contoh, Jenis dan Cara Mengatasinya

Baca juga: Pengertian Local Area Network (LAN), Fungsi, dan Contohnya

Fungsi IP Address

Dari pengertiannya saja mungkin kamu sudah paham apa fungsi IP Address sebenarnya. IP Address adalah hal yang berperan sebagai alamat atau identitas suatu perangkat. Di mana akhirnya fungsi IP Address adalah untuk menghubungkan berbagai perangkat agar bisa saling mengirim dan menerima data. 

Dalam hal ini pula, fungsi IP Address adalah memungkinkan perangkat kamu terhubung ke dalam jaringan internet dan mengakses berbagai website untuk memperoleh informasi.

Cara Kerja IP Address

Nah, setelah memahami apa yang dimaksud dengan IP Address beserta jenis dan fungsinya, sekarang saatnya bagi kamu untuk mengetahui cara kerja IP Address. 

Cara kerja IP Address sebetulnya cukup sederhana. Pertama-tama, saat kamu hendak mengakses sebuah situs, komputer atau perangkat kamu akan terhubung ke router jaringan yang disediakan Internet Service Provider. 

Selanjutnya, router tersebut berhubungan dengan server tempat data dan file-file website tadi tersimpan. Di sana, router akan mengakses segala informasi yang dibutuhkan untuk dikirim ke perangkatmu. Sehingga kamu bisa membuka website yang kamu tuju.

Nah, ketiga elemen ini yaitu perangkat yang kamu gunakan, router hingga server mempunyai internet protocol-nya sendiri dan bisa dikenali oleh satu sama lain. Itulah mengapa ketiganya bisa saling terhubung atau berkomunikasi, mengirim dan menerima data.

Mengingat rangkaian alamat IP unik untuk setiap perangkat, router pun bisa mengirim informasi ke perangkat yang tepat. Apabila alamat IP yang dimasukkan tidak sesuai, maka pengiriman pun akan dibatalkan secara otomatis.Itulah penjelasan lengkap terkait apa itu IP Address, jenis, fungsi dan cara kerjanya.

Setiap perangkat pasti memiliki IP Address untuk terhubung dengan internet. Sehingga, penting untuk kamu memahaminya ya, Sob. Jangan lupa simak informasi tentang teknologi lebih banyak di blog Jagoan Hosting!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
mariadb vs postgresql
Read More
Perbedaan MariaDB vs PostgreSQL: Pilih yang Mana?
MariaDB dan PostgreSQL merupakan basis data relasional open source yang dapat menyimpan data ke dalam format berbentuk tabel.…
machine learning
Read More
Machine Learning: Contoh, Metode, Cara Kerja, Jenis & Fungsinya
Mendengar istilah “machine learning”, kemungkinan besar akan membuat sebagian besar dari kamu mengernyitkan dahi karena masih terasa asing.…